Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana, Mudah!

Artikel ini terakhir diperbarui May 7, 2021 by Zaky Afdika
Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana, Mudah!
Sumber foto: via Shutterstock
Bagikan ke Teman:

Laporan keuangan merupakan hal yang penting, baik untuk kehidupan sehari-hari, untuk usaha skala kecil (UKM) maupun usaha skala besar. Dengan adanya laporan keuangan, kamu akan mengetahui uang yang ada digunakan untuk keperluan apa saja, sehingga lebih bijak dalam mengatur keuangan. Namun, sayangnya banyak orang yang mengesampingkan pembuatan laporan keuangan. Hal ini terjadi karena kebanyakan orang berpikir bahwa membuat laporan keuangan cukup rumit dan memakan waktu. Padahal sebenarnya ada banyak sekali contoh laporan keuangan sederhana yang dapat dijadikan contoh acuan. Oleh karena itu, kali ini Qoala akan bahas tentang bagaimana cara membuat laporan keuangan sederhana yang mudah dibuat. Berawal dari laporan keuangan sederhana yang terkontrol, semoga usaha kecil kamu bisa semakin berkembang. Berikut langkah-langkah untuk membuat laporan sederhana.

Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana

laporan keuangan sederhana untuk usaha
Sumber foto: RomanR via Shutterstock

Berikut ini langkah yang perlu kamu lakukan untuk membuat laporan keuangan sederhana.

1. Siapkan Buku Catatan Pengeluaran

Hal pertama yang harus kamu persiapkan untuk membuat laporan keuangan sederhana adalah buku catatan pengeluaran. Di buku ini kamu harus mencatat semua pengeluaran, mulai dari pengeluaran yang kamu anggap receh hingga pengeluaran modal lainnya. Dengan adanya catatan pengeluaran ini, kamu dapat mengetahui jumlah modal serta menyeimbangkan buku kas di akhir tahun.

2. Siapkan Buku Catatan Pemasukan

Selain menyiapkan buku catatan pengeluaran, kamu juga harus menyiapkan buku catatan pemasukan. Kamu perlu mencatat semua pemasukan yang kamu dapatkan setiap harinya. Ini akan memudahkan kamu untuk menghitung berapa sebenarnya laba bersih yang kamu dapatkan serta mengukur kesanggupan target laba yang bisa didapatkan.

3. Buat Buku Stok Barang

Sebuah laporan keuangan tidak hanya mencatat pemasukan dan pengeluaran saja namun juga mencatat barang-barang yang masuk dan keluar. Oleh karena itu catatan stok barang juga sangat penting. Barang yang di maksud disini adalah produk yang berhasil dijual atau dibeli. Semakin tinggi jumlah barang yang keluar dan masuk, artinya semakin tinggi juga tingkat penjualan. Selain itu, dengan adanya buku stok barang, kamu jadi tahu jumlah persediaan barang serta meminimalisir kecurangan dari supplier atau karyawan. Kamu bisa menyandingkan catatan stok barang dengan laporan pemasukan dan pengeluaran agar tidak ada data yang tidak sinkron.

4. Buat Buku Inventaris

Buku inventaris merupakan buku yang digunakan untuk mencatat semua barang yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan operasinya sehari-hari. Buku ini berfungsi untuk memonitor aset usaha dan stabilitas dalam menggerakkan usaha sehari-hari. 

5. Rangkum Buku Catatan Kas Utama

Buku catatan kas utama merupakan dasar dari laporan keuangan sederhana. Buku catatan kas utama ini berisi rangkuman dari catatan pengeluaran dan pemasukan. Dengan adanya rangkuman buku catatan kas utama ini, kamu dapat mengetahui seberapa pengeluaran dan pemasukan usaha, baik dalam bentuk uang maupun barang. Selain itu, kamu dapat mengetahui besarnya keuntungan atau kerugian yang kamu alami. Rangkuman ini bisa menjadi patokan untuk membuat strategi usaha kedepannya.

