Penting! Istilah Saham Dasar yang Perlu DiingatPenting! Istilah Saham Dasar yang Perlu DiingatInvestasiPenting! Istilah Saham Dasar yang Perlu DiingatPenting! Istilah Saham Dasar yang Perlu Diingat
Investasi
• 12 minutes read • zig-zag187 Views

Penting! Istilah Saham Dasar yang Perlu Diingat

Artikel ini terakhir diperbarui October 31, 2021 by Rinaldi Syahran
Penting! Istilah Saham Dasar yang Perlu Diingat

Kini kegiatan investasi merupakan hal yang banyak digandrungi oleh masyarakat zaman kini. Hal ini dikarenakan investasi merupakan kegiatan yang sangat menguntungkan dan dapat membuat masa-masa di hari tua bisa menjadi lebih indah.

Beberapa orang juga memilih untuk melakukan investasi karena kegiatan ini lebih menguntungkan daripada menabung di bank atau menabung biasa secara tradisional. Namun tentunya dengan keuntungan yang lebih tinggi ini muncul juga risiko yang lebih tinggi daripada menabung biasa. Tentunya hal ini bisa kamu atasi dengan memilih produk investasi yang sesuai dengan portofolio risiko kamu, sehingga risiko yang kamu miliki akan sesuai dengan modal yang kamu miliki pula.

Ada beberapa jenis produk investasi yang bisa kamu pilih sesuai dengan portofolio risiko kamu. Contohnya seperti investasi emas, reksadana, dan yang sekarang akan kita bahas adalah saham. Ketiga investasi ini sama-sama menguntungkan tetapi investasi saham terbilang cukup banyak digandrungi orang-orang.

Hal ini mungkin sejalan dengan arti apabila kamu memiliki saham pada suatu perusahaan, berarti kamu menjadi pemilik dari perusahaan tersebut. Hal itu sepenuhnya benar dan memiliki titel seperti itu membuat banyak orang menjadi lebih tertarik pada saham. Supaya kamu tahu lebih lanjut mengenai apa itu istilah saham kamu bisa membaca artikel di bawah ini. Berikut ini adalah daftar beberapa istilah saham dari Qoala yang bisa kamu ketahui untuk menambah pengetahuan kamu tentang salah satu produk investasi ini.

1. Blue Chip

Sumber Foto: zimmytws Via Shutterstock

Saham blue chip merupakan saham lapis satu yang biasanya dimiliki oleh perusahaan besar serta memiliki aset pendapatan serta laba yang besar dan juga stabil. Hal ini disebabkan oleh usia perusahaan yang cukup lama sehingga kapitalisasi sahamnya bisa tinggi.

Pengalaman yang terbilang lebih baik daripada perusahaan lain membuat nilai dari perusahaan saham ini menjadi lebih tinggi dan harganya menjadi lebih mahal daripada harga saham lain. Meski harganya lebih mahal saham blue chip ini banyak digandrungi oleh orang-orang karena kondisinya yang lebih stabil daripada saham lainnya.

Saham blue chip ini sangat mudah untuk dibedakan dengan saham yang lain di mana kamu hanya perlu melihat perusahaan besar yang menjadi pemimpin pasar pada Bursa Efek Indonesia dan yang banyak diperdagangkan di sana. Ada beberapa contoh saham blue chip yang mungkin kamu kenal seperti saham Telkom atau BCA.

Namun sebelum kamu membeli Kamu harus ingat kalau ini adalah hanya beberapa saham yang sedang diperdagangkan. Kamu harus tetap melihat terlebih dahulu catatan dari perusahaan tersebut dan mengetahui dasar analisis fundamentalnya.

2. Middle Cap

Jika yang sebelumnya adalah saham lapis satu, maka saham yang kali ini adalah saham lapis dua atau yang banyak dikenal oleh orang-orang sebagai saham middle cap. Saham yang satu ini merupakan saham lapis dua, tetapi jenis saham yang satu ini likuiditasnya terbilang tetap tinggi meski harganya sering berubah-ubah.

