Panduan Pinjam Tanpa Riba: Cara, Syarat, hingga Daftar Pilihan

Artikel ini terakhir diperbarui March 15, 2021 by Zaky Afdika
Panduan Pinjam Tanpa Riba: Cara, Syarat, hingga Daftar Pilihan
Sumber foto: Gandi Purwandi via Shutterstock
Bagikan ke Teman:

Kredit modal syariah bisa jadi alternatif buat kamu yang tak ingin terjerat sistem bunga dari bank konvensional. Jenis pinjaman ini menggunakan akad jual beli dengan cara mencicil angsuran sesuai batas waktu yang telah ditentukan oleh lembaga syariah. Sebelum bank atau lembaga syariah mencairkan pinjam tanpa riba, calon nasabah harus menyatakan bahwa penggunaan modal harus digunakan untuk hal-hal yang bersifat halal.

Kamu bisa memilih pinjaman syariah dengan atau tanpa jaminan untuk berbagai keperluan mulai dari modal usaha, renovasi rumah, pergi haji, maupun membeli kendaraan bermotor. Sekarang sudah banyak lembaga yang menyediakan pinjaman syariah dan proses pengajuannya juga enggak beda jauh dengan pinjaman konvensional. Selain itu, yang paling penting, pinjaman islamic yang tersedia di berbagai bank di Indonesia ini bebas riba. Yuk, cek rangkuman lengkap yang sudah Qoala siapkan!

1. Cara dapat pinjam uang tanpa riba

Dari penjelasan di atas, kamu sudah tahu bahwa lembaga syariah menawarkan solusi simpan pinjam tanpa riba. Berikut daftar lembaga yang menawarkan berbagai pinjam tanpa riba:

I. Perbankan syariah

Bank Islam atau konvensional memiliki produk syariah yang menjadi solusi simpan pinjam tanpa riba. Metode yang digunakan berbasis sistem kemitraan bagi hasil dan bagi risiko sehingga risiko kegagalan ditanggung bersama. Bila pinjaman tak bisa dikembalikan, kamu dan pihak bank bisa mencari jalan keluar terbaik.

II. Peer to Peer (P2P) lending

Sekarang ini sudah banyak Peer to Peer (P2P) lending alias pinjaman online berbasis syariah yang langsung cair. P2P Lending menjadi jembatan antara pemberi dan penerima pinjaman. Manfaat yang diterima penerima pinjaman berupa kemudahan mendapatkan dana, sementara manfaat dari pemberi pinjaman berupa biaya sewa atau manfaat atas barang jasa yang digunakan.

III. Pegadaian Syariah

Solusi pinjam tanpa riba selanjutnya ada Pegadaian Syariah yang tidak mengambil keuntungan dalam bentuk bunga atau bagi hasil, melainkan upah jasa pemeliharaan atas barang jaminan yang digadaikan. Metode ini bernama akad rahn yakni menahan harta milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diberikan.

IV. Kartu kredit syariah

Kartu kredit syariah tidak menggunakan sistem riba, dan sebagai gantinya pengguna harus membayar iuran anggota sebagai imbalan izin untuk menggunakan kartu. Besaran iuran tergantung bank syariah yang menerbitkan pinjaman itu. Kartu kredit syariah hanya untuk membeli barang jasa yang halal dan tidak mengandung riba.

