Tekanan Ban Mobil: Cara Ukur hingga Ukuran StandarTekanan Ban Mobil: Cara Ukur hingga Ukuran StandarOtomotifTekanan Ban Mobil: Cara Ukur hingga Ukuran StandarTekanan Ban Mobil: Cara Ukur hingga Ukuran Standar
Otomotif
• 18 minutes read • zig-zag0 View

Tekanan Ban Mobil: Cara Ukur hingga Ukuran Standar

Rinaldi SyahranRinaldi Syahran December 31, 2021
Artikel ini terakhir diperbarui June 23, 2022 by Zaky Afdika
Tekanan Ban Mobil: Cara Ukur hingga Ukuran Standar

Kendaraan bermotor adalah sesuatu yang tidak bisa kita hilangkan dari kehidupan modern saat ini. Sangat sulit untuk menemukan jalanan dengan tidak adanya kendaraan bermotor sekaligus. Kendaraan bermotor umumnya terbagi menjadi dua, motor dan mobil. Motor biasanya digunakan untuk perjalanan jarak dekat, tapi mobil bisa digunakan untuk perjalanan jarak jauh dan membawa banyak orang sekaligus. Itulah kenapa banyak orang yang lebih suka mobil. Bukan hanya itu, kamu juga tidak perlu kepanasan dan kehujanan karenanya. Tak hanya perbedaan, kedua kendaraan bermotor ini, punya beberapa kesamaan. Salah satu hal yang sama di antara keduanya, yaitu ban. Semua kendaraan bermotor memiliki ban untuk bisa berjalan. Jika kamu menganggap ban mobil kurang penting daripada ban motor karena ada empat, kamu salah besar! Ban mobil sama pentingnya dengan ban motor. Tanpanya, mobil tidak akan bisa berjalan. Hal yang paling penting juga tekanan ban mobil.

Tekanan yang buruk akan membuat berbagai masalah yang sebenarnya bisa dihindari menjadi datang dan membuat kita bangkrut. Kamu pasti tidak ingin merasakannya karena ini sesuatu yang sangat bisa dihindari dan kamu perlu membaca lebih lanjut ke bawah ini untuk mengetahui apa saja konsekuensi yang bisa kamu dapatkan dari ketidakmampuan kamu untuk menjaga tekanan udara di ban mobil tetap sesuai dengan rekomendasi yang ada.

Daftar Ukuran Tekanan Ban Mobil Standar

Sumber Foto: PPC Photography Cologne via Shutterstock

Sebelum kita masuk ke tahap konsekuensi apa yang akan kamu dapatkan dari tidak merawat dan memperhatikan tekanan ban mobil kamu dengan baik, Qoala akan membahas mengenai daftar ukuran tekanan ban mobil standar.

Tentunya perbedaan yang terjadi pada jenis mobil membuatnya membutuhkan tekanan yang berbeda pula, itulah kenapa membaca instruksi yang ada di dalam mobil harus dilakukan karena tidak semua mobil membutuhkan tekanan yang sama. Perbedaan tekanan ini terjadi karena beban yang akan dimiliki ban tentunya berbeda-beda, mulai dari beban mobil itu sendiri dan beban penumpang atau barang yang akan diangkutnya.

Selain itu, kamu juga akan menemukan perbedaan tekanan karena jenis mobil yang berbeda akan menggunakan jenis ban yang berbeda. Jenis ban memiliki tekanannya masing-masing karena memiliki ukuran dan maksimum beban angkut yang berbeda pula. Itulah kenapa penting untuk lebih paham mengenai tekanan yang dibutuhkan tiap ban.

Bisa-bisa jika kamu memaksakan tekanan yang tidak sesuai pada ban mobil kamu, kamu bisa menimbulkan kecelakaan yang tentunya tidak ingin kamu rasakan. Disini kita akan membahas mengenai jenis tekanan pada ban mobil MPV, sedan, city car, dan SUV. bukan hanya itu, kamu juga akan mengetahui bagaimana mengetahui secara pasti rekomendasi tekanan yang tepat untuk mobil kamu. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai kelima hal tersebut yang harus kamu ketahui.