Saham yang sering disebut sebagai barisan kedua ini memiliki nilai kapitalisasi pasar yang mencapai sebesar 500 miliar rupiah sampai 10 Triliun rupiah. Saham middle cap biasanya merupakan saham yang berasal dari perusahaan yang sedang berkembang seperti PT Bank Bukopin Tbk atau PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. Sama seperti sebelumnya kamu juga harus tetap melihat terlebih dahulu catatan perusahaan sebelum membelinya.

3. Small Cap

Saham small cap merupakan saham yang termasuk dalam jenis saham lapis tiga atau merupakan saham yang memiliki nilai kapitalisasi paling kecil di pasar. Volatilitas dari saham small cap ini terbilang cukup tinggi daripada saham yang sebelumnya sudah disebutkan.

Banyak spekulan yang sering mengincar saham jenis ini untuk menggorengnya sehingga harganya nanti akan meningkat dan mereka akan mendapatkan keuntungan. Nilai kapitalisasi saham dari saham jenis ini nilainya berada di bawah 500 miliar rupiah. Meski merupakan jenis saham lapis tiga, masih banyak investor yang mau berinvestasi dengan saham jenis ini.

Sebenarnya kamu tetap bisa mendapatkan keuntungan meski menggunakan saham ini jika kamu memiliki kemampuan analisis yang baik serta berhati-hati saat mengambil momen yang tepat untuk membeli atau menjual saham. Salah satu perusahaan dengan saham small cap adalah perusahaan seperti PT Astra Agro Lestari Tbk dan juga PT Bumi Serpong Damai Tbk. Kamu tidak perlu berkecil hati saat ingin membeli saham yang satu ini jika kamu memiliki semangat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan analisis kamu.

4. Ekuitas

Arti dari ekuitas jika kita lihat dari Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan ekuitas adalah hak residual atas aktiva atau aset perusahaan setelah dikurangi oleh semua kewajiban yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Kita juga bisa mengartikan ekuitas sebagai besaran hak yang dimiliki oleh pemilik perusahaan kepada harta perusahaan.

Aset adalah semua hal yang dimiliki oleh perusahaan sedangkan kewajiban adalah tanggung jawab yang dimiliki perusahaan seperti hutang, hutang ini wajib untuk dilunasi oleh perusahaan. Setelah perusahaan membayar hutangnya maka nilai aset yang tersisa itulah yang akan disebut sebagai ekuitas perusahaan.

Selain itu ekuitas juga kita bisa artikan sebagai harta bersih yang sumbernya berasal dari investasi pemilik usaha dan juga hasil dari kegiatan usaha perusahaan tersebut. Jumlah dari ekuitas sendiri bisa berkurang apalagi jika pemilik perusahaan menarik sumber harta yang ia miliki, membagikan jatah keuntungan, dan juga terjadi kerugian pada perusahaan.

Nilai dari ekuitas ini juga bisa berada dalam jumlah negatif jika kewajiban yang dimiliki oleh perusahaan lebih besar daripada jumlah aset yang dimiliki perusahaan. Biasanya hal ini akan dikenal dengan istilah defisit.

5. IPO (Initial Public Offering)

Di pasar modal, terdapat dua jenis pasar, yaitu pasar primer dan pasar sekunder. Jika kamu membeli saham di Bursa Efek Indonesia, maka kamu akan berada di pasar sekunder saat saham yang ada di Bursa Efek Indonesia tersebut sudah dicatatkan dan dibagikan lewat sekuritas serta investor yang ada.

Sebelum kamu sampai ke pasar sekunder, investasi saham ini akan diperjualbelikan dulu di pasar primer, dimana perusahaan akan melakukan penjualannya secara langsung kepada investor. Proses penjualan di pasar primer ini disebut juga sebagai penawaran umum perdana saham atau yang biasa disebut sebagai Initial Public Offering.

