Cryptocurrency sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Akan tetapi, keberadaan dari mata uang digital ini masih mendapat penolakan keras oleh pemerintah pusat. Bahkan, tidak diakui oleh peraturan perundang-undangan sebagai alat transaksi atau pembayaran yang sah di dalam negeri.

Hal ini berdasarkan peraturan UU No.7 Pasal 1 Ayat 1 Tahun 2011, yang menjelaskan bahwa alat pembayaran yang diterima di Indonesia hanya menggunakan mata uang rupiah saja. Walaupun demikian, keberadaan cryptocurrency Indonesia masih diperbolehkan dan statusnya juga masih legal.

Sebagai informasi, Bank Indonesia juga memberikan saran untuk menyimpan dan melakukan transaksi jual beli sebagai aset, akan tetapi soal risiko yang terjadi harus siap ditanggung sendiri. Namun, sejak bulan Februari 2019 kamu tidak perlu khawatir lagi, sebab sudah ada payung hukum melalui peraturan No. 5 Tahun 2019 yang mengatur teknis penyelenggaraan pasar fisik aset kripto pada bursa berjangka. Lalu aset kripto seperti apa yang sebaiknya dipilih dan apa saja kelebihan serta kekurangannya? Berikut ini Qoala berikan penjelasannya secara lengkap.

Apa Itu Aset Kripto

Apa Itu Aset Kripto
Sumber Foto: r.classen Via Shutterstock

Aset Kripto disebut juga sebagai mata uang digital yang dipakai untuk bertransaksi virtual dalam jaringan internet. Aset kripto memiliki sandi-sandi rahasia yang cukup rumit. Fungsinya untuk melindungi dan menjaga keamanan mata uang digital ini yang dikenal sebagai “Cryptocurrency”. Perlu diketahui, nama tersebut berasal dari gabungan dua kata, yaitu “cryptography” yang mempunyai arti kode rahasia, dan “currency” yang berarti mata uang. Konsep kriptografi ini sebenarnya sudah dikenal sejak zaman Perang Dunia II.

Saat itu, Jerman memakai kriptografi guna mengirimkan kode-kode rahasia agar tidak mudah terbaca oleh pihak lawan. Berbeda halnya dengan mata uang konvensional yang bersifat terpusat, mata uang digital justru bersifat desentralisasi. Tidak ada pihak yang hadir dan berperan sebagai perantara dalam suatu transaksi.

Pembayaran dengan mata uang digital atau kripto ini berlangsung dari pengirim ke penerima atau peer-to-peer. Akan tetapi, seluruh transaksi yang dilakukan tersebut tetap dicatat dan dipantau dalam sistem jaringan Aset Kripto. Penambang Aset Kripto adalah mencatat transaksi ini dan memperoleh komisi berupa uang digital yang bisa dipakai.

Sebagai informasi, sebelum diperhitungkan saat ini, aset kripto sudah melalui perjalanan panjang yang dimulai pada 1990-an atau yang disebut dengan era pre-Bitcoin. Meskipun aset Bitcoin (BTC) menjadi koin digital pertama yang sukses, sebelumnya ada berbagai usaha untuk menciptakan koin digital yang mampu dijadikan mata uang digital berbasis algoritma yang tak kenal batas negara.

Sebelum era Bitcoin, setidaknya ada beberapa usaha menciptakan sistem keuangan baru berbasis teknologi lewat dibuatnya B-Money, Bitgold, hingga hashcash. Akan tetapi, aset digital tersebut tak pernah dikembangkan sepenuhnya (fully developed) hingga hari ini.

Awal kemunculan Bitcoin pada 2008-2009 sempat membuat kehebohan karena misteri yang berusaha dipecahkan publik soal siapa sebetulnya orang di balik aset kripto nomor satu dunia tersebut. Walau dicari oleh berbagai otoritas negara, hingga hari ini belum ada kejelasan siapa pencipta Bitcoin. Tidak jelas apakah sosok tersebut merupakan individu atau kelompok, yang diketahui publik hanya nama samaran yang dipakai yaitu Satoshi Nakamoto.

Satoshi Nakamoto sempat mempublikasikan buku putih (white paper) yang memproyeksikan perlunya sistem pembayaran berbasis peer to peer secara elektronik yang tidak mengenal pemerintah, aman, dan terbatas jumlahnya. Tak hanya itu, ia juga mengundang teknologi dan penggemar kriptografi lainnya untuk berkontribusi pada proyek mata uang kripto yang sedang berkembang itu. Namun setelahnya, Nakamoto menghilang dari proyek dan tak pernah lagi terdengar keberadaannya.

