Thomas Alva Edison: Profil, Biografi, Fakta Terkini

Artikel ini terakhir diperbarui June 30, 2021 by Zaky Afdika
Thomas Alva Edison: Profil, Biografi, Fakta Terkini
Sumber foto: Everett Collection via Shutterstock
Bagikan ke Teman:

Thomas Alva Edison merupakan salah satu tokoh yang menginspirasi dengan kebulatan tekadnya, walau jatuh berkali-kali. Pria yang lahir pada tahun 1847 ini memiliki ribuan penemuan dan yang paling fenomenal tentu saja bohlam lampu. Manfaat penemuan Thomas Alva Edison bisa kita nikmati sekarang karena dunia menjadi lebih terang di malam hari.

Thomas Alva Edison adalah seorang sosok penemu pertama yang terkenal dengan penemuan bola lampu pijar yang menerapkan prinsip produksi massal pada tiap proses penemuannya. Bagaimana Thomas Alva Edison menemukan bola lampu pijar yang seketika melambungkan namanya? Hal itu tentu tidak melalui perjuangan yang mudah. Dia harus melakukan percobaan seribu kali sampai mendapatkan hasil sesuai keinginannya. Kali ini, Qoala akan membahas secara lengkap mengenai biografi dan fakta lainnya seputar Thomas Alva Edison yang bisa menginspirasi kamu.

Biografi Thomas Alva Edison

Biografi Thomas Alva Edison
Sumber foto: Ritu Manoj Jethani via Shutterstock

Penasaran bagaimana kisah Thomas Alva Edison dari masa kecil (childhood) sampai menemukan bola lampu pijar dan menjadi pengusaha sukses? Kamu bisa menelusuri kehidupannya melalui biografi Thomas Alva Edison yang diperbaharui per 2020 dan 2021 di bawah ini yang juga dikutip dari Wikipedia Indonesia.

1. Kehidupan Masa Kecil

Thomas Alva Edison dilahirkan di Milan, Ohio pada tanggal 11 Februari 1847 dan berasal dari negara Amerika Serikat. Dia lahir dari pasangan Samuel Ogden Edison dan Nancy Matthews. Pada tahun 1854 orang tuanya pindah ke Port Huron, Michigan sehingga Edison tumbuh besar di sana.

Sewaktu kecil, Edison hanya mengikuti sekolah selama 3 bulan. Pasalnya, guru yang mengajar memperingatkan ibunya bahwa Thomas Alva Edison kecil tidak bisa belajar di sekolah. Edison dianggap murid yang bodoh, sering tertinggal, dan tidak berbakat.

Walau begitu, ibunya Nancy Mathews yang juga seorang guru meyakini bahwa Thomas Alva Edison bukanlah anak yang bodoh dan terbelakang. Dia pun mengajar anaknya sendiri di rumah. Kepercayaan itu dibayar lunas oleh Thomas Alva Edison, sang penemu bola lampu pijar (dikutip dari Brainly) dan menjadi salah satu penemu terbesar yang dikenal dunia.

2. Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Besar

Sejak kecil Edison menunjukkan sifat ingin tahu yang mendalam dan selalu ingin mencoba, walau tidak mengenyam pendidikan di sekolah formal. Didorong rasa ingin tahu yang besar, dia sudah membedah tubuh hewan-hewan sebelum mencapai usia sekolah

3. Membuat Telegraf

Thomas Alva Edison membangun laboratorium kimia sederhana di ruang bawah tanah rumah ayahnya pada usia sebelas tahun. Setahun berselang dia berhasil membuat sebuah telegraf yang berfungsi, walau bentuknya primitif. Ia mengembangkan telegraf dua arah dengan rangkap dua penuh (full duplex two-way telegraf).

Percobaan-percobaan itu tentunya membutuhkan biaya yang lumayan besar. Guna membiayai hal itu, Thomas Alva Edison bekerja sebagai penjual koran dan permen di atas kereta api yang beroperasi antara kota Port Huron dan Detroit, pada usia 12 tahun.

Tentu saja percobaan-percobaan yang dilakukannya membutuhkan biaya yang lumayan besar. Untuk memenuhi kebutuhannya itu, pada usia dua belas tahun Edison bekerja sebagai penjual koran dan permen di atas kereta api yang beroperasi antara kota Port Huron dan Detroit.

Pemuda kelahiran Ohio ini meminta izin kepada pihak perusahaan kereta api “Grand Trunk Railway” untuk membuat laboratorium kecil di salah satu gerbong. Tujuannya supaya waktu senggangnya di kereta api tak terbuang percuma. Edison membaca literatur dan melakukan berbagai percobaan saat sedang tidak bertugas.

