15 Makanan Pantangan Ibu Hamil yang Perlu Dihindari

Artikel ini terakhir diperbarui August 23, 2021 by Zaky Afdika
15 Makanan Pantangan Ibu Hamil yang Perlu Dihindari
Sumber Foto: Prostock-studio Via Shutterstock
Bagikan ke Teman:

Kehamilan merupakan hal yang menyenangkan sekaligus tantang bagi seorang calon ibu. Pasalnya, saat sedang hamil, asupan nutrisi bagi calon ibu merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Seperti yang telah diketahui, asupan nutrisi yang sehat dan seimbang tentu dibutuhkan untuk menjaga tubuh tetap sehat, termasuk membantu perkembangan janin di dalamnya. Hingga akhirnya, masa kehamilan dapat berlangsung dengan baik hingga proses persalinan nanti. Kira-kira apakah ada makanan pantangan ibu hamil?

Tak hanya mengonsumsi berbagai jenis makanan dengan gizi sehat dan seimbang, ada beberapa pantangan makanan dan minuman yang juga perlu dihindari oleh ibu hamil. Sebab terdapat beberapa makanan yang mempunyai kandungan buruk bagi kesehatan ibu dan juga kandungannya. Dengan demikian, beberapa pantangan makan ibu hamil ini sebaiknya tak dikonsumsi untuk mencegah berbagai kondisi buruk yang dapat membahayakan bayi dan janinnya.

Pantangan makanan dan minuman untuk ibu hamil bisa berupa beberapa jenis ikan yang mengandung merkuri, daging mentah atau setengah matang, telur mentah, atau berbagai makanan yang dimasak setengah matang lainnya dan beberapa minuman yang belum layak untuk dikonsumsi. Selain itu, ibu hamil juga perlu menghindari konsumsi makanan berkalori kosong yang hanya mengandung gula dan lemak tinggi, seperti permen atau keripik.

Selain untuk mengetahui beberapa pantangan makanan dan minuman untuk ibu hamil, kamu juga perlu mengetahui berbagai makanan bernutrisi tinggi yang baik dikonsumsi selama masa kehamilan. Berikuti ini Qoala akan memberikan informasi terkait pantangan untuk ibu hamil yang dapat membantu keberlangsungan masa kehamilan yang sehat dan lancar hingga persalinan kelak.

1. Telur mentah

pantangan ibu hamil telur mentah
Sumber Foto: MasAnyanka Shutterstock

Telur merupakan salah satu makanan yang mudah diperoleh dan harganya relatif murah. Makanan favorit banyak orang ini bisa diolah dengan berbagai cara, seperti halnya digoreng ceplok, didadar, ataupun direbus. Tentunya tingkat kematangannya pun juga bisa dibuat sesuai selera, bisa matang sempurna atau setengah matang.

Jika ibu hamil 2 bulan sedang ngidam makan telur atau ingin menjadikan telur ke dalam menu makanan harian, sebaiknya hindari menyajikan telur setengah matang atau telur mentah. Hal ini dikarenakan telur yang belum matang sempurna bisa saja mengandung bakteri Salmonella yang dapat membuat ibu hamil akan mengalami keracunan makanan.

Gejala yang biasanya muncul akibat infeksi bakteri ini adalah demam tinggi, muntah, sakit perut, sakit kepala, diare, dan dehidrasi. Pada beberapa kasus, tingkat keparahan gejala bisa sangat berat hingga menyebabkan persalinan prematur atau bahkan keguguran.

Selain itu, perlu juga memperhatikan tingkat kematangan telur, sebaiknya ibu hamil juga segera mengonsumsi telur setelah dimasak untuk menghindari kontaminasi bakteri. Sebab terlalu lama membiarkan makanan, terlebih yang tidak diolah dengan baik, dapat memicu tumbuhnya bakteri penyebab penyakit listeriosis. Jika hal tersebut terjadi pada ibu hamil, infeksi ini dapat berisiko tinggi menyebabkan keguguran atau bahkan bayi meninggal dalam kandungan atau stillbirth.

2. Ikan dan makanan laut yang tinggi merkuri

Seperti yang diketahui, ibu hamil memerlukan asupan makanan dari berbagai macam makanan sehat. Ikan atau seafood merupakan salah satu makanan yang kaya zat gizi, dan ibu hamil harus menambahkannya ke dalam asupan mereka. Tentunya akan muncul pertanyaan, bolehkah ibu hamil muda mengonsumsi ikan dan makanan laut atau biasa kita kenal seafood?