Contoh Laporan Keuangan Sederhana

Setelah mempersiapkan catatan-catatan diatas, maka selanjutnya kamu sudah bisa membuat beberapa laporan keuangan sederhana. Perlu kamu ketahui, bahwa laporan keuangan sederhana pun jenisnya beragam, tergantung tujuan dan fungsinya masing-masing. Berikut beberapa jenis laporan keuangan sederhana yang perlu kamu tahu.

1. Laporan Keuangan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan yang menunjukkan seberapa besar keuntungan dan kerugian yang dialami oleh usaha kamu. Apabila jumlah pemasukan lebih tinggi dibanding dengan laporan laba rugi maka artinya usaha kamu berhasil mendapatkan keuntungan, namun sebaliknya apabila pengeluaran lebih besar dibandingkan dengan pemasukan, artinya usaha kamu sedang terancam.

Untuk membuat laporan keuangan laba rugi, ada dua cara yang dapat pilih. Cara pertama adalah cara langsung yang sering disebut single step. Cara ini adalah cara membuat laporan keuangan laba rugi yang lebih mudah karena kamu hanya harus merangkum seluruh pendapatan dari awal hingga akhir dalam satu kelompok data. Lalu, jumlah pendapatan tersebut dikurangi dengan total biaya periode. Sangat mudah bukan ?

Cara kedua untuk membuat laporan keuangan laba rugi, adalah dengan cara bertahap atau yang lebih sering disebut multiple steps. Dengan menggunakan cara ini, kamu perlu membagi laporan menjadi dua yaitu :

  • Pendapatan Operasional (Kegiatan utama usaha)
  • Pendapatan Non Operasional (Pendapatan di luar pendapatan pokok perusahaan)

Cara manapun yang kamu pilih untuk membuat laporan keuangan laba rugi, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengetahui besaran keuntungan dan kerugian dari usaha kamu.

2. Laporan Neraca

Laporan neraca merupakan laporan yang memperlihatkan kondisi keuangan dari usaha kamu. Laporan neraca ini berisi laporan aset, kewajiban (liability), dan modal (equity). Jika nilai dalam laporan ini tidak seimbang, artinya terdapat permasalahan pada keuangan perusahaan.

3. Laporan Perubahan Modal

Jenis laporan keuangan lain yang kamu harus ketahui adalah laporan perubahan modal atau statement of changes in equity. Laporan ini menggambarkan perubahan modal perusahaan yang dilihat dari kondisi modal usaha dan data baru ketika terjadi perubahan modal. Dengan laporan perubahan modal ini, kamu dapat menemukan jumlah modal awal dan saldo perusahaan terkini.

Kamu dapat menganalisis perubahan saldo modal pada awal dan akhir periode di ujung laporan dari data modal awal periode, jumlah laba dan rugi, serta pengambilan dana pribadi yang kamu lakukan. Oleh sebab itu laporan perubahan modal ini tidak bisa dibuat sebelum laporan laba rugi selesai dihitung.

4. Laporan Keuangan Arus Kas

Jenis laporan keuangan sederhana terakhir yang dapat kamu buat adalah laporan keuangan arus kas. Diatas kita sudah membahas mengenai laporan catatan kas utama, data-data tersebut akan dipakai untuk membuat laporan keuangan ini. Dengan laporan keuangan arus kas, kamu bisa mengetahui berapa jumlah arus kas yang keluar dan masuk, kamu pun bisa mendapatkan data dana kas yang terkuras. Apakah jumlahnya setara dengan pemasukan atau tidak. Laporan keuangan arus kas ini kemudian akan dijadikan acuan untuk memperkirakan perputaran uang usaha kamu kedepannya dan merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada para investor (jika ada).

