Panduan Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik dan Terlengkap

Artikel ini terakhir diperbarui June 16, 2021 by Zaky Afdika
Panduan Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik dan Terlengkap
Sumber foto: Rasdi Abdul Rahman via Shutterstock
Bagikan ke Teman:

Bicara tentang investasi memang selalu menarik, terlebih kini masyarakat Indonesia sudah mulai melek investasi dan mencari tahu berbagai jenis instrumen investasi yang menguntungkan. Salah satu jenis investasi yang mulai dilirik oleh banyak orang adalah reksa dana, karena konon katanya dapat memberikan keuntungan yang lebih besar ketimbang deposito. Jenis reksadana sendiri ada 4 jenis yaitu Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Campuran,serta Reksa Dana Saham.

Reksa dana merupakan sebuah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat sebagai pemodal dan untuk selanjutnya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Dana yang terkumpul dikelola oleh Manajer Investasi dan dimasukkan ke dalam berbagai instrumen investasi lain seperti saham, obligasi, serta deposito.

Reksa dana dapat dikatakan sebagai investasi paling pas untuk masyarakat yang masih awam namun ingin menginvestasikan uangnya, karena ada peran Manajer Investasi dalam mengelola dana yang terkumpul. Investor atau pemodal tidak perlu memikirkan risiko serta keuntungan investasi secara detail karena sudah diwakili oleh Manajer Investasi. Investasi ini sangat cocok untuk kamu yang ingin berinvestasi namun tidak memiliki waktu banyak untuk mengulik naik turunnya potensi keuntungan, karena semua sudah diserahkan pada Manajer Investasi.

Selanjutnya artikel Qoala ini akan membahas mengenai reksa dana pendapatan tetap, mulai dari pangertian hingga tips atau cara memilihnya yang paling tepat. Simak ya!

Apa Itu Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa dana pendapatan tetap adalah salah satu jenis reksadana yang menginvestasikan sedikitnya 80 persen dari asetnya dalam bentuk surat utang atau obligasi. Obligasi atau surat utang yang dimaksud dapat diterbitkan oleh perusahaan (korporasi) maupun pemerintah.

Reksa dana ini disebut dengan Pendapatan Tetap karena pada reksa dana ini sebagian besar uang investor diwujudkan ke dalam instrumen pendapatan tetap seperti obligasi, surat berharga, investasi jangka menengah atau investasi jangka panjang.

Untuk mendapatkan return atau imbal hasil dari reksadana jenis ini, umumnya investor perlu menginvestasikan dana dalam jangka waktu 1 hingga 3 tahun. Sebenarnya dibawah 1 tahun juga bisa, namun umumnya imbal hasil yang didapat tidak stabil.

Risiko berinvestasi reksa dana pendapatan tetap memang lebih tinggi dari reksa dana pasar uang, namun return yang didapat umumnya juga lebih besar. Dalam reksadana pendapatan tetap, penerbit surat utang atau obligasi akan secara konsisten membayar bunga atau kupon kepada investor. Kemudian bunga atau kupon tersebut diinvestasikan kembali oleh Manajer Investasi sehingga keuntungan yang didapat lebih maksimal.

Karakteristik Reksadana Pendapatan Tetap

Sebelum memutuskan untuk menginvestasikan uang dalam bentuk reksa dana pendapatan tetap, ada baiknya kamu mengetahui karakteristik reksadana pendapatan tetap sebagai berikut:

Tidak Memberikan Pendapatan Tetap

Meskipun memiliki nama reksa dana pendapatan tetap, namun bukan berarti produk ini memberikan pendapatan tetap kepada para investor. Sebutan ini diberikan karena sebagian besar uang akan diinvestasikan dalam bentuk obligasi. Obligasi memberikan keuntungan secara berkali berupa kupon atau bunga yang jumlahnya tetap dan tidak akan berubah sampai jatuh tempo.

Meskipun demikian, nilai keuntungan dari reksa dana ini dapat saja berubah-ubah karena naik turunnya keuntungan tergantung dari kondisi ekonomi, baik secara global maupun nasional.

Imbal Hasil Stabil

Mayoritas reksa dana pendapatan tetap ditempatkan pada obligasi, itulah sebabnya kamu dapat menikmati imbal hasil yang lebih stabil dibandingkan reksa dana saham atau reksa dana campuran. Kupon yang ditawarkan obligasi biasanya lebih tinggi dibanding bunga deposito.