Mobil MPV

Semua orang tahu kalau kamu harus memeriksa oli mesin untuk memastikan mesin kamu tidak akan meledak tapi berapa banyak orang yang memeriksa tekanan ban mobil mereka secara reguler? Ban mobil bukan hanya berbahaya saat mereka tua dan rusak, kamu harus memastikan kamu tahu tekanan ban apa yang dibutuhkan ban kamu karena ada implikasi keamanan dan ekonomi.

Tekanan ban mobil adalah perhitungan dari berapa banyak udara yang ada di ban mu, dan memastikan kalau ban bisa memiliki level yang sesuai di permukaan jalan. Hal ini sering disebut sebagai PSI atau pounds per square inch. Pembuat ban memiliki tekanan ban yang direkomendasikan, dan pembuat mobil biasanya memiliki plakat pada semua mobil baru yang menunjukkan tekanan ban yang sesuai dengan mobil yang dibawanya.

Berkendara dengan tekanan yang terlalu rendah membuat ban bisa lepas dari kendali, dan kamu akan mendapatkan kinerja oto yang sangat buruk yang akan membuat kamu mengerem secara tiba-tiba. Ingatlah untuk selalu menjaga tekanan ban supaya kamu tidak kecewa pada saat darurat. Ban yang terlalu ketat akan cepat rusak, sulit untuk digunakan, dan bisa meledak.

Setiap ban dibuat bisa bekerja pada tekanan yang sesuai, dari rendah sampai tinggi, dan jika kamu tidak tahu tekanan yang harus kamu gunakan, kamu harus mengeceknya ke pihak dealer. Tekanan ban sering ditunjukkan saat ban dingin dan jarang dikendarai.

Selagi kamu ada di jalanan, udara yang ada di dalam ban akan bertambah, mengubah bacaan tekanan, jadi inilah kenapa kamu harus mengecek tekanan psi sebelum kamu masuk ke jalan tol. Memeriksa tekanan ban itu mudah, bahkan untuk noob sekalipun.

Panggil bengkel yang bagus dan cari air hose mereka, lalu cek rekomendasi tekanan apa yang cocok untuk ban kamu, ingatlah untuk memeriksa ban saat mereka dingin dan belum terlalu jauh digunakan. Lepaskan penutup ban, buka air hosenya, dan dorong air hose ke bagian pengisi ban.

Pompa udara digital adalah sesuatu yang biasa digunakan dan langsung menunjukkan peningkatan tekanan yang ada. Ingatlah untuk selalu menjaga tekanan ban tambahan kamu supaya kamu bisa punya pengganti disaat darurat. Terkait dengan tekanan ban mobil yang ideal untuk mobil MPV adalah (33-36) Psi.

Mobil City Car

Tekanan biasanya dihitung dengan PSI. pada beberapa kendaraan, tekanan yang direkomendasikan untuk ban depan dan belakang bisa berbeda. Ini artinya pada beberapa situasi, kamu mungkin harus mengganti tekanan ban kamu dari level normalnya.

Memeriksa ban saat masih hangat dan setelah sudah dikendarai dalam waktu yang lama bisa menghasilkan pembacaan yang salah. Saat ban mendingin, kamu mungkin akan kekurangan tekanan yang bahkan di bawah minimum.

Sangat penting untuk mengingat kalau tekanan ban rekomendasi selalu pada ban yang dingin; kamu harus selalu memeriksa tekanan saat ban dingin ban dianggap dingin setelah diparkir setidaknya 3 jam atau setelah dikendarai sebentar pada kecepatan yang lambat. Waktu terbaik untuk mengecek tekanan ban adalah pada pagi hari karena bahkan matahari bisa membuatnya menjadi panas.

Biasanya akan ada stiker yang ditempel di mobil, biasanya di bagian pinggir pengendara yang menunjukkan tekanan ban dingin untuk kendaraan kamu. Atau, ada beberapa alat tekanan ban untuk membantu kamu menentukan jenis tekanan yang tepat untuk kendaraan kamu. Ada pun tekanan ban oto yang ideal untuk jenis ini adalah (30-36) Psi.