Cara Mendapatkan Pinjaman di Bank Syariah

Sudah menentukan lembaga apa yang menjadi tempat solusi simpan pinjam tanpa riba? Berikut cara untuk mendapatkan pinjaman di bank syariah:

  • Melengkapi persyaratan administrasi seperti dokumen identitas diri (KTP, KK) dan pihak bank mungkin akan juga akan meminta slip gaji dan NPWP
  • Bila kurang jelas dengan produk syariah, kamu bisa datang ke kantor terdekat dan berkonsultasi tentang jenis akad pinjaman yang paling cocok dengan kebutuhanmu
  • Perhatikan detail ketentuan pinjaman yang berbeda dengan bank konvensional, mulai dari minimal dan maksimal pinjaman, maksimal jatuh tempo, dsb.
  • Bank akan menyerahkan surat perjanjian pinjaman setelah kamu memenuhi persyaratan dan pengecekan. Surat itu berisi aturan bagi hasil dan konsekuensinya apabila ada kecurangan. Bila setuju, kamu bisa menandatangani perjanjian
  • Pihak bank akan mengirimkan dana pinjaman bentuk tunai
  • Kamu berkewajiban mengembalikan pinjaman bila sudah mendapatkan keuntungan sesuai aturan yang berlaku

2. Syarat pinjaman

Syarat meminjam uang di bank syariah sejatinya gak berbeda jauh dengan bank konvensional. Berikut persyaratan umum meminjam uang di lembaga keuangan syariah:

I. Berkas Identitas Diri

Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) menjadi identitas yang wajib tercantum dalam pengajuan kredit. Data yang tertulis dalam identitas harus valid, misalnya alamat tinggal di KTP harus menjadi lokasi tempat kamu tinggal sekarang. Bagaimana bila alamat tempat tinggal dan KTP berbeda? Kamu harus mencantumkan Surat Keterangan dari Kelurahan setempat. Bila perlu kamu juga bisa mencantumkan KTP pasangan bila sudah berkeluarga.

II. Akta Nikah

Akta nikah menjadi salah satu syarat untuk mengajukan pinjaman. Dokumen ini bisa jadi bukti bahwa harta yang ada adalah milik bersama suami istri dan kedua belah pihak harus mengetahui seluruh aset itu. Tujuannya, bila terjadi suatu masalah yang berkaitan dengan dana pinjaman akan lebih mudah untuk dikonfirmasi.

III. Buku Tabungan

Pihak bank bisa mengetahui kondisi keuangan kamu melalui buku tabungan termasuk kemampuan untuk mengembalikan pinjaman. Catatan tabungan yang diminta bank biasanya dalam jangka waktu tiga bulan terakhir. Jumlah saldo buku rekening kamu menyatakan kesanggupan untuk mengembalikan pinjaman dengan cara mengangsur untuk jangka waktu tertentu.

IV. Surat Keterangan Penghasilan

Surat keterangan penghasilan (SKP) atau slip gaji menjadi salah satu syarat penentu pinjam uang di bank. Bila pinjaman yang diajukan cukup besar sementara jumlah pendapatan kamu kecil, kemungkinan besaran nominal pinjaman yang kamu ajukan tidak disetujui.

V. Bukti Tidak Memiliki Tanggungan dan Cicilan

Tanggungan berupa cicilan, tagihan kartu kredit, atau lainnya, tentu akan mempersulit kamu saat mengajukan pinjaman di bank. Pasalnya pihak bank tidak mau mengambil risiko dengan menyetujui calon kreditor yang masih punya tanggungan yang belum selesai di tempat lain. Jadi sebaiknya selesaikan dulu cicilan sebelumnya, lalu mengajukan cicilan yang baru.

3. Akad-akad yang dibolehkan dalam pinjaman syariah

Sistem pinjaman bank syariah yang berbasiskan hukum islam tanpa riba memang tidak membebankan bunag kepada debitur. Tapi di awal transaksi, nasabah dan bank akan melakukan perjanjian atau akad yang sesuai syariat Islam. Berikut beberapa akad yang sering digunakan dalam pinjaman syariah:

I. Murabahah (Jual Beli)

Akad ini merupakan jual-beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Bank melakukan pembelian atau pemesanan barang sesuai permintaan nasabah selanjutnya menjualnya kepada nasabah sebesar harga beli ditambah keuntungan bank yang disepakati. Misalnya kamu membutuhkan pinjaman untuk membeli sebuah motor seharga Rp23.000.000. Selanjutnya, lembaga penyedia jasa pinjaman uang syariah akan membeli motor itu dan menjual kembali pada kamu dengan harga Rp24.000.000. Selisih harga itu menjadi keuntungan bagi penyedia jasa pinjaman syariah sebagai sistem bunga.

