7 Cara Investasi Saham yang Benar, Pemula Juga Bisa!

Artikel ini terakhir diperbarui June 25, 2021 by Zaky Afdika
7 Cara Investasi Saham yang Benar, Pemula Juga Bisa!
Sumber foto: via Shutterstock
Bagikan ke Teman:

Saham belakangan ini menjadi topik terhangat di kalangan millennial. Tak sedikit yang kini berlomba-lomba untuk menjadi investor saham, sebab mulai banyak yang melirik potensi keuntungan yang bisa didapatkan di pasar modal. Saham menjadi salah satu investasi baik jangka pendek maupun jangka panjang yang sangat bagus, maka dari itu jika kamu juga tertarik untuk bermain saham kamu perlu memahami dengan benar bagaimana cara investasi saham. Di bawah ini, Qoala sudah menghimpun bermacam-macam cara yang bisa dilakukan untuk mulai investasi saham bagi pemula.

Cara Investasi Saham untuk Pemula

cara investasi saham pemula
Sumber foto: Natee Photo via Shutterstock

Walaupun sedang naik daun, tapi beberapa orang merasa takut untuk memulai investasi saham. Padahal, cara memulai investasi saham untuk pemula tidak terlalu sulit, asal kamu memiliki kemauan dan tekad yang kuat serta ilmu yang cukup. Coba cara-cara berikut ini:

1. Alokasikan Waktu untuk Belajar

Sudah barang tentu jika kita ingin berkecimpung dalam suatu hal lebih baik kita memperbanyak ilmu mengenai hal tersebut, tak terkecuali dengan investasi saham. Langkah pertama sebelum kamu mulai transaksi saham, luangkanlah waktu untuk mempelajari seluk-beluk tentang saham terlebih dahulu. Pelajari dasar-dasar investasi saham, pahami istilah-istilah yang sering digunakan, dan juga asah kemampuan kamu dengan memakai beberapa akun trading yang disediakan untuk simulasi perdagangan di pasar saham, contohnya Stockbit. Kamu juga bisa bergabung ke komunitas yang khusus membahas saham, menonton YouTube, atau membaca buku yang ditulis para ahli saham Indonesia seperti Raymond Budiman.

2. Pilih Sekuritas yang Tepat dan Terjamin

Nah, setelah kamu memperdalam ilmu tentang saham, langkah selanjutnya adalah mempelajari sekuritas-sekuritas atau broker saham. Sangat penting untuk mengetahui apa saja sekuritas yang ada karena terhitung banyak jumlahnya. Sebaiknya kamu tidak asal memilih broker atau sekuritas, karena masing-masingnya memiliki biaya transaksi yang berbeda atas pembelian dan penjualan saham. Semakin kecil biayanya, kamu bisa semakin diuntungkan. Tapi belum tentu perusahaan sekuritas yang menerapkan tarif mahal selalu buruk, karena bisa saja pelayanannya lebih bagus dan aplikasinya lebih memuaskan. Pilih sekuritas yang tepat sesuai dengan yang kamu butuhkan dan terjamin bagus dengan melihat track record yang tersedia.

3. Pahami Indeks Saham

PT. Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki sejumlah 35 indeks saham. Hal ini sangat penting untuk diketahui para investor saham pemula. Indeks saham merupakan ukuran statistik yang mencerminkan keseluruhan pergerakan harga atas sekumpulan saham yang dipilih berdasarkan kriteria dan metodologi tertentu serta dievaluasi secara berkala. Tujuan dari indeks saham adalah mengukur sentimen pasar, menjadi benchmark bagi portofolio aktif, sebagai proksi untuk kelas aset pada alokasi aset, dan sebagainya. Bagi para pemula bisa mencoba untuk investasi saham-saham yang terkumpul dalam indeks LQ45 dan IDX30, sebab salam indeks tersebut nilai likuiditasnya cukup tinggi. Istilahnya kamu bisa bermain cantik dan aman dengan risiko minim.

4. Kenali Perusahaan dan Industrinya

Selanjutnya, pelajari dan analisa kondisi perusahaan. Seperti misalnya mencari tahu latar belakang dan sepak terjang perusahaan dalam pengembangan usaha. Contohnya, apakah dalam beberapa tahun terakhir perusahaan tersebut selalu untung atau malah merugi? Pertimbangkan juga faktor eksternal yang bisa mempengaruhi nilai saham perusahaan itu nantinya, seperti isu sosial politik yang bisa menyebabkan sahamnya mudah anjlok.

5. Mulai Perhatikan Kondisi Ekonomi dan Politik

Menghindari untuk membeli saham saat harganya sedang turun memang tidak salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar. Ada banyak kasus di mana membeli harga saham saat turun, lalu kemudian harganya kembali naik jadi normal atau tinggi, sehingga kamu bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal. Akan tetapi kamu tidak bisa serta merta langsung mengaplikasikan cara investasi saham ini ke setiap harga saham yang sedang turun, pertimbangkan beberapa aspek lainnya dengan hati-hati dan selalu bijak.

