15 Tips Memilih Aplikasi Peminjaman Uang Online 2021

Artikel ini terakhir diperbarui June 21, 2021 by Zaky Afdika
15 Tips Memilih Aplikasi Peminjaman Uang Online 2021
Sumber foto: Jaaak via Shutterstock
Bagikan ke Teman:

Aplikasi peminjaman uang online bisa jadi solusi instan bagi orang yang butuh dana cepat. Pasalnya meminjam uang melalui Peer to Peer (P2P) Lending lebih mudah dibanding persyaratan meminjam uang di bank konvensional. Hanya dengan KTP, kamu sudah bisa mendapatkan pinjaman dana mulai dari Rp100 ribu sampai Rp10 juta bahkan lebih.

Terdapat beberapa keunggulan pinjaman uang melalui fintech dibandingkan dengan bank. Salah satunya, berupa kemudahan syarat pinjaman uang online tanpa jaminan dan langsung cair dalam hitungan menit atau jam.

Hanya saja, maraknya perusahaan (P2P) Lending ilegal membuatmu harus berhati-hati saat mencari tempat meminjam uang. Supaya aman, berikut tips memilih aplikasi peminjaman uang online terpercaya yang telah tim Qoala rangkum.

1. Pilih Perusahaan P2P yang Terdaftar di OJK

Memilih pinjaman resmi akan melindungi calon peminjam dari efek negatif pinjaman ilegal. Pinjaman online yang legal wajib mengikuti aturan dan regulasi dari OJK demi melindungi konsumen. Kamu bisa masuk ke situs OJK dan melihat daftar pinjaman online resmi yang diawasi OJK. Pinjam hanya dari lembaga yang terdaftar resmi di OJK.

Kamu juga bisa melihat daftar pinjaman online resmi di website AFPI yang menaungi semua perusahaan P2P terdaftar di OJK. Jangan sampai kamu terjebak dengan pinjaman uang online tanpa jaminan dan syarat langsung cair, namun memiliki bunga yang sangat tinggi layaknya rentenir.

2. Pahami Jenis Pinjaman online Pribadi

Tak hanya menawarkan kemudahan hanya bermodalkan KTP, pinjaman online langsung cair punya banyak jenis varian produk. Berbagai jenis produk pinjaman online tanpa ribet meliputi:

  • Pinjaman dengan tenor harian: mulai dari 10 hari sampai dengan 30 hari. Nasabah harus membayar pokok dan pinjaman sekaligus saat jatuh tempo
  • Pinjaman dengan cicilan: cicilan yang ditawarkan fintech biasanya jangka pendek, di bawah 1 tahun. Nasabah bisa memilih cicilan mingguan, contohnya pembayaran setiap dua minggu
  • Pinjaman kepada merchant atau online yang berjualan di platform e-commerce: Biasanya perbankan tidak memberikan pinjaman ke usaha yang tidak memiliki wujud fisik, sementara fintech melakukan terobosan dengan berani kredit ke toko online.
  • Pinjaman untuk melanjutkan pendidikan: Cocok buat kamu yang ingin mencicil biaya perkuliahan dan biaya kursus sampai 100% dari yang dibutuhkan. Biasanya tanpa uang muka, dan bunga mulai dari 1% flat per bulan.

Setelah menemukan jenis pinjaman uang online tanpa jaminan, langkah selanjutnya memenuhi syarat dan ketentuan dari setiap produk pinjaman itu.

3. Mengetahui Biaya Pinjaman

Walau pinjaman online langsung cair dengan KTP memang menggoda, ada baiknya kamu mengetahui biaya apa saja yang harus dibayar saat pinjaman jatuh tempo beserta dengan pokok pinjaman. Pasalnya fintech tidak hanya membebankan biaya bunga, melainkan juga biaya lainnya.