Pada 3 Januari 2009, Bitcoin diluncurkan kepada publik dengan harga US$0,0008 per keping. Lalu, pada 2010 silam untuk pertama kalinya Bitcoin diperjual belikan di luar dunia digital dengan sistem barter. Kala itu, dua loyang pizza dijual dengan harga 10 ribu keping Bitcoin. Jika dihargai hari ini, kedua loyang pizza tersebut dijual seharga US$674,87 juta.

Memasuki era 2010-an, Bitcoin mulai diakui oleh perusahaan sebagai alat pembayaran. WordPress misalnya untuk pertama kalinya mengakui Bitcoin sebagai alat bayar pada 2012 dan diikuti oleh Newegg.com, Expedia, Microsoft, dan Tesla.

Dalam perjalanannya, perkembangan aset kripto tak selalu mulus, seperti pada 2013 silam saat harga Bitcoin rontok. Tak lama berselang mencapai harga US$1.000 per koin, harga BTC anjlok cepat ke level US$300-an per keping. Kala itu banyak investor yang merugi dan butuh waktu lebih dari dua tahun hingga harga BTC balik lagi ke level US$1.000.

Selain gejolak harga, penipuan dan pencurian juga mewarnai sejarah panjang Bitcoin. Pada Januari 2014 silam, Mt.Gox, platform penukaran Bitcoin terbesar di dunia saat itu tiba-tiba diretas (hack) dan bangkrut. Akibat peretas tersebut, sebanyak 850 ribu Bitcoin atau setara US$500 juta (nilai saat itu) ludes dicuri.

Berikut ini ada beberapa jenis Aset Kripto yang sering digunakan antara lain Litecoin, Ethereum, Monero, Ripple, dan tentu saja Bitcoin. Saat ini ada lebih dari 1.000 Aset Kripto yang beredar di seluruh dunia, dan akan semakin banyak ke depannya. Saat ini Pluang sendiri telah menyediakan 39 coin crypto, di antaranya:

1.Bitcoin (BTC)

2.Ethereum (ETH)

3.Polkadot (DOT)

4.Cardano (ADA)

5.Dogecoin (DOGE)

6.Solana (SOL)

7.Fantom(FTM)

8.Cosmos (ATOM)

9.Binance (BNB)

10.Ripple (XRP)

11.Curve (CRV)

12.Polygon (MATIC)

13.Stellar (XLM)

14.Swipe (SXP)

15.Filecoin (FIL)

16.Kusama (KSM)

17.Algorand (ALGO)

18.Yearn Finance (YFI)

19.Tron (TRX)

20.Compound (COMP)

21.The Sandbox (SAND)

22.THETA (THETA)

23.Maker (MKR)

24.Uniswap (UNI)

25.Balancer (BAL)

26.The Graph (GRT)

27.AAVE (AAVE)

28.Basic Attention Token (BAT)

29.Chainlink (LINK)

30.Synthetic (SNX)

31.SushiSwap (SUSHI)

32.NANO (NANO)

33.Litecoin (LTC)

34.Enjin Coin (ENJ)

35.Terra (LUNA)

36.Tezos (XTZ)

37.Avalanche (AVAX)

38.Pancakeswap (CAKE)

39.VeChain (VET)

Fungsi Aset Kripto

Selanjutnya, terdapat topik mengenai fungsi dari aset kripto itu sendiri. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Crypto Sebagai Alat Transaksi

Pada dasarnya prinsip dari cryptocurrency sendiri sama halnya dengan prinsip ekonomi, yang mana harga akan naik ketika terdapat banyak sekali permintaan. Semakin banyak orang yang berinvestasi, maka harga juga akan melambung naik. Akan tetapi, investasi ini termasuk ke dalam kategori high risk (resiko tinggi).

2. Fungsi Cryptocurrency untuk Investasi

Saat ini, telah banyak perusahaan atau organisasi yang telah menerapkan alat pembayaran menggunakan mata uang virtual, baik dari perhotelan, penerbangan, restoran, hingga aplikasi. Setidaknya, terdapat dua perusahaan yang telah menggunakan alat transaksi ini, yaitu Overstock dan Newegg. Akan tetapi, sebagian besar perusahaan hanya menerima bitcoin saja.

3. Mining

Pertambangan merupakan sesuatu hal yang berkaitan eray dengan cryptocurrency. Pengguna diharuskan bisa memecahkan teka-teki dari kriptografi yang rumit untuk dapat mengkonfirmasi transaksi dan mencatat dalam sebuah blockchain. Semakin besar daya pengguna, maka semakin besar peluang untuk dapat memecahkannya.

