Gading Marten: Profil, Biografi, Fakta Terkini

Artikel ini terakhir diperbarui January 29, 2021 by Putra Fajar Hasanuddin
Gading Marten: Profil, Biografi, Fakta Terkini
Sumber foto: Gading Marten via Instagram
Bagikan ke Teman:

Melihat sosok Gading Marten pastinya semua langsung menghubungkannya dengan sosok Roy Marten, aktor senior yang telah membintangi sejumlah film. Gading Marten adalah anak dari Roy Marten yang juga berkecimpung di dunia hiburan tanah air. Ia merupakan aktor film, pemain sinetron, presenter, dan juga penyanyi. Karirnya mulai menanjak saat membintangi beberapa film layar lebar dan semakin populer saat menikah dengan Gisella Anastasia.

Meski selalu dihubung-hubungkan dengan sang ayah, namun Gading Marten berhasil membuktikan dirinya layak menjadi aktor yang diperhitungkan dan itu semua terbayar saat mendapatkan penghargaan sebagai pemeran utama pria terbaik pada ajang Festival Film Indonesia 2018. Seperti apa biodata, biografi, dan fakta terkini Gading? Kali ini, Qoala akan membahasnya.

Biodata

Menurut data Wikipedia, Gading Marten memiliki nama asli Angling Gading, lahir di Jakarta pada 8 Mei 1982 dari pernikahan Roy Marten dan Farida Sabtijastuti. Gading Marten memiliki saudara kandung Mahesa Gibran, Merari Sabati, Aline Marten, Monique Marten, dan Galih Marten. Agama Gading Marten adalah Kristen Ortodoks dan terbilang cukup taat beragama, bukan mualaf. Jika ditanya soal suku apa, Gading Marten merupakan keturunan Jawa.

Ia tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Atma jaya Jakarta, Fakultas Ekonomi Manajemen. Gading diketahui hobi fotografi dan mengoleksi motor. Meski mengawali karir sebagai pesepakbola, tapi kedekatan dengan industri hiburan membuatnya menekuni profesi ini dan mendapatkan dukungan dari keluarga.

Biografi

Popularitas dan kesuksesan karir Gading Marten saat ini memang tak lepas dari dukungan keluarga yang juga berkontribusi terhadap pengembangan karir Gading Marten sejak kecil. Tentu saja perjalanan panjang Gading hingga saat ini melalui fase yang berliku.

Penggemar Sepak Bola

Semasa kecil, Gading kecil tidak mengetahui profesi sang ayah sebagai aktor film. Satu hal yang dia ingat dan tahu adalah bahwa sang ayah, Roy Marten adalah sosok panutan yang sangat baik, tidak pernah marah kepadanya. Ia selalu mendapatkan pengajaran tentang bagaimana caranya bersyukur dan menjalani hidup dengan bahagia. Tak kenal dengan dunia seni peran, Gading menggemari dunia sepak bola dan memilih AC Milan sebagai tim idolanya. Ketertarikan dengan sepakbola ini juga yang membuat Gading menjadi pemain sepakbola untuk Persitara Jakarta Utara.

Broken Home

Meski mendapatkan kasih sayang dari sang ayah, ternyata sedari kecil Gading Marten tidak mendapatkan suasana keluarga yang utuh. Roy Marten dan Farida Sabtijastuti bercerai saat usia Gading kecil sekitar 3 bulan. Masa kanak-kanaknya pun dilalui dengan kesedihan saat memahami bahwa kedua orang tuanya tidak berada di dalam satu rumah. Gading Marten sering bolos sekolah untuk pergi menemui sang ibu kandung, namun ibunya selalu menyuruh Gading untuk kembali ke rumah ayahnya karena tidak ingin membuat ayahnya panik.

Menjajaki karir di depan kamera

Dengan dukungan sang ayah, Gading mencoba peruntungan di industri hiburan tanah air. Ia mencoba ikut casting layar lebar dan mendapatkan peran. Karirnya mulai dilirik produser film dan akhirnya mendapatkan banyak tawaran film. Tak sampai di situ, kemampuan aktingnya juga dikembangkan lewat beberapa judul sinetron yang kemudian melambungkan namanya dan mampu menepis bayang-bayang anak dari aktor besar.

