23 Cara Membuka Usaha Sendiri di Rumah agar Cepat Sukses

Artikel ini terakhir diperbarui January 30, 2021 by Revi Maudy Vekelita
23 Cara Membuka Usaha Sendiri di Rumah agar Cepat Sukses
Sumber foto: KittyVector via Shutterstock
Bagikan ke Teman:

Setiap orang memiliki cara sendiri untuk sukses. Tentu saja langkah yang diambil juga beragam sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Bagi kamu yang merasa punya keinginan untuk sukses dengan buat usaha sendiri di rumah, tentu saja harus didukung dengan kemauan dan kemampuan. Tapi sebagai langkah awal, kamu perlu tahu cara membuka usaha sendiri di rumah agar memiliki pandangan bagaimana memulainya dari nol.

Mungkin sebagian dari kamu akan bertanya mengenai cara memulai usaha baru bagi pemula, cara memulai bisnis dari nol, cara memulai usaha dengan modal kecil, usaha apa yang bagus untuk pemula, usaha apa yang jarang tapi dibutuhkan, usaha apa yang cocok untuk di rumah, modal 300 ribu bisa usaha apa, hingga model 50 ribu bisa usaha apa. Namun semua pertanyaan tersebut tak akan terjawab jika kamu tidak pernah memulai usaha.

Berikut ini Qoala akan memberikan tips singkat cara membuka usaha sendiri di rumah yang bisa kamu terapkan sesegera mungkin. Simak yuk!

Punya Mimpi Besar Berbisnis Sendiri

Semuanya berawal dari mimpi besar, termasuk ide gila kamu untuk membuka sebuah usaha rumahan. Saat kamu memutuskan untuk membuka dan memulai usaha sendiri, baik usaha kuliner maupun pakaian, maka tentu saja harus dilandasi oleh tujuan dan mimpi besar yang ingin dicapai dengan berbagai cara. Sebenarnya mimpi ini bisa jadi motivasi dan juga penyemangat saat pertama kali kamu ingin membuka bisnis sendiri. Jadi, jika nantinya kamu kendor di tengah jalan atau menghadapi tantangan besar, maka mimpi besar inilah yang jadi penguat kamu untuk jalan terus hingga mimpi itu benar-benar terwujud lewat bisnis yang sukses. Mulailah dengan mencari tahu cara membuka usaha kecil-kecilan yang bisa dimulai dengan modal kecil dari rumah.

Jauhkan Pikiran dari Kegagalan

Setelah kamu punya mimpi dan segera ingin memulai bisnis sendiri, maka ingat juga sisi lain di baliknya. Hanya ada dua kemungkinan dalam belajar usaha sendiri di rumah, sukses atau gagal. Ketika sukses kamu dimotivasi oleh mimpi-mimpi besar di awal, maka bisa jadi kegagalan akan menghantui setiap langkahmu. Untuk bisa memahami cara buat usaha sendiri, tepiskan rasa takut akan kegagalan dalam memulai usaha sendiri karena ini akan berpengaruh pada mental sebagai seorang pengusaha pemula. Biasanya kegagalan menghantui jika risiko terlalu besar atau kamu belum tahu bagaimana menghadapi risiko yang jelas ada di depan mata. Dengan perencanaan yang matang, memahami konsep membuka usaha baru, serta memahami cara membuka usaha sendiri di rumah, maka risiko besar bisa dihadapi dan ketakutan akan kegagalan bisa dihindari.

Rumuskan Visi dan Misi Bisnis

Meski membuka usaha sendiri berawal dari mimpi dan angan-angan yang terkadang sulit dijelaskan, namun kamu sebagai wirausaha pemula perlu merumuskan visi dan misi bisnismu sejak awal dan juga cara mendirikan usaha yang baik. Ini adalah koridor dimana kamu akan bertindak menjalankan dan mengembangkan bisnis hingga besar nanti. Dengan merumuskan visi dan misi, maka kamu sudah memiliki arah dan target pasti yang akan dicapai di kemudian hari sebagai cara membuka usaha sendiri di rumah.

