Ini 10 Manfaat Asuransi Syariah yang Perlu Diketahui

Artikel ini terakhir diperbarui May 6, 2021 by Zaky Afdika
Ini 10 Manfaat Asuransi Syariah yang Perlu Diketahui
Sumber foto: via Shutterstock
Bagikan ke Teman:

Asuransi syariah mulai dikenal dan dilirik oleh masyarakat saat ini. Pasalnya, prinsip pengelolaan dan manfaat asuransi syariah berlandaskan syariat islam yang tidak bertentangan dengan ajaran agama. Tak hanya itu, asuransi syariah memiliki kelebihan dibandingkan asuransi konvensional. Manfaat asuransi syariah pun mulai banyak dirasakan oleh masyarakat. Itulah sebabnya, banyak masyarakat yang mulai menggandrungi jenis asuransi ini. Nah, untuk kamu yang ingin tahu apa saja manfaat asuransi syariah secara rinci, Qoala akan membahas secara lengkap dalam ulasan berikut.

Apa Itu Asuransi Syariah?

pengertian asuransi syariah
Sumber foto: Amnaj Khetsamtip via Shutterstock

Untuk dapat mengetahui apa saja manfaat asuransi syariah, kamu perlu tahu dan paham mengenai apa itu asuransi syariah. Pada dasarnya, asuransi syariah merupakan salah satu jenis asuransi yang berlandaskan pada prinsip-prinsip syar’i sehingga mendatangkan ketenangan bagi para nasabah.

Dalam asuransi syariah, terdapat sistem ‘sharing of risk’ yang artinya para pihak saling berkontribusi melalui dana tabarru’ dan risiko yang ditanggung akan dibagi bersama. Dalam sistem ini, lembaga atau perusahaan bertindak sebagai pihak pengelola secara operasional yang berkaitan dengan investasi dana dan aktivitas keuangan syariah lainnya.

Terdapat beberapa akad yang digunakan dalam asuransi syariah. Penggunaan akad ini bertujuan agar manfaat asuransi syariah dapat dirasakan bersama secara adil dan transparan. Akad yang digunakan dalam asuransi syariah antara lain akad tabarru’, akan tijarah’,akad wakalah bil ujrah, dan akad mudharabah.

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Setelah mengetahui apa itu asuransi syariah, berikut akad beserta sistem yang ada di dalamnya, selanjutnya kamu perlu mengidentifikasi lebih jauh mengenai asuransi syariah sebelum memutuskan untuk mendaftar atau membuat akun. Nah, identifikasi ini dapat kamu lakukan dengan membandingkan antara perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional. Hal ini penting dilakukan untuk mendukung pertimbanganmu supaya lebih matang.

Perbedaan yang pertama antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional adalah dalam hal sistem. Seperti yang telah dijelaskan di atas, jika dalam asuransi syariah dikenal adanya sistem ‘sharing of risk’, maka berbeda dengan asuransi konvensional yang menggunakan sistem ‘transfer of risk’. Sistem ‘transfer of risk’ ini berarti mendelegasikan resiko dari peserta kepada penanggung, sedangkan ‘sharing of risk’ adalah risiko yang dibagi rata kepada sesama peserta.

Perbedaan yang kedua adalah, jika dalam asuransi konvensional terdapat aktivitas jual beli, maka aktivitas ini diganti dengan akad saling tolong menolong.  Dengan akad tolong menolong, manfaat asuransi syariah dapat dirasakan bersama oleh semua pihak yang terlibat. Perbedaan yang ketiga adalah dalam hal kepemilikan dana. Dalam asuransi konvensional, dana premi seluruhnya menjadi hak milik perusahaan, sedangkan dalam asuransi syariah, dana akan dibagi menjadi milik peserta dan sebagian lain jatuh ke tangan perusahaan atau lembaga sebagai pihak pengelola dana.