Kemampuan menjadi presenter dan penyanyi

Setelah cukup percaya diri membintangi beberapa film dan sinetron, kemampuan public speaking Gading membuatnya mendapatkan kepercayaan sebagai presenter acara televisi. Tentu karirnya semakin diakui sebagai entertainer di dunia hiburan dengan berbagai kemampuan. Beberapa kali juga Gading mencoba peruntungan dalam dunia tarik suara dan merilis beberapa lagu seperti “Tak ada Gading yang tak retak” dan juga “Merindu”.

Hubungan dengan banyak wanita

Dengan gaya yang cukup segar dan terkadang kocak, tak sulit bagi Gading Marten untuk mendekati lawan jenis. Sepanjang karirnya di dunia hiburan, Gading Marten seringkali disorot soal hubungan asmaranya. Beberapa artis yang pernah disinggung sempat dekat dengannya seperti Aline, Astrid Tiar, Nirina Zubir, dan Renny Sutiyoso.

Ancaman Pembunuhan

Kedekatan dengan banyak wanita membuat Gading Marten sempat dicap sebagai playboy. Ini membuat banyak teror yang datang kepadanya berupa ancaman pembunuhan karena dianggap merebut pacar orang lain. Salah satunya terjadi pada tahun 2007 dimana Gading mendapatkan pesan singkat berisi ancaman pembunuhan.

Pernikahan dengan Gisella Anastasia

Saat menjadi presenter kuis di salah satu televisi, Gading Marten bertemu dengan Gisella Anastasia yang pada saat itu menjadi bintang tamu. Diketahui Gisella Anastasia adalah seorang penyanyi jebolan Indonesian Idol. Dari pertemuan itu, Gading sering dipertemukan kembali dengan Gisel dalam kesempatan lainnya hingga ia merasa cocok dengan Gisella dan memantapkan hati untuk menikahinya pada 14 September 2013.

Kelahiran Anak pertama

Dari pernikahan Gading Marten dan Gisella Anastasia, mereka dikarunia seorang anak perempuan cantik yang dinamai Gempita Noura Marten yang lahir pada 16 Januari 2015. Dengan hadirnya putri kecil yang lucu, kehidupan rumah tangga Gading serasa sempurna. Ia memiliki istri yang cantik dan juga berkarir di industri hiburan serta dikaruniai anak cantik yang mampu merubah kedewasaannya terhadap hidup.

Perceraian dengan Gisel

Meski tampak baik-baik saja, tapi ternyata keretakan rumah tangga Gading Marten dan Gisella Anastasia tak bisa diredam lagi. Gading Marten digugat cerai Gisel pada 19 November 2018 dan kemudian resmi bercerai pada 23 januari 2019. Alasan dari perceraian ini adalah percekcokan dan ketidakcocokan dalam menjalani rumah tangga. Dari hasil sidang perceraian, Akhirnya hak asuh Gempita jatuh ke tangan Gisel.

Meraih Piala Citra

Kemampuan akting Gading Marten semakin sempurna dan mengukuhkan diri sebagai pemeran film profesional dengan keberhasilannya meraih Piala Citra pada Festival Film Indonesia 2018. Gading mendapatkan penghargaan ini sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik dalam film Love for Sale. Sang ayah, Roy Marten sudah memprediksi kemenangan anaknya karena melihat akting Gading di film tersebut sangat memukau.

Aktif sebagai Youtuber

Sayang rasanya jika popularitas yang sudah didapatkan oleh Gading Marten tidak dimanfaatkan dengan optimal. Ini alasan sederhana untuk Gading membuat kanal Youtube dan mengunggah segala aktifitas pribadinya menjadi konten yang bisa dinikmati oleh pelanggannya. Kebanyakan video yang diunggah adalah kegiatan Gading saat menemani sang anak bermain. Terlihat daya tarik Gading Marten mampu menggaet 3,5 juta subscriber.

Film-film

Sepanjang karirnya di industri hiburan, Gading Marten sukses melakoni beberapa film yang mendapatkan antusiasme tinggi dari penonton dan tentu saja melambungkan namanya sebagai salah satu aktor papan atas muda yang layak diperhitungkan. Berikut ini beberapa film bagus dimana Gading pernah terlibat di dalamnya.