Selain kondisi ekonomi, kondisi politik juga sering mempengaruhi pergerakan harga saham walaupun tidak secara langsung. Maka dari itu kamu harus selalu peka dan memperhatikan situasi ekonomi dan politik untuk membantumu mengambil keputusan.

6. Beli Saham Blue Chip

Saham blue chip merupakan salah satu jenis saham yang relatif tahan goncangan. Maka dari itu saham ini cocok banget buat para investor pemula yang takut dengan harga saham yang tiba-tiba anjlok karena berbagai macam faktor. Walau tidak menutup kemungkinan saham blue chip bisa mengalami penurunan, tapi sangat kecil untuk sampai bisa terjun bebas dan rugi besar. Di Indonesia ada beberapa saham blue chip yang aman dan menjanjikan stabilitas keuntungan sehingga bisa meminimalisir risiko, seperti saham BCA (BBCA), Unilever Indonesia (UNVR), Astra (ASII), BRI (BBRI), dan Indofood (INDF).

7. Manfaatkan Saham dengan PER Rendah

Pemula bisa mencoba untuk memanfaatkan saham dengan PER yang rendah. Price to Earning Ratio atau rasio PE (PER) merupakan alat penghitungan harga saham suatu perusahaan dibandingkan dengan keuntungan tahunan perusahaan. Saham ini memiliki laba per saham yang relatif tinggi dibanding harga sahamnya. Tingkat rasio menunjukkan tingkat kepercayaan investor pada kinerja perusahaan, sehingga semakin tinggi rasio PE maka semakin besar kepercayaan investor.

8. Jangan Mudah Menyerah

Kunci dari keberhasilan dari berinvestasi saham adalah konsistensi dan kesabaran. Selalu optimis, pantang menyerah, dan tidak takut mengambil risiko akan membuatmu semakin kuat bertahan investasi saham demi mendapatkan keuntungan. Jangan keburu takut akan risiko gagal atau ingin cepat kaya, selalu tanamkan mindset tersebut bahkan sebelum kamu memulai. Kesuksesan seseorang dipengaruhi oleh mindset karena membawa dampak yang signifikan.

Cara Investasi Saham Online

Investasi saham adalah salah satu pilihan investasi masa kini dan cocok untuk semua kalangan. Bahkan kamu juga bisa menjadi investor di pasar modal dengan cara online, mudah bukan? Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk bisa investasi saham secara online.

1. Buka Rekening Saham di Sekuritas

Tahap pertama memulai investasi saham secara online adalah dengan menentukan perusahaan sekuritas atau broker yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), baru kemudian kamu harus membuka rekening saham. Rekening saham wajib dimiliki karena digunakan untuk bertransaksi. Sudah banyak broker yang kini memberikan fasilitas pembukaan rekening secara online, jadi kamu hanya cukup mengisi formulir pembukaan rekening dan mengirimkan dokumen tersebut setelah ditandatangani. Persyaratannya pun relatif mudah, bisa diakses melalui aplikasi atau situs broker tersebut, isi lengkap data diri, unggah foto e-KTP, NPWP, swafoto dengan e-KTP, serta foto buku rekening tabungan. Biasanya prosesnya membutuhkan beberapa hari kerja, setelah itu baru kamu akan mendapatkan Single Investor Identification (SID) dan rekening dana nasabah (RDN) untuk bertransaksi saham.

2. Setor Dana Sebagai Modal

Setelah kamu berhasil membuka rekening saham, selanjutnya lakukan penyetoran dana untuk melakukan transaksi saham. Setor modal tersebut ke rekening dana nasabah (RDN), berapa jumlah setorannya bergantung pada jumlah transaksi saham yang ingin kamu lakukan. Biasanya para investor melakukan deposit sebelum bertransaksi.

3. Unduh Software Online Trading

Nah, untuk bisa bertransaksi saham secara online maka kamu perlu mengunduh software maupun aplikasi online trading yang sudah disediakan oleh broker di mana kamu membuka rekening. Umumnya software ini gratis alias tidak dikenakan biaya pemakaian. Pada saat kamu membuka rekening, biasanya kamu juga akan dikirimi username dan password melalui email yang bisa digunakan untuk login ke software atau aplikasi tersebut. Di dalam software, kamu bisa melihat deposit dana yang sudah disetor dan juga untuk transaksi jual-beli saham.

4. Beli Saham Online

Melalui software online trading, kamu sudah bisa memulai untuk membeli saham secara online. Beberapa langkah yang harus kamu ikuti antara lain:

  • Tentukan terlebih dahulu saham yang ingin kamu beli, sebaiknya kamu menghafal atau mengingat kode sahamnya terlebih dahulu agar lebih mudah
  • Pilih saham tersebut
  • Ketika melakukan order, kamu akan diminta untuk menentukan harga berapa kamu ingin membeli saham tersebut. Di dalam aplikasi akan terlihat harga penawaran (bid) dan harga penjualan (offer)
  • Jika kamu ingin pembelian efektif, pasang harga beli yang sama dengan harga penjualan terendah, maka kamu akan langsung mendapatkan saham tersebut
  • Kalau kamu ingin harga beli yang lebih murah, maka pasang harga di bawah harga jual terendah, yang berarti kamu harus rela mengantre sampai ada penjual yang menurunkan harga jual ke harga beli yang kamu pasang

Perlu diingat bahwa jika kamu order beli yang kamu pasang mengikuti prioritas harga dan waktu. Setelah proses transaksimu berhasil, cek di halaman Portofolio yang menunjukkan kepemilikan sahammu saat ini (harga rata-rata, jumlah lembar saham, dan nilai investasi saham).