Nantinya kamu tidak hanya akan menerima keuntungan dari imbal hasil saja, namun juga dari capital gain atau keuntungan dari selisih jual beli obligasi. Kamu dapat menjual obligasi lebih tinggi dari pada saat kamu membelinya, inilah yang menyebabkan reksadana jenis ini memiliki imbal hasil yang lebih stabil.

Cocok untuk Jangka Menengah

Reksa dana pendapatan tetap dapat dijadikan instrumen investasi bagi kamu yang menginginkan keuntungan jangka menengah, yaitu sekitar 1 hingga 3 tahun. Hal ini dikarenakan Manajer Investasi menempatkan dana investor di obligasi yang memiliki masa jatuh tempo 1 tahun.

Tetap Berisiko

Investasi memang tak pernah luput dari risiko, termasuk reksa dana pendapatan tetap. Jenis reksa dana ini tetap memiliki risiko, meskipun terbilang cukup rendah dibanding reksa dana saham atau campuran.

Risiko yang mungkin terjadi adalah ketika perusahaan tidak mampu membayar kupon obligasi atau tidak mampu mengembalikan pokok obligasi. Hal ini memang sangat jarang terjadi, namun tetap mungkin terjadi.

Selain itu, risiko bisa datang dari tingkat suku bunga. Perlu diketahui bahwa harga obligasi ditentukan oleh tren pergerakan suku bunga yang sifatnya berbanding terbalik. Jika suku bunga naik, maka harga obligasi akan turun. Namun jika suku bunga turun, maka harga obligasi akan naik.

Cocok Untuk Profil Moderat

Reksadana jenis ini menempatkan paling sedikit 80% dana pengelolaan ke dalam instrumen obligasi dan pasar uang. Untuk itulah jenis reksa dana ini lebih cocok untuk kamu yang memiliki profil risiko moderat untuk tujuan investasi jangka menengah.

Bebas Pajak Obligasi

Jika kamu memilih berinvestasi secara langsung pada obligasi, surat utang, atau sukuk pemerintah maupun perusahaan, maka kamu akan dikenakan pajak obligasi sebesar 10%. Berbeda dengan reksa dana pendapatan tetap yang 80%-nya diinvestasikan pada obligasi, kamu tidak akan dikenakan pajak obligasi. Pasalnya, melalui reksadana, kamu tidak secara langsung membeli obligasi di pasar sekunder.

Keuntungan Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa dana pendapatan tetap merupakan investasi yang tergolong cukup aman. Selain itu, terdapat beberapa keuntungan yang di dapat jika kamu membeli produk reksa dana pendapatan tetap, seperti:

  • Terdapat diversifikasi dalam pengelolaan dana, yaitu dana disalurkan ke berbagai macam jenis instrumen investasi sehingga dapat mengurangi risiko yang ditanggung investor.
  • Waktu pencairan fleksibel karena jenis investasi ini tergolong likuid. Pemegang reksa dana dapat menjual reksa dana berdasarkan NAB atau harga nilai aktiva bersih pada hari yang sama ketika membeli reksa dana.
  • Pengelolaan terjamin dan aman oleh Manajer Investasi resmi yang terdaftar dan diawasi oleh OJK.
  • Semua kebijakan mengenai reksa dana diatur oleh pemerintah sehingga uang investasi relatif aman.
  • Terdapat transparansi dana yang dikelola karena perusahaan wajib melaporkan informasi secara jelas kepada investor.

Cara Kerja Reksa Dana Pendapatan Tetap

Cara kerja reksa dana pendapatan tetap adalah dengan memasukkan sekurang-kurangnya 80% dari portofolio asetnya ke dalam surat utang, obligasi, investasi jangka menengah dan panjang, sedangkan sisanya masuk ke instrumen pasar uang. Nantinya imbal hasil dari surat utang, obligasi atau investasi tersebut diinvestasikan kembali oleh Manajer Investasi sehingga menghasilkan keuntungan yang berlipat.

Contoh Reksa Dana Pendapatan Tetap Terbaik

Berikut ini merupakan daftar 10 reksa dana pendapatan tetap terbaik berdasarkan data dari Bareksa pada 4 Agustus 2020 yang berhasil memberikan imbal hasil antara 5,17 persen hingga 9,24 persen.

Ini daftarnya.