II. Mudharabah

Akad ini berisi perjanjian antara pemilik modal dengan pengusaha yang mana seluruh keuntungan yang diperoleh akan dibagi sesuai dengan rasio yang telah disepakati sebelumnya. Bank syariah akan menanggung penuh resiko kerugian selain akibat kelalaian, kesalahan pengelolaan dan penyimpangan dari peminjam seperti penyalahgunaan, kecurangan dan penyelewengan. Profit sharing atau bagi keuntungan merupakan suatu praktek yang mana total penghasilan dari suatu usaha dikurangi dengan biaya operasional usaha. Persentase keuntungan untuk pihak bank dan nasabah sudah ditetapkan pada saat akad akan ditandatangani.

III. Musyarakah

Musyarakah merupakan akad dengan sistem joint venture atau partnership. Keuntungannya dibagi sesuai rasio yang disepakati. Sementara kerugiannya akan dibagi secara proporsional berdasarkan pada rasio ekuitas yang dimiliki oleh masing-masing pihak. Pembagian hasil usaha berdasarkan total pendapatan usaha yang belum dikurangi dengan biaya operasional. Artinya, pembagian hasil antara peminjam dengan bank syariah dilakukan sesuai pendapatan kotor yang diperoleh peminjam.

IV. Ijarah Wa Iqtina (Sewa dengan perubahan kepemilikan)

Pada akad ini, pihak bank akan terlebih dahulu membeli barang yang diperlukan oleh nasabah. Selanjutnya nasabah akan meminjam atau membayar sewa untuk barang itu selama periode waktu tertentu dan nilai nominal sewa akan disepakati dengan pihak bank. Barang sepenuhnya menjadi hak milik nasabah apabila masa cicilan telah berakhir.

V. Mutanaqishah (Capital Sharing/Join Modal)

Akad Mutanaqishah memungkinkan bank dan nasabah menggabungkan modal demi mendapatkan barang tertentu. Bila nasabah hanya punya sebagian dana sebagai modal, pihak bank akan membiayai sisanya sebagai bentuk kerja sama. Nasabah bisa mencicil biayanya yang telah dikeluarkan bank hingga lunas. Bank akan membiayai terlebih dahulu barang yang diinginkan nasabah selanjutnya menjual kembali kepada nasabah dengan harga yang lebih tinggi.

4. Daftar pilihan aplikasi pinjam uang tanpa riba

Pinjaman pribadi tanpa riba memang kembali naik daun dari 2019 bahkan sampai sekarang berkatnya tumbuhnya gerakan atau komunitas usaha di lingkaran umat islam. Sekarang kamu juga bisa mengajukan kredit dana syariah secara online di perusahaan fintech. Berikut rekomendasi aplikasi pinjam uang tanpa riba yang bisa kamu pertimbangkan.

I. Alamisharia

Alamisharia adalah merupakan perusahaan fintech online syariah bersifat utang produktif karena ditujukan bagi pemilik usaha kecil menengah (UKM). Pinjamannya mulai dari Rp50 juta sampai Rp2 miliar. Fintech ini membiayai maksimal 80% dari nilai pengajuan. Sebagai pinjaman online yang berpegang pada prinsip islamic, Alami memberi syarat khusus yaitu usaha yang dijalankan bebas dari unsur haram. Sebut aja alkohol, narkoba, perniagaan atau peternakan babi, rokok, atau usaha lain yang bertentangan dengan syariat Islam. Tertarik menggunakan solusi simpan pinjam tanpa riba ini?

