Deposito BRI: Jenis, Bunga, Syarat dan Cara Membuka

Artikel ini terakhir diperbarui May 27, 2021 by Razan Izazi
Deposito BRI: Jenis, Bunga, Syarat dan Cara Membuka
Sumber Foto: HariPrasetyo via. Shutterstock
Bagikan ke Teman:

Kesadaran memiliki investasi untuk jaminan masa depan sudah cukup meningkat di kalangan masyarakat Indonesia. Ada berbagai macam bentuk investasi yang bisa dilakukan, salah satunya adalah deposito. Secara singkat, deposito adalah jenis tabungan berjangka, di mana kamu menyimpan uang di bank, namun hanya bisa diambil dalam jangka waktu tertentu. Deposito BRI merupakan jenis deposito yang cukup populer digunakan oleh masyarakat Indonesia, karena produk perbankan satu ini tergolong minim risiko. Apakah kamu tertarik untuk menggunakan deposito di Bank BRI? Simak dulu pembahasan lengkapnya dari Qoala di sini, dari pengertian, jenis, jumlah bunga, syarat, dan cara membukanya.

Sekilas Tentang Deposito BRI

BRI (Bank Rakyat Indonesia) telah meluncurkan deposito sebagai produk perbankan yang bertujuan menghimpun dana masyarakat untuk peningkatan kualitas pembangunan serta sebagai bentuk investasi yang aman dan minim risiko. Sama halnya dengan semua deposito lainnya, pengambilan dana hanya bisa dilakukan dalam jangka waktu tertentu yang sudah disetujui oleh nasabah sebelumnya, maka deposito bisa juga disebut tabungan berjangka. Di sisi lain, jika kamu melakukan penarikan dana di luar waktu yang telah ditetapkan, maka kamu akan dikenakan pinalti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Deposito memiliki prinsip di mana semakin lama kamu menyimpan dana, maka akan semakin besar pula bunga yang ditawarkan, sehingga bisa dikatakan deposito adalah salah satu produk investasi yang menguntungkan dibanding produk investasi lainnya seperti saham, emas, dan obligasi pemerintah.

Terdapat dua jenis deposito yang ada di BRI, yakni deposito BRI konvensional dan syariah. Perbedaannya, deposito konvensional menggunakan pembungaan uang, sementara deposito syariah tidak menggunakan bunga karena termasuk riba dalam prinsip hukum Islam. Berikut penjelasan lengkap mengenai perbedaan deposito konvensional dan syariah.

Deposito BRI Konvensional

Deposito BRI Konvensional merupakan deposito pada umumnya, dengan mengikuti prinsip-prinsip deposito yang menggunakan bunga dan jangka waktu tertentu. Kemudian, kamu mendapatkan pilihan simpanan dalam bentuk mata uang Rupiah ataupun mata uang asing dengan bunga lebih dari tabungan biasa dan punya jangka waktu penyimpanan 1,3, hingga 12 bulan.

Minimal deposito awal di Bank BRi adalah sebesar Rp10 juta, sedangkan bila kamu menggunakan internet banking, minimal deposit awalnya sebesar Rp5 juta. Dengan itu saja kamu sudah bisa mendapatkan berbagai macam fasilitas yang ditawarkan oleh Bank BRI, seperti perpanjangan secara otomatis (automatic roll-over/ARO) dan penempatan serta pencairan deposito BRI bisa dilakukan secara tunai, pemindahbukuan ke/dari rekening lain, atau transfer/kliring ke/dari rekening bank lain.

Deposito BRI Syariah

Deposito BRI Syariah merupakan produk simpanan berjangka dari Bank BRI Syariah dengan tenor tertentu dan menggunakan landasan hukum syariah. Deposito BRI jenis ini menggunakan akad Mudharabah Muthlaqah yang membebaskan 100 persen dana nasabah untuk dikelola oleh bank Syariah. Jangka waktu yang ditawarkan mulai 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan.

Deposito ini tidak menggunakan bunga untuk mengembangkan dana simpanan karena bertentangan dengan hukum Islam. Jadi perolehan keuntungannya diperoleh melalui bagi hasil atau nisbah dari pengelolaan dana nasabah. Bagi hasil ini diatur dalam hukum syariah dengan tujuan untuk membantu satu sama lain. Pembagian nisbah dilakukan secara rata dan sesuai kesepakatan, di mana besarannya sendiri tergantung dari keuntungan perputaran uang nasabah dan kinerja bank BRI Syariah, sehingga bisa jadi besarannya berbeda-beda.