Berikut jenis biaya dari pinjaman uang online tanpa jaminan dan syarat langsung cair:

  • Biaya saat mengajukan pinjaman: mencakup biaya timbul di muka (upfront fee)/biaya admin, bunga, biaya asuransi atau pertanggungan lain, serta provisi. Kamu harus mengecek biaya ini dan biasanya dijelaskan dalam FAQ pinjam meminjam
  • Biaya bila peminjam melakukan pelunasan dipercepat (early repayment): Enggak semua Fintech membebankan biaya ini, namun ada yang meminta nasabah membayar fee bila melunasi lebih cepat dari jatuh tempo yang seharusnya
  • Biaya keterlambatan dan biaya penagihan pihak ketiga: Kamu harus membayar denda keterlambatan yang jenisnya bisa bermacam-macam saat menunggak pembayaran

Kamu harus mencermati biaya di atas sebelum mengajukan pinjaman uang online tanpa jaminan dan syarat langsung cair.

4. Pahami Perhitungan Bunga Pinjaman online Pribadi

Pinjaman online biasanya menawarkan tenor harian dan juga bulanan, tergantung fleksibilitasnya. Kamu bisa mengajukan pinjaman selama 10 hari maupun 30 hari. Bila menggunakan masa pinjaman harian, kamu harus memperhatikan dua cara perhitungan bunga sebagai berikut:

  • Bunga flat dengan kewajiban: dihitung berdasarkan pokok pinjaman. Contohnya pinjaman 1 juta selama 30 hari dengan bunga per hari 0.5%, maka bunga adalah (0.5% x 30 = 15%) x 1 juta menjadi Rp150 ribu.
  • Bunga Berbunga (compounding) dengan kewajiban: dihitung berdasarkan pokok pinjaman dan bunga pinjaman. Contohnya pinjaman 1 juta selama 30 hari dengan bunga per hari 0.5%, maka kewajiban bunga compounding (0.5%2 x 30 x 1 juta) menjadi Rp161 ribu.

Kamu bisa melihat cara perhitungan bunga yang diterapkan oleh fintech saat mengajukan pinjaman uang online tanpa jaminan.

5. Punya Layanan Konsumen

Salah satu faktor yang membedakan perusahaan abal-abal dengan perusahaan yang kredibel adalah tersedianya customer service untuk melayani konsumen. Tujuannya untuk melayani dan menampung keluh kesah konsumen demi meningkatkan kualitas pelayanan.

Saat hendak memilih aplikasi pinjam uang online, kamu bisa mengecek apakah perusahaan itu memiliki layanan konsumen jelas dan mudah dihubungi. Mulai dari nomor telepon, email, dan alamat kantor. Supaya nanti bila ada masalah, kamu bisa dengan mudah menghubungi dan mendapatkan respon cepat.

6. Website dan Aplikasinya Terjamin Keamanannya

Perusahaan Peer to Peer (P2P) Lending tentu punya situs dan aplikasi dengan sistem keamanan berlapis termasuk lolos audit dan sertifikasi ISO teknologi informasi. Tujuannya untuk melindungi data konsumen beserta menjaga privasinya supaya tidak tersebar ke pihak luar.

Kamu bisa melihat keamanan situs dari logo gembok atau tergembok di kiri atas. Tanda itu menjadi bukti bahwa keamanan situs terjamin sehingga aplikasi pinjam uang online itu terpercaya.

7. Pinjam Sesuai Kemampuan

Walau menggunakan aplikasi peminjaman uang online terpercaya sekalipun, kamu harus menghitung besaran bunga cicilan perhari atau perbulan. Tujuannya untuk mengukur kesanggupan kamu untuk melunasinya.

Meminjam uang sesuai kemampuan akan membuatmu bisa membayar tepat waktu dan tidak harus membayar denda keterlambatan. Kamu juga akan terhindar dari tindakan gali lubang tutup lubang dengan mengambil pinjaman lagi untuk menutup pinjaman yang lama.

Jangan tergoda dengan rayuan pinjam uang 30 juta tanpa jaminan yang bisa membuatmu terjebak pada bunga utang bila pelunasannya berlarut-larut.

8. Pahami Kontrak Pinjaman

Tips meminjam uang di aplikasi peminjaman uang online terpercaya lainnya yang enggak kalah penting adalah meneliti kontrak perjanjian yang ditawarkan. Bila ada hal yang belum jelas kamu bisa menanyakannya ke customer service.