Ibu hamil ternyata sangat diperbolehkan makan seafood. Meski tak semua seafood aman bagi ibu hamil, tetapi seafood dianggap mengandung zat gizi yang sangat diperlukan oleh ibu hamil. Seafood, seperti halnya ikan dan kerang, sebagai sumber protein, zat besi, dan seng yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Kebutuhan zat besi dan protein wanita akan meningkat saat hamil dibandingkan dengan sebelum hamil untuk mendukung pertumbuhan bayi, perubahan fisik ibu hamil 4 bulan, dan juga untuk membantu mencegah anemia saat hamil.

Selain itu, seafood ternyata juga mengandung asam lemak omega-3, termasuk asam dokosaheksanoik (DHA), yang sangat diperlukan untuk perkembangan otak bayi, apalagi saat trimester ketiga di mana pertumbuhan otak bayi berlangsung sangat cepat. Omega-3 yang terkandung pada seafood juga dapat mengurangi perdarahan dan risiko bayi lahir prematur. Diet kaya ikan juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung dengan mengurangi pembekuan darah dan kadar trigliserida (lemak darah) serta menurunkan tekanan darah jika memiliki tekanan darah tinggi yang sudah ada sebelumnya.

Tetapi ada beberapa jenis seafood, seperti ikan predator, mengandung kadar merkuri yang tinggi. Merkuri di sini dapat menumpuk dalam aliran darah dari waktu ke waktu. Faktanya, terlalu banyak merkuri dalam aliran darah dapat merusak perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Oleh sebab itu, pilihlah jenis seafood yang tidak mengandung merkuri tinggi, terutama saat hamil.

The Food and Drug Administration (FDA) Amerika juga merekomendasikan ibu hamil makan setidaknya 8 -12 ons (340 gram) atau sekitar 2-3 porsi per minggu berbagai jenis makanan laut yang rendah merkuri.

3. Daging mentah

Selanjutnya, selain telur, makanan mentah yang harus dihindari saat hamil adalah daging. Konsumsi daging mentah juga perlu diperhatikan karena dapat berisiko terkontaminasi parasit toksoplasma. Jika masuk ke tubuh, parasit nantinya akan menyebar ke janin melalui plasenta dan meningkatkan risiko penyakit toksoplasmosis.

Toksoplasmosis merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh infeksi protozoa Toksoplasma gondii. Penyebab utama biasanya faktor makanan, yakni mengonsumsi daging kurang matang serta tercemar parasit, seperti daging kambing, babi, dan rusa.

Penderita toksoplasmosis umumnya tidak merasakan sakit karena tidak menimbulkan gejala. Diagnosis Toksoplasmosis akan ditentukan dengan keberadaan Toksoplasma gondii di tubuh. Pemeriksaan darah, cairan tubuh, ataupun jaringan biasanya diperlukan untuk mendukung diagnosis.

4. Makanan dan minuman beralkohol

Pantangan ibu hamil lainnya adalah mengonsumsi makanan dan minuman beralkohol saat hamil. Hal ini ternyata dapat meningkatkan risiko bayi mengalami sindrom alkohol janin atau disebut fetal alcohol syndrome. Bayi yang mengalami sindrom ini biasanya akan memiliki berat badan lahir rendah, mengalami gangguan perilaku, dan tumbuh kembangnya terhambat.

Konsumsi minuman beralkohol pada saat trimester pertama kehamilan juga dapat meningkatkan risiko bayi mengalami cacat lahir, sehingga ibu hamil muda perlu menghentikan kebiasaan ini sejak awal masa kehamilan. Dan jangan ragu untuk meminta bantuan orang terdekat atau dokter apabila ibu hamil mengalami kecanduan dan sulit menghentikan konsumsi makanan dan minuman beralkohol.

5. Pepaya mentah

Ibu hamil nampaknya harus berpikir secara matang sebelum mengonsumsi makanan tertentu karena ada janin yang tumbuh di dalam dirinya. Demikian juga dengan mengonsumi pepaya muda. Pasalnya, beberapa dokter memang mengizinkan ibu hamil mengonsumsi pepaya asal buah itu sudah dalam keadaan matang sempurna sebab ternyata tingkat kematangan pepaya dapat berpengaruh pada pertumbuhan janin.