Love for Sale (2018)

Film ini bisa dibilang sangat fenomenal untuk Gading Marten sendiri. Pasalnya ini adalah film dimana Gading Marten didaulat jadi pemeran utama dan sukses membawanya pada penghargaan Pemeran Utama Pria Terbaik. Di film ini, Gading Marten berperan sebagai Richard Ahmad, seorang lelaki jomblo yang kemudian bertemu dengan seorang wanita di situs penyedia teman kencan berbayar. Gading tampil sebagai seorang lelaki bujangan berusia 40 tahun tapi berdandan trendi.

Susah Sinyal

Film arahan Ernest Prakasa ini merupakan film bersejarah bagi Gading yang juga beradu akting dengan istrinya (pada saat itu) Gisella Anastasia. Di film ini, mereka berdua memerankan sepasang suami istri yang sedang menjalani proses perceraian. Dalam film ini, Gading dan Gisel berperan sangat baik, dan semakin menyita perhatian ketika cerita di dalam film terjadi di dunia nyata mereka.

Sampai Ujung Dunia (2012)

Di film Sampai Ujung Dunia, Gading Marten berperan sebagai Gilang dan beradu akting dengan Dwi Sasono dan Renata Kusmanto. Mereka bertiga dikisahkan sebagai sahabat dengan setting siswa SMA. Jadi di film ini Gading Marten terlihat muda karena mengenakan seragam SMA dan seragam pilot.

London Virginia (2010)

Penampilan berbeda ditunjukkan Gading Marten dalam film London Virginia yang dirilis 10 tahun yang lalu. Di film ini, ia berperan sebagai seorang banci dan tentu saja menantang kemampuan aktingnya. Karakter yang diperankan adalah seorang model yang juga menjadi selebriti papan atas yang menyamar sebagai banci.

Laskar Pemimpi (2010)

Berlatar suasana perang kemerdekaan di film Laskar Pemimpi menjadikan Gading Marten beralih profesi sebagai seorang tentara bernama Kapten Hadi Sugito. Dengan seragam militer hijau tua, Gading beradu peran dengan grup musik Project Pop.

Fakta Terkini (2020)

Dengan perjalanan hidup yang berliku, Gading Marten sukses menjadi salah satu aktor dan selebriti di Indonesia yang memiliki banyak pengagum dan respon positif dari publik. Namun tak banyak yang tahu tentang fakta-fakta unik dan berita terbaru dari Gading Marten berikut ini.

Pujian dari lawan main

Beberapa rekan main film memuji akting Gading Marten dan juga personality yang mudah diajak kerja sama dan bertukar pikiran. Beberapa diantaranya yang memuji sosok Gading Marten adalah Dian Sastro dan Prisia Nasution.

Ragu berakting lucu

Meski dalam kesehariannya sosok Gading Marten adalah orang yang supel dan suka bercanda, tapi tidak dengan akting kocak di depan kamera. Ia merasa gugup untuk beraktif lucu karena ragu apakah lelucon tersebut membuat orang tertawa atau malah terkesan aneh.

Wawancara Vin Diesel

Pada saat Gading Marten liburan ke Amerika Serikat, ia berkesempatan mewawancarai aktor Hollywood, Vin Diesel. Ia merasa terhormat karena diundang oleh Universal Pictures yang memproduksi Fast & Furious 9. Tentu ini adalah pengalaman berharga bagi Gading dan tidak semua orang mendapatkan kesempatan langka ini.

Membuka bisnis kuliner

“King Kremes Gading Marten” adalah brand kuliner yang dibuat oleh Gading dan menjajal peruntungannya dalam bisnis makanan. Restoran ini berada di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara dan menyajikan menu-menu santai dengan harga yang cukup terjangkau. Bahkan King Kremes Gading Marten sudah memulai buka cabang di beberapa daerah sekitaran Jabodetabek.

Usaha Warung Kopi Soosoo

Tak hanya menjajal bisnis kuliner restoran ayam, Gading Marten juga mencoba membuka usaha warung kopi yang dinamai “Soosoo”. Bisnis dengan tema kopi ini sedang naik daun dan trennya belum turun. Sepertinya, Gading jeli membaca peluang bahwa tren anak muda dan masyarakat Indonesia untuk menikmati kopi telah bergeser. Warung Kopi Soosoo berada di kawasan Green Lake, Tangerang. Menu yang disajikan pun mengikuti tren kopi saat ini. Selain memang menyukai kopi, Gading Marten mencoba mempersiapkan diri jika suatu saat tidak lagi aktif di dunia hiburan.

