Ahok: Profil, Biografi, Fakta Terkini

Artikel ini terakhir diperbarui June 9, 2021 by Zaky Afdika
Ahok: Profil, Biografi, Fakta Terkini
Sumber foto: jafriyalbule via Shutterstock
Bagikan ke Teman:

Rasanya kurang lengkap bila membicarakan tokoh politik Indonesia keturunan Tionghoa tanpa menyebut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Nama mantan Bupati Belitung Timur ini dikenal luas oleh masyarakat Indonesia sejak berhasil menduduki jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Joko Widodo yang menjadi Gubernur DKI pada 2012. Sejak itulah profil dan biografinya banyak dicari masyarakat.

Ahok yang masa jabatannya sebagai wakil gubernur DKI Jakarta belum habis lalu diangkat sebagai gubernur. Sebabnya, Joko Widodo, gubernur saat itu, mengundurkan diri untuk mencalonkan diri menjadi presiden di pemilihan presiden (pilpres) 2014. Sosok Ahok saat menjadi Wakil Gubernur maupun Gubernur DKI Jakarta memang kerap kontroversial lewat ucapannya yang ceplas-ceplos. Selain dikenal sebagai politisi, mungkin tidak banyak yang tahu kalau Ahok juga merupakan seorang pengusaha. Ingin tahu profil atau biodata hingga kisah hidup Ahok lebih lengkap? Simak rangkuman Qoala berikut ini.

Biodata Ahok
NamaBasuki Tjahaja Purnama
AgamaKristen Protestan
Tempat, tanggal lahirBelitung Timur, 29 Juni 1966
Warga NegaraIndonesia
ProfesiPolitikus dan pengusaha
PasanganPuput Nastiti Devi
AnakNathania Purnama, Daud Albeenner Purnama, Nicholas Purnama, Yosafat Abimanyu Purnama
OrangtuaIndra Tjahaja Purnama (Ayah), Buniarti Ningsih (Ibu)


Biografi Ahok

Perjalanan hidup Ahok yang turun naik layaknya roller coaster menginspirasi banyak orang. Apa kamu salah satunya? Ahok yang kini menjadi Komisaris Utama di Pertamina ini memiliki bisnis perhotelan dan juga perusahaan. Langsung aja kamu simak perjalanan hidup Ahok yang pernah diisukan masuk Islam saat hendak menikahi Puput, walau yang terjadi sebaliknya.

1. Masa kecil Ahok

Ahok yang memiliki nama asli Basuki Tjahaja Purnama merupakan putra pertama dari pasangan Indra Tjahaja Purnama (Tjoeng Kiem Nam) dan Buniarti Ningsih (Boen Nen Tjauw). Beliau lahir di Belitung Timur pada 29 Juni 1966. Keluarga Ahok memiliki darah Tionghoa–Indonesia dari suku Hakka (Kejia).

Basuki punya empat orang adik yakni Basuri Tjahaja Purnama, Fifi Lety Indra, Harry Basuki, dan Basu Panca Fransetio. Adik Ahok yang terakhir meninggal pada saat usianya masih remaja. Adik laki-lakinya, Basuri Tjahaja Purnama merupakan mantan Bupati Belitung Timur (2010–2015) dan juga berprofesi sebagai dokter. Sementara adik perempuannya, Fifi Lety Indra merupakan seorang pengacara.

2. Masa muda

Ahok menghabiskan masa kecilnya di Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur. Semasa muda dia memiliki hobi naik sepeda motor bersama dengan teman-temannya dan pernah hampir kecelakaan karena kebut-kebutan. Tak hanya itu, Basuki muda juga berniat mengikuti kejuaran motocross di Belitung, namun sang ibu tidak bersedia menandatangani surat izin ikut kejuaraan.

Ahok dan saudara-saudaranya juga kerap main ke Kota Manggar yang yang bisa ditempuh sekitar 45 menit dari Desa Gantung untuk membantu menjaga apotik milik ibunya. Tapi ada alasan lain kenapa dia suka main ke kota itu yakni karena gadis-gadis kota dianggap lebih cantik dibanding di desanya. Ahok juga mengaku jago menulis surat cinta dan menularkan kemampuannya kepada sang pacar kala itu. Bahkan dia menawarkan diri kepada teman-temannya untuk menuliskan surat cinta bila mereka kerepotan.