Daftar 10 reksa dana pendapatan tetap terbaik berdasarkan data dari Bareksa pada 4 Agustus 2020 yang berhasil memberikan imbal hasil antara 5,17 persen hingga 9,24 persen.
Sumber foto: Data Bareksa

Selanjutnya, setahun terakhir ini, 10 produk reksa dana di bawah ini mampu mencetak return 9,82 persen sampai 12,66 persen. Apa saja?

10 produk reksa dana di bawah ini mampu mencetak return 9,82 persen sampai 12,66 persen.
Sumber foto: Data Bareksa

Jangka Waktu Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, jangka waktu terbaik untuk berinvestasi reksa dana pendapatan tetap adalah 1-3 tahun, atau maksimal 4 tahun. Hal ini dikarenakan sebagian besar dana investor diinvestasikan oleh Manajer Investasi ke dalam instrumen surat utang atau obligasi yang memiliki jangka waktu menengah, sehingga keuntungan maksimal pun didapat ketika kamu berinvestasi reksadana jenis ini dalam jangka waktu menengah.

Siapa yang Cocok Berinvestasi dalam Reksadana Pendapatan Tetap?

Karena memberikan keuntungan dalam jangka waktu menengah, reksa dana pendapatan tetap cocok untuk investor yang memiliki profil risiko moderat. Profil risiko moderat maksudnya adalah investor yang memiliki tujuan investasi jangka menengah dengan tingkat keberanian dalam mengambil risiko sedang.

Reksadana jenis ini juga cocok untuk investor yang menginginkan return yang stabil namun tidak terlalu besar. Meskipun demikian, dibandingkan dengan imbal hasil reksa dana pasar uang, keuntungan dari reksa dana pendapatan tetap umumnya lebih tinggi.

Instrumen ini tidak cocok untuk investor yang takut akan risiko atau investor yang terlalu berani mengambil risiko. Investor yang tidak berani mengambil risiko dan memiliki tujuan investasi jangka pendek lebih cocok untuk mengambil reksa dana pasar uang, sedangkan investor yang berani ambil risiko dan berharap keuntungan tinggi, tentunya lebih cocok berinvestasi pada reksa dana saham.

Tips Memilih Reksadana Pendapatan Tetap

Jika kamu tertarik untuk berinvestasi pada reksa dana pendapatan tetap, kamu perlu mengetahui tips berikut ini agar kamu bisa menghasilkan keuntungan yang maksimal. Apa saja?

Tentukan persentase investasi tiap bulan

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menentukan berapa persen dari penghasilan per bulan untuk diinvestasikan ke dalam instrumen ini. Beberapa pakar menyarankan untuk menyisihkan 20% penghasilan untuk investasi. Namun ada juga yang menyarankan persentase di angka 30%.

Mengenai hal ini, kamu sendiri yang dapat menentukan. Hitung terlebih dahulu pengeluaran rutin bulanan, lalu tentukan nominal investasi. Pastikan nominal tersebut tidak memberatkan dan tetap membuat keuanganmu nyaman. Cara ini cocok digunakan untuk kamu yang akan menerapkan Dollar Cost Averaging dalam berinvestasi, yaitu berinvestasi dalam jumlah yang sama setiap bulan.

Pilih produk sesuai risiko

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi dan memilih reksadana jenis ini, pastikan terlebih dahulu bahwa profil risikomu sesuai. Jika kamu tipe moderat yang menginginkan tujuan jangka menengah dengan imbal hasil stabil, maka produk ini cocok. Namun jika kamu lebih menyukai investasi jangka panjang dengan keuntungan dan risiko yang lebih besar, pilihlah reksa dana saham.

Pastikan Manajer Investasi terdaftar di OJK

Tentunya kamu juga perlu memastikan bahwa Manajer Investasi yang akan mengelola dana yang kamu investasikan sudah terdaftar dan memiliki izin dari OJK. Sebelumnya cek informasi daftar Manajer Investasi di laman resmi OJK agar data benar-benar valid.

Tentukan tujuan investasi

Tujuan investasi yang telah lebih dulu kamu tetapkan akan membantu serta memotivasi kamu untuk konsisten menyisihkan uang. Dengan mengetahui tujuan investasi, kamu juga akan mendapatkan investasi yang lebih sesuai dengan potensi hasil yang maksimal.