Pada tahun 1861 terjadi perang saudara antara negara-negara bagian utara dan selatan di Amerika Serikat. Topik ini menjadi perhatian orang-orang termasuk Thomas Alva Edison yang mana dia melihatnya sebagai peluang dan membeli sebuah alat cetak tua seharga 12 dolar. Selanjutnya Edison mencetak koran sendiri bernama “Weekly Herald”. koran pertama yang dicetak di atas kereta api. Oplah Weekly Herald mampu terjual 400 sehari.

Dalam biografi Thomas Alva Edison tertulis bahwa pria itu hampir kehilangan pendengarannya akibat kecelakaan. Namun dia tidak menganggapnya sebagai halangan, malah sebagai keuntungan karena memiliki banyak waktu untuk berpikir dibanding mendengarkan pembicaraan kosong.

Pada tahun 1868, Edison mendapat pekerjaan sebagai operator telegraf di Boston. Dia memanfaatkan waktu luangnya untuk melakukan percobaan-percobaan di bidang teknik. Dia juga menemukan sistem interkom elektrik pada tahun yang sama.

4. Melakukan Seribu Percobaan Sebelum Berhasil

Thomas Alva Edison menyibukkan diri dengan penelitian lampu pijar yang saat itu menjadi perhatian banyak peneliti, pada tahun 1877. Dia pun menyadari pentingnya sumber cahaya semacam itu bagi kehidupan umat manusia.

Terdorong sebab itu, Thomas Alva Edison mencurahkan seluruh tenaga, waktu, dan uang sebanyak 40.000 dollar yang didapat dengan menjual penemuannya ke perusahaan-perusahaan, untuk melakukan percobaan membuat lampu pijar dalam kurun waktu dua tahun.

Bagaimana proses Thomas Alva Edison menemukan bola lampu pijar? Tentu saja tidak semudah bayangan banyak orang karena dia menghadapi berbagai problem. Misalnya, bagaimana menemukan bahan yg bisa berpijar saat dialiri arus listrik tetapi tidak terbakar? Dari hasil percobaannya, terdapat sekitar 6000 bahan yang dicobanya. Usaha keras Edison terbayar setelah dia menemukan lampu pijar listrik pertama yang mampu menyala selama 40 jam, pada tanggal 21 Oktober 1879.

Kapan Thomas Alva Edison mematenkan penemuan lampu pijar nya? Badan paten Amerika meresmikan hak paten lampunya pada 27 Januari 1880.

Lampu hasil temuan Edison istimewa karena lebih efisien dan tahan lama. Dia membuat lampu listrik dengan seutas karbon maupun lempengan karbon. Dia menambah prinsip lampunya dengan ruang hampa udara dalam sebuah kaca sehingga bisa bertahan sampai 50 hari. Lampu hasil temuannya digunakan di Manhattan New York pada 1882 dan dipasang di jalanan dan rumah-rumah sejauh satu kilometer.

5. Penemuan Lain Selain Lampu

Hak paten pertama Thomas Alva Edison berupa alat electric vote recorder, namun tidak ada yang tertarik membelinya sehingga dia beralih ke penemuan yang bersifat komersial. Pengembangan stock ticker menjadi penemuan pertamanya yang bersifat komersial dan dia menjualnya ke sebuah perusahaan sebesar 40000 dollar. Uang hasil penjualan patennya ia gunakan untuk membuka perusahaan dan laboratorium di Menlo Park, New Jersey. Di laboratorium ini pula berbagai penemuannya tercipta dan mengubah pola hidup sebagian besar orang-orang di dunia. Pada tahun 1877, dia juga menemukan phonograph.

Masih ada banyak penemuan lainnya dari Thomas Alva Edison karena dia telah menghasilkan 1.039 hak paten. Berbagai penemuan lain yang jarang diketahui orang seperti pulpen elektrik, proses penambangan magnetik, torpedo listrik, karet sintetis, telegraf cetak, baterai alkaline, pengaduk semen, mikrofon, transmiter telepon karbon dan proyektor gambar bergerak.

Thomas Alva Edison juga berjasa dalam bidang perfilman karena dia menggabungkan film fotografi yang telah dikembangkan George Eastman menjadi industri film yang menghasilkan jutaan dolar seperti sekarang.

Selain itu, dia juga membuat Black Maria yang merupakan studio film bergerak dan dibangun pada jalur berputar. Pada tahun 1920-an, kondisi Thomas Alva Edison semakin memburuk dan Edison meninggal dunia pada tanggal 18 Oktober 1931 pada usia 84 tahun.