Buat Business Plan dengan Baik

Sebelum kamu mengetahui cara membuka usaha sendiri di rumah atau dalam skala yang lebih besar lagi, memang ada baiknya untuk membuat business plan terlebih dahulu. Business plan yang baik seharusnya berisi visi misi usaha dan penjelasan kenapa bisnis ini perlu dibuat dan masalah apa yang sebenarnya ingin kamu selesaikan lewat bisnis yang kamu buat. Jadi tidak hanya berkaitan dengan penghasilan saja, tapi harus ada penguat bagaimana bisnis ini akan jadi solusi bagi konsumen kamu nantinya. Dalam sebuah business plan, kamu bisa menjelaskan latar belakang usaha, target market, kompetitor, dan skema produksi atau pengadaan barang dan jasa terkait dengan bisnismu. Dengan cara buka usaha sendiri di rumah, maka kamu bisa menjadi orang yang bebas tidak tergantung bekerja di tempat lain.

Buat Target dan Proyeksi Bisnis Sejak Awal

Tak peduli apakah kamu memahami tentang dunia bisnis sebelumnya atau tidak, tapi yang pasti sebagai pengusaha pemula dan sedang membuka usaha sendiri di rumah perlu memperhitungkan proyeksi bisnis dan target yang ingin dicapai. Cara membuka usaha sendiri di rumah dengan membuat proyeksi bisnis akan menitikberatkan bagaimana kamu menghitung modal kemudian membelanjakannya sehingga memberikan keuntungan bagi usahamu. Sejak awal, kamu harus menghitung modal yang kamu punya akan digunakan untuk apa, dan produk akan dijual berapa, keuntungan berapa, sehingga target omset yang diperhitungkan bisa tercapai. Penting untuk melakukan proyeksi bisnis sejak awal agar kamu mengetahui skema mana yang terbaik untuk bisnismu dan cara membuka usaha sendiri di rumah yang efektif. Misalnya kamu memilih metode dropship agar tidak mengeluarkan biaya terlalu banyak di awal untuk membeli barang dagangan dan fokus pada strategi marketing lewat media sosial. Berbeda lagi jika kamu memilih untuk membeli barang terlebih dahulu karena harga grosir lebih murah sehingga nantinya margin lebih besar.

Hitung Kebutuhan Modal dan Cari Sumber Modal

Saat kamu mencari cara membuka usaha sendiri di rumah, tentu saja kamu sudah menyiapkan modal khusus untuk memulainya. Meski terbilang modal belum besar, tapi setelah membuat business plan dan proyeksi bisnis, baru ketahuan berapa modal yang kamu butuhkan untuk memulai usaha tersebut. Jika memang modal yang kamu punya belum cukup, bisa bekerja sama dengan investor atau cari sumber modal lainnya. Pastikan bahwa perhitungan modal awal ini sudah matang dan tidak membengkak di kemudian hari. Salah satu contoh usaha modal kecil untuk besar adalah dengan membuka toko online dan mendapatkan produk dengan sistem dropship.

Pilih Bisnis yang Sesuai Passion

Tak ada batasan dalam berbisnis. Ketika perhitungan keuntungan sangat realistis, maka semuanya mungkin saja terjadi. Namun banyak orang lebih termotivasi untuk mengembangkan bisnis sendiri di rumah atas dasar ketertarikan terhadap sesuatu. Ketertarikan ini akan membuat usaha yang dirintis terasa menyenangkan dan jadi mudah. Kamu bisa mencari hal-hal yang kamu suka dan memolesnya menjadi potensi bisnis yang menggiurkan sehingga cara membuka usaha sendiri di rumah ini bisa segera direalisasikan. Misalkan saja kamu suka dengan fotografi, maka tentu saja kamu bisa memikirkan untuk membuat studio foto sendiri di rumah. Contoh usaha sendiri berdasarkan passion, maka kamu tidak melulu memikirkan tentang keuntungan atau kerugian. Konsisten menjalaninya dengan nyaman akan membawa kamu ke titik dimana kamu mendapatkan celah untuk meraup keuntungan dengan jalan yang lebih menyenangkan. Selain mencari prospek bisnis sesuai dengan kesukaan, kamu juga bisa mencari cara memulai usaha tanpa modal dengan cara reseller produk orang lain.

Tentukan Keunikan Produk

Berbisnis berarti memberikan solusi kepada konsumen dan tidak selalu tentang keuntungan. Kamu perlu memahami apa keunikan dari produk atau jasa yang sedang kamu tawarkan kepada calon konsumen. Keunikan dan keunggulan produk menjadi alasan kenapa para pelanggan memilih usahamu untuk menjawab masalah mereka. Hal ini menjadi penting ketika kamu mengetahui cara membuka usaha sendiri di rumah sehingga memiliki karakter dan identitas yang kuat dan bisa langsung dilirik oleh calon pelanggan. Belum lagi kompetitor yang terus mengembangkan diri agar lebih baik bisa jadi tantangan untuk membuat produk tetap unik dengan target pasar yang sama.