5. Jual Saham Online

Selain membeli saham, kamu juga bisa menjual saham secara online. Caranya juga sangat mudah, ikuti langkah-langkah di bawah ini:

  • Pilih saham yang kamu miliki, kemudian tentukan harga jual dan jumlah lembar saham yang ingin kamu jual
  • Penentuan harga jual akan menentukan seberapa cepat transaksi bisa dilakukan. Kalau kamu ingin segera menjual saham, sebaiknya kamu pasang di harga beli tertinggi di pasar saat itu. Akan tetapi kalau kamu ingin hasil penjualan yang lebih besar, pasanglah di harga jual yang lebih tinggi, akan tetapi ada konsekuensinya tersendiri.

6. Beli Saham Blue Chip

Saham blue chip merupakan saham dari perusahaan dengan kualitas terbaik yang dijual di bursa dan dianggap paling aman serta menjanjikan stabilitas keuntungan. Kalau kamu sedang mencoba investasi saham secara online, membeli saham blue chip adalah cara terbaik untuk meminimalisir risiko, terutama bagi pemula. Perhatikan saham yang memiliki kapitalisasi pasar besar dan ramai diperdagangkan setiap hari di bursa.

7. Mengubah Order Saham Online

Ketika melakukan transaksi saham, kamu juga bisa mengubah harga beli atau harga jual dengan fasilitas yang tersedia di software maupun aplikasi saham broker tersebut. Kamu bisa mengubahnya pada situasi seperti misalnya posisi yang kamu pasang tidak segera tereksekusi sementara kamu sudah ingin segera membeli atau menjual saham tersebut. Lihat posisi harga jual dan beli yang tersedia di pasar pada saat itu dan segera lakukan perubahan harga atau istilahnya amend sesuai dengan kondisi pasar pada saat itu.

8. Penyelesaian Transaksi

Dalam melakukan transaksi jual-beli saham, kamu harus melakukan settlement atau penyelesaian transaksi dalam kurun waktu T+2 atau dua hari perdagangan sejak transaksi dilakukan. Kamu akan mendapatkan Trade Confirmation pembelian saham yang dikirim oleh pihak broker setiap kali kamu menyelesaikan transaksi perdagangan saham. Apabila settlement tidak diselesaikan dalam waktu yang sudah ditentukan, denda akan dibebankan sebesar 45% per tahun.

9. Biaya Transaksi Saham Online

Agar bisa menyelesaikan transaksi saham secara online, kamu perlu membayar fee atau biaya atas transaksi perdagangan saham kepada broker yang mengeksekusi order transaksi. Berapa fee jual-beli trading main saham? Komponen biaya transaksi bisa kamu lihat di lembar Trade Confirmation dari broker, antara lain:

  • Brokerage Fee 0,15% dari nilai transaksi
  • Pajak atas fee transaksi 10%
  • Fee Bursa Efek Indonesia
  • Fee KPEI

Sekilas biaya transaksi terlihat kecil untuk satu kali transaksi, akan tetapi jika kamu melakukan transaksi saham secara berulang dalam posisi baik beli dan jual, maka biaya transaksi bisa menjadi lebih besar yang akhirnya akan memakan profit yang kamu miliki.

10. Lakukan Analisis Fundamental

Salah satu metode menentukan nilai atau harga saham disebut dengan Analisis Fundamental. Analisis ini menggunakan laporan keuangan sebagai dasar untuk menentukan dan menghitung harga saham yang wajar di harga berapa. Untuk bisa melakukan analisa fundamental dibutuhkan pemahaman laporan keuangan yang baik dan pengetahuan soal bisnis saham tersebut. Akan tetapi sudah banyak broker yang menyediakan data laporan keuangan dan perhitungan rasio keuangan secara online, sehingga kamu tidak perlu mengumpulkan data lagi dan langsung bisa melakukan analisis.

Cara Investasi Saham di Bank

Bank menjadi salah satu broker atau perusahaan sekuritas yang menjadi target perdagangan saham yang lumayan baik, contohnya adalah Bank BCA. Nah, untuk bisa investasi saham di bank yang sudah mendapatkan izin melakukan transaksi jual-beli saham tidak punya cara yang sulit.

1. Siapkan Dokumen Pribadi

Yang perlu kamu lakukan sebelum berinvestasi di bank adalah mendaftarkan diri terlebih dahulu. Siapkan persyaratan pendaftaran yang bisa kamu lakukan baik secara online maupun offline. Jika kamu melakukan secara online, kamu cukup melengkapi formulir yang biasanya sudah disediakan di situs masing-masing sekuritas. Setelah itu, tandatangani form dan kirim kembali form yang sudah lengkap ke alamat email atau kantor sekuritas.