Bunga Deposito BRI 2021 Terbaru

Bunga Deposito BRI
Sumber Foto: Susilo Prambanan via. Shutterstock

Bunga deposito di BRI dapat diambil setiap bulan dengan syarat tenor yang diambil satu bulan dan tidak mengaktifkan fitur automatic roll-over atau ARO. Bank BRI menawarkan bunga deposito yang berbeda-beda, tergantung dari besarnya dana investasi dan jangka waktu penyimpanannya. Cukup mengejutkan, jumlah besaran bunga deposito milik Bank BRI di tahun 2021 ini menurun, dengan rincian sebagai berikut.

Bunga Deposito BRI Rupiah

Tahun 2021, bank BRI memangkas suku bunga deposito menjadi sebesar 2,85 persen untuk simpanan semua nominal dengan jangka waktu 1 dan 3 bulan. Sedangkan, untuk deposito BRI rupiah dengan tenor 6, 12, 24, dan 36 bulan ditetapkan sebesar 3,0 persen per tahunnya, termasuk nominal kurang dari Rp 100 juta hingga Rp2 miliar ke atas. Di bawah ini adalah daftar lengkapnya:

Nominal < Rp100 juta: 1 Bulan (2,85%), 3 Bulan (2,85%), 6 Bulan (3,0%), 24 Bulan (3,0%), 36 Bulan (3,0%).
Nominal Rp100 Juta- Rp2 Miliar: 1 Bulan (2,85%), 3 Bulan (2,85%), 6 Bulan (3,0%), 24 Bulan (3,0%), 36 Bulan (3,0%).

Bunga Deposito BRI Valas

Deposito BRI Valas merupakan simpanan berjangka dalam mata uang asing yang hanya bisa ditarik dalam jangka waktu tertentu dengan memberikan bunga menarik dan beragam keuntungan lainnya. Masih belum ada perubahan untuk suku bunga deposito yang menggunakan mata uang asing.

Baik nominal kurang dari 100.000 USD hingga lebih dari 100.000 USD mendapatkan bunga sebesar 0,3 persen pada tenor 1, 3, dan 6 bulan. Sementara untuk tenor 12, 24, dan 36 bulan, besaran suku bunganya untuk nominal kurang dari 100.000 USD adalah 0,45 persen dan untuk nominal di atas 100.000 USD memiliki suku bunga 0,5 persen.

Cara Menghitung dan Simulasi Deposito BRI

Setelah kamu mengetahui besaran suku bunga deposito BRI yang ditawarkan, kini kamu bisa menghitung berapa keuntungan yang nanti diterima. Ada rumus tersendiri untuk menghitungnya, di mana kamu harus mempertimbangkan jangka waktu dan pajak deposito. Berikut adalah cara untuk menghitung besaran keuntungan dari deposito bank BRI:

(Suku Bunga Deposito x Setoran Pokok Deposito x 30 hari x 80%) / 365 hari

Catatan, persentase 80% di atas merupakan persentase pendapatan setelah dikurangi dengan persentase pajak yang harus ditanggung (100 persen – 20 persen). Pajak bunga deposito adalah sebesar 20 persen.

Begini simulasi hitungan dari deposito bank BRI:

Kamu akan mendepositokan dana sebesar Rp10 juta untuk jangka waktu atau tenor selama enam bulan. Suku bunga deposito untuk jangka waktu tersebut ditetapkan sebesar 3,0 persen dengan potongan pajak yang harus ditanggung sebesar 20 persen. Maka, cara perhitungannya sebagai berikut:

(Suku Bunga Deposito x Setoran Pokok Deposito x 30 hari x 80%) / 365 hari

(3% x Rp10.000.000 x 30 x 80%) / 365

Rp7.200.000 / 365

= 19.726

Dari hasil perhitungan menggunakan rumus tersebut, maka keuntungan bersih per bulan yang bisa kamu dapatkan adalah sebesar Rp19.726.

Syarat Membuka Deposito BRI

Tertarik untuk menggunakan deposito BRI? Untuk bisa membuka rekening deposito di Bank BRI, ada beberapa syarat yang kamu penuhi terlebih dahulu. Syarat-syarat ini tidak sulit namun tidak boleh dilewatkan satupun, yakni antara lain:

1. Mempersiapkan dokumen-dokumen penting

Beberapa dokumen penting dibutuhkan untuk membuka rekening deposito BRI, contohnya identitas diri berupa KTP, SIM, atau Paspor. Hal ini untuk menghindari pemalsuan data atau unsur penipuan. Dokumen penting lainnya adalah Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk melihat dana mana yang wajib dikenai pajak.