Selalu Ikuti Tren yang Ada

Sebagai pengusaha, kamu harus tanggap terhadap situasi terkini. Ikuti tren yang ada saat ini untuk membuat usahamu tetap bertahan dengan kebutuhan konsumen. Meskipun kamu sudah memiliki produk yang unik dan yakin laku di pasaran, tapi tentu saja tren tak bisa dilawan. Pada kondisi tertentu, cara membuka usaha sendiri di rumah seperti ini perlu mengikuti tren agar konsumen tahu bahwa kamu mengikuti kebutuhan konsumen saat ini. Misalnya metode pembayaran saat ini marak menggunakan dompet digital atau aplikasi ponsel, maka masukkan metode pembayaran dengan metode ini untuk pembayaran pada usahamu.

Siapkan Mental untuk Menghadapi Persaingan

Biasanya penyakit pengusaha muda adalah takut menghadapi kompetitor. Mental menjadi kendur karena pesaing lebih laris atau memiliki strategi bisnis yang sulit ditebak. Tentu hal ini menjadi hambatan dalam mengembangkan usaha pemula. Namun perlu dipahami bahwa membangun bisnis pasti selalu bersinggungan dengan persaingan. Jadikan kompetitor sebagai motivasi dan buat persaingan sehat di pasar yang sama. Persaingan akan membuat pengusaha terus berpikir tentang produk yang baik dan menjawab kebutuhan konsumen. Perlu diingat lagi, selain memahami cara membuka usaha sendiri di rumah, konsumen memiliki selera yang berbeda-beda sehingga kamu masih punya kesempatan untuk mencari target konsumen yang berbeda dari kompetitor.

Belajar dari Orang Sukses dalam Membuka Usaha

Kamu perlu orang lain untuk memahami cara membuka usaha sendiri di rumah atau lebih sering disebut mentor. Perluas jaringan dan wawasan dengan bertemu pengusaha lain di sekitar tempat tinggal atau kerabat yang lebih dulu merintis. Belajar tentang seluk beluk usaha yang mereka jalani dan tantangan apa saja yang dihadapi serta solusinya. Mungkin apa yang mereka alami tidak akan sama dengan yang kamu alami saat ini karena perbedaan target market atau jaman,namun lebih banyak bertukar pikiran akan membuat wawasan tentang bisnis menjadi lebih luas dan memotivasi kamu untuk berada di titik sukses mereka saat ini.

Mulai Belajar Administrasi

Tak peduli bisnis besar atau bisnis rintisan rumahan, kamu harus memahami pencatatan administrasi yang baik. Meski terkesan sederhana, tapi mengelola pencatatan administrasi bisa menghindarkan diri dari perhitungan omset dan modal yang berantakan yang tentunya akan berpengaruh pada arus kas keuangan dari usahamu. Mulailah dengan memisahkan rekening usaha dengan rekening pribadi agar pengelolaan keuangan menjadi lebih jelas. Hitung modal awal, uang belanja, dan keuntungan dengan baik. Selain memahami bagaimana arus keuangan berjalan, kamu bisa memetakan strategi bisnis di masa depan seperti memberikan potongan harga atau mengetahui kapan omset naik dan omset turun.

Lakukan Pengelolaan Keuangan dengan Baik

Saat transaksi dari usahamu semakin padat, ada baiknya untuk menghitung arus pengeluaran dan arus pemasukan setiap hari atau setiap minggu. Dengan memahami arus keuangan masuk dan arus pengeluaran keuangan dengan cermat, akan menghindari kamu dari penggelapan atau penipuan yang dilakukan oleh rekan kerja atau rekan bisnis yang bekerja sama denganmu. Pentingnya mengelola keuangan dengan baik akan membuat bisnis sehat dan bertahan.