Syarat mengajukan pinjaman syariah Alamisharia sebagai berikut:

  • Perusahaan harus berbentuk PT, CV, atau Yayasan
  • Aktivitas bisnis tak bertentangan dengan syariat Islam
  • Berlokasi di Jabodetabek dan telah berdiri minimal 1 tahun
  • Punya giro mundur dan jaminan personal untuk dijaminkan
  • Melampirkan rekening koran atau laporan keuangan minimal 6 bulan terakhir

II. Duha Syariah

Pinjaman syariah online langsung cair selanjutnya ada Duha Syariah yang memberikan layanan pembiayaan untuk pembelian barang dan jasa serta kegiatan produktif sesuai prinsip syariah. Ada dua tipe pembiayaan di Duha Syariah yaitu tipe konsumtif (barang atau jasa) dan tipe perjalanan religi. Setiap produk memiliki fitur dan persyaratan kredit yang berbeda. Penjelasannya sebagai berikut:

  • Pembiayaan Konsumtif (Barang/Jasa): produk halal yang dijual di marketplace atau di e-commerce yang bekerja sama dengan Duha Syariah. Maksimal pembiayaan berjumlah Rp 20.000.000 dan tenornya 3, 6, 9 dan 12 bulan. Sementara margin pembiayaan Konsumtif (Pembelian barang/jasa) adalah Flat 2.0% per bulan
  • Pembiayaan Perjalanan Religi: perjalanan wisata halal atau umroh yang dijual di marketplace atau e-commerce yang bekerja sama dengan Duha Syariah. Pembiayaannya maksimal Rp 30.000.000 dengan tenor 12, 24, dan 36 bulan. Ujroh pembiayaan Perjalanan Umroh & Wisata Halal berjumlah Flat 1.5% per bulan

Persyaratan pengajuan pinjaman di Duha Syariah:

  • WNI Umur minimal 21 tahun atau kurang 21 tahun tetapi sudah menikah
  • Bekerja pada perusahaan/institusi yang bekerja sama dengan Duha Syariah melalui skema potong gaji
  • Download aplikasi Duha Syariah dan login dengan nomor handphone
  • Lengkapi informasi pribadi dan bersedia memberikan mutasi Rekening Tabungan (Rekening Koran) 1 bulan terakhir
  • Punya penghasilan tetap (bersih) minimal Rp 3 juta per bulan
  • Berdomisili di, Jabodetabek, Bandung, Lampung, Palembang dan Nusa Tenggara Barat.

III. Ammana

Masih kurang puas dengan pinjaman dana islamic Indonesia di atas? Kamu bisa mencoba Ammana yang memiliki program pendanaan bersama atau halal dengan sistem crowdfunding. Ammana memberikan imbal hasil pendanaan yang juga cukup besar yakni sekitar 24% per tahun.

Pinjaman modal usaha syariah tanpa jaminan ini punya sistem non direct funding yang artinya mewajibkan kamu menjadi anggota dari mitra keuangan syariah mikro yang telah terdaftar di Ammana. Hal ini bertujuan supaya Ammana tahu profil dan kualitas bisnismu sehingga dapat memastikan kamu menyelesaikan pinjaman tepat waktu.

Cara mengajukan pinjaman online syariah Ammana sebagai berikut:

  • Ammana memiliki dua metode pengajuan pinjaman yaitu secara langsung dan tidak langsung
  • Metode tidak langsung mengharuskan kamu harus menjadi anggota melalui Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) atau mitra Baitul Mal wa Tamwil (BMT)
  • Kamu akan mendapat pendampingan awal sesudah jadi anggota. Calon peminjam baru bisa mengajukan ke mitra pendamping sesudah melewati tahap pendampingan dan pembinaan
  • Sementara pengajuan langsung Ammana hanya bisa dengan mendaftar sebagai mitra peminjam terlebih dulu. Kemudian calon peminjam akan mendapat pendampingan dan pembinaan dari pihak Ammana dan baru bisa mengajukan pinjaman modal
  • Proses selanjutnya yaitu melakukan seleksi, analisa dan skoring, proses komite, sampai cross check
  • Kebutuhan dana kamu akan dibuatkan crowdfunding di marketplace Ammana bila lolos dari tahapan di atas
  • ika dana sudah terpenuhi, kamu akan melangsungkan akad dan pencairan dana. Kamu sebagai peminjam akan terus mendapat pendampingan dari Ammana. Tujuannya supaya dana yang dipinjam bisa dimaksimalkan manfaatnya dan tak terganggu angsuran sampai pelunasan.

