Stephen Chow: Profil, Biografi, Fakta Terkini

Artikel ini terakhir diperbarui June 14, 2021 by Zaky Afdika
Stephen Chow: Profil, Biografi, Fakta Terkini
Sumber foto: sing.chi via Instagram
Bagikan ke Teman:

Jika mendengar nama Zhou Xing Chi atau Pinyin, hampir tidak ada seorang pun yang mengenalnya. Berbeda ketika nama Stephen Chow yang terlontar, semua orang tahu. Ya, aktor legendaris sekaligus sutradara asal Hongkong ini memang sudah sangat terkenal. Bahkan ia populer dengan kekayaannya yang melimpah.

Namun sayang, dalam beberapa tahun terakhir ia dikabarkan sedang mengalami masalah finansial yang membuatnya bangkrut. Stephen Chow memiliki utang ratusan miliar akibat sebuah permasalahan terkait mantan istri. Lantas seperti apa biografi dan perjalanan hidup Stephen dari awal karir hingga sekarang? Qoala akan membahasnya secara rinci.

Biodata

Stephen lahir dengan nama asli Zhou Xing Chi. Ia lahir pada 22 Juni 1962 silam di Hongkong. Kini ia berusia 58 tahun. Ia merupakan seorang aktor sekaligus produser dan sutradara film terkenal yang mendapat julukan ‘raja komedi’. Dalam aktingnya, ia memang selalu memerankan sosok lucu yang penuh dengan komedi. Stephen Chow memiliki 3 saudara perempuan yang besar dan tinggal bersamanya sejak kecil di Shanghai, China dan belum meninggal. Stephen Chow memiliki mantan istri yang kini menyandungnya ke permasalahan hukum.

Biografi

Aktor legendaris yang terkenal dengan lawakannya ini memiliki perjalanan panjang dalam hal karir dan bisnis. Berikut ini biografi Stephen Chow dari kecil hingga dewasa.

1. Menelan pil pahit perceraian

Stephen kecil sudah mengalami pahitnya kehidupan ketika ia harus menerima kenyataan bahwa orang tuanya bercerai. Ia dan saudara-saudaranya pun kemudian dibesarkan dalam sebuah proyek pemerintah bersama ibu dan neneknya.

2. Terinspirasi dengan Bruce Lee

Memasuki masa muda, Stephen Chow terpukau ketika melihat aksi Bruce Lee dalam film laga sub indo yang diperankannya. Ia terinspirasi untuk menjadi bintang seni bela diri seperti sang idola. Bahkan setelah melihat film First of Fury yang dimainkan oleh Bruce Lee, ia pun memutuskan untuk mengikuti jejak Bruce untuk menjadi aktor.

3. Ikut audisi dan ditolak

Pada tahun 1982, Stephen lulus dari sekolah tinggi kemudian mengikuti audisi di sebuah sekolah yang dijalankan oleh sebuah stasiun televisi Hongkong bernama TVB. Namun pada saat itu ia ditolak. Padahal, ia bersungguh-sungguh ingin masuk ke sekolah tersebut dan memperdalam ilmu peran. Akhirnya datang teman Chow bernama ‘Waise’ Lee Chi-Hung yang membantunya masuk ke sekolah tersebut dan mengambil kelas malam.

4. Berawal dari Space Shuttle 430

Lulus dari sekolah akting TVB pada tahun 1983, Stephen Chow kemudian dipercaya untuk memandu sebuah tayangan anak-anak dalam program Space Shuttle 430. Padahal pada saat itu ia jarang berinteraksi dan bahkan tidak menyukai anak-anak.

Meskipun demikian, ia tetap menjalankan acara dengan sangat baik. Ia memandu acara tersebut selama kurang lebih 5 tahun dan membuahkan hasil. Acara ini kemudian menjadi populer seiring dengan popularitas yang diraih oleh Chow muda. Melalui tayangan ini, karir Stephen di dunia hiburan pun dimulai.

5. Mencoba film layar lebar

Keberhasilan Stephen dalam memandu acara, membuatnya memberanikan diri untuk bergabung dengan layar lebar. Stephen Chow mencoba peran di layar lebar sebagai pemeran pembantu dalam film terbaru Taiwanese Golden Horse Award. Ketika masuk ke industri layar lebar, keberanian, semangat, serta kepercayaan dirinya meningkat.

