Donald Trump: Profil, Biografi, Fakta Terkini

Artikel ini terakhir diperbarui June 21, 2021 by Zaky Afdika
Donald Trump: Profil, Biografi, Fakta Terkini
Sumber foto: Evan El-Amin via Shutterstock
Bagikan ke Teman:

Nama Donald Trump mencuat dalam beberapa tahun belakangan setelah memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat ke-45. Walau sudah jadi presiden, pernyataan-pernyataan kontroversialnya kerap terlontar darinya. Salah satu kontroversi selama dirinya menjadi presiden adalah upaya pemakzulan Donald Trump atas dasar penyalahgunaan kekuasaan dan menghalang-halangi Kongres oleh Dewan Perwakilan Rakyat-nya Amerika. Namun dia gagal digulingkan dalam sidang pemakzulan karena dinyatakan tak bersalah.

Sebelumnya banyak yang mengenal nama Donald Trump sebagai pengusaha sukses yang kaya pengalaman dan memiliki julukan ‘Raja Properti‘ di Amerika. Suami Melania Trump ini menjadi satu-satunya presiden yang berasal dari kalangan pengusaha sekaligus presiden Amerika Serikat yang paling kaya. Sebelum menjadi presiden, Trump merupakan seorang pengusaha real estate yang mengelola dan melisensikan namanya ke beberapa hotel, kasino, lapangan golf, resor, dan properti perumahan di kawasan Kota New York dan di seluruh dunia.

Donald Trump sudah menambahkan namanya ke sejumlah usaha ritel, termasuk lini pakaian, cologne, makanan, dan furnitur bermerek dari tahun 1980-an. Termasuk ke Universitas Trump yang menawarkan seminar dalam pendidikan real estate dari 2005 sampai 2010.

Walau kerap membuat kontroversi, perjalanan karir ayah Barron Trump ini patut diketahui terlebih dirinya merupakan salah satu pengusaha real estate yang sukses di Amerika Serikat. Yuk, cari tahu berbagai fakta menarik hingga hal baik dari Trump sebagai pelajaran yang bisa dipetik dari perjalanan hidup Presiden Amerika Serikat ke-45 ini. Simak rangkuman Qoala, ya!

Profil Donald Trump
NamaDonald John Trump
AgamaProtestan
Tempat, tanggal lahirNew York, Amerika, 14 Juni 1946
Warga NegaraAmerika Serikat
ProfesiPengusaha dan politikus
PasanganMelania Trump, Marla Maples, Ivana Trump
AnakIvanka, Donald Trump Jr., Barron, Tiffany, Eric
Orang tuaFred Trump (ayah), Mary Anne MacLeod Trump (ibu)

Biografi Donald trump

Tentu banyak yang penasaran dengan berita tentang Donald Trump beserta riwayat hidupnya mengingat dirinya merupakan salah satu orang paling dikenal di dunia. Apa kamu salah satunya? Berikut riwayat hidup ayah dari Donald Trump jr yang patut kamu ketahui.

1. Masa Kecil Donald Trump

Pria bernama lengkap Donald John Trump ini lahir tanggal 14 Juni 1946 di Jamaica, Queens, salah satu permukiman di Kota New York. Ayahnya bernama Fred Trump menjadi salah satu pengembang properti terbesar di Kota New York dan ibunya bernama Mary Trump.

Donald Trump adalah anak keempat dari lima bersaudara. Tiga saudaranya masih hidup yakni Maryanne, Elizabeth, dan Robert. Sementara kakak Trump yang bernama Fred Jr., meninggal dunia pada tahun 1981 akibat alkoholisme. Hal itu membuat Donald Trump tidak pernah merokok atau meminum minuman beralkohol.

2. Pendidikan Donald Trump

Trump mengenyam pendidikan di sekolah The Kew-Forest School di Forest Hills. Tapi saat berusia 13 tahun terjadi kekacauan sehingga dia berhenti sekolah dan mendaftar ke Akademi Militer New York. Orang tuanya berharap supaya Donald Trump mampu menjadi sosok seorang yang tangguh. Harapan itu menjadi nyata karena Trump meraih beberapa penghargaan akademis serta menjadi kapten tim baseball pada tahun 1964.

Donald John Trump kuliah di Universitas Fordham selama dua tahun, lalu pindah ke Wharton School di Universitas Pennsylvania. Dia lulus dengan gelar sarjana ekonomi dengan bidang konsentrasi keuangan pada tahun 1968. Selanjutnya dia bergabung di perusahaan real estate ayahnya.