IV. Danasyariah

Danasyariah memberikan pinjaman bagi pemilik usaha dan perorangan dengan sistem bagi hasil. Fintech ini sudah mendapatkan izin dari OJK, jadi kredibilitasnya terjamin. Terdapat dua layanan yang dimiliki oleh perusahaan peer to peer ini yakni pemberi pinjaman dan penerima pinjaman.

Cara menjadi pemberi pinjaman atau pendanaan:

  • Kunjungi situs danasyariah.id
  • Lakukan verifikasi email untuk kemudian mendapatkan virtual account
  • Kamu bisa menyetujui syarat dan ketentuan yang ditetapkan perusahaan
  • Lakukan top up uang ke virtual account
  • Pilih usaha atau proyek yang sedang dilakukan penggalangan dana melalui situsnya
  • Tempatkan dana pada usaha yang dipilih

Cara menjadi penerima pembiayaan atau pinjaman:

  • Kunjungi situs danasyariah.id
  • Lakukan verifikasi email untuk mendapatkan virtual account
  • Kamu bisa menyetujui syarat dan ketentuan yang ditetapkan perusahaan
  • Ajukan proposal yang ingin dicarikan dana pinjaman syariah
  • Selanjutnya proyek kamu akan dipampang dalam kolom penggalangan dana bila disetujui
  • Penggalangan dana dilakukan selama 30 hari
  • Jika mendapatkan uang pinjaman, tanda tangan akad syariah antara pemilik usaha dengan pihak pemberi pinjaman
  • Baginya hasil sesuai tanggal yang telah ditentukan

V. Investree

Investree juga punya produk berbasis Syariah, selain juga memiliki pinjaman konvensional. P2P lending ini berfokus pada pinjaman modal kerja atas tagihan berjalan yang bersifat sebagai utang produktif. Kamu bisa mengajukan invoice pinjaman untuk mengambil kredit di Investree. Misalnya invoice untuk perusahaan multinasional, bursa saham, dan sejenisnya. Karena mengajukan produk syariah, kamu enggak bisa memanfaatkan modal untuk usaha minuman keras, industri rokok, dan kegiatan usaha lainnya yang gak sesuai syariat Islam.

Syarat Pinjaman Investree Syariah:

  • Usia minimal 17 tahun
  • Warga Negara Indonesia (WNI) atau Warga Negara Asing (WNA)
  • Identitas diri yang lengkap paspor dan rekening bank di Indonesia (WNA)
  • Memiliki KTP dan NPWP (WNI)
  • Proses pengajuan sampai pencairan dana memakan waktu 3-5 hari kerja

5. Daftar bank bebas riba

Kemunculan pinjaman online masih belum bisa menggeser posisi bank konvensional dari sumber pendanaan utama masyarakat. Bank konvensional juga memiliki varian produk syariah unggulan yang menjadi pilihan masyarakat. Biar gak penasaran, berikut deretan bank yang bisa jadi solusi simpan pinjam tanpa riba sesuai prinsip syariah.

I. Bank Muamalat Indonesia

Bank Muamalat merupakan salah satu pelopor bank bersistem syariah di Indonesia. Bank ini sudah beroperasi sejak tahun 1992 dan melayani nasabah berdasarkan sistem keuangan berbasis Islam sesuai dengan alquran dan hadist.