Perusahaan yang melakukan penawaran jenis ini disebut sebagai perusahaan terbuka karena kepemilikannya dibagi dengan investor yang memiliki saham emiten. Umumnya penawaran umum perdana saham ini dilakukan oleh perusahaan yang mau melakukan ekspansi karena Ia membutuhkan modal yang besar atau juga ingin mengurangi jumlah utang yang dimiliki.

6. Portfolio

Saat kamu ingin belajar lebih lanjut mengenai istilah saham dan juga portofolio saham, kamu harus mengetahui terlebih dahulu tentang apa itu portofolio investasi. Dikutip dari Investopedia, portofolio merupakan kumpulan aset finansial yang berupa saham, reksadana, komoditas, obligasi, dan sejenisnya.

Sementara jika dikutip dari Capital, portofolio merupakan kumpulan aset finansial atau investasi yang diperoleh oleh individu, manajer investasi, perusahaan investasi, atau juga lembaga keuangan. Jika kita lihat dari kedua arti tersebut, maka kita bisa menyimpulkan bahwa portofolio saham merupakan kumpulan saham yang dimiliki oleh investor.

Portofolio saham ini akan berguna untuk menunjukkan profil risiko yang dimiliki oleh investor tersebut. Dari portofolio ini kamu bisa melihat apakah investor tersebut memiliki profil risiko yang cukup tinggi atau rendah. Meski portofolio saham ini merupakan kumpulan hasil aset, investor bisa memiliki lebih dari satu portofolio saham.

Hal ini dikarenakan portofolio saham bisa dipisahkan tergantung oleh jenis keperluan yang dimiliki oleh investor tersebut. Contohnya, jika investor ingin memiliki investasi jangka panjang maka ia akan memiliki portofolio saham untuk investasi jangka panjang dan juga portofolio saham lainnya untuk investasi jangka pendeknya. Banyaknya portofolio yang seorang investor memiliki akan tergantung oleh tujuan investasi dari investor tersebut.

7. Bid

Bid merupakan penawaran yang dibuat oleh seorang individu atau sebuah korporasi untuk membeli sebuah aset. Pembeli biasanya melakukan bid pada saat dilakukannya pelelangan dan juga di berbagai pasar seperti pasar saham. Penawaran ini juga dibuat oleh perusahaan yang berkompetisi untuk sebuah kontrak proyek.

Saat pembeli membuat penawaran mereka akan menunjukkan berapa banyak uang yang mereka bisa relakan untuk bayar supaya bisa mendapatkan aset tersebut, sama halnya dengan berapa jumlah uang yang mereka bisa relakan untuk membeli barang tersebut. Penawaran juga mengacu kepada harga di mana pembuat pasar rela untuk membeli sebuah sekuritas. Namun berbeda dengan pembeli ritel, pembuat pasar juga harus menunjukkan jumlah permintaan harga.

8. Cut Loss

Cut loss atau yang biasa disingkat menjadi CL, merupakan istilah yang sangat familiar untuk investor saham dan juga trader saham. Jika diartikan secara harfiah, istilah ini terdiri dari 2 kata, yaitu memotong dan juga kerugian. Jika dilihat dalam praktiknya, investor saham juga trader akan melakukan CL ini supaya bisa mengurangi kerugian mereka yang mungkin akan menjadi lebih besar.

Cut loss merupakan kondisi saat kamu menjual saham pada harga jual yang lebih rendah saat kamu membeli saham tersebut. Tentunya jika kamu melakukan ini kamu memang akan merugi. Namun keputusan ini kamu lakukan supaya kamu kamu bisa meminimalkan kerugian yang kamu dapatkan karena harga saham yang menurun secara tajam.