3. Pengusaha Properti

Jejak karir Donald Trump bermula di perusahaan milik ayahnya, The Trump Organization yang merupakan penyewaan rumah kelas menengah. Dia menangani proyek pertamanya di Cincinnati Ohio dengan melakukan renovasi komplek apartemen Swifton Village. Perusahaan ayahnya meraih keuntungan sebesar US$ 6 juta setelah Donald Trump berhasil mengubah 1200 unit komplek apartemen dengan menaikkan tarif 66% menjadi 100%.

Donald Trump juga sukses mengembangkan bisnis propertinya untuk Javits Convention Center hingga membuat ia harus berurusan dengan pemerintah kota New York. Salah satu proyeknya yang bernilai US$ 110 juta membuat pemerintah kota New York membayar antara US$ 750 juta sampai US$ 1 miliar. Trump menawarkan untuk mengganti rugi proyek itu, namun tawarannya ditolak.

Keadaan serupa terjadi saat pemerintah kota New York berusaha untuk merenovasi Wollman Rink di Central Park pada tahun 1980 yang ditargetkan selesai dalam 2,5 tahun, namun sampai 1986 belum selesai. Proyek itu menghabiskan dana US$ 12 juta. Donald Trump menawarkan untuk menangani proyek itu dan dia menyelesaikannya dalam waktu 6 bulan dengan dana hanya US$ 2,750,000.

4. Resesi dan Kebangkrutan

Pada 1990, Amerika Serikat mengalami resesi dan turut berdampak pada Donald Trump yang mulai kesulitan membayar hutang-hutangnya. Ayah dari Ivanka Trump ini kesulitan melakukan pembayaran pinjaman sebesar 1 miliar dolar untuk kasino ketiganya yaitu Taj Mahal dengan bunga yang amat tinggi. Tahun berikutnya, bisnis Trump mengalami kemunduran.

Pada akhir tahun 1992 setelah tidak mampu membayar hutangnya, Trump Plaza Hotel terpaksa merencanakan paket perlindungan dari kebangkrutan. Donald Trump bersedia memberikan saham dari Hotel mewah itu sebesar 49% kepada Citibank dan 5 penyandang dana lainnya, dalam isi rencana itu.

Menurut anggota Organisasi Trump, pria kelahiran 1946 itu tidak mengembalikan semua kepemilikan atas Real Estate. Tapi para pemilik akan memberikan 30% keuntungan bila bangunan itu sudah terjual atau selesai dikembangkan.

5. Berkarir di Pertelevisian Amerika

Pada tahun 2004, Donald Trump juga mengembangkan karirnya di bidang pertelevisian selain perjalanan bisnisnya di bidang properti. Dia juga menjadi pembawa acara reality show, The Apprentice, dan produser eksekutif.

Donald Trump mendapatkan gaji sebesar 50.000 dolar per episode pada tahun pertama. Setelah acara itu sukses, dia mendapatkan bayaran sebesar 3 juta dolar per episode. Bayaran Trump saat itu merupakan yang tertinggi pada bidang pertelevisian.

Karir Trump di dunia pertelevisian semakin menanjak dari tahun ke tahun. Pada tahun 2007, dia memperoleh penghargaan atas program The Apprentice dengan menerima sebuah bintang di Hollywood Walk of Fame.

Perjalanan karirnya di dunia properti juga sangat panjang karena dia sudah membangun berbagai gedung perkantoran, kasino, hotel, lapangan golf, dan fasilitas bermerek lainnya di seluruh dunia. Reputasinya yang semakin menanjak membuat Donald Trump masuk dalam dunia perpolitikan.

6. Menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45

Tahun 2016 bisa jadi puncak karir Donald Trump karena dia berhasil memenangkan pemilihan presiden Amerika Serikat yang ke 45. Donald Trump yang aktif di Twitter ini dilantik sebagai presiden Amerika Serikat pada Januari 2017. Dia menjadi presiden Amerika dengan nilai kekayaan terbanyak dan berhasil mengalahkan calon dari partai Demokrat yaitu Hillary Clinton.

Kepemimpinan Presiden Amerika Serikat ke-45 ini juga tidak lepas dari kontroversi karena pernah mengalami upaya pemakzulan Donald Trump oleh Dewan Perwakilan Rakyat-nya Amerika. Tuduhannya yakni penyalahgunaan kekuasaan dan menghalang-halangi Kongres. Tapi upaya pemakzulan itu gagal karena Donald Trump dinyatakan tak bersalah.

Menurut majalah forbes tahun 2016, Donald Trump memiliki nilai kekayaan sekitar 3,7 miliar dollar atau sekitar 49,3 triliun rupiah.

7. Donald Trump vs Joe Biden dalam Pilpres AS 2020

Donald Trump kembali mencalonkan diri dalam pemilihan Presiden Amerika ke-46 melawan Joe Biden. Hanya saja dalam pemilihan presiden kali ini Trump bersama wakilnya Mike Pence harus mengakui keunggulan Joe Biden dan Kamala Harris.