Laporan keuangan arus kas terdiri dari arus kas masuk dan arus kas yang keluar. Untuk melihat arus kas yang masuk, kamu bisa melihat dari pinjaman dan pendanaan yang kamu lakukan untuk usaha kamu. Sementara untuk membuat laporan kas keluar, kamu bisa melihatnya dari jumlah biaya pengeluaran usaha kamu.

Elemen-elemen yang Ada Dalam Laporan Keuangan

laporan keuangan sederhana untuk perusahaan
Sumber foto: create jobs 51 via Shutterstock

Laporan keuangan sederhana terdiri dari beberapa elemen. Berikut elemen-elemen yang digunakan dalam laporan keuangan.

1. Aset

Aset mungkin bukan hal yang asing di telinga kamu. Tapi apakah arti aset sesungguhnya dalam dunia akuntansi ? Aset dalam akuntansi disebut aktiva. Aktiva dapat diartikan sebagai segala hal yang menyangkut kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan. Aktiva ini bisa berbentuk benda maupun hak yang dikuasai(aset tetap dan aset tak berwujud). Biasanya aktiva ini diukur dengan menggunakan satuan mata uang yang diakui seperti rupiah atau dolar (tergantung mata uang yang digunakan).

2. Pendapatan Komprehensif

Pendapatan komprehensif dapat diketahui dari beberapa hal berikut ini :

  • Keuntungan atau penurunan nilai dari instrumen derivatif
  • Transaksi menggunakan kurs mata uang asing yang disesuaikan
  • Keuntungan atau kerugian yang belum terealisasi dari rencana pensiun pegawai

3. Pengeluaran

Pengeluaran merupakan seluruh pembayaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk membayar kewajiban dalam rangka memperoleh laba atau untung.  Jika dilakukan untuk meningkatkan aktiva tetap, maka pengeluaran disebut pengeluaran modal, namun jika digunakan untuk biaya operasional, maka pengeluaran itu disebut pengeluaran operasional. 

4. Keuntungan

Keuntungan merupakan hasil penjualan dari barang atau jasa yang didapat oleh perusahaan yang jumlahnya melebihi modal. Pendapatan perusahaan yang berasal dari investor bukan termasuk keuntungan.

5. Distribusi kepada pemilik

Distribusi kepada owner merupakan penurunan aktiva bersih dari sebuah perusahaan yang diakibatkan oleh adanya pemindahan aktiva, penyediaan jasa, serta penciptaan kewajiban oleh perusahaan kepada pemilik atau owner. Distribusi ini dapat menurunkan kepentingan kepemilikan serta ekuitas dalam perusahaan.

6. Investasi oleh pemilik

Investasi oleh pemilik atau yang disebut juga investment by owners merupakan kenaikan laba bersih sebuah perusahaan yang diperoleh dari transfer pihak lain kepada perusahaan Bentuk paling umum dari investasi oleh pemilik adalah aktiva, namun bisa juga berbentuk jasa atau kepuasan perusahaan.

7. Ekuitas

Ekuitas adalah hak atau klaim atas harta kekayaan sebuah perusahaan. Dalam laporan keuangan sederhana ekuitas akan didapat setelah seluruh harta perusahaan dikurangi dengan kewajiban. Namun kamu harus tahu, bahwa ekuitas tidak hanya berupa uang namun juga berupa benda-benda pendukung lainnya seperti mesin, dan inventaris kantor lainnya. 

8. Kewajiban

Kewajiban adalah suatu tanggungan atau beban bersifat ekonomis yang harus dibayarkan di masa depan akibat dari kesepakatan keuangan atau transaksi di masa lalu. Untuk lebih mengetahui mengenai kewajiban lebih detail, berikut 3 karakteristik kewajiban yang harus kamu tahu, yaitu:

  • Kewajiban ditimbulkan oleh kesepakatan
  • Kewajiban bersifat wajib untuk diselesaikan dan tidak dapat dihindari

9. Kerugian

Kerugian menjadi salah satu elemen penting dalam membuat laporan keuangan sederhana. Kerugian merupakan kebalikan dari laba. Menurut istilah akuntansi kerugian atau loss adalah merupakan penurunan aset bersih dan perubahan dalam modal.  