Disiplin cut loss merupakan strategi yang wajib dimiliki oleh setiap investor dan juga trader saham. Hal ini dilakukan supaya modal yang dimiliki bisa diamankan saat terjadinya krisis keuangan atau muncul kejadian yang tidak pernah diduga sehingga harga saham bisa turun. Itulah kenapa cut loss sering disebut sebagai strategi protektif stop.

9. Capital Gain

Capital gain merupakan istilah saham yang mungkin asing didengar bagi orang-orang yang jarang melakukan investasi atau tidak pernah melakukan investasi. Capital gain ini memiliki arti yaitu keuntungan modal yang didapatkan oleh investor saat harga penjualan saham dikurangi dengan harga beli saham. Perbedaan dari harga beli dan harga penjualan ini ini akan dihitung.

Supaya kamu bisa mendapatkan keuntungan dari investasi yang kamu lakukan ini kamu bisa mencoba banyak jenis aset seperti obligasi, barang, properti, dan juga dengan cara berbisnis. Tetapi cara berbisnis bisa membuat aset hilang jika diferensiasi tidak dilakukan secara tepat. Hal ini bisa terjadi meski peluang keuntungan setara dengan resiko yang diambil.

Jadi kita bisa menyimpulkan kalau capital gain adalah nilai keuntungan saat aset investasi sudah dijual. Berbeda dengan pemilik yang masih memiliki aset, meski aset tersebut ditawar dengan harga yang lebih tinggi dari harga beli. Kita bisa mengartikan kalau capital gain ini adalah perubahan keuntungan nilai dalam skala besar saat investasi dijual.

10. Deviden

Dividen atau dividen saham merupakan nilai yang dibayar oleh perusahaan kepada pemegang saham perusahaan tersebut supaya tingkat modal perusahaan bisa dipertahankan dan memberikan keuntungan kepada penerimanya karena jumlah pajak yang harus dibayar menjadi berkurang.

Dividen saham dibayarkan bukan dalam bentuk tunai, melainkan dalam bentuk saham lagi. Hal ini biasa dilakukan oleh perusahaan saat terjadinya keterbatasan pada ketersediaannya kas tunai perusahaan. Biasanya distribusi ini diakui dalam bentuk pecahan per saham yang dimiliki.

Karena dividen ini tidak berbentuk tunai, maka dividen ini tidak dikenakan pajak sehingga kedua belah pihak mendapatkan keuntungan. Cara ini cocok untuk perusahaan yang tidak memiliki modal untuk dibagikan atau ingin likuiditasnya tetap sama.

11. Market Capitalization

Kapitalisasi pasar merupakan jumlah total nilai pasar dalam bentuk uang suatu saham yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan. Biasanya ini disebut sebagai ‘market cap’. Market cap ini dihitung dengan mengalikan jumlah total angka dari saham yang dikeluarkan perusahaan dengan harga per satu saham di pasar terkini.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan dengan 10 juta saham menjual sahamnya dengan harga $100, artinya market capnya akan menjadi $1 miliar. Komunitas investasi menggunakan perhitungan ini untuk menentukan ukuran perusahaan sebagai perbandingan dari menggunakan rumus penjualan atau aset total.

Pada saat akuisisi, kapitalisasi pasar digunakan untuk menentukan apakah kandidat yang diambil alih memberikan nilai yang baik atau tidak setelah diakuisisi. Kapitalisasi pasar untuk menentukan seberapa besar nilai suatu perusahaan yang ditentukan dari pasar saham.

Perusahaan biasanya dibagi sesuai dengan kapitalisasi pasarnya, yaitu large-cap ($10 miliar atau lebih, mid-cap ($2 miliar sampai $10 miliar), dan small-cap ($300 juta sampai $2 miliar). Meski perhitungannya mudah, untuk mengetahui nilai suatu perusahaan merupakan pekerjaan yang terbilang sulit.

12. LQ45

Indeks LQ45 merupakan indeks yang pertama kali muncul pada bulan Februari 1997. Untuk memiliki data historis yang lebih panjang dari tanggal kemunculannya, indeks ini memulai hari dasarnya dengan tanggal 13 Juli 1994, menggunakan nilai indeks dengan besar 100.