Perhitungan suara terakhir menunjukkan Biden berhasil mengantongi suara elektoral sebanyak 306, jauh melampaui ambang batas suara maksimal 270. Sementara Trump yang menjadi rivalnya hanya mengantongi 232 suara elektoral. donald trump vs joe biden

8. Kehidupan Rumah Tangga

Pada tahun 1977, Donald Trump menikah pertama kali dengan wanita bernama Ivana Zelnickova, tapi mereka bercerai pada tahun 1992. Trump memiliki tiga orang anak dari pernikahan itu yakni Donald Trump Jr, Ivanka dan Eric.

Donald Trump menikah untuk yang kedua kalinya dengan Marla Maples pada tahun 1992 dan pernikahan itu memberinya satu orang anak bernama Tiffany. Keduanya berpisah pada bulan Mei 1997 dan bercerai tahun 1999.

Pernikahan Trump yang ketiga yakni dengan Melanija Knavs pada 2005. Pernikahan ini memberinya seorang anak laki-laki bernama Barron Trump.

Fakta Donald Trump 2021

Kurang lengkap rasanya bila mengetahui riwayat hidup Donald Trump tanpa mengetahui berbagai hal menarik tentangnya. Supaya tidak penasaran, berikut berbagai fakta Donald Trump 2021 yang patut kamu ketahui.

1. Kekayaan Donald Trump

Pandemi virus Corona yang melanda seluruh dunia turut menurunkan jumlah kekayaan para miliarder, termasuk Donald Trump. Menurut Business Insider, kekayaan Trump selama 2020 berkurang hampir US$ 600 juta dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Forbes menaksir Trump memiliki kekayaan bersih sebesar US$ 2,6 miliar atau setara dengan Rp 38,2 triliun. Dengan jumlah kekayaan sebesar itu, Trump berada di posisi 352 dari daftar 400 orang terkaya di AS. Posisinya melorot sebanyak 77 peringkat dari tahun sebelumnya.

Mayoritas kekayaan Trump berasal dari bisnis properti. Dia punya sekelompok menara perkantoran dan perumahan di Manhattan, tapi kini nilainya merosot. Pasalnya virus Corona sudah menjungkirbalikkan pasar real estat di AS secara keseluruhan.

2. Sumber Kekayaan Trump

Sebagai orang yang masuk jajaran orang terkaya di Amerika Serikat, tentu banyak yang penasaran dengan sumber pemasukan Donald Trump. Apa kamu salah satunya? Berikut sumber kekayaan Donald Trump yang patut kamu ketahui

The Grand Hyatt

Donald Trump bermitra dengan grup multinasional, Hyatt, untuk membeli Commodore Hotel yang rusak di dekat Grand Central pada medio 1970-an. Menurut CNBC, Hyatt mampu membayar setengah konstruksi perbaikan dengan total biaya mencapai 70 juta dolar (kurs saat itu).

CNBC menyebut kerjasama ini sebagai “kesepakatan besar pertama” Donald Trump. Sedangkan pada 1994, Los Angeles Times menyebut langkah Trump ini sebagai “salah satu kerja sama paling menguntungkan di bisnis perhotelan dan real estate”, walau Hyatt dilaporkan menuntut Trump saat itu.

Trump Tower

Trump memiliki Bangunan Trump Tower di Fifth Avenue 721, New York City, Amerika Serikat. Gedung ini punya tinggi 202 meter dengan total 58 lantai yang di dalamnya berisi pusat perbelanjaan, ruang komersial, restoran, dan juga kondominium. Trump Tower menjual kondominium dengan harga antara 2 juta sampai 9,5 juta dolar.

Wall Street 40

Sumber kekayaan ayah Ivanka Trump selanjutnya yakni Wall Street 40, salah satu gedung di kompleks Wall Street yang dibeli Donald Trump pada tahun 1995. Dilansir CNBC, Trump hanya membayar 1 juta dolar untuk membeli bangunan itu. Tapi situs resmi Wall Street 40 menyebut bahwa biaya pembelian bangunan itu sebesar 10 juta dolar. Pada tahun 2016, nilai bangunan itu meningkat menjadi 145 juta dolar, terlepas berapa harga saat pembeliannya.

Wollman Rink

Donald Trump mengambil alih renovasi Wollman Rink, sebuah gelanggang ice-skating di Central Park, New York, pada tahun 1986. Pengambilalihan ini terjadi karena pihak pemerintah New York dinilai tidak kunjung selesai mengurus proyek ini selama bertahun-tahun.

Dilansir Time, Trump mampu menyelesaikan proyeknya dengan anggaran sebesar 3 juta dolar. Namun wahana ice-skating ini berhasil selesai dengan biaya pembangunan sebesar 750.000 dolar dengan waktu empat bulan.