Mencoba membangun media online

Gading Marten diketahui juga sedang membangun sebuah kanal media online yang dinamai Satu Kata. Di sini Gading dibantu dengan tim media kreatif membuat konten-konten digital seperti podcast, video, dan kanal informasi berbasis digital lainnya. Ini adalah upaya Gading untuk terus melihat peluang bisnis dari perkembangan jaman yang sedang tren.

Kanal Podcast Semprod

Maraknya industri kreatif saat ini membuat Gading dan beberapa rekan membuat kanal podcast yang dinamai Semprod, yaitu Semprul Podcast. Bersama dengan rekannya Andhika Pratama dan bintang tamu lainnya, Gading membahas konten-konten menarik dan ringan di dalam konten tersebut. Dengan pembawaan yang riang dan jenaka, tak heran jika Semprod mendapatkan antusiasme dari penggemarnya.

Pecinta Motor

Dalam beberapa kesempatan, Gading Marten sering memamerkan kecintaannya pada motor terutama motor-motor bermesin besar dan masuk ke dalam kendaraan mewah. Hal ini terlihat dari unggahan Instagram dan foto-foto yang bermunculan di media sosial tentang hobinya terhadap motor besar. Beberapa koleksi motor Gading yang mengundang decak kagum karena harga dan tampilannya adalah:

Harley-Davidson Sportster 48

Gading Marten memiliki koleksi motor besar Harley-Davidson Sportster 48 yang diketahui harganya berkisar Rp 458 juta. Keunikan dari motor besar Gading adalah tulisan aksara jawa yang berada di bagian tangki yang menyiratkan nama istri (pada saat itu) dan anaknya, Gisel dan Gempita. Tujuannya agar ia tetap ingat dengan keluarga meskipun sedang berkendara ke luar rumah. Motor besar ini dinamai Gold Digger dan dianggap sebagai motor pertama yang menjadi koleksinya.

BMW R Nine T

Motor besar besutan BMW ini dinamai “Erni” oleh Gading Marten yang diambil dari nama tipe motornya yaitu “R Nine”. BMW R Nine T ini memiliki kapasitas mesin 1.170 cc dengan tenaga 110 dk dan torsi 119 nM. Sekedar informasi bahwa harga BMW R Nine T ini berkisar Rp 694 juta.

BMW GS 1200

Tak cukup sampai di situ, Gading Marten masih memiliki koleksi motor mewah lainnya yaitu BMW GS 1200 yang harganya ditaksir mencapai Rp 400 juta. Ini adalah motor paling baru yang dimilikinya dan digunakan untuk touring bersama komunitasnya. Dari sekian banyak koleksi motor, Gading merasa lebih senang mengendarai motor ketimbang mobil karena motor bisa banyak berinteraksi dengan komunitas dan menjalin relasi ke orang banyak. Dia berharap dengan menjadi penikmat motor akan menambah jaringan pertemanan.

Kesuksesan yang diraih Gading Marten saat ini tak bisa dibilang mudah hanya karena dirinya mendapatkan keuntungan dari nama besar sang ayah, Roy Marten. Dalam proses menapaki karirnya di industri hiburan, Gading Marten harus berjuang sendiri membuktikan kepada para produser bahwa ia bisa berhasil tanpa harus membawa nama sang ayah dalam setiap kesempatan.

Hingga saat ini, dengan segala pencapaian karir, apresiasi penghargaan, dan lini bisnis yang terus berkembang membuat Gading Marten terus berproses menjadi sosok yang dewasa dan profesional menjalani karirnya sebagai entertainer. Terlepas dari kontroversi rumah tangga dan semua ketidaknyamanan yang menjadi konsumsi publik, Gading banyak mendapatkan wejangan dari sang ayah untuk bisa bertahan dan menjadi legenda dengan akhir yang positif. Untuk kamu yang mencari kisah tokoh inspiratif lainnya, kunjungi Qoala Blog, ya!

Bagikan ke Teman:
Riza Dian Kurnia
A great storyteller and an enthusiastic listener. Dont stop when you are tired, stop when you are done.