Ini Cara Berkebun Hidroponik Sederhana & Praktis

Artikel ini terakhir diperbarui August 23, 2021 by Zaky Afdika
Ini Cara Berkebun Hidroponik Sederhana & Praktis
Sumber Foto: Basz D Via Shutterstock
Bagikan ke Teman:

Mendapatkan sayuran segar tanpa pestisida adalah salah satu harapan dari proses menanam sayuran sendiri. Permasalahannya, tak semua orang memiliki lahan yang cukup untuk menanam sayuran tersebut. Sehingga salah satu solusinya adalah menanam sayur dengan memanfaatkan air sebagai media pengganti tanah atau yang biasa dikenal dengan hidroponik. Dalam sejarah, cara berkebun hidroponik sudah ada sejak ribuan tahun lalu (±2600 tahun yang lalu). Taman gantung (Hanging Gardens) Babylon adalah salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Taman ini merupakan pengaplikasian pertama dari teknik hidroponik yang tercatat dalam sejarah.

Metode berkebun hidroponik mulai masuk ke Indonesia sekitar tahun 1970-an dan menjadi materi perkuliahan di perguruan tinggi. Sistem hidroponik dapat menjadi salah satu solusi bagi pengembangan tanaman buah dan sayur dengan berbagai kelebihan dibandingkan sistem pertanian konvensional.

Bagi mereka yang hobinya berkebun, menanam sayuran dengan menggunakan cara hidroponik dapat menghilangkan stres. Namun tak semua orang masih paham cara menanam hidroponik sederhana untuk pemula. Tak perlu khawatir, Qoala akan membahas cara menanam hidroponik sederhana.

Apa itu Berkebun Hidroponik?

apa itu hidroponik
Sumber Foto: Frensx Via Shutterstock

Seperti yang diketahui, hidroponik merupakan salah satu cara bertanam yang menggunakan air sebagai medianya sehingga tidak memerlukan tanah atau lahan yang luas. Sederhananya, hidroponik adalah metode budidaya tanaman dengan menggunakan air sebagai pengganti tanah yang diperkaya dengan nutrisi. Hal ini membuat persoalan nutrisi, pengendalian hama, dan pencahayaan lebih mudah dikelola.

Salah satu nilai tambah dari hidroponik adalah tidak memerlukan pemakaian herbisida dan pestisida beracun sehingga lebih ramah lingkungan dan sayuran yang dihasilkan pun akan lebih sehat. Bertanam dengan hidroponik akan menghasilkan tanaman berkualitas baik dan bebas kimia.

Sebagai informasi, semua perlengkapan untuk berkebun dengan metode hidroponik ini banyak dijual, bisa secara online atau datang langsung ke toko alat-alat pertanian. Kamu bisa menggunakan metode hidroponik untuk menanam aneka sayuran, seperti: kangkung, sawi, cabe, bawang merah, hingga seledri.

Kelebihan Berkebun Hidroponik

Setelah memahami penjelasan terkait hidroponik, kamu juga perlu memahami terkait kelebihan dari metode hidroponik. Apalagi saat ini metode hidroponik banyak dipandang sebelah mata, sehingga penting untuk mencermati apa saja kelebihan yang bisa didapat dari metode hidroponik satu ini.

  1. Tidak membutuhkan media tanah. Hal ini membuat area berkebun menjadi semakin bersih karena tidak menggunakan tanah sama sekali.
  2. Pertumbuhan tanaman terlihat lebih cepat. Sebab nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman akan terserap secara lebih baik mengingat media yang digunakan berbentuk cair bukan padat.
  3. Tidak perlu melakukan penyiraman tanaman seperti berkebun pada umumnya. Sebab, media yang digunakan sudah memakai air.
  4. Tenaga yang dibutuhkan juga sedikit. Sebab, tidak perlu melakukan pengolahan lahan, penanaman serta memanen. Metodenya lebih praktis dan juga efisien.
  5. Proses memanen tanaman nantinya akan akan lebih mudah apabila dibandingkan dengan metode berkebun yang menggunakan tanah.
  6. Hasil panen dari metode hidroponik juga cenderung lebih banyak. Kelebihan hidroponik yang satu ini tak banyak yang mengetahui sehingga banyak orang-orang yang masih meragukannya.
  7. Menanam menggunakan metode hidroponik pastinya akan lebih menghemat tempat. Kita tidak memerlukan lahan hingga beberapa hektar untuk berkebun. Justru metode hidroponik lebih cocok untuk dilakukan di lahan sempit bahkan di daerah perkotaan.
  8. Buah serta sayur yang dihasilkan dari metode hidroponik nantinya lebih steril karena bebas dari pestisida ataupun herbisida berbahaya. Hal ini tentu jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan sayur dan buah yang ditanam di lahan perkebunan yang masih menggunakan pestisida.
  9. Kemungkinan tanaman terserang hama serta penyakit akan lebih kecil.
  10. Metode berkebun menggunakan hidroponik tidak akan tergantung cuaca. Kamu bisa tetap berkebun kapanpun meski cuaca sedang panas ataupun dingin.
  11. Kelebihan hidroponik yang terakhir adalah penggunaan pupuk dalam metode ini menjadi lebih hemat serta efisien.