3. Pendidikan

Ahok menyelesaikan pendidikan SD hingga SMP di Belitung lalu melanjutkan pendidikan SMA-nya di Jakarta tepatnya di SMA III PSKD. Selanjutnya dia berkuliah di Universitas Trisakti dengan mengambil jurusan Teknik Geologi dan mendapat gelar insinyur pada tahun 1990. Kemudian Ahok melanjutkan studi magisternya di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya dan mendapatkan gelar Master Manajemen pada tahun 1994.

4. Bisnis

Perjalanan bisnis Ahok dimulai dengan mendirikan CV Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan, pada tahun 1989. Tiga tahun berselang, dia mendirikan perusahaan lagi bernama PT Nurindra Ekapersada yang berbasis di Dusun Burung Mandi, Belitung.

Masih pada tahun 1992, Ahok masih berstatus sebagai staf direksi bidang analisa dan biaya keuangan proyek di PT Simaxindo Primadaya, Jakarta. Tapi dia mengundurkan dari perusahaan itu pada tahun 1995 untuk fokus terhadap bisnisnya di Belitung.

Ahok memiliki sembilan aset tanah dan bangunan di Belitung Timur sesuai data yang tercatat dalam LHKPN pada 21 September 2016. Total aset yang dimilikinya ditaksir senilai Rp16 miliar.

5. Menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur

Ahok pertama kali terjun ke dunia politik dengan bergabung di Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB) pada 2004 lalu. Dia juga menjabat sebagai ketua DPC PIB Belitung Timur di partai itu.

Pada pemilu 2004, Ahok mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004–2009.

6. Menjabat sebagai Bupati Belitung Timur

Tidak sampai dua tahun menjabat sebagai anggota DPRD, Ahok mencalonkan diri sebagai Bupati Belitung Timur. Dia berpasangan dengan Khairul Efendi dari Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 2005.

Pasangan itu berhasil menjadi Bupati dan Wakil Bupati Belitung Timur periode 2005–2010 dengan mengantongi perolehan suara sebesar 37,13 persen. Tapi belum sampai menyelesaikan masa baktinya sampai tahun 2010, Basuki Tjahaja Purnama mengundurkan diri pada 11 Desember 2006 untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bangka Belitung 2007. Dia pun menyerahkan jabatannya kepada sang wakil, Khairul Effendi pada 22 Desember 2006.

7. Gagal dalam Pilgub Bangka Belitung 2007

Pencalonan Basuki Tjahaja Purnama pada Pilgub Bangka Belitung 2007 didukung langsung oleh Presiden RI ke-4, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Menurut Gus Dur, Ahok memiliki kepemimpinan yang baik saat memimpin Kabupaten Belitung Timur dengan membebaskan biaya kesehatan untuk seluruh warganya. Sayangnya, Ahok kalah suara dari Eko Maulana Ali, saingannya.

8. Duduk di Kursi DPR RI 2009–2014

Ahok mencalonkan diri sebagai anggota legislatif tahun 2009 mewakili Partai Golongan Karya (Golkar) setelah gagal di Pilgub Bangka Belitung Timur. Basuki berhasil duduk di Komisi II dengan perolehan 119.232 suara.

9. Terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta

Perjalanan karir politik Ahok terus menanjak sampai akhirnya terpilih sebagai wakil gubernur berpasangan dengan Joko Widodo pada Pilgub DKI Jakarta tahun 2012. Sejatinya dia berniat untuk mencalonkan diri sebagai gubernur lewat jalur independen sejak tahun 2011. Hanya saja dia merasa pesimis akan hal itu dan berpikir untuk maju lewat jalur partai politik. Sampai pada akhirnya dia mencalonkan diri sebagai wakil gubernur.

10. Menggantikan posisi Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta

Jokowi maju sebagai calon presiden (capres) dan mengundurkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada pemilihan presiden (pilpres) 2014. Ahok menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur menggantikan posisi Jokowi dan DPRD DKI Jakarta melantiknya menjadi Gubernur setelah Jokowi menjadi Presiden RI.

Setelah jabatannya sebagai gubernur selesai pada 2017 lalu, Basuki Tjahaja Purnama mencalonkan diri kembali sebagai gubernur berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat. Sayangnya, pasangan Ahok–Djarot kalah suara dari pasangan Anies Baswedan–Sandiaga Uno.

11. Kontroversi Ahok

Karier Ahok sebagai politisi memang tak jauh dari kontroversi. Kata-kata pedas yang keluar dari mulutnya terkadang menjadi senjata makan tuan yang bisa dimanfaatkan oleh lawan politiknya. Salah satunya tuduhan penistaan agama yang ditujukan kepada Ahok dan berimbas pada karir politiknya.