Fakta Thomas Alva Edison

Fakta Thomas Alva Edison
Sumber foto: Olga Popova via Shutterstock

Terdapat berbagai fakta menarik dan cerita motivasi yang melingkupi kehidupan Thomas Alva Edison. Berikut berbagai hal menarik dari kehidupan pria yang dijuluki ‘Penyihir Menlo Park’ ini.

1. Membangun Laboratorium Pertamanya pada Usia 10 Tahun

Kita tentu tahu bahwa Thomas Alva Edison adalah penemu, namun hanya segelintir yang tahu pada umur berapa dia memiliki laboratorium pertamanya. Saat berusia 9 tahun, ibu Edison memberinya sebuah buku ilmu dasar tentang bagaimana melakukan eksperimen kimia di rumah. Hal itu membuat Edison tertarik untuk melakukan setiap percobaan dalam buku. Bahkan dia menghabiskan semua tabungannya untuk membeli bahan kimia.

Pada usia 10 tahun, dia membangun laboratorium sains pertamanya di ruang bawah tanah rumah. Ayahnya mencoba menyuapnya dengan sepeser uang supaya Edison keluar dari ruang bawah tanah dan membaca buku. Namun bukannya membaca banyak buku, Edison malah menggunakan uang itu untuk membeli lebih banyak bahan kimia untuk percobaan. Supaya tidak ada yang mengambil bahan kimia berharga miliknya, Edison memberi label “racun”di semua botolnya.

2. Menyelamatkan Seorang Anak Laki-laki

Pada usia 14 tahun, Edison menyelamatkan Jimmie MacKenzie yang berumur 3 tahun dari gerbong kereta api yang melaju cepat. Sebagai imbalannya, ayah Jimmie yang merupakan agen stasiun sangat berterima kasih sehingga dia mengajarkan Edison cara menggunakan mesin telegraf. Selanjutnya, dia menjadi operator telegraph untuk Western Union.

Edison meminta bekerja shift malam supaya masih bisa melakukan eksperimen. Suatu waktu, dia tidak sengaja menumpahkan asam sulfat ketika melakukan eksperimen dengan baterai. Cairan asam itu menembus lantai kayu dan sampai di meja atasannya di lantai bawah. Edison pun dipecat dari pekerjaannya keesokan harinya.

3. Tak Senang Disebut Gagal

Apa yang paling tidak disukai Edison? Tentu saja bila ada orang yang menyebutnya gagal selama bereksperimen. Misalnya ketika ribuan kali melakukan uji coba bola lampu. Menurut Edison, dia tidak gagal, melainkan menemukan “cara yang tidak bekerja”. Supaya berhasil, dia hanya perlu menemukan “metode yang betul.”

Thomas Alva Edison pernah meminta sebuah judul berita diganti, dari “Setelah 9.955 kali gagal menemukan bola lampu pijar, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala” menjadi “Setelah 9.955 kali berhasil menemukan lampu yang gagal menyala, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala.”

4. Bohlam Pertama Bertahan Kurang dari 15 Jam

Sang penemu bola lampu pijar, Thomas Alva Edison, hanya bisa bisa membuat lampu yang menyala selama 15 jam. Bola lampu itu menggunakan kapas yang dikarbonasi sebagai pembakar. Merasa kurang maksimal, Edison melakukan uji coba kembali dan berhasil membuat bola lampu selanjutnya bertahan sampai 600 jam.

5. Dijuluki Sebagai Muckers

Penemuan yang membuat nama Thomas Alva Edison melambung tentu saja bola lampu. Semuanya membutuhkan waktu beribu-ribu jam untuk melakukan uji coba yang sebelum berhasil. Edison dan rekan labnya menyebut diri sebagai “Muckers” yang artinya orang yang melakukan sesuatu tanpa rencana. Dari keterangan di atas, bisa disebut bila ribuan eksperimen mereka bermula pada mencoba-coba komponen bola lampu satu persatu.

6. Thomas Alva Edison Menikah Dua Kali

Pada 1871, Edison yang berumur 24 tahun menikah untuk pertama kalinya dengan Mary Stilwell yang berumur 16 tahun. Pernikahan keduanya dikaruniai tiga anak yakni Marion, Thomas Alva Edison Jr., dan William. Sayangnya, istri pertamanya itu menghembuskan napas terakhirnya pada usia 29 tahun karena menderita demam tifoid.

Beberapa waktu berselang, Edison bertemu dengan Mina Miller dan jatuh cinta kepadanya lalu keduanya menikah pada tahun 1886. Saat itu Edison berumur 39 dan Mina berumur 20 tahun. Pernikahan kedua Thomas Alva Edison melahirkan 3 orang anak yakni Madeleine, Charles Edison, dan Theodore.