Pepaya matang kaya akan sumber vitamin A dan B, beta-carotine dan kalium yang diperlukan tubuh. Selama hamil, pepaya matang juga dapat membantu melancarkan kerja sistem pencernaan. Namun bila yang dikonsumsi pepaya muda, menurut sejumlah dokter ini dianggap tidak aman. Selain mengandung pepsins, pepaya juga mengandung zat aktif papain yang bisa memengaruhi tumbuh kembang janin. Dalam kasus tertentu, papain juga dapat menghentikan pertumbuhan janin.

Seperti yang telah dilaporkan British Journal of Nutrition menyatakan bahwa pepsins yang banyak terkandung dalam getah pepaya mentah dapat merangsang terjadinya kontraksi pada rahim hingga keguguran kandungan. Berbeda halnya dengan pepsins, papain ternyata juga melemahkan membran penting yang memengaruhi kelangsungan hidup janin. Jadi jika ibu hamil memiliki riwayat keguguran atau persalinan prematur karena kontraksi dalam rahim, sebaiknya tidak mengonsumsi pepaya muda atau mentah.

6. Susu tidak dipasteurisasi

Susu juga masuk ke dalam daftar makanan dan minuman yang menjadi pantangan bagi ibu hamil 6 bulan. Hal ini yang menjadi penyebab munculnya susu khusus untuk ibu hamil karena dapat membantu melengkapi kebutuhan nutrisi ibu hamil.

Sebagai informasi, ibu hamil tidak boleh minum sembarang susu. Salah satunya susu hewani yang masih mentah dan belum dipasteurisasi termasuk dalam minuman dan makanan yang dilarang untuk ibu hamil. Pasteurisasi merupakan sebuah proses pemanasan selama beberapa detik untuk membunuh bakteri di dalam susu. Susu mentah tersebut dapat menyebabkan keracunan karena kemungkinan masih terdapat bakteri di dalamnya.

Ibu hamil perlu menghindari minum susu murni mentah yang belum dipasteurisasi, baik itu susu sapi, susu kambing, atau binatang perah lainnya karena dapat membahayakan tubuh ibu hamil. Perlu diketahui, bakteri yang terdapat di dalam susu yang belum dipasteurisasi bisa membahayakan janin di dalam kandungan. Namun, ada susu yang tidak termasuk makanan yang dilarang untuk ibu hamil yakni susu yang sudah melalui proses pasteurisasi sebelumnya sehingga aman untuk diminum ibu hamil.

7. Nanas

Salah satu pantangan yang cukup populer adalah menghindari makan nanas karena dianggap dapat menyebabkan keguguran. Lalu benarkah ibu hamil muda makan nanas dapat menyebabkan keguguran?

Faktanya, ibu hamil boleh makan nanas asalkan tidak berlebihan. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mengonsumsi nanas berbahaya selama kehamilan. Buah nanas bahkan termasuk buah yang sehat dan aman untuk dikonsumsi ibu hamil. Sebab, nanas tinggi akan nutrisi yang baik untuk ibu hamil.

Sebagai informasi dalam secangkir buah nanas, terkandung hampir 100 persen asupan vitamin C harian yang direkomendasikan untuk ibu hamil. Nutrisi lain yang terkandung di dalamnya, yaitu asam folat, besi, magnesium, mangan, tembaga, hingga vitamin B6.

Manfaat lainnya dari buah nanas untuk ibu hamil adalah antara lain:

  • Vitamin B1 yang dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan sistem saraf.
  • Vitamin B6 yang dapat meringankan anemia, morning sickness, dan baik untuk beberapa fungsi tubuh.
  • Vitamin C yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  • Mangan yang dapat menjaga kesehatan tulang.
  • Tembaga yang penting untuk kesehatan rambut dan mata.

Selain itu, nanas juga rendah lemak jenuh dan mengandung serat yang dapat meringankan sembelit. Nutrisi-nutrisi tersebut penting untuk kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin. Meski demikian, pastikan ibu hamil tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

Makan nanas untuk ibu hamil dalam jumlah yang besar nantinya dapat menyebabkan efek tidak nyaman, apalagi jika perut sensitif. Asam dalam nanas bisa membuat perut menjadi mulas atau mengalami refluks. Mengonsumsi terlalu banyak nanas juga dipercaya dapat merangsang usus yang bisa memicu rangsangan rahim untuk kontraksi sehingga menyebabkan persalinan. Namun, tak ada bukti yang menunjukkan bahwa hal ini benar-benar terjadi.