Pisahkan Dana Bisnis Rumahan dengan Dana Pribadi

Bagi pengusaha pemula yang ingin memahami cara memulai usaha sendiri di rumah dengan modal pribadi terkadang sulit membedakan mana dana bisnis dan mana dana pribadi. Hal ini perlu kamu hindari meskipun dana bisnis yang kamu kelola memang berasa dari dana pribadi. Apalagi jika dalam perjalanannya kamu perlu suntikan dana lagi sehingga mengambil dana pribadi untuk kebutuhan bisnis. Alhasil keuntungan dari usahamu menjadi tidak jelas, apakah untuk mengembalikan uang pinjaman dari rekening pribadi atau memang keuntungan usaha. Buat beberapa rekening untuk mengurusi bisnis dan membedakannya dengan dana pribadi. Jika kamu punya rekan dalam mengelola keuangan, ada baiknya masalah dana usaha menjadi transparan.

Pilih Waktu yang Tepat untuk Memulai

Keunikan produk yang akan kamu tawarkan akan semakin laris jika dipasarkan pada saat yang tepat. Tentu hal ini berkaitan dengan waktu dimana kamu akan memulai usaha rumahan ini. Perhitungan yang cermat tentang waktu memulai usaha akan berpengaruh pada modal yang dibutuhkan. Misalkan kamu akan membuka usaha bisnis kue kering khusus lebaran, maka waktu yang tepat untuk memulainya adalah saat bulan Ramadhan tiba atau satu bulan sebelumnya. Hal ini berpengaruh pada biaya marketing dan juga bahan baku yang akan naik pada momen Lebaran tiba. Jika hal ini tidak dipikirkan, maka bisa jadi kamu malah rugi karena salah waktu memulainya. Atau bisa jadi kamu membuka kafe kecil di halaman rumah dengan suasana open garden saat musim hujan. Sudah pasti akan banyak pelanggan yang berpikir ulang untuk singgah di kafe tersebut karena cuaca yang tidak mendukung.

Pertimbangkan Waktu dan Tenaga yang Mampu Kamu Gunakan

Banyak orang yang berniat membuka usaha sendiri di rumah saat masih memiliki pekerjaan utama yang tak bisa ditinggalkan. Hal ini tentu membuat pikiran dan waktumu terbagi dengan pekerjaan utama yang belum bisa ditinggalkan sementara usaha yang baru dirintis belum siap untuk mempekerjakan orang lain. Pahami kondisi ini sebagai tantangan yang harus kamu lewati. Waktu dan tenaga yang masih terbagi tentunya berpengaruh pada pengembangan yang lambat, kecuali kamu memiliki rekan untuk membangun bisnis ini bersama. Mulailah dengan mengajak kerabat atau anggota keluarga untuk membantu usaha di rumah ini secara perlahan jika memang kamu masih memiliki kepentingan di tempat lain. Hal penting yang diperhitungkan adalah bagaimana bisnis yang sudah dirintis ini tetap berjalan dan memiliki potensi pengembangan di bulan berikutnya.

Mulai Rencanakan Bantuan Tenaga Kerja Lainnya Jika Dibutuhkan

Jika anggota keluarga di rumah bisa diajak kerja sama dalam membangun usaha sendiri, tentu kamu memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang. Namun jika memang harus mencari bantuan, maka merekrut pekerja tidak salah jika hasilnya sepadan. Saat usaha sudah berjalan dan kamu sangat sibuk untuk mengurus semuanya, maka kamu bisa mendelegasikan beberapa tugas tersebut kepada orang lain, tentu saja dengan bayaran yang sepadan. Merencanakan tentang memiliki tenaga kerja tambahan harus dipikirkan dengan matang sesuai dengan alur keuangan dan kebutuhan di lapangan. Jika perhitungan untuk menggaji orang lain sudah cukup baik untuk arus keuanganmu, maka cara ini bisa dijalankan. Tapi jika tidak menutup biaya operasional, maka cari cara lain.

Minta Dukungan Keluarga dan Orang Terdekat

Tak salah jika salah satu cara membuka usaha sendiri di rumah adalah meminta dukungan keluarga atau orang terdekat. Kamu tidak mungkin membuka usaha di rumah tanpa diketahui oleh penghuni rumah tersebut. Mungkin bisa sangat merepotkan jika usaha yang kamu rintis harus disembunyikan dari orang lain yang nyatanya berada dalam satu atap denganmu. Dengan adanya dukungan dan respon positif dari keluarga, pastinya secara psikologis kamu akan termotivasi dan mendapatkan dukungan moril. Disamping itu, adanya keluarga yang mendukung bisa membantu kamu mengawasi, memberikan saran, dan tentu saja tenaga dan biaya untuk berkembang. Keluarga lebih dipercaya dalam hal keuangan dan masa depan daripada kamu mempekerjakan orang lain.