Konsisten

Produk reksa dana saham manapun yang kamu pilih, akan memberikan keuntungan yang maksimal jika kamu berinvestasi secara rutin dan konsisten. Karena konsisten merupakan salah satu kunci sukses dalam investasi. Sebaliknya, produk sebagus apapun tidak akan menghasilkan return tinggi jika kamu tidak konsisten.

Memastikan Rating Produk

Untuk memilih produk reksa dana yang bagus dan menghasilkan keuntungan, disarankan untuk memastikan rating produk terlebih dahulu. Jika rating produk bagus, kamu juga perlu melihat bidang usahanya, apakah terpengaruh oleh pandemi atau tidak. Sektor usaha yang aman saat pandemi adalah telekomunikasi, sedangkan perusahaan jasa dan konstruksi memiliki risiko yang cukup besar.

Perbedaan Reksa Dana Pendapatan Tetap dan Deposito Bank

Banyak masyarakat awam yang menganggap bahwa reksa dana pendapatan tetap sama dengan deposito bank. Memang selain reksa dana, kamu juga dapat berinvestasi melalui deposito bank. Namun tentu saja keduanya memiliki perbedaan yang perlu diketahui agar tidak salah dalam memilih instrumen investasi.

Beberapa perbedaan reksa dana pendapatan tetap dengan deposito bank antara lain:

Dana minimal investasi

Perbedaan pertama antara reksa dana pendapatan tetap dengan deposito bank terletak pada dana minimal yang diinvestasikan. Kamu dapat berinvestasi di reksadana jenis ini mulai dari nominal Rp 100 ribu saja. Sedangkan untuk membuka deposito awal, kamu perlu memulainya dengan minimal Rp 8 juta atau lebih sesuai dengan ketentuan bank.

Jangka waktu

Dilihat dari jangka waktunya, reksa dana tidak memiliki tenor atau jangka waktu yang mengikat. Produk ini dapat dicairkan atau ditarik kapan saja sesuai waktu yang diinginkan. Tidak ada pinalti atau denda yang akan dikenakan jika dilakukan pencairan oleh investor.

Sedangkan pada deposito, terdapat jangka waktu atau tenor yang mengikat. Kesepakatan mengenai jangka waktu deposito telah ditentukan di awal, sehingga jika dilakukan pencairan sebelum jatuh tempo, terdapat denda atau penalti yang harus dibayar.

Risiko

Perbedaan lain terletak pada risiko. Reksa dana saham tetap memiliki risiko investasi meskipun tidak besar. Ada kemungkinan investor akan mengalami rugi setelah berinvestasi. Sedangkan pada deposito, risikonya mendekati nol atau tidak ada. Uang yang disimpan pada deposito cenderung sangat aman. Tidak ada kemungkinan rugi karena dana juga telah dijamin oleh LPS.

Imbal hasil

Keuntungan dari reksa dana saham tidak dapat diketahui di awal secara pasti, namun kinerjanya dapat dilihat dari kinerja reksa dana tahun lalu. Sedangkan pada deposito, keuntungan sudah dapat dihitung dan dan dilihat di awal. Terdapat keuntungan dalam jumlah pasti setiap bulan atau tahunnya.

Meskipun demikian, keuntungan atau imbal hasil reksa dana pendapatan tetap umumnya lebih tinggi dari deposito. Sudah lazim memang, bahwa investasi dengan potensi imbal hasil yang tinggi akan memiliki risiko yang lebih besar.

Itulah ulasan mengenai reksa dana pendapatan tetap yang dapat menjadi panduan bagi kamu yang hendak berinvestasi. Jika profil kamu sesuai untuk berinvestasi melalui reksadana jenis ini, kamu dapat memilih produk konvensional maupun syariah yang dapat dipilih sesuai dengan kemantapan. Namun jika dirasa kurang cocok dengan profil risikomu, masih terdapat pilihan reksa dana lain seperti reksa dana pasar uang, reksa dana campuran, serta reksa dana saham yang memiliki potensi keuntungan serta risiko yang berbeda-beda. Yuk, pelajari lebih lanjut tentang beragam informasi seputar investasi di Qoala! Selamat berinvestasi, Qoala bosses!

Bagikan ke Teman:
Riza Dian Kurnia
A great storyteller and an enthusiastic listener. Dont stop when you are tired, stop when you are done.
Cari Asuransi Terbaik di Qoala