Sebagian besar kalori dalam nanas berasal dari gula. Oleh karena itu, memakannya secara berlebihan dapat meningkatkan kadar gula darah. Jika ibu hamil menderita diabetes gestasional, hal ini tentu bisa membahayakan kondisi ibu hami. Sehingga, untuk menghindari seluruh efek tersebut, makanlah nanas dalam jumlah yang wajar karena apa pun yang berlebihan tidaklah baik.

8. Biji adas, fenugreek dan wijen

pantangan ibu hamil wijen
Sumber Foto: Elena Schweitzer Via Shutterstock

ak ada yang perlu dipermasalahkan untuk mengonsumsi biji adas, fenugreek dan wijen dalam jumlah yang sedikit. Pasalnya banyak yang berpendapat ketiga jenis biji ini dapat merangsang kontraksi rahim yang menyebabkan kelahiran prematur atau keguguran. Meski belum ada penelitian yang membuktikan kebenerannya. Maka sebaiknya jangan mengonsumsinya terlalu banyak atau bisa untuk menghindarinya.

9. MSG

Saat hamil, tentunya ibu hamil harus cermat soal memilih makanan sehat. Pasalnya, makanan yang biasanya aman dikonsumsi, dalam kadar tertentu bisa saja membahayakan kehamilan dan janin. Namun tak perlu khawatir, sebab MSG tergolong aman untuk ibu hamil dan tidak membahayakan janin, asalkan tidak dikonsumsi secara berlebihan.

Akan tetapi, lebih baik Ibu hamil mengurangi atau menghindari konsumsi makanan atau minuman yang mengandung MSG saat hamil. Agar kondisi kehamilan tetap terjaga dan terhindar dari risiko gangguan kesehatan akibat mengonsumsi MSG. Ada beberapa hal yang perlu ibu hamil trimester 1 waspadai saat mengonsumsi makanan yang mengandung MSG, antara lain:

  • Kandungan natrium dalam MSG

Biasanya, makanan yang mengandung MSG juga memiliki kandungan natrium yang cukup tinggi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau setiap orang, termasuk kepada ibu hamil, untuk membatasi asupan sodium atau natrium, yaitu tidak melebihi 2.000 mg per hari. Asupan natrium yang berlebihan saat hamil dapat meningkatkan penumpukan cairan tubuh dan tekanan darah.

  • Kenali MSG dalam produk makanan kemasan

Sebelum ibu hamil membeli dan mengonsumsi makanan kemasan, perlu diperhatikan kembali kandungan MSG yang terkandung di dalamnya. Beberapa produk kemasan juga mengandung bahan lain yang dapat mengandung MSG, seperti hydrolyzed soy protein, glutamic acid, yeast extract, sodium caseinate, dan autolyzed yeast.

  • Punya riwayat alergi MSG

Hal lain yang patut diwaspadai adalah hindari konsumsi makanan yang mengandung MSG, jika sebelumnya ibu hamil pernah mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsinya.

Meski dianggap aman, konsumsi MSG selama hamil sebaiknya perlu dibatasi. Agar lebih aman, ibu hamil disarankan untuk menjalani pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, seperti sayur dan buah serta aneka hidangan yang tidak banyak mengandung garam, gula, dan lemak jenuh.

10. Pemanis buatan

Sebagai informasi, ternyata tidak semua pemanis buatan aman dikonsumsi oleh ibu hamil trimester 3. Jika terlalu sering dan banyak dikonsumsi, pemanis buatan jenis dapat membahayakan kesehatan ibu hamil dan janin. Ini salah satu penyebab mengapa ibu hamil perlu lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman saat hamil.

Tak bisa dihindari, sebagian ibu hamil memang akan mengalami fase ngidam makanan manis dan kerap sulit untuk tak dituruti. Meski sebenarnya boleh saja, ibu hamil juga perlu lebih hati-hati jika makanan atau minuman manis yang Bumil konsumsi mengandung pemanis buatan. Pasalnya, ada beberapa jenis pemanis buatan yang justru bisa menimbulkan masalah kesehatan, tidak hanya pada ibu hamil, tapi juga janis yang masih berada di dalam kandungan.