Kontrak menjadi dasar hukum pinjam meminjam karena segala hak dan kewajiban pihak yang terlibat diatur dalam kontrak. Selain itu, kontrak pinjaman bisa bervariasi, mulai dari yang simpel seperti pinjaman dana tunai jangka waktu pendek, sampai yang cukup rumit terkait usaha seperti bila terdapat jaminan atau agunan atas pengajuan pinjaman.

Walau pinjaman online bisa langsung cair dalam hitungan menit, pastikan isi kontraknya masuk akal dan bisa kamu patuhi selama membayar pinjaman dana.

9. Transparansi Biaya

Karena bersifat online, pinjaman uang pribadi melalui aplikasi atau website membutuhkan kejelasan dalam proses, persyaratan, maupun biaya. Transparansi menjadi penting untuk mengetahui besaran bunga, jangka waktu pinjaman dan biaya-biaya terkait. Seharusnya calon nasabah sudah bisa melihat semua informasi itu dengan mudah dan transparan di halaman awal website atau aplikasi.

Aplikasi peminjaman uang online terpercaya tentu sangat transparan sehingga calon peminjam bisa melihat rinci persyaratan, bunga, kapan jatuh tempo dan biaya-biaya, di halaman situs.

Namun, tak sedikit pula website pinjaman online yang kurang jelas mencantumkan semua ketentuan peminjaman. Berapa bunganya tidak jelas dan biaya yang dibebankan ke peminjam tidak transparan. Tak jarang, calon peminjam harus mengulik ke dalam website guna menemukan informasi penting itu.

10. Pelajari Kemudahan Persyaratan yang Ditawarkan

Sekarang ini banyak pinjaman uang online yang menawarkan kemudahan syarat dan tanpa jaminan. Kemudahan syarat jadi daya tarik pinjaman online dibandingkan pinjaman konvensional. Persyaratan yang diajukan pinjaman online biasanya hanya meminta KTP dan foto sebagai persyaratan dokumen. Tentu saja hampir semua orang bisa memenuhinya.

Tapi ada juga tempat pinjaman online langsung cair yang mewajibkan dokumen cukup banyak seperti Kartu Keluarga, rekening listrik dan lain-lain. Bukan persyaratan yang mudah dipenuhi.

Jadi tidak semua pinjaman online bisa langsung cair tanpa jaminan dan syarat, karena meminjamkan uang kepada orang lain merupakan salah satu tindakan yang beresiko tinggi.

11. Kecepatan Pencairan

Kecepatan pencairan menjadi salah satu keunggulan dari pinjaman online, bahkan mereka mengklaim lebih cepat dari bank. Tapi kenyataannya, kecepatan pencairan dana setiap aplikasi pinjam uang online berbeda-beda.

Ada pinjaman uang online tanpa jaminan dan syarat yang bisa langsung cair dalam waktu 1 minggu, namun tidak sedikit yang sanggup mencairkan pinjaman kurang dari 1 hari. Peminjam harus mengetahui seberapa tepat klaim janji kecepatan itu dan kapan persetujuan pinjaman dan dana masuk ke rekening.

Hal ini patut diperjelas karena tidak semua pinjaman online menerapkan definisi yang sama. Ada yang bilang persetujuan cepat, bila semua syarat pinjaman online terpenuhi dan verifikasi selesai dilakukan. Ada pula yang antara persetujuan dan pencairan membutuhkan jeda waktu yang lumayan.

12. Pertimbangkan Fleksibilitas Pengajuan

Aplikasi peminjaman uang online terbaik memiliki fleksibilitas berupa besaran jumlah pinjaman maupun jangka waktu pinjaman. Jumlah dana yang bisa kamu pinjam bisa mulai dari Rp500 ribu sampai Rp10 juta atau lebih dengan tenor pinjaman mulai dari 1 bulan sampai tiga tahun. Namun ada juga tempat pinjaman online yang hanya menyediakan dana maksimal Rp2 juta dan waktu pinjaman maksimal 1 bulan.