Bank Muamalat punya beberapa produk pinjaman syariah andalan mulai dari Pembiayaan iB Muamalat modal kerja, KPR iB Muamalat, dan Pembiayaan iB Muamalat Multiguna. Salah satu produknya adalah iB Muamalat Multiguna merupakan pinjaman syariah tanpa agunan untuk renovasi rumah, biaya pendidikan, kepemilikan sepeda motor, biaya pernikahan dan perlengkapan rumah. Tertarik menggunakan solusi simpan pinjam tanpa riba ini?

Syarat Pinjaman iB Muamalat Multiguna

  • Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 21-55 tahun
  • Tak punya riwayat kredit macet
  • Mengisi formulir pengajuan pinjaman
  • Menyertakan fotokopi KTP milik calon debitur beserta pasangannya
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
  • Fotokopi surat nikah bagi yang sudah menikah
  • Jaminan atau agunan
  • Menyertakan slip gaji atau surat keterangan penghasilan kerja dari kantor tempat bekerja

II. Bank Mandiri Syariah

Sebagai salah satu bank terbaik di Indonesia, Bank Mandiri juga punya varian produk syariah terbaik. Bank ini bisa jadi solusi simpan pinjam tanpa riba maupun pinjaman modal usaha syariah tanpa jaminan. Pelayanan Bank Mandiri berupa mudharah, wadiah, tabungan berencana, pensiun, tabungan saham, dan tabungan mabrur.

Salah satu produk andalannya adalah Mandiri Syariah Pembiayaan Serbaguna Mikro yang merupakan pinjaman syariah Mandiri untuk nasabah wiraswasta dan pegawai. Jumlah pinjamannya sampai Rp200 juta dan cara pinjam uang di bank syariah tanpa jaminan ini juga mudah dan cepat.

Syarat Mandiri Syariah Pembiayaan Serbaguna Mikro:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Berusia min 21 tahun sampai 65 tahun
  • Memiliki penghasilan tetap min Rp4 juta setiap bulan
  • Memiliki KTP, KK, dan surat nikah bila ada
  • Usaha berjalan selama min 2 tahun

III. Bank BRI Syariah

Bank plat merah lain yang memiliki produk syariah adalah Bank BRI. Bank ini memiliki jaringan yang luas dan tersebar di seluruh Indonesia. Nasabah bisa bertransaksi melalui gerai-gerai ATM BRI, SMS Banking, Mobile Banking, dan Internet Banking.

BRI Syariah memiliki berbagai pinjaman halal untuk kepemilikan kendaraan (KKB BRI Syariah iB ) dan pembiayaan Kepemilikan Rumah (KPR BRI). Terdapat pula produk pinjaman tanpa riba KTA BRI Syariah untuk para pegawai dan karyawan yang bekerja tetap di lembaga atau perusahaan yang bekerjasama dengan BRI Syariah. Dengan kata lain, pinjaman bank syariah ini merupakan produk untuk para karyawan yang memiliki sistem pemberian gaji dengan payroll melalui BRI Syariah. Pinjaman yang tersedia minimal Rp 50 juta rupiah dan maksimal 500 juta

Syarat Bank BRI Syariah:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Berusia minimal 21 tahun sampai 55 saat pelunasan
  • Pegawai/karyawan tetap dengan masa minimal dua tahun
  • Punya penghasilan tetap
  • perusahaan/kamu bekerja sudah bekerja sama EmBP (Employee Benefit Program) dengan BRISyariah. Pinjaman ini termasuk pinjaman payroll dan di luar itu tidak diterima
  • Punya riwayat kredit bagus berdasarkan hasil BI Checking
  • Membuka rekening tabungan di Bank BRISyariah bagi yang belum

IV. Bank BNI Syariah

Bank syariah BNI enggak kalah keren dengan produk konvensionalnya dan cocok bagi nasabah yang beragama islam. Berbagai produk yang bisa dinikmati mulai dari cicilan kredit emas, pembiayaan KPR, dan modal usaha, dan produk unggulan lainnya.