Jika kamu ingin mendaftar secara offline, proses pengisian form dilakukan di kantor sekuritas. Kamu juga perlu menyiapkan beberapa dokumen, baik dalam berkas asli maupun fotokopi, sebagai berikut:

  • Kartu identitas, bisa berupa KTP, SIM, atau kartu Mahasiswa/Pelajar
  • Kartu NPWP (kecuali pelajar/mahasiswa)
  • Buku tabungan
  • Kartu keluarga
  • Materai sebesar Rp6.000,-

2. Pilih Bank Sekuritas

Agar kamu bisa investasi saham perusahaan di bank seperti BRI atau BCA, kamu bisa melakukan pengecekan terlebih dahulu dengan cara mengunjungi situs yang dimiliki. Jangan asal memilih sekuritas, sebaiknya kamu perhatikan lima hal berikut:

  • Pastikan sekuritas tersebut merupakan anggota bursa BEI dan memiliki izin dari OJK
  • Telusuri rekam jejaknya
  • Pilih sekuritas yang mempunyai aplikasi trading online untuk memudahkan transaksi
  • Perhatikan jasa yang ditawarkan apakah sudah sesuai dengan yang kamu butuhkan
  • Cari tahu besaran fee atau biaya transaksi yang dikenakan ke investor. Tiap sekuritas memiliki biaya transaksi yang berbeda.

3. Buka Rekening Investasi

Cara berikutnya setelah menetapkan ingin investasi saham di bank BRI, BCA, atau bank lainnya adalah membuka rekening saham. Membuka rekening saham dilakukan dengan mengisi formulir terlebih dahulu. Ada dua jenis formulir yang tersedia, yakni rekening efek untuk transaksi jual dan transaksi beli efek yang dibayar atau diterima secara tunai pada waktu jatuh tempo.

Kemudian ada Rekening Dana Investor (RDI) atau rekening di bank atas nama investor yang terpisah dari rekening atas nama sekuritas yang digunakan untuk keperluan transaksi jual-beli saham oleh investor. RDI bertujuan untuk memisahkan dana nasabah dengan dana perusahaan efek. Nah, proses pembukaan rekening ini bisa dilakukan secara online (unduh form di situs) atau offline (datang ke kantor).

4. Setor Deposit Awal

Persyaratan administrasi sudah lengkap dan pengajuan pembukaan rekening saham sudah diterima, maka selanjutnya kamu akan diminta oleh pihak sekuritas untuk mengirimkan sejumlah dana sebagai deposit awal agar bisa melakukan transaksi jual-beli saham. Tiap perusahan sekuritas memiliki kebijakan masing-masing soal besaran deposit yang perlu kamu transfer, ada yang menerapkan minimal Rp1 juta, ada juga yang lebih, bahkan ada yang memperbolehkan deposit dengan modal Rp100 ribu. Setelah transfer deposit awal, nantinya kamu akan mendapatkan email yang menyebutkan bahwa rekening saham kamu sudah aktif dan mendapatkan akses login berupa ID dan PIN.

5. Unduh Aplikasi Pembelian Saham

Perusahaan sekuritas dari bank banyak yang menyediakan aplikasi online tersendiri khusus untuk transaksi saham. Kamu bisa mengunduhnya di Google PlayStore atau AppStore secara gratis. Ada juga aplikasi atau software khusus transaksi saham yang bisa dilakukan di komputer atau laptop, biasanya disediakan di situs dan tinggal diunduh.

6. Mulai Lakukan Transaksi Saham

Langkah-langkah di atas sudah selesai kamu lakukan? Kini saatnya untuk mulai melakukan transaksi saham. Tiap bank menetapkan minimal pembelian yang berbeda, misalnya di bank BRI kamu bisa membeli sahamnya minimal sebanyak 1 lot atau 100 lembar. Kamu bisa menginvestasikan seluruh dana yang kamu miliki pada satu emiten saja atau beberapa emiten sekaligus.

Cara Investasi Saham Syariah

cara investasi saham syariah
Sumber foto: imrankadir via Shutterstock

Menurut BEI, saham syariah merupakan efek berbentuk saham yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal. Saham syariah menerapkan ajaran Islam yang sesuai dengan praktik transaksi jual-beli yang berlaku. Kalau kamu ingin mencoba investasi saham syariah, ikuti cara di bawah ini.

1. Kenali Daftar Saham-saham Syariah

Agar tidak keliru, pertama-tama kamu harus bisa mengenali daftar perusahaan apa saja yang menawarkan saham syariah. Ada tiga indeks saham syariah di BEI, yaitu Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index (JII), dan Jakarta Islamic Index (JII70 Index). Kamu akan menemukan banyak pilihan saham-saham syariah di dalamnya, bahkan di dalam ISSI sendiri saja kini sudah ada lebih dari 400 saham syariah.