Kamu juga harus mengetahui, apakah pelunasan peminjaman sebelum jangka waktu dikenakan denda atau tidak. Pasalnya ada beberapa fintech yang mengenakan denda kepada peminjam bila melunasi pinjaman sebelum jatuh tempo.

Oleh karena itu, kamu harus mempertimbangkan fleksibilitas pinjaman, bila perlu bandingkan antara penyedia dan lihat mana yang menawarkan fleksibilitas terbaik. Selain itu tak semua perusahaan P2P menyediakan aplikasi di Android dan IOS. Beberapa masih berupa website dan ini bisa jadi pertimbangan karena mengajukan pinjaman via aplikasi lebih mudah dibandingkan via website.

13. Pertimbangkan Area Jangkauan

Setiap aplikasi peminjaman uang online terpercaya memiliki daerah operasinya masing-masing. Ada yang mampu menjangkau seluruh Indonesia, sementara lainnya hanya sanggup menjangkau beberapa kota seperti Jabodetabek dan sekitarnya.

Beberapa tempat pinjaman online langsung cair dan tanpa ribet sudah mengembangkan sayap keluar Jakarta. Dan ini bisa jadi pertimbangan tersendiri khususnya bagi orang yang tinggal di luar Jakarta. Jadi kamu tidak bisa mengajukan pinjaman bila berdomisili di luar kawasan operasi perusahaan fintech itu.

14. Pahami Data Ponsel Diambil

Pinjaman uang online tanpa jaminan dan syarat yang langsung cair dalam hitungan menit tentu membutuhkan data yang cukup untuk melakukan evaluasi pengajuan kredit. Cara perusahaan fintech melakukan evaluasi kredit tentu menggunakan metode yang berbeda dibandingkan bank.

Aplikasi pinjam uang online memanfaatkan data dari ponsel nasabah untuk menghitung credit scoring untuk menentukan layak tidaknya seseorang mendapatkan kredit. Keberadaan algoritma canggih ini membuat perusahaan Fintech bisa memberikan kredit cepat, tanpa jaminan, dan langsung cair dalam 5 menit.

Sebelum mengambil data nasabah melalui smartphone, perusahaan fintech tentu harus meminta izin ke calon nasabah. Hendaknya nasabah memahami mengenai penarikkan data ponsel ini ketika proses pengajuan kredit online.

Pasalnya banyak nasabah yang komplain karena pihak fintech melakukan penagihan ke keluarga, saudara atau teman dekat nasabah (yang terdapat di phonebook ponsel nasabah). Sementara saat pengajuan, nasabah sudah memberikan persetujuan soal akses data ponsel sehingga penagihan utang bisa sampai ke keluarga atau kerabat.

15. Resiko Menunggak Pinjaman online

Apa kamu pernah memikirkan konsekuensi bila tidak membayar kewajiban pinjaman online? Tentu saja kamu akan ditagih. Mulai dari cara yang lunak berupa reminder SMS dan email, lalu telpon dan kunjungan, sampai keterlibatan pihak ketiga.

Ada baiknya kamu membaca proses penagihan dalam perjanjian pinjaman dengan aplikasi peminjaman uang online terpercaya. Seperti apa caranya dan bagaimana proses penagihan yang dilakukan.

Bila penagihan tidak berhasil dan nasabah tetap menunggak, upaya terakhir perusahaan Fintech dengan melaporkan kewajiban dan status kredit yang menunggak ke kredit biro. Kredit biro mencatat semua pinjaman yang dilaporkan anggota mereka, dalam hal ini bank, pinjaman online fintech, dan perusahaan pembiayaan.

Dengan kata lain, bila kamu punya catatan buruk (menunggak) di kredit biro, kamu berpotensi kesulitan saat mengajukan kredit di lembaga keuangan lain. Pasalnya lembaga keuangan lain akan melihat catatan buruk penunggakan kredit kamu.