Cara Kerja Investasi Aset Kripto

Lalu bagaimana cara kerja investasi aset kripto ini? Berikut merupakan beberapa cara kerja terkait dengan bagaimana menggunakan alat pembayaran online cryptocurrency.

  1. Kegiatan transaksi

Jika kamu secara rutin melakukan penambangan cryptocurrency, maka sudah tentu bisa menggunakan mata uang virtual tersebut untuk berbagai jenis transaksi. Mulai dari kegiatan di pasar bursa dengan menukar mata uang konvensional dengan bitcoin. Kemudian pengeluaran pribadi dengan catatan, perusahaan tempatmu bertransaksi telah menyediakan fasilitas pembayaran mata uang dalam bentuk digital.

Selanjutnya, penggalangan dana secara masif atau crowdfunding bertujuan untuk meminimalisir biaya transaksi apabila proyek yang telah didanai mengalami kegagalan. Pasar bursa cryptocurrency yang dapat dijumpai di Amerika adalah, ICE (Intercontinental Exchange), CME (Chicago Merchant Exchange), serta CBOE (Chicago Board Option Exchange).

  1. Cara menentukan nilai mata uang

Cryptocurrency diciptakan dari kriptografi yang terenkripsi dengan baik dan unik. Perlu diketahui bahwa nilai dari setiap jenis cryptocurrency sama seperti produk keuangan, dimana saat permintaan cukup tinggi dengan penambang yang sedikit, maka nilai cryptocurrency akan meningkat.

Dalam artian, nilai mata uang dari cryptocurrency bersifat fluktuatif dan dapat mengalami peningkatan atau penurunan berdasarkan dari ketersediaan atau kepercayaan (trust) dari pengguna. Peringkat teratas dari cryptocurrency saat ini adalah bitcoin dan disusul oleh Etherium.

Kelebihan Investasi Aset Kripto

Berikut merupakan beberapa keunggulan yang dimiliki oleh cryptocurrency.

Bersifat universal

Setiap orang dapat menggunakan cryptocurrency tanpa adanya peraturan yang mengikat dan syarat apapun.

Transparan

Dengan mata uang digital, setiap pengguna dapat melihat berbagai aktivitas transaksi yang pernah dilakukan. Pastinya, transparansi tersebut juga memiliki batasan dimana kamu tidak dapat melihat orang yang menjalankan transaksi.

Memiliki kontrol atas pribadi

Dalam artian, setiap pengguna atau user akan bertanggung jawab dengan mata uangnya masing-masing.

Cepat dan akurat

Terakhir, kelebihan dari aset kripto ini yakni transaksi menggunakan mata uang virtual terbilang sangat cepat apabila dikomparasikan dengan transaksi melalui bank.

Kekurangan Investasi Aset Kripto

Selain kelebihannya, berikut merupakan beberapa kekurangan dari penggunaan mata uang berbasis virtual.

Belum mendapat perizinan secara penuh

Di beberapa negara masih belum memperbolehkan mata uang ini dan masih dianggap ilegal. Sehingga, untuk beberapa negara, cryptocurrency tidak berlaku sebagai alat pembayaran online yang sah.

Membuka celah keamanan

Tak bisa dipungkiri bahwa banyak orang yang memanfaatkan cryptocurrency untuk tujuan kejahatan. Mereka dapat melakukan transaksi secara ilegal tanpa diketahui dengan memanfaatkan celah pada kode cryptography.

Adanya Sistem password

Jika kamu tidak hafal atau lupa dengan kata sandi sendiri, maka akan sangat beresiko untuk kehilangan uang pada akun yang telah dibuat.

Aset Kripto Terbaik 2021

Berikut ini terdapat tujuh aset kripto terbaik 2021 yang dapat dipilih untuk dikoleksi.

1. Bitcoin (BTC)

Mata uang digital yang satu ini mungkin sudah sangat terkenal di kalangan masyarakat yang tertarik pada investasi. Mata uang ini diciptakan oleh seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto di tahun 2009. Sejak kehadirannya, Bitcoin berhasil menyandang gelar mata uang digital paling populer.

Bitcoin dijuluki sebagai King of Cryptocurrency oleh para pakar kripto sebab permintaannya yang sangat tinggi. Akan tetapi, jumlahnya yang terbatas membuat nilai tukar atau harganya menjadi sangat tinggi. Sebelumnya, Bitcoin terbilang murah, yakni hanya ratusan perak per keping, namun saat ini Bitcoin berharga sekitar Rp692 juta per kepingnya. Tak hanya itu, kepemilikan terhadap Bitcoin tidak memerlukan identitas alias bisa dimiliki oleh seorang anonim.