Berikut ini adalah beberapa pemanis buatan yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil, antara lain:

  • Sakarin

Umumnya, pemanis buatan jenis sakarin sebenarnya masih dianggap aman untuk dikonsumsi selama jumlahnya tidak berlebihan. Namun, bagi ibu hamil, hal ini perlu pertimbangan dengan cukup matang. Karena, sejumlah penelitian menemukan bahwa sakarin dapat masuk ke dalam plasenta dan meningkatkan risiko janin menderita kanker kandung kemih.

  • Siklamat

Sampai saat ini, masih belum ada penelitian yang menyatakan atau bisa membuktikan bahwa pemanis buatan jenis siklamat aman bagi ibu hamil atau janin di dalam kandungan. Oleh sebab itu, ibu hamil disarankan untuk tidak mengonsumsi pemanis buatan siklamat tanpa anjuran dokter.

11. Keju lunak

Keju merupakan salah satu produk olahan susu yang difermentasi. Proses fermentasi ini juga melibatkan bakteri seperti Lactobacillus dan Lactococcus. Tak perlu khawatir, bakteri di sini merupakan bakteri baik. Bakteri ini bersifat asam sehingga dapat mematikan bakteri yang jahat karena ia tidak bisa hidup dalam kondisi yang asam.

Dilansir dari situs Harvard Health Publishing, makan keju saat hamil justru aman untuk dilakukan. Bakteri baik dari proses fermentasi justru dibutuhkan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin. Beberapa manfaat makan keju lainnya saat hamil seperti membantu pertumbuhan tulang pada janin dan mencegah ibu dari osteoporosis. Sebab keju kaya akan kalsium yang berasal dari susu yang menjadi bahan utamanya.

Akan tetapi, tak semua jenis keju bebas dari risiko penyakit. Pasalnya, ada beberapa jenis keju dapat berbahaya bagi kehamilan karena mudah terkontaminasi oleh bakteri jahat. Salah satunya keju lunak. Jenis keju ini memiliki tekstur yang sangat lunak sehingga sulit diparut atau bahkan berupa krim.

Keju jenis ini disebut dengan soft cheese. Contohnya yaitu cream cheese, cottage cheese, camembert, feta, Neufchatel, dan quark.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh Assiut Veterinary Medical Journal, soft cheese lebih berisiko terkontaminasi bakteri jahat seperti Salmonella. Dalam hal ini, keju tersebut mengandung air sebanyak 50% atau lebih sehingga bersifat sangat lembap. Makanan yang lembap dan basah sangat disukai oleh bakteri penyebab penyakit.

12. Makanan kemasan yang tinggi natrium

Salah satu pantangan ibu hamil yang memiliki riwayat hipertensi adalah menghindari makanan kemasan dengan kandungan natriut yang tinggi. Sebab natrium adalah zat yang dapat menyebabkan meningkatnya tekanan darah ibu hamil, salah satu bentuk natrium adalah garam.

Kebanyakan sumber natrium yang bisa konsumsi berasal dari makanan olahan atau industri, yang diproduksi dengan cara diasinkan, diasap, diawetkan, dikeringkan, dibekukan, dikalengkan, dan lain sebagainya. Contohnya kornet, sosis, nugget, daging asap, bakso, daging burger (patty) kemasan, cemilan kemasan yang rasanya gurih, sup bubuk kemasan dan sup kalengan, mie instan, saus instan (seperti saos tomat sachet, botolan, saus marinara siap saji, dan lain sebagainya), makanan kemasan beku (frozen food), dan acar.

Selain garam, bentuk natrium lain yang juga umum ditambahkan dalam makanan adalah MSG (monosodium glutamat), alias micin atau vetsin. Penambahan garam dapur dan/atau MSG pada waktu memasak atau saat makan dapat menambah asupan natrium.

Terlalu banyak natrium juga dapat menyebabkan retensi air yang meningkatkan tekanan pada jantung dan pembuluh darah. Maka, tak heran jika makanan tinggi garam menjadi salah satu pantangan makanan bagi ibu hamil dengan hipertensi.

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan RI menganjurkan orang-orang yang memiliki hipertensi untuk mengurangi konsumsi garam, yaitu menjadi 1,5 gram per hari atau 3,5 – 4 gram per hari. Ini sama halnya atau setara dengan setengah sendok teh kecil garam dapur, atau bahkan mungkin kurang dari itu.