Mobil Sedan

Karena menjaga ban sangatlah penting untuk keselamatan kamu dan kinerja mobil kamu secara keseluruhan, penting untuk mengetahui tekanan mana yang tepat untuk kendaraan kamu. Tekanan udara pada ban diperkirakan dengan pounds per square inch atau PSI, biasanya tekanan yang direkomendasikan terdiri antara 30 dan 35 PSI. Untuk mobil sedan adalah (30-33) Psi.

Untuk mengetahui berapa tekanan udara yang kamu butuhkan, lihatlah rekomendasi dari pembuat mobil, yang ada di label dalam mobil. Tergantung dengan kendaraannya, label ini mungkin ada di ujung pintu kendaraan. Label ini biasanya akan memberikan rekomendasi untuk ban depan, belakang, dan tambahan serta penting untuk kamu mengikuti aturan itu.

Bahkan setelah kamu mengganti ban kamu, aturan tersebut tetap akan berlaku untuk ban baru yang memiliki ukuran yang sama. Jika ban kamu lebih besar daripada ban lama mobil kamu dan kamu tidak yakin PSI rekomendasinya, maka kamu bisa memeriksa pinggiran ban untuk menemukan level PSI maksimal. Rekomendasi tekanan berdasarkan bacaan yang kamu ambil dari ukuran tekanan ban. Perhatikan tekanan pada pagi hari atau tunggu setidaknya setelah berkendara; hal ini akan memberikan waktu yang cukup untuk mendinginkannya.

Mobil SUV

Tekanan ban mobil ideal untuk mobil SUV adalah (35-40) Psi. Tentunya, mengetahui PSI rekomendasi kamu tidaklah cukup. Kamu harus memastikan kalau kamu memeriksa ban kamu secara reguler. Beberapa ahli merekomendasikan kamu untuk memeriksa tekanan udara setiap kamu mengisi ulang bensin; atau setidaknya sebulan sekali. TPMS mobil kamu, sistem monitoring tekanan ban, memperkirakan jumlah udara di ban untuk memberitahu kamu jika ban kamu memiliki tekanan yang cukup.

Sering memeriksa PSI kamu akan lebih penting saat di musim gugur dan dingin, karena udara di luar menjadi dingin dan kondisi cuaca berfluktuasi sehingga membuat ban kamu kehilangan udara lebih cepat. Umumnya, ban kamu akan mendapat atau kehilangan satu PSI setiap ada perubahan sebesar 10 derajat, yang artinya jika ada perubahan sampai 30 derajat, kamu bisa kehilangan tiga PSI dalam satu malam.

Jika ban kamu sudah rendah tekanannya, hal ini bisa merusak ban, atau bahkan menghasilkan masalah pada berkendara. Mengetahui dan mempertahankan jumlah tekanan udara yang sesuai sangatlah penting untuk keselamatan dan umur dari ban kamu. Semua yang dibutuhkan adalah pengukur tekanan ban dan beberapa menit. Setelah kamu mendapatkan tekanan yang sesuai, pastikan kamu mendapatkan perlindungan yang cukup.

Cara Mengetahui Ukuran Tekanan Ban Mobil yang Ideal

Ban mobil harus diisi dengan tekanan yang sesuai dengan apa yang direkomendasikan pabrik. Jika tekanannya kurang, maka ban akan lebih cepat panas dan ban bisa lebih mudah rusak serta habis. Mengisi ban dengan udara yang pas sangatlah penting karena mobil harus menopang banyak beban dan mobil juga akan lebih nyaman digunakan saat menikung jika tekanannya tepat.

Cara terbaik untuk mengetahui tekanan udara ban yang sesuai adalah melihat pada bagian sisi pengemudi dan juga bagian dari buku manual. Biasanya akan ada ukuran tekanan angin untuk ban depan dan belakang untuk posisi penuh dan kosongnya. Satuan yang digunakan adalah PSI atau pound per square inch.