2. Ethereum (ETH)

Sama seperti ADA, Ethereum dibuat sebagai platform smart contact yang berfokus pada keamanan yang dibangun atas dasar filosofi alamiah dan melalui riset akademik. Ethereum juga telah berhasil menempati posisi kedua yang memiliki likuiditas cukup tinggi setelah BTC dan di antara kripto lainnya.

Hal tersebut disebabkan oleh perdagangan mata uang yang cukup banyak, sehingga pencairannya pun terbilang cukup mudah jika dibandingkan mata uang kripto lainnya. Ethereum pertama kali diperdagangkan dengan harga Rp41 ribuan, namun saat ini harga Ethereum mencapai Rp47 juta-an per kepingnya.

3. Solana (SOL)

Pada bulan April 2021 lalu, SOL atau Solana menyentuh harga tertinggi sekitar Rp 500ribuan lebih dan terlihat kuat untuk kenaikannya. SOL sendiri dibuat sebagai sebuah solusi sebab banyak yang tertarik dengan blockchain sistem PoH atau Proof-of-History. Salah satu keunggulan Solana itu sendiri adalah kecepatan transaksinya yang lebih cepat dari Ethereum. Investor crypto semakin tertarik karena bulan April lalu Solana meluncurkan Chrome Extension dompet digitalnya yang bernama Sollet Wallet. Hal tersebut membuat kegunaan Solana mirip dengan Ethereum. SOL bahkan diprediksi naik lebih tinggi akibat banyaknya sentimen positif lho.

4. Cardano (ADA)

Cryptocurrency yang satu ini diciptakan oleh seorang pegiat bidang matematika sekaligus seorang entrepreneur, yakni Charles Hoskinson. Aset kripto satu ini memiliki sistem proof-of-stake blockchain, Cardano menjadi salah satu cryptocurrency yang paling aman saat ini. Proof-of-stake merupakan salah satu dari dua mekanisme regulasi proses transaksi mata uang kripto.

Hal tersebut membuat sistem dari Cardano lebih efisien ketimbang mata uang kripto yang lain karena memungkinkan penambangan berdasarkan jumlah koin yang dimiliki. Tak hanya itu, sistem ini tidak bergantung pada komputer yang boros listrik dalam memproses transaksi dan menghasilkan unit Cardano yang baru.

5. Axie Infinity Shards (AXS)

Selanjutnya ada Axie Infinity Shards yang merupakan salah satu koin yang dibangun di atas blockchain Ethereum. Berbeda dengan aset kripto lainnya, Axie merupakan game blockchain yang terinspirasi dari game Pokemon. AXS memiliki peran sentral dalam ekosistem game. Axie menghadirkan opsi play-to-earn yang mampu menciptakan penggunaan yang berkelanjutan. Ditambah setiap karakter adalah token non-fungible (NFT) sendiri.

6. Binance Coin (BNB)

Berdasarkan volume perdagangan Binance termasuk dalam pertukaran mata uang kripto. Mulanya Binance berada di blockchain Ethereum, namun BNB mulai membentuk blockchain sendiri. Sejak penawaran awal koin Binance pada 2017, harga BNB telah melonjak dari 10 sen menjadi sekitar US$415. Kemudian, sepanjang tahun berjalan 2021 ini, koin tersebut sudah naik sekitar 1.000 persen.

7. Wilder World (WILD)

Terakhir, Wilder World merupakan koin yang baru memulai debutnya pada Mei 2021. Meski begitu, investor dapat memanfaat WILD untuk berspekulasi dalam jumlah kecil. Akan tetapi, kekurangannya WILD belum memiliki rekam jejak seperti enam koin di atas. Selain itu, kapitalisasi pasar Wilder World berada di kisaran US$118 juta.

Sebelum melakukan investasi aset kripto, kamu perlu memahami terlebih dahulu profil risiko investasi. Dengan mengetahuinya, kamu bisa menentukan produk-produk investasi mana saja yang cocok untukmu. Selain berinvestasi dengan aset kripto, kamu juga perlu memiliki asuransi. Sebab, perlindungan finansial dari asuransi penting untuk dimiliki agar kamu tidak terbebani dengan pengeluaran mendadak yang pada akhirnya bisa menguras tabungan. Pilihan produk asuransi bervariasi sesuai kebutuhan keuanganmu. Ada banyak pilihan produk asuransi di Qoala Apps yang bisa kamu pilih dan perbandingkan satu sama lain. Dan baca artikel lainnya seperti belajar saham untuk pemula hanya di blog Qoala.