2. Pastikan Praktik Sesuai dengan Ajaran Islam

Cek terlebih dahulu ketepatan emiten tersebut, pastikan bahwa saham yang telah tercatat bebas dari praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam. Menurut OJK, ada beberapa syarat agar sebuah emiten dapat dikategorikan sebagai saham syariah. Syarat-syarat tersebut antara lain:

  • Jenis usaha, produk barang atau jasa, serta akad dan pengelolaan saham tidak boleh berseberangan dengan prinsip syariah
  • Saham wajib menandatangani dan memenuhi ketentuan akad sesuai dengan prinsip syariah
  • Wajib memiliki Syarah Compliance Officer (SCO), tujuannya menjelaskan prinsip syariah yang dianutnya. SCo merupakan pejabat di dalam lembaga atau perusahaan yang telah disertifikasi Dewan Syariah Nasional dalam Majelis Ulama Indonesia sebagai tanda bahwa ia telah memahami konsep syariah di pasar modal.

3. Buka Rekening Investasi Syariah

Kini mudah untuk membuka rekening saham dengan akun syariah di 13 Perusahaan Efek Anggota BEI yang telah mengembangkan layanan Shariah Online Trading System atau SOTS. Kamu bisa membuka rekening saham syariah di perusahaan berikut ini:

  • Indo Premier Sekuritas
  • Mirae Asset Sekuritas Indonesia
  • BNI Sekuritas
  • Mandiri Sekuritas
  • Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk
  • Panin Sekuritas, Tbk.
  • Phintraco Sekuritas
  • Sucor Sekuritas
  • FAC Sekuritas Indonesia
  • MNC Sekuritas
  • Henan Putihrai Sekuritas
  • Phillip Sekuritas Indonesia
  • RHB Sekuritas

Membuka rekening saham dengan akun syariah bisa dilakukan baik di kantor perusahaan sekuritas maupun secara online melalui website masing-masing perusahaan efek tersebut.

4. Lakukan Analisis Sebelum Mulai Investasi

Sebelum mulai investasi saham syariah, lakukanlah analisisuntuk menghindari asal pilih saham. Misalnya dengan melihat performa saham, caranya dengan mengecek langsung melalui menu Ringkasan Performa Perusahaan Tercatat website IDX. Pastikan saham tersebut memiliki kinerja yang baik seperti tergolong saham dengan kapitalisasi pasar yang besar dan memiliki prospek bisnis yang cemerlang.

Analisis bisa kamu lakukan baik secara teknikal maupun fundamental. Analisis teknikal adalah metode menganalisis dengan basis tren, pergerakan grafik serta perubahan pola yang terjadi. Sedangkan analisis fundamental memprioritaskan kondisi internal serta kinerja keuangan dari perusahaan tersebut. Analisis bisa membantumu memaksimalkan keuntungan maupun mengurangi risiko terjadinya kerugian.

5. Gunakan SOTS

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, SOTS atau Shariah Online Trading System merupakan istilah di mana investor bisa mempelajari sistem pasar saham online yang berbasis prinsip-prinsip Islami. Kalau kamu adalah investor pemula yang ingin mulai dengan saham syariah, kamu bisa menggunakan SOTS ini untuk membantumu membeli stok yang hanya berbasis dan memenuhi hukum Islami. Namun sayangnya, SOTS belum ada di setiap broker investasi saham yang terdaftar di BEI, kecuali 13 broker yang sudah disebutkan di atas. Melalui SOTS, investor hanya diperkenankan melakukan transaksi dengan cara tunai, tidak bisa melakukan margin trading, tidak bisa bertransaksi stok syariah dengan cara short selling. Kemudian untuk laporan kepemilikan stok Islami akan ada pemisahan dengan uang yang dimiliki, dengan begitu saham syariah tidak diperhitungkan sebagai modal.

6. Lihat dan Manfaatkan List DES

Kemudian, kamu juga bisa memanfaat DES atau Daftar Efek Syariah yang dibuat oleh OJK. DES terbit berkala tiap tahunnya pada bulan Mei atau bulan November. Di dalam DES terdapat banyak pilihan saham syariah yang tidak berasal dari perusahan konvensional yang bertentangan dengan prinsip syariah, misalnya seperti bank dengan bunga, perusahaan rokok maupun perusahan minuman alkohol. Jadi, kamu harus benar-benar memerhatikan perusahaan mana yang hendak dituju. Kalau kamu masih tetap ingin berinvestasi di bank, pilihlah bank syariah yang terdaftar di DES contohnya BTPS (PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk, PNBS (PT Bank Panin Dubai Syariah), atau BRIS (PT Bank Rakyat Indonesia Syariah).

7. Review Secara Berkala

Setelah membeli saham kamu perlu melakukan review secara berkala, tidak bisa kamu tinggal begitu saja. Lakukan review saham dalam satu bulan sekali, tiga bulan sekali, atau 6 bulan sekali. Hal ini diperlukan agar kamu dapat memastikan keputusan yang kamu ambil sudah tepat atau belum, sehingga kamu bisa memperbaiki keputusan sebelumnya dan mengambil langkah selanjutnya. Misalnya, kamu bisa melepas saham yang mengalami kerugian dan tidak mengambil saham tersebut lagi ke depannya.