Cara Mengukur Tekanan Ban Mobil

Setelah kamu mengetahui berapa tekanan yang sesuai untuk mobil yang kamu miliki dan cara tersendiri jika mobil kamu tidak ada pada list di atas, maka kamu sekarang harus tahu mengenai cara mengukur tekanan ban mobil.

Cara untuk mengukur tekanan mobil sebenarnya sangatlah gampang. Karena kamu hanya perlu menggunakan alat khusus pengukur tekanan yang akan langsung menunjukkan kamu tekanan yang dimiliki oleh mobil kamu sekarang ini. Variasinya juga cukup menarik sehingga kamu memiliki pilihan untuk mendapatkan yang cocok dengan kemampuan dan budget kamu.

Alat khusus tentunya akan mempermudah kamu dalam mengetahui tekanan ban mobil kamu saat ini. Namun alat ini mahal dan tidak semua orang ingin menghabiskan gaji mereka untuk mengetahui tekanan mobil yang sebenarnya bisa mereka lakukan saat melakukan pengisian angin.

Jadi disini Qoala memberikan alternatif, dimana kamu bisa mengetahui tekanan ban mobil kamu dengan menggunakan penglihatan kamu saja. Asal kamu bisa melihat dengan baik dan benar, maka hal ini seharusnya bukanlah masalah besar yang harus kamu hadapi.

Cara yang satu ini tentunya gratis, tapi kamu mungkin memerlukan beberapa alat lagi sebagai antisipasi jika kamu harus mengurangi jumlah angin atau menambahkannya ke ban. Sebenarnya alat ini juga akan berlaku untuk penggunaan alat khusus. Kamu bisa sesuaikan dengan apa yang kamu butuhkan dan lebih nyaman gunakan.

Cara Mengukur Tekanan Ban Mobil dengan Alat Khusus

Kini sudah ada alat pengukur tekanan mobil dengan banyak ragam, seperti analog dan digital. Alat pengukur analog bentuknya adalah silinder, ada penunjuk jam, dan ada lingkar jarum jam. Alat pengukur ban digital juga memiliki ciri yang sama, tapi ada fitur tambahan dimana perhitungan angkanya bisa menunjukkan sampai ke bagian koma sekalipun. Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan saat menggunakan alat ini untuk mengukur tekanan ban entah yang kamu gunakan adalah manual atau otomatis. Langkah yang bisa kamu lakukan adalah.

Membuka pentil ban, dan mengarahkannya ke ujung alat ke ujung pentil ban. Pastikan kedua ujungnya sudah terpasang dengan baik supaya angin yang keluar tidak terbuang sia-sia. Alat pengukur akan muncul secara otomatis dan mengeluarkan berapa ukuran yang dimiliki ban kamu. Jika lebih, maka kamu harus mengurangi tekanan yang ada sampai pas. Bila kurang, kamu bisa menambahkan lagi.

Disarankan untuk kamu melakukan pengukuran saat ban ada di dalam keadaan dingin karena ban biasanya akan mengembang saat panas. Hal ini akan mengurangi akurasi yang ada pada tekanan ban.
Jika kita terpaksa untuk melakukannya selagi panas, maka kamu bisa menambahkan angin sebanyak 1 PSI.

Cara Mengukur Tekanan Ban Mobil dengan Penglihatan

Jika kamu tidak punya alat pengukur, kamu bisa menggunakan mata mu. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Perhatikan bentuk dari mobil. Jika kembung, maka mungkin tekanannya agak berlebih. Jika kurus, kamu harus menambahkan tekanannya. Hal ini harus dilakukan saat terang.

Jika masih kurang, kamu bisa memukul ban dengan kaki, palu, atau kayu balok. Jika ban berbunyi keras dan pukulan terpantul, maka tekanan ini berlebih. Bila ban berbunyi kecil dan tidak ada pantulan maka tekanan itu harus ditambahkan.