Salah satu produk kredit dana islamic yang banyak digunakan konsumen adalah BNI Griya iB Hasanah. Pinjaman bank syariah ini ditujukan untuk pembiayaan konsumer pada kebutuhan jasa atau barang yang bersifat halal. Misalnya membeli, membangun, dan renovasi rumah.

Syarat BNI Griya iB Hasanah sebagai berikut:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Berusia minimal 21 tahun dan harus lunas saat pensiun
  • Memiliki penghasilan tetap dan bekerja selama minimal 2 tahun
  • Bersedia mengeluarkan biaya tambahan untuk asuransi jiwa, asuransi kebakaran, administrasi bank, dan notaris.

V. BCA Syariah

BCA tentu tak boleh dilewatkan dalam daftar bank terbaik di Indonesia. Banyaknya nasabah serta jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia menjadi bukti betapa berkembangnya bank swasta ini. Nasabah bisa memilih berbagai produk syariah seperti pembiayaan modal kerja, kredit rumah, pembiayaan investasi, pembiayaan emas, pembiayaan umrah, dan sebagainya

Pembiayaan modal kerja BCA Syariah iB merupakan salah satu pinjaman tanpa riba bank islam yang banyak digunakan. Kamu bisa memenuhi berbagai kebutuhan modal kerja seperti penyediaan bahan baku dan kebutuhan modal usaha lainnya. Pembiayaannya untuk jangka pendek atau menengah yang menerapkan prinsip syariah.

Syarat BNI Griya iB Hasanah sebagai berikut:

  • WNI berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah (untuk nasabah perorangan)
  • Sudah sesuai dengan anggaran dasar serta ketentuan hukum yang berlaku (khusus untuk nasabah badan)
  • Punya kemampuan dan kemauan untuk melunasi pembiayaan
  • Tidak dalam keadaan pailit
  • Tidak termasuk dalam daftar kredit dan daftar hitam macet regulator

6. Keuntungan pinjaman tanpa riba

Kredit modal dengan sistem syariah memang menjadi solusi bagi nasabah yang ingin menjalankan prinsip islam. Namun terlepas dari itu, ada berbagai keuntungan yang nasabah dapat dari pinjaman kredit berjenis ini. Penasaran? Berikut keuntungan pinjaman tanpa riba yang akan nasabah rasakan:

I. Berzakat

Keuntungan pertama bila kamu menggunakan kredit modal syariah adalah berakat. Pasalnya sebagian persen dari total keuntungan akan langsung disalurkan untuk zakat. Jadi debitur bisa dapat keuntungan berapa pinjaman dan tentu saja pahala.

II. Tanpa Bunga

pinjaman tanpa riba tidak memiliki bunga layaknya pinjaman konvensional. Hal ini tentu tak akan merugikan kamu karena tak sampai terjerat bunga yang menggelembung. Selain itu cara pinjam uang di bank syariah tanpa jaminan juga layaknya bank konvensional, jadi tak berbeda jauh, hanay beda sistem saja.

III. Halal

Menjalankan sesuatu secara halal dan sesuai prinsip islam tentu akan mendapatkan keberkahan. Kredit modal syariah sudah melalui berbagai proses yang sesuai dengan metode ekonom islam. Jadi kamu gak perlu khawatir saat mengajukan pinjaman.

IV. Bagi Hasil

Akad bagi hasil merupakan perjanjian pembiayaan antara lembaga syariah dalam menyediakan dana pinjaman dengan debitur. Sebelum pinjaman disetujui, keduanya akan menentukan porsi bagi hasil terlebih dahulu. Selain itu, kredit syariah dengan sistem bagi hasil ini juga sangat cocok buat kamu yang sedang merintis usaha.