Cara Investasi Saham di Luar Negeri

Investasi saham bisa kamu lakukan di Indonesia, namun tidak menutup kemungkinan untuk bisa berinvestasi saham di beberapa perusahaan luar negeri. Membeli saham di broker luar negeri tidak melanggar hukum, karena kamu melakukan transaksi di bursa internasional, bukan di bursa Indonesia. Investasi saham di luar negeri juga terhitung aman, sehingga kamu tidak perlu khawatir. Bagaimana cara yang benar untuk investasi saham di perusahaan sekuritas di luar negeri? Ikuti cara-caranya di bawah ini.

1. Pilih Broker Internasional yang Terpercaya

Tak jauh beda dari Indonesia, membeli saham di luar negeri juga memerlukan kamu untuk memilih broker atau perusahaan sekuritas yang terpercaya. Beberapa contoh broker internasional yang memiliki reputasi bagus adalah eToro, Interactive Broker, Saxo Bank, dan JP Morgan. Nah, broker-broker ini kebanyakan menjual saham-saham dari Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan Google atau disingkat FAANG.

2. Daftarkan Diri dan Buka Rekening

Menyoal investasi saham luar negeri, beberapa pengamat investasi menyarankan untuk menghindari registrasi secara online bagi pemula. Lebih baik untuk datang langsung ke perusahaan sekuritas, misalnya JP Morgan yang memiliki kantor di Jakarta. Karena secara offline, maka kamu harus menyiapkan sejumlah dokumen penting yang harus dibawa, yakni sebagai berikut:

  • Kartu identitas, bisa KTP (wajib bagi WNI), KITAS atau Paspor (bagi WNA)
  • NPWP, jika tidak punya harus membuat surat pernyataan tidak memiliki NPWP yang ditandatangani di atas cover buku tabungan
  • Nomor Identitas KSEI, hanya berlaku jika kamu sebelumnya sudah mempunyai rekening saham
  • Jika kamu seorang Ibu Rumah Tangga, sertakan fotokopi KTP dan NPWP milik suami dan juga fotokopi Kartu Keluarga
  • Materai Rp6.000,- berjumlah 2-8 materai, tergantung yang dibutuhkan perusahaan.

3. Setor Dana dan Lakukan Transaksi

Setelah akun milikmu disetujui dan sudah bisa digunakan, kamu langsung bisa menyetor dana terlebih dahulu. Membeli saham di luar negeri tidak membutuhkan modal terlalu banyak, ada broker yang meminta hanya USD 200 atau setara dengan Rp2,9 juta sebagai setoran awal. Kamu juga bisa membeli saham secara fraksi, alias tidak harus 1 lembar saham atau 1 lot saham seperti transaksi di Indonesia.

4. Pilih Perusahaan dengan Kinerja Baik

Memang untuk bisa mencari perusahaan luar negeri dengan kinerja baik tidak semudah di Indonesia. Karena itu kamu harus jeli sebelum membeli saham. Cara mudahnya adalah dengan memilih investasi saham di perusahaan-perusahaan luar negeri yang mendunia, misalnya seperti FAANG yang tadi atau opsi lainnya seperti Nike, Starbucks, McDonald, dan lainnya. Selain mendapat prestise, saham di perusahaan-perusahaan tersebut juga terkenal jarang anjlok. Yang perlu diingat, berinvestasi di sekuritas luar negeri tidak direkomendasikan bagi pemula, namun tidak ada salahnya jika ingin mencoba.

Cara Investasi Saham Jangka Panjang

Investasi saham bisa dilakukan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Namun, investasi saham jangka panjang disebut lebih aman dan menguntungkan, sebab menjamin keuangan yang stabil pada 10-15 tahun kemudian. Selain itu, investasi saham jangka panjang juga memiliki risiko yang lebih rendah dan dengan cara memilih perusahaan yang tepat, keuntungan yang bisa diperoleh bisa mencapai tak hanya 100% tapi juga berkali-kali lipat. Bagaimana sih caranya? Simak di bawah ini.

1. Teguhkan Niat dan Tujuan Investasi

Membeli saham berarti kamu mempercayakan sejumlah dana yang kamu keluarga untuk jadi modal perusahaan tersebut. Yang berarti kamu juga mempercayai perusahan tersebut untuk bisa memberikan keuntungan (return) maksimal dengan produk dan kualitas jasa yang dihasilkan. Dalam investasi jangka panjang, kita harus lebih memercayai diri sendiri terutama dengan keputusan kamu dan apapun hasilnya nanti. Maka dari itu kamu perlu menguatkan kembali niat dan tujuan kamu melakukan investasi, jangan terlalu menuruti atau mengikuti pendapat orang karena apabila terjadi kerugian mereka tidak ikut mengalami.

2. Kenali Perusahaan dan Bisnisnya

Memercayakan sejumlah dana yang kamu miliki untuk jadi modal perusahaan maka kamu tidak bisa sembarangan memilih perusahaan tersebut. Kamu harus mengenali jenis usaha yang dikerjakan, misal dari segi produk yang dihasilkan, laporan keuangan terakhir, kondisi bisnis di era sekarang, dan prakiraan ke depannya. Pikirkan juga situasi politik, ekonomi, atau negara saat ini. Semakin lengkap informasi yang kamu peroleh, maka akan semakin akurat keputusan yang kamu ambil, sehingga bisa meminimalisir kerugian dalam investasi saham jangka panjang.