Bahaya Akibat Tekanan Ban Mobil Kurang

Ban yang kurang tekanan adalah tekanan yang berada di bawah rekomendasi PSI. sedikit kurang memang tidak akan terlalu berpengaruh, tapi memiliki 20 PSI saat seharusnya berada di 33 PSI bisa memberikan konsekuensi yang tidak bisa dihindari.

Ban yang kurang tekanan bisa membuat ban lebih cepat usang, meningkatkan kemungkinan ban akan meledak, meningkatkan konsumsi bahan bakar, dan meningkatkan waktu penggantian ban. Ban usang terjadi karena adanya gesekan antara jalan dengan ban.

Peningkatan waktu penggantian artinya adalah kamu akan membeli ban baru dalam waktu yang lebih cepat dan membuat kamu bisa memiliki tapak ban yang di bawah batas legal. Indikator yang bagus untuk menunjukkan kalau tekanan ban kamu kurang tekanan adalah saat bagian pinggir lebih cepat usang dari yang tengah.

Hal ini terjadi karena pinggir dari ban lebih sering terkena jalan saat kurang tekanan karena kurangnya kemampuan ban untuk menahan berat yang besar. Ledakan ban terjadi saat tekanan ban sangat di bawah yang seharusnya.

Meski jarang, hal ini bisa sangat berbahaya karena bisa menimbulkan kecelakaan. Hal ini terjadi karena adanya tekanan yang di atas batas seharusnya akibat kurang tekanan sehingga menghasilkan panas yang berlebih kepada ban. Penumpukan dari panas ini bisa menyebabkan blowout dan terjadi saat kamu menggunakan ban kurang tekanan dengan kecepatan 60 mph.

Indikator yang baik untuk menentukan apakah ban kurang tekanan adalah MPG yang menurun dan meningkatkan konsumsi bahan bakar. Hal ini terjadi dengan ban yang kurang tekanan karena tekanan ban makin berkurang dan berkurang sehingga ada area yang lebih besar mengenai jalanan, gesekan ini akan membuat mobil bekerja lebih keras. Hal ini dikenal dengan rolling resistance dan menghasilkan konsumsi bahan bakar yang meningkat.

Pengguna mobil bisa membuang 8.1 miliar liter per tahunnya karena hal ini. Jika kamu mengendarai mobil performance dan kamu sangat mengikuti 0 – 60 kali, maka tekanan ban bisa membatasi kamu. Sama halnya dengan konsumsi bahan bakar, peningkatan gesekan dengan jalanan terjadi karena pertahanan perputaran yang mengurangi kemampuan untuk jalan lebih cepat.

Jadi intinya, ban kurang tekanan akan meningkatkan konsumsi bahan bakar, meningkatkan kemungkinan meledak, meningkatkan 0 – 60 kali, dan menyebabkan keusangan pada ban. Namun, hal ini akan menjadi lebih sulit saat kamu harus sering membayar bahan bakar dan juga membeli ban baru.

Bahaya Akibat Tekanan Ban Mobil Berlebih

Di sisi lain, memiliki ban yang terlalu banyak diisi angin akan membuatnya berlebih. Memiliki ban dengan tekanan berlebih bisa memberikan masalah sendiri. Berlebih artinya saat tekanan udara di dalam ban lebih dari jumlah yang direkomendasikan.

Memiliki tekanan 40 PSI saat yang dibutuhkan adalah 33 PSI dianggap sebagai berlebih. Hal yang bisa disebabkan karena hal itu adalah keusangan pada bagian tengah ban, roda bisa lepas, dan kehilangan kontrol saat kecepatan tinggi.

Berbeda dengan ban yang kurang tekanan, ban berlebih memiliki gesekan yang lebih sedikit terhadap jalanan dan ban karena bagian yang mengenai jalanan jadi hanya tengah ban saja. Ini artinya, bagian yang tidak di tengah tidak akan memiliki kontak dengan jalan, dan keusangan akan terjadi di tengah.

Hal ini tidak bagus karena hanya akan ada satu bagian yang memegang kendali berat kendaraan dan menyebabkan lebih cepat usang dari normal. Saat berkendara dengan ban yang berlebih tekanannya, kamu akan lebih mudah terganggu akan gangguan jalanan. Melewati lubang dengan cepat biasanya akan memperlemah struktur integritas dan menyebabkan ledakan.