Kekurangan Berkebun Hidroponik

Selain kelebihan, ada juga kekurangan saat berkebun menggunakan metode hidroponik. Kamu juga perlu mengetahui kekurangan dari metode hidroponik ini. Hal ini dikarenakan agar tidak hanya terlena dengan kelebihan yang disebutkan di atas namun juga bersiap menghadapi kekurangan-kekurangan di bawah ini.

  1. Kekurangan hidroponik yang pertama yakni metode ini cenderung membutuhkan modal yang besar. Hidroponik sangat cocok apabila kita hendak melakukan budidaya tanaman dalam skala besar, sehingga modal besar yang dikeluarkan juga akan kembali dengan lebih cepat.
  2. Dikarenakan metode hidroponik masih terbilang jarang dilakukan, perangkat untuk pemeliharaan metode hidroponik juga terbilang langka. Alat tertentu masih sulit untuk ditemukan dan didapatkan, terutama juga karena masih sedikitnya ahli hidroponik yang ada di Indonesia. Hal ini membuat kamu kesulitan pada saat membutuhkan perawatan peralatan tertentu.
  3. kekurangan hidroponik yang lainnya adalah metode berkebun dengan hidroponik ini membutuhkan ketelitian ekstra. Sebab dalam berkebun dengan metode hidroponik, kita harus benar-benar memperhatikan serta mengontrol nutrisi yang diberikan pada tumbuhan, termasuk di antaranya adalah kadar keasaman pH. Jika kamu tidak memiliki latar belakang pertanian, akan terbilang sulit untuk berkebun menggunakan metode hidroponik.
  4. kekurangan hidroponik selanjutnya, investasi yang dibutuhkan untuk bercocok tanam secara hidroponik juga terbilang tinggi. Hal ini terutama untuk membeli peralatan, perlengkapan serta biaya pemeliharaan.
  5. Terakhir, hidroponik juga membutuhkan keterampilan khusus di bidangnya. Kamu juga dituntut untuk memiliki kreativitas tinggi dalam membuat aneka peralatan hidroponik sendiri agar tidak perlu membeli yang harganya cukup mahal.

Cara Berkebun Hidroponik Sederhana di Rumah

Salah satu kelebihan cara berkebun dengan metode hidroponik adalah mengurangi risiko atau masalah budidaya yang berhubungan dengan tanah seperti gangguan serangga, jamur, dan bakteri yang hidup di tanah. Metode ini juga lebih mudah dalam pemeliharaan seperti tidak perlu melibatkan proses penyiangan dan pengolahan tanah. Kemudian proses budidaya dilakukan dalam kondisi lebih bersih tanpa menggunakan pupuk kotoran hewan.

Hal ini yang membuat cara menanam hidroponik sederhana menjadi populer diterapkan di rumah-rumah penduduk yang minim lahan. Berikut adalah cara menanam hidroponik yang dapat diterapkan di rumah.

Cara Berkebun Hidroponik dengan Sistem NFT

Metode berkebun dengan hidroponik memiliki banyak kelebihan. Meski terbilang baru namun ada cara menanam hidroponik sederhana. Cara menanam hidroponik sederhana ini tentunya bisa dilakukan dilingkungan sekitar kita termasuk di rumah. Salah satunya adalah dengan sistem Hidroponik Nutrient Film Technique (NFT). Sistem ini merupakan metode hidroponik yang menggunakan teknis aliran tipis. Dalam artian, hidroponik ini hanya menggunakan aliran air (nutrien) sebagai medianya.