3. Trump Tower di New York menjadi Penghasil Uang Besar

Donald Trump memiliki gedung pencakar langit bertingkat yang terletak di Fifth Avenue Manhattan. Gedung ini mampu menghasilkan lebih dari USD20 juta (Rp298 miliar) keuntungan setahun dan telah menghasilkan total pendapatan USD336,3 juta (Rp5 triliun) sejak tahun 2000, menurut Times. Trump memiliki saham di dua menara perkantoran di New York dan San Francisco ini dan menghasilkan USD176,5 juta (Rp2,6 triliun) pada akhir 2018.

4. Hotel D.C. Trump Ternyata Tidak Sukses

Akibat dari pandemi virus corona, The Trump International Hotel di Washington D.C. telah kehilangan lebih dari USD55 juta (Rp820 miliar). Hotel itu sudah meminta keringanan pembayaran sewa awal tahun ini. Dalam beberapa tahun terakhir, properti itu telah mendapat pengawasan ketat di tengah tuduhan bahwa Trump mengambil untung secara tidak adil dari kepresidenannya.

5. Menjual Nama Besarnya Membuahkan Hasil Besar

Donald Trump punya reputasi sebagai ahli branding dan perizinan. Berbagai barang dagangannya yang terkenal sebut saja steak Trump dan botol air. The Times menyebut strategi branding Trump menjadi salah satu bagian paling sukses dari bisnisnya karena mampu menghasilkan USD427,4 juta (Rp6,3 miliar) secara agregat antara 2004 dan 2018.

6. Sebagian Besar Keuangan Trump Berkat ‘The Apprentice’

Pria kelahiran 1946 ini mendapatkan keuntungan besar melalui acara “The Apprentice”. Trump menjadi pembawa acara selama 14 musim reality show NBC yang sukses itu sebelum memasuki politik. Kontestan acara itu harus bersaing untuk mendapatkan posisi bekerja di Perusahaan Trump. Acara itu mampu meningkatkan citra Donald Trump di mata publik Amerika Serikat begitu juga dengan pendapatan bersihnya sebesar USD197,3 juta (Rp2,9 triliun).

7. Terpapar Virus Corona

Trump mengungkapkan melalui akun Twitter-nya bahwa dirinya terpapar virus corona. Kabar itu tentunya mengejutkan banyak orang karena Presiden Amerika Serikat itu keap meremehkan virus Corona. Dalam berbagai kesempatan, dia jarang menggunakan masker di acara publik, termasuk saat menggelar kampanye dengan mengumpulkan massa.

Tidak hanya Trump, Ibu Negara AS, Melania Trump, juga positif Virus Corona. Hal ini juga diungkapkan Trump lewat akun Twitter-nya. Melania kerap mendorong masyarakat memakai masker dan mengingatkan masyarakat untuk jaga jarak, meski sudah memakai masker, berbeda dengan suaminya.

8. Takut dengan Kuman

Mungkin hanya sedikit yang tahu bahwa Donald trump merupakan seorang penderita Germaphobia yang menghindari sentuhan orang dan hal lain yang mengandung kuman. Dia mengaku selalu menjaga tangannya bersih dari kuman dan tidak suka berjabat tangan.

Presiden Amerika Serikat ke-45 ini amat sensitif dengan ukuran jari-jarinya. Sampai Graydon Carter, seorang editor dari Vanity Fair, menjuluki Trump dengan seorang “Si vulgar berjari pendek”. Trump amat gelisah dengan sebutan berjari pendek dan sampai mengirim Graydon Carter menggambar dirinya dengan tangan tipuan dari emas. Trump sampai mengirim detail tangannya untuk membuktikan bahwa dia tidak memiliki jari yang pendek.

Jadi, sudah tahu kan siapa itu Donald Trump beserta perjalanan hidupnya? Pemakzulan Donald Trump serta berbagai kisah hidupnya yang kontroversial membuat sosok ini dikagumi, tapi juga sekaligus dibenci. Semoga informasi yang sudah Qoala rangkum di atas bisa memberikan inspirasi buat kamu untuk memetik hal baik sebagai motivasi yang membakar semangatmu. Kamu juga bisa menemukan berbagai kisah publik figur hingga selebritas inspiratif lainnya hanya di Qoala Blog!

Bagikan ke Teman:
Yogarta Awawa
Seorang penulis, yang subjek tulisannya merentang dari artikel, berita, company profil, cerpen, sampai puisi. Hasil karyanya termuat dalam antologi "Narasi Baru" yang digagas Festival Sastra TangSel 2018 dan "Semesta Jiwa" oleh Komunitas Rumah Semesta.
Cari Asuransi Terbaik di Qoala