3. Pilih Strategi yang Tepat

Untuk bisa dinikmati dalam jangka panjang, kamu memerlukan strategi yang tepat dan aman. Salah satu contoh strategi yang bisa kamu lakukan adalah berinvestasi saham blue chip yang memiliki risiko minimal. Atau kamu juga bisa menanam investasi pada perusahaan yang memiliki barang dan jasa yang kamu gunakan. Misalnya kamu menggunakan provider Telkomsel. Maka kamu bisa membeli saham dari perusahaan Telkomsel.

4. Mulai Lebih Cepat

Kapan bisa mulai investasi saham? Nah, untuk satu ini kamu perlu meninjau kondisi finansialmu terlebih dahulu. Sebaiknya mulai saat kamu sudah memiliki dana darurat dan uang dingin atau uang yang tidak hendak dipakai dalam jangka pendek dan di laur dana darurat, setelah itu kamu bisa memulai investasi saham jangka panjang dengan segera. Tidak perlu memulai dengan modal besar, mulailah dengan uang dingin berapapun yang kamu miliki.

5. Hindari Terbawa Emosi

Para investor kerap didorong oleh sentimen optimis, euforia, kecemasan, penolakan, takut, dan berbagai emosi negatif lainnya. Emosi-emosi negatif ini bisa membuatmu mengambil keputusan yang tidak objektif, apalagi jika pasar sedang jatuh, bisa-bisa kamu gampang takut dan refleks menjual semua saham yang kamu miliki. Agar terhindar dari kerugian, kamu perlu menerapkan sikap sabar. Tidak perlu memantau pergerakan harga saham setiap hari, cukup sesekali dan ikuti berita tentang pasar modal dari media terpercaya.

6. Lakukan Analisis dan Review Berkala

Investasi saham apapun tetap penting untuk terus melakukan analisis dan review berkala, bisa sebulan sekali, tiga bulan sekali, enam bulan sekali, atau bahkan setahun sekali. Jika kamu melihat ada saham yang kurang bagus kinerjanya, contohnya produknya gagal di pasaran atau merugi, maka bisa kamu ganti dengan saham lain yang lebih baik.

Cara Investasi Saham Modal Kecil

Banyak yang masih berpikir bahwa investasi saham memiliki cara yang rumit dan membutuhkan modal yang sangat besar, padahal sangat mungkin untuk memulai investasi saham dari modal yang kecil sekalipun. Berinvestasi saham dengan modal kecil bisa membantu kamu untuk menabung untuk masa depan, namun tetap memerlukan kesabaran dan kecermatan dengan melakukan cara investasi saham di bawah ini.

1. Pilih Sekuritas dengan Setoran Rendah

PIlihlah perusahaan sekuritas yang memiliki atau memperbolehkan setoran awal yang rendah atau kecil. Di luar itu, pertimbangkan juga biaya transaksi yang ditawarkan sebelum memilih. Biaya ini meliputi biaya pembelian dan penjualan saham. Setoran awal dan biaya transaksi yang rendah bisa membantumu menekan modal agar tidak terlalu banyak.

2. Investasi Pada Satu sampai Dua Perusahaan

Dengan modal kecil, sebaiknya lakukan investasi pada perusahaan besar yang sudah dikenal dengan publik. Pilih juga perusahaan yang memiliki kinerja yang bagus dan cocok dengan modal yang kamu miliki. Carilah yang memiliki saham dengan harga di bawah Rp1.000,- per lembarnya. Sebagai permulaan, satu sampai dua saham perusahaan saja sudah cukup untuk memperkecil risiko kegagalan atau disebut dengan diversifikasi. Sehingga ketika satu saham di perusahaan A sedang merugi, kamu masih bisa mendapatkan keuntungan dari saham perusahaan B. Setidaknya kamu tidak mengalami kerugian sekaligus dalam waktu bersamaan.

3. Manfaatkan Aplikasi Trading

Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, kini kamu bisa melakukan transaksi saham melalui ponsel genggam kamu. Ada banyak aplikasi trading saham yang bisa diunduh secara gratis di PlayStore maupun AppStore sehingga kamu bisa bertransaksi saham kapanpun dan di manapun. Beberapa aplikasi sudah ada yang disediakan oleh perusahaan sekuritas tempatmu membuka rekening. Cara untuk investasi saham di aplikasi trading juga mudah untuk diikuti, misalnya menggunakan aplikasi Bibit, Ajaib, atau Poems.ID.

4. Pilih Indeks Saham yang Tepat

Indeks saham berfungsi untuk mengukur perubahan harga dari suatu pasar atau sebagian dari pasar tersebut. Untuk kamu yang ingin memulai investasi saham dengan modal kecil, coba pilih saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45 atau IDX30. Indeks LQ45 merupakan indeks yang mengukur performa harga dari 45 saham-saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik. Sedangkan Indeks IDX30 adalah indeks yang mengukur performa harga dari 80 saham dengan detail yang sama.