Kronologinya, Basuki Tjahaja Purnama meminta warga untuk tidak khawatir terhadap kebijakan pemerintahannya bila dirinya tidak terpilih kembali sebagai gubernur. Dia pun menyelipkan potongan ayat Alquran, yaitu Surah Al Maidah ayat 51.

Hal itu menjadi polemik sampai Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa pidato itu termasuk ke dalam tindakan penistaan agama. Kasus ini pun berakhir di meja hijau.

12. Ahok dipenjara

Pada 9 Mei 2017, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis Basuki Tjahaja Purnama dengan hukuman dua tahun penjara. Vonis menuai berbagai macam reaksi baik pro dan kontra, baik dari dalam maupun luar negeri. Bahkan Dewan HAM PBB untuk Kawasan Asia juga menyatakan keprihatinannya atas vonis itu dan menyerukan supaya Indonesia dapat mengkaji ulang pasal penistaan agama yang telah diatur dalam UU Hukum Pidana.

Delegasi UNI Eropa (UE) untuk Indonesia pun mengimbau pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk tetap mempertahankan tradisi toleransi dan pluralisme yang selama ini dikagumi dunia.

Selama dipenjara, Ahok membaca Al-Quran sehingga banyak yang mengira dirinya masuk Islam. Terlebih saat itu Ahok sedang menjalin hubungan dengan Bripda Puput Nastiti Devi sehingga banyak yang mengiranya masuk Islam.

13. Ahok menjadi Komisaris Utama Pertamina

Walau pernah mendekam dipenjara karena kasus penistaan agama, belum ada tanda bila karir politik Ahok akan berakhir. Erick Thohir yang merupakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjuk Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok menjadi Komisaris Utama (Komut) Pertamina. Menurut Erick, penunjukan Ahok karena Pertamina membutuhkan sosok pendobrak untuk bisa mencapai target.

Sementara menurut Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik, Arya Sinulingga, pemilihan mantan Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta itu karena Ahok punya pengalaman yang baik dalam bidang pengawasan. Terpilihnya Ahok sebagai Komisaris Utama diharapkan bisa melakukan pengawasan kepada teman-teman direksi untuk bisa mempercepat kinerja Pertamina.

Fakta Terkini Ahok 2020 hingga 2021

Rasanya kurang lengkap bila mengetahui riwayat hidup Ahok yang kini menjadi Komisaris Utama Pertamina tanpa mengetahui fakta menarik tentangnya. Penasaran? Berikut berbagai fakta menarik pria asal Belitung ini.

1. Keluarga Ahok

Ahok pertama kali menikah dengan Veronica Tan di Gereja Kristus Jemaat di kawasan Mangga Besar, Jakarta, pada 6 September 1997. Saat itu Ahok berumur 30 tahun, sementara Vero masih berusia 21 tahun. Pernikahan keduanya dikarunia dua orang anak laki-laki dan satu anak perempuan bernama Nicholas Purnama, Nathania Purnama, dan Daud Albeenner Purnama. Sayangnya pernikahan itu harus berakhir dengan perceraian pada April 2018 lalu.

Setelah pernikahannya dengan Veronica Tan kandas, Ahok new wife alias istri barunya bernama Puput Nastiti Devi yang merupakan anggota polisi dan pernah menjadi ajudan Veronica, pada 2019. Selama keduanya dekat, banyak yang menyangka bila Ahok masuk Islam. Namun yang terjadi berpindah keyakinan ke Kristen Protestan, mengikuti agama Ahok. Pernikahan keduanya melahirkan seorang anak bernama Yosafat Abimanyu Purnama.

2. Total kekayaan Ahok

Pria asal Belitung itu terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 2016 saat menjadi Gubernur DKI. Ahok yang sudah memasuki umur 54 tahun memiliki harta mencapai Rp25,656 miliar. Angka itu meningkat dari 2014 yang jumlahnya Rp21,302 miliar.

Total dari kekayaan yang dimilikinya, tanah dan bangunan atau harta tidak bergerak menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp16,791 miliar. Sementara alat transportasi dan mesin alias kendaraan sejak 2014 sampai 2016 tidak tercantum.

3. Kisah hidupnya diangkat ke layar lebar

Selain Jokowi, kisah hidup Ahok juga diangkat ke layar lebar melalui film berjudul A Man Called Ahok? Film itu dibuat dari sebuah buku biografi tentang Ahok yang berjudul A Man Called #AHOK: Sepenggal Kisah Perjuangan dan Ketulusan karya Rudi Valinka. Garis besar film ini menceritakan tentang cara didik sang ayah, Tjoeng Kiem Nam, kepada Ahok dan adik-adiknya.