Keuntungan Meminjam Uang di Fintech Legal

Memilih aplikasi peminjaman uang online terbaik yang terdaftar di OJK tentu memberikan banyak keuntungan. Apa saja? Berikut Beberapa keuntungan yang kamu dapat:

1. Biaya Bunga Transparan

Biaya bunga transparan dan dibatasi paling tinggi 0.8% per hari sesuai ketentuan terbaru dari OJK

2. Perusahaan Fintech dan Pengaduannya Terjamin

Perusahaan Fintech mudah dihubungi bila ada pengaduan nasabah atau timbul masalah. OJK melakukan sejumlah screening supaya perusahaan P2P fintech yang terdaftar punya sistem pelayanan pelanggan dan pengaduan yang memadai

3. Penagihan Dana Pinjaman Sesuai Ketentuan Otoritas Jasa Keuangan

Menagih dana pinjaman sesuai ketentuan OJK sehingga kemungkinan terjadi cara penagihan yang tidak manusiawi kecil karena pengawasan yang ekstra ketat.

OJK sudah mengatur dan membatasi akses data pribadi nasabah di ponsel sehingga perusahaan peminjam dana harus menggunakannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Kerugian Pinjaman Online Pribadi yang Tidak Terdaftar di OJK atau Ilegal

Salah satu pertimbangan mencari tempat pinjaman online langsung cair dalam hitungan menit adalah sudah terdaftar di OJK. Hal ini untuk menghindari efek negatif dari pinjaman uang online ilegal, salah satunya besaran bunga yang tak rasional. Supaya lebih jelas, berikut kerugian bila menggunakan jasa pinjaman online langsung cair bermodal KTP yang ilegal:

1. Syarat yang Merugikan

Syarat pinjaman yang luar biasa merugikan peminjam. Syarat pinjaman uang online tanpa jaminan dan langsung cair yang ilegal cenderung sangat mudah, tanpa jaminan, langsung cair dalam 24 jam dan tanpa kartu kredit, dan tidak menanyakan keperluan pinjaman. Sementara P2P yang berizin OJK perlu mengetahui tujuan pinjaman serta membutuhkan dokumen-dokumen untuk melakukan credit scoring. Fintech lending ilegal mengenakan biaya dan denda yang sangat besar dan tidak transparan. Sedangkan Fintech Lending yang terdaftar/berizin OJK harus memberikan keterbukaan informasi mengenai bunga, dan denda maksimal. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengatur bunga maksimal 0,8% per hari dan total seluruh biaya termasuk denda adalah 100% dari nilai pokok Pinjaman

2. Akses Data Pribadi yang Berlebihan dan Tidak Aman

Akses data pribadi yang kelewatan. Aplikasi pinjam uang online yang ilegal akan meminta akses kepada seluruh pribadi yang ada di dalam handphone kamu. Tujuannya untuk melakukan penagihan saat pinjaman menunggak. Selain itu, sangat sulit menghapus data pribadi di pinjaman online yang ilegal ini. Sementara P2P yang terdaftar/berizin OJK hanya diizinkan mengakses kamera, microphone, dan Location (pada handphone nasabah.

3. Berisiko Tinggi untuk Ditindak atau Ditutup

Penyelenggara fintech lending yang ilegal menjadi target dari Satgas Waspada Investasi (SWI) bersama Kominfo, Google Indonesia, dan Direktorat Cybercrime Polri. Sementara penyelenggara fintech lending yang terdaftar/berizin OJK berstatus legal sesuai dengan POJK 77/POJK.01/2016

Itulah 15 tips memilih aplikasi peminjaman uang online terpercaya dan terbaik yang bisa kamu pertimbangkan. Masing-masing tips harus kamu ketahui sebelum mengajukan pinjaman online. Aplikasi apa yang menjadi tempat pinjaman online pribadi kamu? Yuk, share ke Qoala! Oh iya, kamu juga bisa dapatkan berbagai informasi seputar keuangan, mulai dari investasi, asuransi, kredit, hingga tabungan hanya di Qoala!

Bagikan ke Teman:
Yogarta Awawa
Seorang penulis, yang subjek tulisannya merentang dari artikel, berita, company profil, cerpen, sampai puisi. Hasil karyanya termuat dalam antologi "Narasi Baru" yang digagas Festival Sastra TangSel 2018 dan "Semesta Jiwa" oleh Komunitas Rumah Semesta.
Cari Asuransi Terbaik di Qoala