2. Sudah memiliki tabungan di bank BRI

Syarat selanjutnya untuk bisa memiliki deposito ini adalah sudah punya tabungan di Bank BRI. Jika belum, kamu bisa membuka rekening tabungan terlebih dahulu. Sebab, tanpa adanya akun tabungan milikmu maka kamu tidak bisa ikut bergabung dalam program deposito yang ditawarkan dan mengalihkan dana yang ada di dalam rekening sebagai dana untuk membuka deposito.

3. Mengisi dan melengkapi berkas formulir.

Setelah mempersiapkan semua yang dibutuhkan untuk membuka deposito, maka syarat selanjutnya adalah kamu harus mengisi semua formulir permohonan pembukaan deposito yang disediakan. Untuk menghindari masalah dan salah paham ke depannya, baca dan cermati baik-baik ketentuan apa saja yang tertera di dalam formulir, lalu isi dengan lengkap.

4. Menyetor dana minimal

Mungkin kamu bertanya-tanya, untuk membuka tabungan deposito di bank BRI minimal dana yang perlu disetor berapa ya? Besaran minimal dana yang diperlukan berbeda-beda tergantung cara pendaftarannya. Jika kamu membuka deposito melalui kantor Bank, maka besaran deposit awal adalah Rp10 juta. Sedangkan jika kamu membuka deposito melalui internet banking, besaran deposit awalnya adalah Rp5 juta.

Biaya tersebut perlu kamu siapkan agar semua proses membuka deposito yang diperlukan berjalan dengan lancar, jangan sampai dana yang kamu miliki kurang dari jumlah tersebut. Setelah semua syarat yang dibutuhkan terpenuhi, maka kamu pun bisa memiliki rekening deposito di Bank BRI.

Cara Membuka Deposito BRI

Pembukaan deposito BRI dapat dilakukan secara online melalui situs resmi atau internet banking ataupun mendatang kantor cabang Bank BRI secara langsung. Di bawah ini akan dibahas langkah-langkahnya lebih lengkap.

Cara Membuka Deposito BRI Online

Ada dua cara untuk membuka deposito BRI secara online, yakni melalui situs resmi dan melalui internet banking atau IB BRI. Untuk membuka deposito melalui situs resmi, berikut langkah-langkahnya:

  • Buka halaman https://eform.bri.co.id/ di browser
  • Pilih Pembukaan Rekening
  • Pilih Deposito (Deposito BRI Rupiah)
  • Baca informasi yang tertera dan pilih Registrasi
    Baca Syarat dan Ketentuan dengan teliti, lalu pilih Saya setuju dengan syarat dan ketentuan tersebut di atas
  • Pilih Buka Rekening
  • Ikuti langkah-langkah selanjutnya hingga selesai

Sedangkan, pembukaan deposito BRI online juga bisa dilakukan di fasilitas internet banking BRI. Perlu diketahui bahwa minimal deposit awal untuk membuka deposito di internet banking BRI adalah sebesar Rp5 juta. Langkah-langkahnya seperti berikut ini:

  • Masuk ke laman https://ib.bri.co.id/ib-bri/
  • Login terlebih dahulu
  • Lalu klik menu Layanan, dilanjutkan dengan sub menu Pembukaan Deposito
  • Klik kotak untuk menyetujui Syarat dan Ketentuan Pembukaan Deposito
  • Pilih salah satu rekening sumber
  • Kemudian masukkan nominal pokok deposito
  • Setelah itu pilih jangka waktu yang kamu inginkan
  • Lalu pilih tipe perpanjangan deposito sesuai yang kamu kehendaki
  • Berikutnya, masukkan password dan kode mToken
  • Proses pembuatan rekening deposito di bank BRI selesai
  • Kamu bisa klik sub menu Status Deposito untuk melihat status pembuatan rekening deposito milikmu.

Cara Membuka Deposito BRI Offline

Selain membuka deposito secara online, kamu juga bisa melakukannya dengan langsung mendatangi cabang kantor BRI terdekat. Untuk cara ini memang memakan waktu karena kamu harus mengantre dengan nasabah lainnya. Selain itu, untuk mempersingkat waktu proses, sebaiknya kamu sudah memiliki tabungan BRI terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya:

  • Persiapkan dan bawa dokumen-dokumen yang dibutuhkan (KTP/SIM/Paspor dan NPWP) ke kantor cabang BRI terdekat
  • Ambil nomor antrean Customer Service
  • Tunggu hingga tiba giliran dan diminta menemui petugas
  • Sampaikan jika kamu ingin membuka rekening deposito
  • Pilih jenis rekening deposito yang kamu inginkan
  • Lalu lengkapi formulir pendaftaran yang diberikan petugas
  • Ikuti instruksi selanjutnya dari petugas
  • Lakukan pembayaran setoran awal minimal sebesar Rp10 juta melalui Teller
  • Proses selesai dan kamu akan menerima buku rekening deposito