Keunggulan dari sistem hidroponik NFT diantaranya adalah air yang diperlukan tidak terlalu banyak, kadar oksigen terlarut dalam larutan hara cukup tinggi, air sebagai media mudah didapatkan dengan harga yang murah atau bahkan gratis, pH larutan mudah diatur dan tangan sehingga dapat disangga dengan talang.

Hidroponik NFT biasanya cocok digunakan untuk sayuran berumur pendek, seperti pakcoy, caisim, lettuce, kailan, bayam, dan kangkung. Tomat, dan paprika. Ada juga mentimun yang dibudidayakan dengan sistem NFT tetapi satu bed hanya diisi 2-3 baris talang agar tanaman dapat tumbuh melebar.

Sebagai penyangga tanaman, hidroponik NFT mengguanakan tali yang diikat pada kawat di bagian atas greenhouse. Perlu diingat bahwa bobot biomassa sayuran buah yang sedang berproduksi kurang lebih 3-5kg/tanaman. Biasanya, biomassa yang melebihi 5 kg dapat mengakibatkan kawat yang direntangkan ke atas melengkung. Talang pun juga bisa melengkung sehingga aliran larutan hara tidak akan normal lagi.

Sebagai pengganti tali kasur, kamu bisa menggunakan belahan bambu setinggi 3 m yang ditancapkan di sisi setiap tanaman. Belahan bambu ini digunakan sebagai rambatan ke atas. Kemudian, bobot biomassa tanaman akan bertumpu pada tanah melalui bambu. Talang tidak terbebani biomassa sehingga tetap rata dan tidak melengkung.

Cara membuat instalasi hidroponik sederhana dengan sistem NFT ini juga tak rumit. Untuk menanam sayuran dengan sistem ini, berikut langkah-langkahnya:

Pembuatan Kerangka Hidroponik NFT

  • Buatlah kerangka konstruksi terbuat dari aluminium atau kayu
  • Tinggi kayu dikurangi 5cm setiap meternya sehingga talang yang diletakkan di atasnya akan mempunyai kemiringan 5%.
  • Selanjutnya, pasang talang hujan paralon terbuat dari PVC berbentuk U dengan panjang 4m, tinggi 12cm, lebar dasarnya 11cm dan berbentuk rata.
  • Kedua ujung talang diberi tutup yang terbuat dari PVC juga.
  • Kemudian, tutup pada talang bagian atas di beri lubang untuk selang PE ukuran 8mm sebagai inlet atau masuknya kucuran larutan ke dalam talang. Jangan lupa tutup pada ujungnya diberi lubang untuk selang PE ukuran 13mm sebagai outlet atau keluarnya kelebihan larutan.
  • Selang PE disambung dengan paralon yang bermuara di kolam tandon.
  • Terakhir, di dalam kolam ada pompa submersible atau pompa celup yang memompakan kembali larutan ke inlet talang sebagai kerja resirkulasi atau daur ulang aliran. Dengan kemiringan 5% debit larutan hara yang masuk melalui inlet ke dalam talang 1,5L per menit dan larutan akan mengalir ke ujung bawah. Untuk tebal aliran hanya 3-4mm sehingga disebut film (lapisan tipis). Dengan besar debit tersebut, tanaman diujung bawah tetap akan mendapatkan aliran larutan sehingga pertumbuhan tanaman di sepanjang talang akan sama.

Penanaman

  • Proses menanam dimulai dengan meletakkan anak semai ke tengah paralon.
  • Apabila anak semai tidak menyentuh larutan nutrisi, maka gelar guntingan kertas koran selebar dasar talang dan sepanjang talang. Kertas koran di sini berfungsi sebagai sumbu pengantar larutan ke akar anak semai.
  • Sebagai penyangga tanaman, gunakan styrofoam dengan ukuran panjang 100cm, lebar 11cm, dan tebal 1,5cm.
  • Agar styrofoam tidak berada di dasar talang, diberi penyangga berupa batu split. Batu split bisa berukuran 2-3cm yang diletakkan secara zig zag di dasar talang dengan jarak sekitar 25cm. Dengan ukuran batu split tersebut berarti ada rongga udara setebal 2-3 cm antara dasar talang dengan helaian styrofoam.
  • Batu split berukuran 2-3 cm yang digunakan untuk menopang helaian styrofoam dapat diperbesar menjadi 3-4cm untuk sayuran kailan. Kailan mempunyai hipokotil atau pangkal batang yang panjang sekali.
  • Potongan styrofoam yang ditumpangkan pada batu split diberi lubang tanam berdiameter 1,5cm seetiap 15cm.
  • Pada lubang styrofoam tersebut ditancapkan anak semai dengan atau tanpa dibungkus dengan busa.
  • Pada sayuran buah dan buah hidroponik, perlu diberi penyangga bambu agar berat buah tidak membuat paralon melengkung. Hal ini terhindar ari macetnya aliran nutrisi di dalam paralon.