6. Mendapat award

Kemudian Stephen pun kembali mendapatkan kepercayaan sebagai pemeran pembantu dalam film Final Justice. Melalui perannya dalam film ini, Stephen berhasil menyabet Award untuk Aktor Pendukung Terbaik di Taiwan dalam event tahunan.

7. Mendapat peran utama

Pemeran pembantu yang diperankan oleh Stephen Chow sukses, inilah yang membawa Chow memasuki babak baru dalam karirnya. Ia mendapatkan peran utama dalam film komedi Chow Yun-Fat yang berjudul Du Sheng pada tahun 1990. Ia memperkenalkan bakat komedinya yang luar biasa kepada pemirsa melalui film ini.

8. Meraih penghargaan Aktor Terbaik

Selanjutnya ada banyak tawaran bermain film datang kepada Stephen Chow. Perlahan mulai banyak produser yang melirik dan menawarkan film kepadanya. Ia pun bermain di beberapa film layar lebar. Ia berkesempatan untuk meraih penghargaan sebagai Aktor Terbaik di Asia Pasifik Film Festival melalui filmnya yang berjudul Justice in My Foot.

9. Unggul di genre komedi

Kesuksesan Stephen dalam beberapa film komedinya membuat posisinya cukup unggul di genre komedi. Ia pun menyadari bahwa ia harus mengembangkan image komedi pada dirinya agar namanya semakin melambung.

10. Menggabungkan komedi dengan kungfu

Menyadari bakatnya ada di genre komedi, Stephen pun memiliki ide untuk menggabungkan olahraga kungfu dengan komedi melalui film berjudul Shaolin Soccer pada tahun 2002. Pada film tersebut terdapat beberapa efek CGI digital yang digunakan untuk membantu menciptakan efek aksi yang menakjubkan dengan bantuan koreografer legendaris ‘Tony Ching Siu-Tung. Terdapat sentuhan menarik dan gaya pada adegan perkelahian sehingga film ini mudah diterima dan dinikmati oleh pemirsa.

Film ini pun booming dan menduduki peringkat tertinggi dalam sejarah perfilman Hongkong dengan keuntungan 60 juta dolar. Bahkan film ini termasuk ke dalam kategori film terlaris pada masa itu.

11. Gagal terjun ke Hollywood

Ketika Jackie Chan dan Jet Li sedang sibuk-sibuknya berkarya di perfilman internasional, pasar lokal China pun dikuasai oleh Stephen Chow. Banyak orang yang menganggap bahwa Stephen gagal masuk ke Hollywood karena kesan komedi yang ditampilkannya.

Film aksi yang digabung dengan komedi dianggap tidak diterima Hollywood. Gabungan komedi dengan laga memang kerap menampilkan tokoh utama sedang bercakap-cakap dalam sendiri dalam bahasa yang kurang dimengerti. Parodi seperti ini hanya dipahami oleh penonton lokal dan Asia saja, selebihnya tidak.

12. Dibeli Hollywood

Rupanya dugaan banyak orang terhadap gagalnya Stephen dalam laga Hollywood salah besar. Melalui Shaolin Soccer, Hollywood pun mulai meliriknya. Hollywood membeli hak edar Shaolin Soccer kemudian merilisnya dalam kancah internasional pada tahun 2003. Tak heran jika nama Stephen Chow makin mendunia dan dikenal banyak orang.

13. Disebut aktor terbaik di Hongkong

Atas akting Stephen yang memukau di berbagai film, Sutradara Hollywood Quentin Tarantino menyebut Chow sebagai aktor terbaik di Hongkong. Padahal ia sendiri justru mengidolakan Steven Spielberg dan Bruce Lee. Ia tak menyangka bahwa ketertarikannya pada akting Bruce Lee membawa angin segar terhadap karirnya ke depan,

14. Ciri khas film

Terdapat sejumlah ciri khas dalam film-film Stephen Chow. Chow kerap menggunakan nama karakter “Sing,” yang merupakan bagian dari nama Chinanya (Chow Sing-Chi). Chow juga kerap memerankan sosok pria underdog, sering berakting bersama Man Tat Ng, serta dikenal dengan gaya komedinya yang sangat khas, seperti lontaran ‘bicara omong kosong’. Ia juga sering berakting dengan iringan musik yang tidak nyambung.