Cara Mencairkan Deposito BRI

Untuk mencairkan dana deposito yang kamu miliki di Bank BRI tergantung dari proses pembukaan rekening tersebut, yakni online atau offline (ke kantor BRI), berikut dua cara untuk mencairkan deposito di bank BRI:

1. Secara online

Bagi nasabah yang tidak mengaktifkan fasilitas non automatic roll-over atau non-ARO akan menerima dana deposito berikut bunganya secara otomatis terdebit ke rekening tabungan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan atau dipilih sebelumnya.

2. Secara offline

Untuk mencairkan dana deposito secara offline, kamu perlu mendatangi kantor cabang BRI terdekat dengan membawa dokumen-dokumen penting seperti identitas diri, NPWP, bukti kepemilikan deposito, dan buku tabungan. Setelah itu, cukup temui petugas Customer Service untuk mencairkan dana deposito dan isi formulirnya. Serahkan formulir beserta dokumen yang sudah kamu persiapkan tadi lalu tungu proses pencairannya hingga selesai.

Perlu diketahui, deposito tidak bisa dicairkan sebelum jangka waktu yang telah ditetapkan. Jika memang diperlukan untuk hal yang mendesak, kamu akan menanggung pinalti yang umumnya disesuaikan dengan minimal dana yang ditarik, seperti:

Penarikan dana deposito Rp100 juta-Rp10 miliar, pinalti Rp2 juta.

Keuntungan Deposito BRI

Sebagai salah satu produk investasi yang menguntungkan, tentunya ada banyak sekali keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan membuka deposito di bank BRI. Di antaranya:

  • Memiliki banyak pilihan jangka waktu penarikan, yakni 1,3,6,8,12,18,24, dan 36 bulan.
  • Nasabah memiliki keleluasaan memilih jangka waktu sesuai dengan kebutuhan
  • Bebas biaya administrasi setiap bulannya
  • Suku bunga kompetitif
  • Pencairan sebagian nominal tanpa merubah nomor rekening
  • Pencairan di unit kerja lainnya
  • Bisa memperpanjang tenor deposito secara otomatis dengan mekanisme automatic rollover (ARO)
  • Nilai deposito dapat dicairkan sebagian
  • Penempatan dana deposito dapat dilakukan dengan cara tunai/cash, dari rekening tabungan BRI, dan transfer/kliring dari rekening bank lain.

Kekurangan Deposito BRI

Meskipun ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan, ada juga kekurangan yang dimiliki dari deposito bank BRI ini, seperti antara lain:

  • Nilai deposit awal lebih besar dari tabungan, minimal Rp5 juta – Rp 10 juta
  • Keuntungan bunga hanya dapat dinikmati saat jatuh tempo
  • Ada pinalti bagi pencairan deposito sebelum jatuh tempo
    Bunga deposito mengikuti perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI)
  • Besaran bunga di bawah keuntungan obligasi pemerintah dan saham

Menginvestasikan uang dalam bentuk deposito bisa menjadi alternatif selain menabung, selain itu dana yang kamu simpan juga lebih aman dan minim risiko. Kamu juga tidak perlu lagi khawatir dana tersebut harus kamu ambil sewaktu-waktu dan berujung semakin habis. Deposito bisa menjadi sarana mengumpulkan uang dalam jangka waktu tertentu, sehingga pada akhir waktu tersebut kamu memiliki sejumlah uang yang tidak bisa diganggu gugat dan tentu saja dana akan tetap aman karena disimpan di bank.

Selain investasi dalam bentuk deposito, kamu bisa mendapatkan perlindungan finansial dalam bentuk lainnya. Contohnya adalah asuransi. Nah, kamu bisa membeli produk asuransi terbaik sesuai yang kamu butuhkan hanya dengan mengunduh Qoala.app, lho! Dengan mudah dan cepat, kamu akan bisa langsung memiliki asuransi yang kamu butuhkan, mulai dari jenis asuransi mobil hingga asuransi proteksi smartphone bisa kamu dapatkan dengan mudah hanya lewat HP.

Bagikan ke Teman:
Frieda Isyana Putri
Avid reader and a storyteller. I love the smell of new things, like new books, adventures and places.
Cari Asuransi Terbaik di Qoala