Selanjutnya adalah perbedaan dalam hal sumber pembayaran klaim, untuk asuransi konvensional, sumber pembayaran klaim adalah berasal dari rekening perusahaan atau lembaga penyedia asuransi. Sedangkan dalam asuransi syariah, sumber pembayaran klaim adalah berasal dari dana rekening tabarru’ yang merupakan dana milik peserta.

Kemudian, dalam hal investasi dan hasil investasi, asuransi konvensional menerapkan prinsip bebas menggunakan instrumen investasi apa saja. Kemudian hasil investasi seluruhnya menjadi milik lembaga pengelola atau perusahaan. Sedangkan dalam asuransi syariah, investasi hanya diperbolehkan menggunakan instrumen yang berbasis syariah. Nantinya hasil investasi dapat dibagi ke tangan peserta dan ke pihak lembaga pengelola.

Selain itu, terdapat perbedaan antara asuransi konvensional dan asuransi syariah dalam hal pengawasan. Pada asuransi konvensional, tidak terdapat dewan pengawas syariah,  sedangkan asuransi syariah memiliki dewan pengawas syariah yang bertugas untuk mengawasi manajemen, produk, serta investasi dana supaya dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip syariah yang telah disepakati.

Dengan mengetahui perbedaan dan karakteristik antara asuransi model konvensional dan asuransi model syariah di atas, kamu dapat melihat jenis asuransi mana yang lebih cocok dengan kebutuhan kamu.

Manfaat Asuransi Syariah

manfaat asuransi syariah bagi kehidupan
Sumber foto: Supavadee butradee via Shutterstock

Terdapat banyak sekali manfaat asuransi syariah yang bisa kamu dapatkan. Mengingat bahwa jenis asuransi ini berada di bawah dewan pengawasan syariah, maka praktik dan operasionalnya dapat dipastikan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Praktik yang menyeleweng pun dapat diminimalisir.

Manfaat asuransi syariah ini penting untuk dicermati, sebab akan menjadi salah satu fondasi untuk kamu memutuskan lembaga asuransi syariah mana yang paling amanah dalam memberikan manfaat asuransi syariah kepada pesertanya.

Berikut ini 10 manfaat asuransi syariah yang wajib kamu ketahui. Apa saja?

1. Tidak Ada Riba

Salah satu hal yang menjadi perbedaan utama antara asuransi syariah dan konvensional adalah mengenai ada tidaknya riba. Riba merupakan pembebanan bunga dari pinjaman yang didasarkan pada persentase tertentu dari jumlah asli pinjaman pokok. Walaupun penghitungan bunga dan riba secara transparan diketahui kedua pihak dan disepakati bersama, namun pada dasarnya konsep riba ini memberatkan para peserta asuransi.

Itulah sebabnya, dalam asuransi syariah yang berlandaskan pada prinsip-prinsip dan nilai keislaman, riba tidak ada. Dengan tidak adanya riba, kamu akan lebih tenang dan mendapatkan keberkahan.

2. Dibangun dengan Prinsip Tolong Menolong

Manfaat asuransi syariah yang kedua adalah adanya prinsip tolong menolong. Asuransi syariah selalu dibangun dengan prinsip ini. Artinya, perusahaan atau lembaga asuransi dengan peserta asuransi saling memahami bahwa kedua belah pihak harus memberikan pola pendanaan yang saling menguntungkan kedua belah pihak dengan melalui akad yang disepakati bersama.

Prinsip  tolong menolong dalam asuransi  syariah didasarkan kepada Fatwa dari  Dewan Syariah Nasional No. 21/DSN-MUI/X/2001 yang menyatakan bahwa asuransi syariah yakni sebuah usaha yang saling melindungi dan tolong menolong antara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk aset dan/atau tabarru’ yang kemudian bertujuan untuk memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad yang disesuaikan dengan syariat islam.