Salah satu hal penting yang harus diingat adalah gelembung besar di ban. Hal ini terjadi saat bertemu dengan gangguan jalanan dengan kecepatan yang tinggi dan menyebabkan deformitas terhadap ban. Ban dengan kondisi ini akan lebih mudah untuk meledak. Berkendara dengan bagian ban yang kecil saja akan membuat kurangnya gesekan antara ban dan jalanan.

Hal ini artinya saat berkendara dengan kecepatan tinggi, ada kemungkinan untuk kamu kehilangan kendali mobil. Berkendara di kondisi hujan dengan ban berlebih bisa membuat kamu tergelincir akibat kurangnya gesekan. Intinya, ada beberapa konsekuensi serius yang bisa kamu dapatkan dari ban yang terlalu tinggi tekanannya. Bukan hanya akan menguras dompet karena harus mengganti ban terus, tapi kamu juga bisa kecelakaan dengan mudah.

Tips Memilih Ban Mobil Terbaik

Konsekuensi yang bisa kamu dapatkan dari tidak akuratnya mengisi tekanan pada ban mobil tentunya sangatlah menakutkan. Karena kamu sebagai pengendara yang sering ada di jalanan, pastinya ingin bisa selalu selamat dan terhindar dari gangguan yang sebenarnya bisa kamu hindari jika kamu lebih rajin memeriksa tekanan ban di mobil kamu.

Namun jika hal ini sudah terlanjur terjadi dan kamu harus membeli ban baru karena rusak. Kamu bisa mengikuti tips memilih ban mobil terbaik yang akan Qoala berikan di bawah ini. Pemilihan ban mobil yang baik sangatlah penting karena akan menentukan berapa lama kamu bisa menggunakannya dan menyesuaikan dengan keadaan mobil kamu sehingga kamu bisa merasakan manfaat maksimal dari penggunaan ban tersebut.

Penentuan ini akan tergantung pada jenis dari mobil yang kamu gunakan, kebutuhan yang kamu miliki, motif yang cocok untuk kamu gunakan (ini cukup penting), ketebalan, ukuran ban, tahun pembuatan, dan merek ban mobil yang kamu beli. Semakin baik kamu mengikuti tips ini dan menjaga tekanan ban kamu secara reguler, maka kamu bisa memanfaatkan ban mobil ini sampai ke titik maksimalnya dan pastinya kamu tidak akan merugi dari pembelian ban mobil yang cukup mahal. Kamu bisa menganggapnya sebagai investasi karena bisa dibilang ban ini memegang nyawa kamu saat kamu ada di jalanan.

1. Pilih Ban Sesuai Tipe atau Jenis Mobil

Kamu harus menyesuaikan ban yang kamu beli dengan tipe mobil yang kamu miliki. Hal ini karena setiap kendaraan memiliki tipe dan ukurannya sendiri sendiri. Kamu bisa melihatnya pada bagian plakat laci atau pintu, atau kamu bisa melihatnya juga pada tipe ban di dekat tutup tangki bahan bakar.

Jadi saat membeli ban baru, kamu bisa melihat referensi untuk tipe dan jenisnya. Membeli sesuai tipe dan jenis bisa dilihat dari petunjuk penggunaan yang berisi tipe dan ukuran ban. Biasanya akan ada sebuah kode seperti P 215/55R17 93V, yang arti dari P sendiri adalah Passenger yang artinya mobil dibuat untuk mengangkut penumpang. Akan ada tipe ban juga yang menunjukkan LT untuk menunjukkan kalau itu cocok untuk membawa barang. Ada kode ST untuk special trailer dan T untuk temporary yang lebih baik digunakan untuk ban cadangan.

2. Sesuaikan Ban Mobil dengan Kebutuhan

Belilah ban yang sesuai dengan kebutuhan kamu, pengguna mobil. Jika kamu suka melakukan perjalanan dengan medan berlumpur dan banyak baru, maka kamu bisa menggunakan ban mud terrain. Ban yang satu ini dikenal kuat dan kokoh untuk melewati jalanan yang sulit. Itulah kenapa penting untuk membeli ban sesuai dengan kebutuhannya.