5. Pantau Pergerakan Ekonomi

Memantau pergerakan ekonomi adalah langkah penting dalam cara investasi saham yang baik, baik ekonomi di dalam maupun luar negeri. Dengan mengetahui situasi pasar saham, kamu bisa memprediksikan pergerakan saham yang kamu miliki. Misalnya jika kondisi pasar sedang normal, kamu bisa mulai investasi di saham baru. Sebaliknya, jika kondisi pasar memburuk, tahan diri untuk membeli atau menjual saham.

6. Rajin Lakukan Analisis Fundamental Pantau

Selain memantau pergerakan ekonomi, sosial, ataupun politik, kamu juga harus sering melakukan analisis fundamental terhadap saham yang kamu beli. Analisis ini akan membantumu dalam memutuskan untuk membeli atau menjual saham yang kamu miliki. Tidak perlu khawatir jika belum bisa melakukan analisis ini sendiri, manfaatkan fasilitas analisis dari software online trading yang kamu miliki.

Bagaimana Cara Investasi Saham yang Benar?

Baik pemula maupun yang sudah berpengalaman, terus menerapkan cara investasi saham yang baik dan benar itu sangat penting. Dengan begitu, kamu akan dengan mudah meraup keuntungan sehingga kondisi finansial kamu akan terus terjamin. Masih bingung bagaimana cara investasi saham yang benar? Coba simak kesimpulannya di bawah ini.

1. Beli Saham Tiap Kuartal

Dalam berinvestasi secara rutin, sebaiknya kamu mempertimbangkan untuk membeli saham tiap kuartal, yakni tiga bulan sekali atau sebanyak 4 kali dalam setahun pada waktu-waktu tertentu. Kamu bisa membeli saham yang terlihat murah dengan fundamental yang mendukung. Periode terbaik untuk membeli saham yaitu pada bulan Mei, Agustus, November, dan Februari, sebab pada bulan-bulan tersebut biasanya perusahaan sudah merilis laporan keuangan yang bisa menjadi pertimbangamu membeli saham.

2. Pelajari Kondisi Perusahaan dan Industrinya

Mempelajari latar belakang dan sepak terjang perusahaan dalam pengembangan usaha sangat penting sebelum membeli saham. Perbanyak membaca berita bisnis terkait perusahaan tersebut, bertanya kepada ahli investasi saham, berkonsultasi dengan perencana keuangan pribadi, atau dengan konsultan di perusahaan sekuritas.

3. Beli Saham Perusahaan dengan Kondisi Baik

Saat kamu memutuskan untuk membeli saham suatu perusahaan, pastikan kamu membeli di perusahaan yang memiliki kondisi baik. Perbanyak informasi terkini dari perusahaan tersebut, apakah tengah berkembang dengan sehat atau tidak, sedang untuk atau justru merugi. Dan pelajari juga rencana bisnis perusahaan tersebut, misalnya ekspansi, akuisisi perusahaan baru atau malah justru ada penyusutan bisnis.

4. Beli Saham Ketika Prospek Perusahaan Bagus

Selain perusahaan dalam kondisi baik, perhatikan juga apakah perusahaan tersebut memiliki prospek perusahaan yang bagus ke depan sebelum kamu berinvestasi di sana. Amati pergerakan sahamnya melalui grafik harga saham sebagai pertimbangan.

5. Selalu Lakukan Analisis Fundamental

Selalu melakukan analisis fundamental dengan memerhatikan kondisi ekonomi dan industri secara keseluruhan serta kondisi perusahaan. Analisis ini cenderung mempertimbangkan kinerja dan proyeksi perusahaan dalam memperkirakan harga saham. Jika kamu terbiasa menggunakan analisis ini, kamu pasti tak ingin berinvestasi saham “instan” dan cocok jika kamu ingin berinvestasi jangka panjang.

Demikian penjelasan tentang cara investasi saham yang bisa kamu terapkan, baik pemula ataupun yang sudah berpengalaman. Akan tetapi perlu diingat, apapun cara investasi saham yang kamu terapkan akan tetap memiliki risiko tersendiri. Kamu hanya bisa meminimalisirnya, karena saham sudah dikenal sebagai jenis investasi dengan risiko paling tinggi. Namun risiko tersebut jelas sepadan dengan peluang keuntungannya, alias dengan istilah high risk, high return. Apalagi kini semakin banyak yang terus tertarik menjadi investor saham.

Pastikan kamu paham betul apa saja risiko di balik sebuah investasi saham dan juga berhati-hati pada ‘investasi bodong’ yang mengiming-imingi mendapatkan laba dalam waktu singkat. Ingin info lainnya seputar saham ataupun keuangan lainnya? Jangan lupa terus kunjungi Blog Qoala ya! Dan untuk kamu yang tertarik untuk membeli produk asuransi terbaik, kamu bisa kunjungi Qoala App.

Bagikan ke Teman:
Frieda Isyana Putri
Avid reader and a storyteller. I love the smell of new things, like new books, adventures and places.
Cari Asuransi Terbaik di Qoala