Dari pengertiannya, indeks LQ45 ini adalah 45 perusahaan yang sudah melewati proses seleksi dengan kemampuan likuiditas yang tinggi dan juga beberapa kriteria penting lainnya. Kriteria penting dari istilah saham dasar ini meliputi pertimbangan dari kapitalisasi pasar atau market cap. Ke-45 perusahaan itu selalu disesuaikan setiap enam bulan sekali, tepatnya pada awal Februari dan Agustus. Hal ini menyebabkan saham yang ada di daftar tersebut bisa selalu berubah-ubah.

13. Ex Date, Recording Date & Cum Date

Recording Date, Ex Date, & Cum Date adalah istilah saham dasar. Ex date merupakan hari setelah terjadinya hari cum date. Meski kamu membeli saham yang cukup banyak pada suatu perusahaan, tapi kamu membelinya pada ex date, maka kamu tidak akan mendapatkan hak dividen dari perusahaan kamu membeli saham tersebut.

Hal ini cukup berbeda dengan cum date, karena meski kamu membeli saham pada hari cum date dan hanya berbeda 1 menit sebelum hari tersebut habis, maka kamu akan tetap memiliki hak untuk mendapatkan dividen.

Recording date merupakan tanggal catatan trader saham mengenai kapan waktu ia akan mendapatkan dividen. Recording date ini biasanya tiba pada cum date pasar tunai. Kamu harus tahu kalau dalam pembagian dividen, ada hal yang dikenal sebagai pasar reguler dan pasar tunai. Dari masing-masing hari cum date dan ex date memiliki pasar tunai dan pasar reguler mereka sendiri. Waktu untuk recording date biasanya terjadi pada saat tanggal cum date di pasar tunai.

Sedangkan cum date merupakan hari yang disingkat dari cumulative date, yaitu adalah tanggal penentu untuk investor yang memiliki hak untuk bisa mendapatkan dividen dari suatu perusahaan karena menjadi pemilik saham perusahaan tersebut. Cum date ini merupakan tanggal akhir untuk seorang investor untuk mencatatkan diri dia sebagai pemegang hak dividen. Cum date biasanya hanya terjadi dalam satu hari saja, dan jika kamu membeli saham setelah hari tersebut maka kamu akan masuk ke ex date. Ex date ini berarti kamu tidak memiliki hak untuk bisa mendapatkan dividen.

14. Private Equity

Ekuitas swasta merupakan kelas investasi alternatif dan mengandung modal yang tidak didaftarkan pada pertukaran publik. Ekuitas swasta terdiri dari dana dan investor yang secara langsung berinvestasi pada perusahaan swasta, atau yang terlibat dalam pembelian perusahaan publik, sehingga akhirnya modal publik dikeluarkan dari daftar.

Investor institusi dan retail memberikan modal untuk ekuitas swasta dan modal bisa digunakan untuk mendanai teknologi baru, melakukan akuisisi, mengekspansi modal pekerjaan, dan menyolidkan neraca keuangan.ekuitas swasta memiliki Limited Partners, yang biasanya memiliki 99 persen dari saham pada dana dan memiliki kewajiban yang terbatas, dan General Partner, yang memiliki satu persen dari saham serta memiliki kewajiban secara penuh. Pihak ini juga bertanggung jawab untuk mengeksekusi dan mengoperasikan investasi.

15. Fee Trading

Pertanyaan yang terus muncul saat seseorang ingin melakukan investasi adalah berapa biaya broker untuk setiap transaksi jual beli saham yang dilakukan. Untuk menjawab nilai pastinya akan cukup sulit karena jawabannya akan berbeda sesuai dengan broker itu sendiri. Itulah kenapa survei harus dilakukan untuk mengetahui biaya sebenarnya.