3. Tidak Ada Skema Dana Hangus

Manfaat asuransi syariah berikutnya yang sangat menarik adalah tidak adanya skema dana hangus. Premi, iuran,  atau dana yang peserta setorkan kepada pihak lembaga asuransi dijamin tidak akan hilang atau hangus. Hal ini sangat berbeda dengan asuransi model konvensional. Tentunya, dalam asuransi berbasis syariah, dana atau premi akan dikembalikan kepada peserta jikalau tidak ada klaim selama masa pertanggungan asuransi.

Hal ini dikarenakan adanya skema risiko dalam asuransi syariah yang dikenal dengan sebutan ‘risk sharing’. Segala risiko yang terdapat pada masa pertanggungan asuransi akan ditanggung bersama, baik oleh pihak peserta maupun pihak lembaga penyedia  asuransi. Meskipun demikian bukan berarti pihak asuransi tidak untung sama sekali. Pihak asuransi tetap berhak mendapatkan keuntungan dari biaya pengelolaan dana yang besarannya rasional dan diambil dari iuran peserta secara ikhlas dan terukur.

4. Dikelola oleh Dewan Pengawas Syariah

Selain beberapa manfaat di atas, manfaat asuransi syariah berikutnya adalah terdapatnya peran dari Dewan Pengawas Syariah. Dewan Pengawas Syariah atau DPS ini bertugas untuk mengawasi aktivitas asuransi dan investasi syariah agar tetap berada di jalur-jalur syar’I yang tidak melanggar prinsip-prinsip keislaman.

Di samping mengawasi operasional dari perusahaan atau lembaga penyedia asuransi syariah, Dewan Pengawas Syariah juga ikut berperan dalam hal memberikan persetujuan atas transaksi yang akan dilakukan oleh lembaga asuransi syariah tersebut. Contohnya dalam transaksi berinvestasi, Dewan Pengawas Syariah memastikan bahwa pihak lembaga asuransi syariah hanya menginvestasikan dana nasabahnya pada perusahaan-perusahaan yang halal, tidak mengandung riba dan gharar.

Pengawasan dan sistem persetujuan yang dilakukan oleh Dewan Pengawas Syariah ini selain bertujuan untuk tetap menuntun lembaga syariah di koridor keislaman, juga berperan dalam menghindari hal-hal haram. Asuransi syariah adalah jenis asuransi yang mengedepankan sifat halal dan kebermanfaatan bagi sesama.

5. Pengelolaan Dana Sesuai Syariat Islam

Pengelolaan dana sesuai syariat islam juga menjadi nilai lebih dari asuransi syariah. Seluruh kegiatan dan operasional dari asuransi syariah harus mengikuti syariat-syariat islam dan tidak boleh keluar dari jalur tersebut. Contoh implementasi dari pengelolaan dana sesuai syariat islam adalah dalam hal pengelolaan dana investasi untuk asuransi. Dalam investasi, pihak asuransi syariah hanya akan menyalurkan dana ke perusahaan yang sesuai dengan prinsip islam, sehingga tidak mungkin menginvestasikan dananya ke perusahaan alcohol maupun barang yang tidak syar’I lainnya

6. Memungkinkan untuk Double Claim

Manfaat asuransi syariah berikutnya adalah kemampuannya untuk double claim. Maksud double claim ini adalah pengambilan klaim asuransi secara ganda lebih dari satu asuransi. Sebagai contoh, apabila kamu memiliki BPJS Kesehatan, dan kamu sedang sakit, maka kamu masih dapat mengajukan biaya pengobatan kamu ke perusahaan asuransi kesehatan syariah, meskipun pada saat itu kamu sudah terdaftar di BPJS Kesehatan. Hal ini dapat terjadi apabila memang dana BPJS tidak dapat memenuhi kebutuhan pengobatan kamu.

Meskipun demikian, kamu perlu memastikannya lebih lanjut kepada pihak asuransi yang kamu pilih. Sebab, tidak semua lembaga penyedia asuransi syariah memfasilitasi hal ini. Teknis pelaksanaan dikembalikan kepada peraturan dan kebijakan masing-masing perusahaan atau lembaga penyedia asuransi syariah tersebut.