Namun jangan gunakan ban ini pada jalanan kota karena lebih licin dan kurang daya cengkramnya. Apalagi jika kamu tinggal di daerah yang rawan banjir. Jika itu masalahnya, maka kamu bisa menggunakan all terrain. Jika kamu menggunakan mobil ke kantor yang ada di kota, maka kamu bisa menggunakan high terrain yang tidak berisik.

3. Pilih Ban Mobil Terbaik dari Desain Alur atau Motif yang Cocok

Memilih motif yang cocok juga sangat harus dilakukan. Hal ini karena gesekan yang dihasilkan setiap motif akan berbeda. Jika gesekannya kecil maka akan lebih mudah tergelincir. Jika jalan basah dan kamu tinggal di daerah dengan curah hujan yang tinggi, kamu bisa memiliki pola desain V.

Hal ini karena gaya gesek yang dimiliki motif ini tinggi dan cocok untuk jalanan yang licin. Untuk jalan yang panas, seperti aspal, kamu bisa menggunakan ban dengan banyak guratan. Gunakan alur tapak bulat jika jalanan yang kamu lewati sering bergelombang. Jika pola di ban sudah tipis, kamu harus mengganti ban dengan segera karena performa dari ban sendiri akan berkurang.

4. Pastikan Ukuran Ban Mobil Sesuai

Kamu juga harus memilih ukuran yang sesuai. Akan ada kode yang ditulis di pinggir ban yang sebenarnya berisi semua informasi yang kamu butuhkan. Jika kamu tidak bisa menerjemahkannya, kamu bisa belajar di sini.

Contohnya jika kode ban adalah 205/55 R16 91 V, maka kamu bisa membacanya sebagai 205 yang menunjukkan lebak tapak dalam mm, 55 yang merupakan ketebalan ban, 16 yang menjadi diameter velg dalam inci, V adalah batas kecepatan maksimum, dan 91 yang menjadi indeks beban maksimum. Bukan hanya ukuran, kamu juga harus memilih jenis ban, yaitu tube type, tubeless, ban radial, dan ban bias. Entah ban apa yang kamu gunakan, pilih sesuai instruksi yang ada. Bukan hanya V, tapi ada kode lainnya seperti S, Q, H, dan Z, dan masih banyak lagi.

5. Pertimbangkan Ketebalan Ban Mobil Sebelum Membeli

Bukan hanya ukuran, tapi ketebalan juga cukup penting. Karena ban yang bagus akan memiliki ketebalan 50 yang membuat keseimbangan kendaraan dan kinerjanya menjadi lebih baik. Namun jika ketebalannya masih samar samar, maka performanya bisa turun. Ban dengan ketebalan tinggi memang lebih mahal, tapi harganya tidak akan terlampau jauh. Gunakan saja langsung ban dengan kualitas yang baik agar hasilnya maksimal.

6. Perhatikan Tahun Pembuatan Ban

Ban juga memiliki tanggal kadaluarsa yang harus diganti saat tanggal tersebut tercapai. Hal ini bisa menjadi tips yang sangat penting. Kamu bisa mengetahuinya dari kode ban yang ada empat digit angka, seperti 0313 dimana 03 menjadi waktu ban dibuat yang merupakan minggu ketiga dan 13 adalah tahun keberapa ban diproduksi. 0313 berarti minggu ke-3 tahun 2013.

Untuk mendapat ban yang bagus kamu harus memilih yang baru diproduksi. Ban terbuat dari karet, kalau baru dibuat, kualitasnya akan lebih baik dari yang sudah lama dibuat. Bahan karet ini bisa menjadi masalah saat ban lama disimpan. Jika menyimpannya dengan tidak benar, maka kualitas dari ban akan menurun.