Saham merupakan instrumen investasi yang memiliki kemungkinan keuangan yang cukup tinggi. Jika dilihat dari sejarahnya, saham ini memiliki return yang cukup besar untuk investornya. Catatan ini sudah terbukti di banyak negara maju.

Bahkan di Indonesia sendiri saham juga memiliki keuntungan yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya. Nilai uang kamu yang tadinya hanya sebesar Rp 1 juta jika disimpan dalam bentuk saham selama 20 tahun, maka akan menjadi sebesar Rp 14 juta, tanpa adanya tambahan. Ini adalah hal yang cukup hebat. Sejak pandemi di tahun 2020, banyak orang yang melakukan investasi saham.

Mereka biasanya melakukan investasi ini dengan saham yang ada di Bursa Efek Indonesia. Kegiatan investasi yang dilakukan ini juga meningkat sejak beberapa tahun ke belakang. Biasanya yang melakukannya adalah investor ritel dari kaum milenial yang sekarang berumur 20 – 30 tahun.

Biaya menjadi hal yang sering dipertanyakan karena biasanya dengan investasi yang kecil, biaya yang besar akan sangat terasa. Lalu juga jika transaksi sering dilakukan seperti trader, biaya yang tinggi akan membuat keuntungan tergerus banyak.

Itulah beberapa istilah saham yang perlu kamu ketahui saat ingin melakukan investasi saham. Hal ini dibutuhkan karena istilah saham ini sering kali digunakan dan jika kamu tidak memahaminya, kamu akan kesulitan untuk mendapatkan keuntungan lebih dari saham itu sendiri. Semoga artikel di Blog Qoala ini, dan artikel saham lainnya seperti panduan belajar saham untuk pemula, bisa membantu kamu dalam mempelajari istilah saham baru.

Share this on


                    share twitter share facebook share linkedin copy link Copy Link
Rinaldi Syahran

Rinaldi Syahran

editor

Experienced in SEO since 2009. Especially for content. Starting as a professional in the world of content since 2013. Three years++ of experience in managing people, doing link building, and technical SEO.

user linkedin user facebook

Leave a Reply

Explore other articles


Info Asuransi
Form
• 0 minutes read zig-zag 12238 Views

Info Asuransi

Yahya Kus HandoyoYahya Kus Handoyo • November 23, 2020
14 Cara Cari Uang di Internet Tanpa Modal untuk Pemula
Inspirasi
• 11 minutes read zig-zag 2640 Views

14 Cara Cari Uang di Internet Tanpa Modal untuk Pemula

Riza Dian KurniaRiza Dian Kurnia • December 1, 2020
20 Cara Menabung dengan Cepat, Uang Dijamin Terkumpul Kilat
Tabungan
• 9 minutes read zig-zag 20781 Views

20 Cara Menabung dengan Cepat, Uang Dijamin Terkumpul Kilat

Riza Dian KurniaRiza Dian Kurnia • December 1, 2020
Panduan Cara Peminjaman Uang di Bank Terlengkap pada 2021
Kredit
• 14 minutes read zig-zag 9930 Views

Panduan Cara Peminjaman Uang di Bank Terlengkap pada 2021

Yogarta AwawaYogarta Awawa • December 1, 2020
Over Kredit Rumah: Dari Cara, Biaya, Untung, Rugi, hingga Tips
Kredit
• 9 minutes read zig-zag 9049 Views

Over Kredit Rumah: Dari Cara, Biaya, Untung, Rugi, hingga Tips

Riza Dian KurniaRiza Dian Kurnia • December 1, 2020
dapatkan Qoala

Diskon hingga 40%

Untuk produk asuransi pilihan kamu

Cek Premi Sekarang
dapatkan Qoala

Langganan Newsletter Qoala.app!

Selalu update dengan promo terbaru dari Qoala.app dengan berlangganan newsletter kami.

Cari Asuransi Terbaik di Qoala