7. Memiliki Akad Takaful

Takaful merupakan pertanggungan yang berbalas atau dapat pula berarti hal yang saling menanggung. Asuransi syariah memiliki akad takaful, artinya berlandaskan pada prinsip saling menanggung dan menolong apabila ada nasabahnya yang terkena musibah.

8. Ada Pembagian Keuntungan

Manfaat asuransi syariah berikutnya adalah adanya pembagian keuntungan antara lembaga penyedia asuransi dengan pihak peserta asuransi atau nasabah. Pembagian keuntungan ini dilakukan secara adil dan terbuka. Hal ini sangat berbeda dengan perusahaan asuransi konvensional yang keuntungannya hanya jatuh ke tangan perusahaan asuransi saja.

Implementasi dari pembagian keuntungan secara adil ini tercermin dari terkumpulnya hasil dana investasi yang kemudian diolah dan dibagi secara merata. Pembagian nilai keuntungan atau surplus underwriting ini dibagikan kepada para nasabah dengan disesuaikan berdasar pada porsi masing-masing nasabah yang ikut berkontribusi dalam investasi lembaga asuransi syariah tersebut.

9. Pengelolaan Dana Transparan dan Jujur

Segala aktivitas dan pengelolaan dana pada asuransi syariah dilakukan dengan jujur dan transparan. Hal ini bertujuan untuk memperoleh standar operasional yang amanah sehingga dapat dipercaya oleh semua peserta dan kalangan masyarakat. Di saat maraknya penipuan berbasis asuransi saat ini, terutama di masa krisis ekonomi pandemic covid19, asuransi syariah terus mengedepankan transparansi sehingga menjadi solusi asuransi bagi masyarakat tanpa adanya kekhawatiran terhadap penipuan dana.

Transparansi dan kejujuran dalam asuransi syariah ini diimplementasikan dalam adanya saling keterbukaan aliran dan alokasi dana yang ada. Sebagai contoh, apakah dana yang diterima pengelola atau pihak lembaga dari peserta ditaruh ke bagian cadangan, atau ditaruh ke bagian investasi, atau ke bagian lainnya.  Alokasi dana ini penting diketahui kedua  belah pihak.

10. Peserta Wajib Melakukan Zakat

Dalam asuransi syariah, peserta atau nasabah wajib membayar zakat. Hal ini bertujuan untuk membersihkan harta dan dana yang diperoleh. Dengan melakukan atau membayar zakat, maka keberkahan dari rezeki yang kita terima akan lebih terasa.

Pihak perusahaan atau lembaga penyedia asuransi syariah biasanya membantu nasabah untuk membayarkan zakatnya. Caranya adalah dengan menyesuaikan besaran zakat yang harus dibayarkan. Adanya pembayaran zakat dalam operasional asuransi syariah tidak terdapat dalam jenis asuransi model konvensional, sehingga zakat juga menjadi salah satu ciri dari investasi syariah.

Nah, itu dia manfaat asuransi syariah yang bisa kamu dapatkan. Namun, meskipun namanya memuat unsur kata ‘syariah’, tetapi tidak perlu khawatir, sebab asuransi ini tidak terbatas pada nasabah muslim saja. Masyarakat non-muslim juga dapat menjadi peserta dari  asuransi syariah. Dengan catatan nasabah tersebut tetap mematuhi peraturan dan prinsip-prinsip dalam lembaga atau perusahaan asuransi syariah tersebut. Kamu juga bisa melihat perbedaan manfaat asuransi syariah dan konvensional yang dapat kamu pilih. Tertarik untuk menyimak ulasan lain tentang keuangan dan asuransi? Kunjungi Qoala Blog, ya!

Bagikan ke Teman:
Riza Dian Kurnia
A great storyteller and an enthusiastic listener. Dont stop when you are tired, stop when you are done.
Cari Asuransi Terbaik di Qoala