15. Main di 63 film layar lebar

Selama berkiprah di kancah film, Stephen berhasil berperan di 63 film layar lebar yang hampir sebagian besar meledak. Nama Stephen Chow di kalangan pemirsa pun semakin bersinar.

16. Penghargaan terus mengalir

Selain penghargaan yang telah disebutkan diatas, terdapat sejumlah penghargaan lain yang diterima aktor laga papan atas ini yang membuktikan bahwa karirnya cemerlang. Sejak memulai karir di tahun 1989, ia berhasil mengantongi puluhan piala di ajang film internasional seperti Amsterdam Fantastic Film Festival, Blue Ribbon Awards, Asia Pacific Film Festival, serta Boston Society of Film Critics Awards.

17. Dituduh mafia

Melihat sinar terang perjalanan karir Stephen diatas, tidak ada yang menyangka bahwa pernah terdapat kerikil besar yang menghadangnya. Setelah sukses di depan layar, Stephen tertarik untuk mengembangkan bakatnya di belakang layar. Ia menyutradarai beberapa filmnya sendiri seperti Shaolin Soccer, God of Cookery, serta Forbidden City Cop.

Pada suatu ketika Miramax Studio memutuskan kontrak dengan Stephen karena adanya dugaan pembajakan. Ia pun dilarang untuk tinggal di Kanada karena tuduhan persekongkolan dengan geng mafia di Hongkong. Padahal, tuduhan tersebut tidak terbukti.

18. Kung Fu Hustle

Sebenarnya tujuan Stephen Chow ke Kanada memang murni ingin mengembangkan karir serta membuat film yang berkualitas. Namun ia justru dilarang dan diusir karena tuduhan yang kurang beralasan. Oleh karena itu, ia pun kembali membuat film laga komedi berjudul Kung Fu Hustle pada tahun 2004 dengan menggandeng Sony Picture Classic. Film ini pun kembali meledak dan disukai publik.

19. Sukses besar

Melalui karya Kung Fu Hustle, Stephen Chow terbilang sukses besar. Ia berhasil mengantongi untung sebesar 106 juta dollar, padahal modal yang dikeluarkan untuk membuat film tersebut hanyalah 20 juta dollar. Kesuksesan inilah yang membuat Stephen makin tertarik untuk terus berkarya.

20. CJ7

Setelah sukses dengan Kung Fu Hustle, ia kembali membuat film berjudul CJ7 yang tercatat sebagai film dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa. Puncak kesuksesan pun berhasil diraih Stephen Chow.

21. Fokus menjadi sutradara

Suksesnya beberapa film garapan Stephen Chow, membuatnya lebih tertarik menjadi sutradara. Sejak tahun 2010, Chow lebih aktif sebagai sutradara ketimbang aktor. Ia merupakan sosok di balik film Journey to the West: Conquering the Demons yang tercatat meraih sukses dan berpenghasilan tinggi. Begitu juga dengan film The Mermaid yang disutradarainya.

22. Usaha sukses

Tak hanya sukses di industri film, Stephen Chow juga memiliki bisnis dan perusahaan yang cukup sukses. Banyak investor yang mau bekerja sama dengan Chow mengingat kemampuan Chow yang baik dalam mengelola usaha. Jumlah kekayaan yang dimilikinya pun tak diragukan lagi.

23. Berpacaran dengan artis

Bicara kehidupan pribadinya, Stephen Chow pernah berpacaran dengan artis Karen Mok yang sempat membintangi beberapa film bersamanya. Chow kemudian berpacaran dengan Yu Man Fung selama lebih dari 10 tahun dan sempat dikabarkan menikah. Namun kemudian keduanya berpisah dan tak terdengar kabarnya lagi.

Fakta Terkini (2020)

Kesuksesan Stephen dalam dunia film tentunya sangat menginspirasi. Ditambah dengan bisnisnya yang juga maju, membuat sosok Stephen nyaris sempurna. Sayangnya, terdengar kabar belakangan ini bahwa Stephen Chow bangkrut. Kabar bangkrutnya Stephen cukup mengejutkan publik.

Seperti apa kehidupan dan fakta terkini Stephen Chow di tahun 2020? Simak ulasan lengkap mengenai fakta sang legenda berikut ini.