Buat Strategi Promosi dengan Tepat

Dalam menjalankan sebuah usaha, bisa jadi strategi promosi jadi ujung tombak yang sangat penting. Dengan promosi yang tepat, banyak produk yang tidak terlalu bagus bisa mendapatkan penjualan yang membanggakan. Cara membuka usaha sendiri di rumah yang paling mudah adalah menggunakan media sosial untuk melakukan promosi kepada target konsumen. Di jaman yang serba praktis ini, sangat mudah dalam beriklan di media sosial dengan target pasar yang jelas. Biaya promosi pun terbilang murah dan bisa dilakukan secara mandiri dari rumah. Bahkan kamu bisa fokus kepada strategi promosi ketika produk atau jasa tidak kamu miliki di rumah.

Mulai Promosi dari Orang Terdekat

Bagi pengusaha, membangun jaringan yang luas adalah hal yang harus dilakukan. Mulailah mempromosikan produk atau usahamu kepada orang-orang terdekat. Bisa jadi keluarga, kerabat, bahkan tetangga yang berada di lingkungan rumah. Dengan adanya usaha yang kamu buka di rumah, tentu akan semakin meningkatkan kepercayaan mereka terhadap usaha yang sedang kamu rintis meskipun belum terlihat berkembang. Mungkin orang-orang terdekat yang kamu tawari produk  tidak terlalu tertarik dengan cara membuka usaha sendiri di rumah ini, tapi bisa jadi mereka akan ikut mempromosikannya dari mulut ke mulut, dan ini adalah cara promosi yang paling efektif dan paling murah.

Buat Beberapa Perencanaan Sebagai Alternatif

Dalam menjalankan sebuah usaha sendiri di rumah, tentu tak lepas dari perencanaan yang meleset. Apalagi kalau kamu membuka usaha sendiri tanpa bantuan orang lain. Setiap kali kamu memiliki perencanaan dalam mengembangkan bisnis, maka pastikan kamu juga memiliki perencanaan lain jika kelas rencana utama dirasa gagal. Misalkan jika target penjualan tidak tercapai, maka alternatif cara membuka usaha sendiri di rumah adalah memberikan paket produk atau diskon akhir bulan jadi rencana cadangan yang akan dilakukan.

Jangan Ragu untuk Memulai Sekarang Juga

Dari semua cara yang disebutkan di atas, maka langkah terakhir dan yang paling penting adalah berani memulainya sekarang juga. Kamu bisa memulai membuka usaha sendiri di rumah setelah kamu membaca artikel ini. Terapkan semua cara yang telah disebutkan dan matangkan usaha dari semua aspek. Kamu tidak akan tahu berapa orang yang sedang memulai usaha yang sama seperti yang kamu pikirkan saat ini dan mengetahui cara membuka usaha sendiri di rumah. Ketika kamu terlambat satu hari saja, maka kesempatan untuk sukses sudah beralih ke tangan orang lain.

Berikan yang Terbaik

Menjalani bisnis dengan membuka usaha sendiri di rumah bukan rencana singkat dan sederhana. Meski dimulai dari mimpi dan capaian di masa depan, tapi kamu harus memberikan yang terbaik mulai dari pertama kali kamu memutuskan menjalankan semuanya sendiri. Cara membuka usaha sendiri di rumah ini bisa dimulai dari sikap positif dan memberikan kesempatan untuk dirimu berkembang, adalah cara terbaik memulai ini semua. Jadi jangan setengah-setengah untuk membuka usaha sendiri meski modal belum cukup dan tenaga kerja belum memadai.

Dengan mempertimbangkan 23 cara membuka usaha sendiri di rumah diatas, kamu tentu perlu mempersiapkan perencanaan keuangan untuk modal awal. Dengan terkumpulnya modal awal dari uang pribadi ataupun pinjaman, maka selanjutnya kamu perlu memahami cara pengelolaan uang dalam sebuah bisnis. Yuk, cari tahu banyak hal tentang perencanaan keuangan dan perluas wawasanmu dengan membaca informasi menarik tentang finansial di Qoala Blog!

Bagikan ke Teman:
Riza Dian Kurnia
A great storyteller and an enthusiastic listener. Dont stop when you are tired, stop when you are done.