V. Tanpa Sistem Administratif

Salah satu keunggulan sistem syariah adalah tidak adanya biaya administratif. Pasalnya biaya ini dianggap riba dalam aturan hukum agama Islam. Sebagai gantinya, kredit berbasis syariah telah menerapkan akad lain seperti akad jual beli.

VI. Kesepakatan Bersama

Pinjaman tanpa riba untuk modal usaha berjalan sesuai dengan kesepakatan bersama. Kamu harus membuat kesepakatan dengan lembaga syariah sebelum melaksanakan akad khususnya tentang jumlah bagi hasil yang diperoleh dari keuntungan ataupun kerugian usaha yang dijalankan. Jadinya bila usaha mengalami kesulitan di tengah jalan, kamu bisa mendiskusikan kembali perihal kesepakatan bagi hasil.

VII. Resiko Lebih Minim

Keuntungan lainnya dari pinjaman tanpa riba adalah resiko yang lebih minim. Hal ini karena lembaga keuangan berbasis syariah akan memberikan pinjaman modal sekaligus bertanggung jawab hingga 50% dari jumlah kerugian. Tentunya ini berbeda dengan pinjaman modal usaha secara konvensional.

7. Tips memilih pinjaman tanpa riba

Bank syariah memang bisa jadi solusi simpan pinjam tanpa riba. Hanya saja kamu harus tahu prosedur dan jenis pinjamannya beserta detail prosedur dan konsekuensinya. Berikut memilih kredit syariah yang bisa kamu coba.

I. Tentukan nominal

Pertama, kamu harus tahu berapa nominal dana yang akan dipinjam. Bila meminjam uang untuk modal usaha, kamu bisa hitung kembali, berapa modal yang harus dipinjam, dan berapa modal yang bisa kamu tanggung sendiri. Tujuannya untuk meminimalisir resiko–resiko lain dan menghindarkan kamu dari hutang.

II. Memiliki opsi yang berbeda sebagai pembanding

Membandingkan sebuah produk tentu berlaku di bidang apapun, termasuk perbankan. Kamu harus punya opsi produk apa saja yang selanjutnya dibandingkan apakah pinjaman A dan B bisa meringankan kamu dalam pengembalian uang, atau malah mempersulit kamu?

Bila menggunakan jasa pinjam tanpa riba online, kamu bisa memastikan apakah pinjaman itu terdaftar di OJK

III. Pahami semua persyaratannya

Walau kredit modal tanpa riba, kamu juga harus memahami produknya. Jangan sampai tergiur dengan jargon yang diberikan, namun lupa memahami syaratnya. Bukannya menjadi solusi simpan pinjam tanpa riba, malah membuat hutang kamu membengkak.

IV. Paham dengan segala bentuk konsekuensi

Semua kredit modal tentu memiliki resiko termasuk pinjaman walau tanpa riba. Misalnya, kamu menggadaikan kendaraan sebagai jaminan dan kamu enggak bisa menjualnya sampai pinjam meminjam lunas. Jangan sampai kamu baru paham dengan konsekuensinya setelah mengajukan pinjaman.

Bagaimana, tertarik menggunakan bank syariah sebagai solusi simpan pinjam tanpa riba? Kredit modal jenis ini cocok buat kamu yang sedang mencari pinjaman alternatif. Tertarik? Sebelum melakukan peminjaman uang, jangan lupa ketahui informasi lengkap hingga panduan keuangan terbaik meliputi asuransi, bahkan asuransi syariah hanya di Qoala.

Bagikan ke Teman:
Yogarta Awawa
Seorang penulis, yang subjek tulisannya merentang dari artikel, berita, company profil, cerpen, sampai puisi. Hasil karyanya termuat dalam antologi "Narasi Baru" yang digagas Festival Sastra TangSel 2018 dan "Semesta Jiwa" oleh Komunitas Rumah Semesta.