7. Teknopreneur Penyempurna

Sebenarnya Thomas Alva Edison bukanlah penemu asli bola lampu. Sir Humphry sudah lebih dulu menemukan benda dengan konsep serupa, tujuh puluh tahun sebelum Edison mematenkan bola lampunya. Dia memanfaatkan dua batang karbon yang memercikkan cahaya. Selain itu, ada pula Frederick De Moleyns yang mematenkan bola lampu dari campuran platina karbon. Selanjutnya ada J.W. Starr yang mematenkan bola lampu dari komponen yang berbeda.

Meski bola lampu Thomas Edison yang paling efektif, dia bukan penemu awal benda ini. Edison bisa disebut sebagai seorang teknopreneur penyempurna karena mampu mengembangkan dan memaksimalkan penemuan-penemuan sebelumnya. Manfaat bola lampu pijar penemuan Thomas Alva Edison menjadikan dunia lebih terang pada malam hari bahkan hingga sekarang.

8. Edison dan Awal Munculnya Hollywood

Tanpa kehadiran Edison, wajah industri film Hollywood tentu akan sangat berbeda. Thomas Alva Edison menemukan satu dari generasi terawal kamera film dan menginisiasi pembuatan studio film pertama yang diberi nama Black Maria, pada tahun 1893.

Pada masa itu ada banyak film pendek yang diproduksi di studio ini termasuk video kucing pertama di dunia. Dengan paten yang dimilikinya, Edison bisa menuntut siapapun yang menggunakan teknologinya untuk membuat studio film serupa.

Sejatinya ada beberapa studio yang menggunakan teknologi berbeda untuk membuat film. Tapi akhirnya Edison bergabung dengan mereka dan membuat satu perusahaan besar perfilman bernama Motion Pictures atau dikenal dengan Edison Motion Picture Studio.

Saat itu semua pembuat film harus membayar pada Motion Pictures dan mereka harus patuh pada peraturan yang Edison buat. Tersebab muak dengan peraturan-peraturan yang mengekang, para pembuat film bekerja sama membangun industri besar di kota pertanian kecil.

Industri itu sekarang bernama Hollywood. Saat itu, harga tanahnya sangat murah, cuacanya baik, dan hukumnya tidak seketat di wilayah east coast. Melalui Hollywood, kita bisa menyaksikan menonton berbagai film berkelas dunia sebut saja sekuel Star Wars, The Avengers, dan film-film bermutu lainnya.

9. Pendengarannya Rusak, Bukan Tuli

Banyak yang menyebut bila Thomas Alva Edison Edison tuli. Sebenarnya dia tidak tuli, melainkan memiliki kesulitan mendengar secara sempurna. Ada beberapa sebab yang melatarinya, mulai dari demam ketika kecil dan beberapa kali terkena infeksi di telinga serta tak bisa diobati.

Selain itu, telinganya juga pernah dipukul kondektur kereta api ketika laboratorium kimianya di gerbong barang terbakar.

10. Jarang Tidur

Setiap tokoh besar memiliki kebiasaan masing-masing yang menunjang kesuksesannya. Edison pernah berkata bila tidur hanya membuang waktu. Sejarah mencatat bahwa dia hanya tidur selama tiga jam setiap malamnya. Namun, dia dikatakan melakukan tidur sebentar-bentar dan kadang bekerja selama 72 jam berturut-turut.

11. Suka ‘Ngerjain’ Tamu

Siapa sangka bila tamu yang berkunjung ke rumah Edison harus membuka gerbang besi dan menutup kembali sampai benar-benar tertutup. Ternyata gerbang besinya cukup berat sehingga dikeluhkan para tamu.

Rumah Edison dipenuhi berbagai alat mekanis yang saling terhubung. Setiap kali ada orang yang membuka dan menutup pintu gerbang depan, secara otomatis akan memompa satu galon air ke dalam bak penampungan air. Hal itulah yang membuat membuka gerbang rumah Edison terasa lebih berat.

Itulah riwayat hidup dan fakta Thomas Alva Edison yang patut kamu ketahui. Kisah hidupnya yang bertekad baja telah membuat namanya menjadi simbol dari kerja keras. Semoga kisah Thomas Alva Edison di yang sudah Qoala rangkum di atas bisa menginspirasi kamu, ya.

Bagikan ke Teman:
Yogarta Awawa
Seorang penulis, yang subjek tulisannya merentang dari artikel, berita, company profil, cerpen, sampai puisi. Hasil karyanya termuat dalam antologi "Narasi Baru" yang digagas Festival Sastra TangSel 2018 dan "Semesta Jiwa" oleh Komunitas Rumah Semesta.
Cari Asuransi Terbaik di Qoala