1. Terlilit utang

Stephen Chow yang tenar dengan film Kung Fu Hustle diketahui memiliki utang kepada investor serta mantan kekasihnya, Yu Man Fung. Total utang yang harus ditanggung oleh Stephen Chow tergolong sangat besar, yaitu mencapai 47,4 juta dollar AS atau setara Rp 700 miliar.

2. Digugat mantan pacar

Awal mula lilitan utang terjadi ketika ketika Yu Man Fung menggugat aktor sekaligus sutradara terkenal ini. Tidak tanggung-tanggung, gugatan Man Fung terhadap Chow sebesar 14 juta dollar AS. Man Fung mengklaim bahwa jumlah tersebut merupakan utang Stephen Chow sebagai komisi atas penjualan rumah mewah kepada Man Fung yang terletak di kawasan elite, The Peak, Hongkong.

Man Fung merasa berhak atas komisi 10% dari penjualan rumah atau sebesar 80 juta dollar Hongkong. Namun diketahui Chow baru memberikan 10 juta dollar Hongkong atau setara 1,75 juta dollar AS.

Atas peristiwa tersebut, Chow menyatakan bahwa jumlah komisi yang diberikan merupakan sebuah itikad baik, namun komisi tersebut ditolak. Akhirnya kasus menjadi panjang dan masuk ke meja hijau pada bulan November ini.

3. Utang pada investor

Selain karena digugat mantan pacar, Chow juga terlilit utang pada investor. Pada 2016 lalu, ada investor yang berniat menginvestasikan 230 juta dollar AS di perusahaan Chow. Atas investasi tersebut, Chow menjanjikan keuntungan sebesar 180 juta dollar AS selama 4 tahun.

Hasil investasi hingga tahun ketiga masih cukup lancar. Investor menerima 117 juta dollar AS setiap tahunnya. Namun di tahun 2020 ini, investor hanya mendapat 30 juta dollar AS saja.

4. Terdampak pandemi Covid-19

Utang Stephen Chow atas investasi investor sebenarnya merupakan dampak dari pandemi Covid-19. Hingga tahun 2019, hasil investasi yang diberikan pada investor masih cukup besar. Namun di tahun 2020 ketika seluruh dunia dilanda Pandemi Covid-19, hasil investasi tidak seperti yang dijanjikan.

Investor memutus perjanjian investasi dan kedua belah pihak setuju. Namun investor masih merasa kekurangan uang dan mengejar Chow untuk membeli saham mereka kembali.

5. Industri perfilman ‘pingsan’

Masih akibat pandemi Covid-19, industri perfilman ikut terdampak. Tayangan bioskop ditutup dan dibatasi sehingga penghasilan dari industri film juga melemah. Hal ini turut menjadi faktor yang mempengaruhi lemahnya finansial Stephen Chow.

6. Menggadaikan rumah

Karena lilitan utang, Stephen pun sempat diketahui menggadaikan rumahnya. Rumah yang digadaikan terletak di The Peak, kawasan elit yang terletak di Hongkong. Ia menggadaikan rumahnya di 12 Pollock’s Path kepada JPMorgan Chase Bank ketika puncak pandemi Covid-19 berlangsung. Sebenarnya ada seorang pembeli yang tertarik untuk membeli rumah Stephen Chow, namun Chow tidak melepasnya.

Kesuksesan Stephen Chow dalam karirnya ternyata tidak lantas membuatnya bebas dari ancaman kebangkrutan. Sepandai apapun ia mengumpulkan harta, jika tidak pandai menyimpan dan mengelolanya, maka harta tersebut dapat habis juga. Terlebih kebangkrutan disebabkan oleh faktor eksternal yang tidak dapat diduga. Disinilah pentingnya mengatur keuangan serta mengumpulkan dana darurat agar jika terjadi sesuatu di luar dugaan, finansial tidak terganggu.

Meskipun ancaman bangkrut sedang menghampiri sang aktor, namun perjuangannya dalam meraih sukses patut diacungi jempol. Ia menjadi seorang legendaris yang diakui performanya dalam bidang yang memang ia tekuni. Semoga kamu bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari kisah Stephen Chow ini. Temukan juga biografi tokoh terkenal lainnya di Qoala Blog, ya!

Bagikan ke Teman:
Riza Dian Kurnia
A great storyteller and an enthusiastic listener. Dont stop when you are tired, stop when you are done.
Cari Asuransi Terbaik di Qoala