10. Pendapatan

Pendapatan adalah segala hal yang berkaitan dengan penambahan nilai keuangan untuk usaha kamu. Pendapatan bisa berasal dari layanan atau produk barang maupun jasa yang dihasilkan. Selain itu pendapatan juga bisa berupa investasi yang dilakukan orang lain dalam bisnis yang kamu jalankan atau berupa kredit yang kamu berikan kepada pelanggan untuk dibayarkan di kemudian. Ini semua merupakan pendapatan untuk usaha kamu.

Tujuan Laporan Keuangan

Laporan keuangan menyajikan begitu banyak data penting dari usaha atau perusahaan. Oleh sebab itu laporan keuangan ini digunakan bukan hanya untuk mengetahui untung dan rugi saja, tapi lebih dari itu. Dengan laporan keuangan sederhana yang tersusun dengan baik, akan ada banyak manfaat yang kamu dapatkan. Berikut beberapa tujuan laporan keuangan dibuat, yaitu :

1. Untuk Membuat Keputusan Kredit

Tujuan pertama yang akan kita bahas dari pembuatan laporan keuangan adalah untuk membuat keputusan kredit. Dengan adanya laporan keuangan, kamu bisa menggunakannya sebagai senjata ketika kamu ingin mengajukan kredit. Bank pemberi pinjaman akan memeriksa kemampuan perusahaan dalam hal membayar hutang. Nantinya bank bisa menilai apakah perusahaan layak mendapat kredit atau tidak. Biasanya, para pemberi pinjaman atau kreditur ini melihat likuiditas perusahaan atau kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek. 

2. Menganalisis Peluang Investasi

Tujuan kedua dari pembuatan laporan keuangan adalah untuk menganalisis peluang investasi. Salah satu impian semua perusahaan adalah dapat menarik investor-investor untuk menanamkan modal investasi di perusahaannya sehingga perusahaannya dapat terus mengembangkan sayap. Disinilah laporan keuangan berperan karena analis investasi mengawasi dengan cermat laporan keuangan perusahaan.

3. Membuat Keputusan yang Berkaitan dengan Perpajakan

Tujuan pembuatan laporan keuangan selanjutnya adalah untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan perpajakan. Kamu harus tahu bahwa instansi pemerintah yang memantau dan mengurus perpajakan tertarik pada keuangan suatu bisnis. Mereka ingin tahu apakah bisnismu membayar pajak sesuai dengan undang-undang perpajakan saat ini atau tidak. Instansi pemerintah akan memprediksi jumlah pajak masa depan berdasarkan kinerja perusahaan dan praktik industri.

4. Untuk Perundingan Serikat

Tujuan pembuatan laporan keuangan sederhana terakhir adalah sebagai bahan perundingan serikat. Ketika usahamu sudah semakin membesar dan memiliki banyak karyawan, akan ada serikat pekerja. Serikat pekerja ini memiliki 2 sisi yang berpengaruh pada jalannya usahamu. Untuk itu kamu harus mampu untuk merangkul serikat pekerja. Serikat pekerja nantinya akan mengevaluasi bisnis perusahaan melalui laporan keuangan sederhana yang dibuat.

Itulah pembahasan singkat mengenai laporan keuangan sederhana, mulai dari cara membuat laporan keuangan sederhana, contoh laporan keuangan sederhana, elemen-elemen yang ada di dalam laporan keuangan hingga tujuan laporan keuangan. Nah, untuk kamu yang ingin tahu lebih banyak tentang keuangan dan asuransi, kunjungi Qoala Blog ya!

Bagikan ke Teman:
Riza Dian Kurnia
A great storyteller and an enthusiastic listener. Dont stop when you are tired, stop when you are done.
Cari Asuransi Terbaik di Qoala