13. Sayuran mentah dan kecambah

Tauge adalah salah satu sayuran yang baik untuk kesehatan tubuh. Kecambah ini punya beragam manfaat jika diolah dan dimasak dengan benar. Selain memiliki kandungan rendah kalori, tauge juga merupakan sumber nutrisi. Kandungan vitamin dan mineralnya pun beraneka ragam.

Umumnya, proses bertunas tauge meningkatkan kadar nutrisinya. Hal ini membuat tauge lebih kaya protein, folat, magnesium, fosfor, mangan, serta vitamin C dan K dibanding tanaman yang tidak bertunas. Sayuran tauge juga lebih mudah dicerna dan mengandung antioksidan penting. Oleh sebab itu, tauge sangat bermanfaat termasuk bagi ibu hamil. Tapi, ternyata makan tauge mentah juga memiliki risiko yang berbahaya untuk ibu hamil.

Beberapa jenis makanan yang menggunakan tauge mentah sebagai campuran, misalnya sambal tauge mentah, harus dihindari ibu hamil. Dalam hal ini, sangat tidak disarankan untuk makan tauge mentah untuk ibu hamil.

Tauge mentah jelas tidak aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Hal ini disebabkan oleh bakteri seperti Listeria, Salmonella, dan E. coli dapat berpindah ke dalam biji kecambah melalui celah pada cangkang. Begitu ada di dalam benih, bakteri tumbuh dalam kondisi lembap dan hangat. Bakteri ini akan memicu kondisi yang sangat berisiko bagi ibu hamil.

Listeriosis sendiri dapat menyebabkan bayi lahir mati (stillbirth), keguguran, infeksi berbahaya, dan kelahiran prematur pada bayi baru lahir. Sementara, untuk Salmonella dan E. coli dapat menyebabkan penyakit yang juga bisa berakibat fatal. Begitu juga dengan sayuran mentah lainnya.

14. Tomat Kaleng

Buah yang seringkali disebut sayur memanga sangatlah menyehatkan. Namun, ketika sedang hamil, lebih baik menghindari tomat apalagi dalam bentuk kaleng. Terlebih lagi ibu hamil biasanya mencampurkan tomat kalengan saat membuat sambal. Hal ini dikarenakan bisa saja tomat yang dikemas dalam kaleng sudah mengandung bahan pengawet yang cukup tinggi. Pengawet inilah yang ditakutkan dapat membahayakan kesehatan dan juga janin yang ada di dalam rahim.

15. Anggur

Anggur merupakan buah yang memiliki kandungan resveratrol. Biasanya resveratrol dapat menyebabkan ketidakstabilan hormon selama masa kehamilan. Anggur juga dianggap bisa menaikkan temperatur tubuh, sehingga dapat merugikan bumil dan janinnya. Selain itu, saat mengonsumsi anggur yang tidak dicuci dan dikupas juga berbahaya untuk ibu hamil. Dan keasaman yang ada pada anggur dapat meningkatkan rasa mual bahkan diare untuk ibu hamil di pagi hari. Tak hanya itu, beberapa ibu hamil juga mengalami kesulitan mencerna kulit anggur hitam karena sistem pencernaannya melemah.

Beberapa pantangan makanan dan minuman ibu hamil di atas perlu diperhatikan. Sebab kesehatan dan keselamatan bayi serta janin menjadi hal utama yang perlu dijaga. Jika memang memasuki fase ngidam dan tak bisa dihindari, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter merupakan hal yang penting. Di samping itu, sebagai calon ibu, juga perlu memerhatikan biaya yang akan dikeluarkan selama hamil. Dari biaya konsultasi, biaya USG, biaya persalinan hingga biaya untuk anaknya di masa depan. Tak perlu khawatir apalagi pusing untuk memikirkan hal tersebut. Pasalnya, biaya tersebut bisa terselesaikan dengan satu hal, yakni asuransi.

Saat ini, sudah banyak asuransi yang memberikan jaminan untuk ibu hamil, dari biaya konsultasi hingga biaya persalinan. Bahkan biaya pendidikan untuk sang anak pun juga tersedia. Jika, kamu tertarik untuk memilki dan memakai asuransi sebagai persiapan persalinan dan pendidikan anak nantinya, kamu bisa mendapatkan informasinya melalui Qoala App atau membacanya lebih lanjut di Blog Qoala.

Bagikan ke Teman:
Fitrianingsih
A mother who loves to write. Because writing is the painting of the voice.
Cari Asuransi Kesehatan Terbaik di Qoala