Sepanjang film emosi kamu akan campur aduk melihat cara didik Tjoeng Kiem Nam kepada anak-anaknya. Hubungan benci dan cinta antar ayah dan anak ini penuh dengan rasa frustasi, gelak tawa, sampai rasa haru. Beberapa dialog film ini juga menggambarkan bahwa arti kasih sayang tak selalu berwujud sesuatu yang manis. Film ini dibintangi Daniel Mananta sebagai Ahok dan Denny Sumargo sebagai Tjoeng Kiem Nam.

4. Mendirikan CV Panda (PT Timah)

Perusahaan pertama yang Ahok dirikan bernama CV Panda pada tahun 1989, setelah mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi (Insinyur Geologi). Selama dua tahun menggeluti dunia kontraktor, Ahok menyadari bahwa tidak akan mampu mewujudkan visi pembangunan bila tidak memiliki kemampuan manajemen yang profesional. Selanjutnya dia memutuskan kuliah S2 dan mengambil bidang manajemen keuangan di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta.

5. Memiliki PT Nurindra Ekapersada

Perusahaan yang didirikan Ahok pada tahun 1992 ini bergerak di bidang pengolahan pasir kuarsa. Basuki mendirikan pabrik pengolahan di Dusun Burung Mandi, Belitung Timur dan menjadi yang pertama dibangun di Pulau Belitung, dan memanfaatkan teknologi Amerika dan Jerman.

Lokasi pembangunan pabrik ini nantinya jadi cikal bakal tumbuhnya kawasan industri dan pelabuhan samudra, dengan nama Kawasan Industri Air Kelik (KIAK).

6. Memiliki bisnis hotel di Belitung Timur

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa Ahok memiliki bisnis perhotelan dengan nama Hotel Purnama Belitung. Hotel itu memiliki 12 kamar dan letaknya berada persis di belakang rumah keluarganya.

Kabarnya, hotel itu mulanya adalah garasi mobil, Sebelumya meninggal, ayahnya pernah berpesan bahwa garasi tersebut bisa digunakan sebagai tempat penginapan.

7. Aset properti

Seperti laporan yang dirilis KPU pada 2017, Ahok juga memiliki berbagai aset properti sebagai investasi. Dia memiliki 16 harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan yang kebanyakan terletak di Kabupaten Belitung Timur.

Salah satunya berupa lima bidang tanah seluas masing-masing 18 ribu meter persegi yang diperolehnya dari tahun 1999 hingga 2001. Nilainya ditaksir Rp 180 juta atau bila ditotal mencapai Rp Rp900 juta.

Basuki juga mempunyai tanah seluas 1.245 m2 dengan harga jual sekitar Rp 58,5 juta, masih di Kabupaten Belitung Timur. Terdapat pula tanah seluas 1.850 m2 senilai Rp 86,95 juta dan sebidang tanah 292 m2 dengan harga jual Rp 10,5 juta. Tanah itu sudah dimilikinya dari 2000 sampai 2001. Selain itu terdapat pula aset tanah lainnya di Belitung Timur.

Ahok yang kini menjadi Komisaris Utama Pertamina ini juga berbisnis properti di sisi utara Jakarta. Dia dilaporkan pernah memiliki tanah selebar 200 m2 dan bangunan 272 m2 yang diperolehnya dari tahun 1991 sampai 1995 dengan harga jual Rp 2,3 miliar.

Pada tahun 2011, Ahok kembali membeli tanah seluas 527 m2 dan bangunan selebar 510 m2 dengan harga jual per September 2016 sebesar Rp 10,9 miliar.

Itulah biodata, biografi, dan riwayat hidup Ahok yang kini menjadi Komisaris Utama Pertamina. Kisah hidupnya bisa dijadikan inspirasi khususnya bagi generasi yang lebih muda. Semoga kisah hidup pria yang pernah dikabarkan masuk Islam ini bisa menginspirasi kamu. Ingin tahu kisah inspiratif dari tokoh dan publik figur lainnya? Simak ulasannya hanya di Qoala Blog!

Bagikan ke Teman:
Yogarta Awawa
Seorang penulis, yang subjek tulisannya merentang dari artikel, berita, company profil, cerpen, sampai puisi. Hasil karyanya termuat dalam antologi "Narasi Baru" yang digagas Festival Sastra TangSel 2018 dan "Semesta Jiwa" oleh Komunitas Rumah Semesta.
Cari Asuransi Terbaik di Qoala