7. Pilih Merk Ban Mobil Terbaik yang Sudah Terpercaya

Pilihlah ban mobil dari merek merek terkenal yang sudah direkomendasikan ahli, seperti Bridgestone, GT Radial, Yokohama, Hankook, Toyo, Falken, Achilles, Continental, dan Dunlop.

Itulah beberapa hal yang bisa kamu berikan terkait dengan tekanan ban mobil. Dari artikel ini, kamu bisa mengetahui seberapa besar pengaruh dari tekanan dan ban mobil itu sendiri terhadap performa dari mobil kamu. Saat kamu mengalami konsumsi bahan bakar yang lebih boros daripada biasanya, kamu mungkin harus mengecek tekanan ban kamu lebih dahulu sebelum kamu mengecek hal yang lain.

Karena bisa dibilang kalau hal ini lebih mudah untuk dilihat daripada hal lainnya yang jauh di dalam mesin. Dengan ini kamu juga bisa memperbaiki masalah dengan cara yang lebih mudah dan pastinya juga murah. Selain dari tekanan, keadaan dari ban itu sendiri juga cukup penting untuk selalu kamu jaga. Karena dengan menggunakan ban yang usang, kamu akan lebih mudah tergelincir (hampir sama kan dengan menggunakan ban yang terlalu tinggi tekanannya).

Kamu bisa menggunakan referensi merk ban yang Qoala berikan di atas karena ban-ban tersebut sudah direkomendasi ahli dan dipercaya memiliki kualitas yang lebih baik daripada ban abal-abal. Kamu juga harus memilih motif yang sesuai dengan keadaan jalanan dimana kamu sering bepergian karena kamu sangat membutuhkannya dan akan mempermudah kinerja dari mobil kamu sendiri. Semoga dengan adanya artikel Qoala Blog ini, perjalanan kamu untuk merawat mobil kamu dengan lebih baik lagi bisa berhasil. Oh iya,  baca artikel menarik Qoala lainnya ya, semacam mobil 500 jutaan terbaik!

Share this on


                    share twitter share facebook share linkedin copy link Copy Link
Rinaldi Syahran

Rinaldi Syahran

editor

Experienced in SEO since 2009. Especially for content. Starting as a professional in the world of content since 2013. Three years++ of experience in managing people, doing link building, and technical SEO.

user linkedin user facebook

Leave a Reply

Explore other articles


Info Asuransi
Form
• 0 minutes read zig-zag 12848 Views

Info Asuransi

Yahya Kus HandoyoYahya Kus Handoyo • November 23, 2020
14 Cara Cari Uang di Internet Tanpa Modal untuk Pemula
Inspirasi
• 11 minutes read zig-zag 2640 Views

14 Cara Cari Uang di Internet Tanpa Modal untuk Pemula

Riza Dian KurniaRiza Dian Kurnia • December 1, 2020
20 Cara Menabung dengan Cepat, Uang Dijamin Terkumpul Kilat
Tabungan
• 9 minutes read zig-zag 20781 Views

20 Cara Menabung dengan Cepat, Uang Dijamin Terkumpul Kilat

Riza Dian KurniaRiza Dian Kurnia • December 1, 2020
Panduan Cara Peminjaman Uang di Bank Terlengkap pada 2021
Kredit
• 14 minutes read zig-zag 9930 Views

Panduan Cara Peminjaman Uang di Bank Terlengkap pada 2021

Yogarta AwawaYogarta Awawa • December 1, 2020
Over Kredit Rumah: Dari Cara, Biaya, Untung, Rugi, hingga Tips
Kredit
• 9 minutes read zig-zag 9049 Views

Over Kredit Rumah: Dari Cara, Biaya, Untung, Rugi, hingga Tips

Riza Dian KurniaRiza Dian Kurnia • December 1, 2020
dapatkan Qoala

Diskon hingga 40%

Untuk produk asuransi pilihan kamu

Cek Premi Sekarang
dapatkan Qoala

Langganan Newsletter Qoala.app!

Selalu update dengan promo terbaru dari Qoala.app dengan berlangganan newsletter kami.

Cari Asuransi Mobil Terjangkau di Sini