Cara Berkebun Hidroponik Sistem Wick

Selain NFT, salah satu cara berkebun hidroponik adalah dengan wick system atau sistem sumbu. Sistem Wick merupakan cara tanam hidroponik dengan sistem pasif. Komponen sistemnya antara lain wadah penampung nutrisi, net pot, wadah net pot, dan sumbu atau kain.

Di sisi lain, sistem wick adalah sistem hidroponik yang paling sederhana. Wick sendiri dalam bahasa Indonesia artinya sumbu. Sistem berkebun ini bisa memanfaatkan botol bekas air mineral sebagai tempat menanamnya. Sumbu yang digunakan biasanya adalah kain flanel atau jenis bahan lain yang mudah menyerap air. Sementara itu, larutan nutrisi ditempatkan pada wadah berupa bak plastik atau botol plastik. Sehingga, akar tidak langsung bersentuhan dengan nutrisi tetapi melalui perantara sumbu dan kain.

Tanaman yang cocok menggunakan hidroponik sistem ini biasanya sayuran daun, seperti kangkung, bayam, selada, dan seledri. Untuk media tanam, cocoknya adalah rockwool dan busa. Keunggulan dari sistem wick ini adalah sederhana, murah, dan mudah dibuat. Jadi cocok untuk pemula sebagai media belajar hidroponik.

Selain itu bisa dibuat dengan bahan-bahan bekas seperti botol plastik, serta tidak perlu menyiram tanaman setiap hari. Buat kamu yang masih pemula tentu bisa mencobanya. Hanya saja, sistem ini juga punya kelemahan. Sistem dijalankan secara manual, jadi harus ada pengadukan larutan nutrisi secara berkala, agar nutrisi tidak mengendap di dasar wadah. Setelah tanaman besar dan tentunya butuh pasokan air lebih banyak dari daya serap sumbu, sebab tanaman hidroponik dapat mengalami kekurangan air dan nutrisi. Jadi jangan sampai kekurangan melengkapi airnya.

Berikut ini cara berkebun hidroponik dengan sistem wick yang cukup sederhana. Kamu bisa menerapkannya di rumah.

  • Bahan dan Alat untuk Membuat Hidroponik Sistem Wick
  1. Botol bekas minuman ukuran 600ml
  2. Gunting, pisau, atau cutter
  3. Sumbu, kain bekas, atau kain flanel sebagai pengalir nutrisi (wick system)
  4. Bibit tanaman yang sudah dikembangkan di media rockwool
  5. Air
  6. Nutrisi pupuk A & B (berbentuk cair atau bubuk). Anda bisa menemukannya di toko khusus tanaman atau pertanian. Sesuaikan jenis nutrisi dengan tanaman yang Anda pilih (sayur atau buah).
  7. Paku

Untuk bibit tanaman, kamu bisa dengan mudah mendapatkannya di toko-toko khusus pertanian atau secara online. Catatang penting, sebelum dipindahkan ke media tanam hidroponik yang akan dibuat, kembangkan dulu bibit tersebut dengan menggunakan rockwool. Rockwool juga merupakan media tanam namun hanya cocok sebagai tempat penyemaian bibit hingga tumbuh menjadi benih.

  • Cara Menanam Hidroponik Sederhana Sistem Wick
  1. Potong botol minuman bekas menjadi dua dengan menggunakan cutter, pisau, atau gunting. Pastikan ukuran botol bagian bawah lebih besar daripada ukuran bagian atas.
  2. Tuangkan air ke dalam bagian botol bawah lalu masukkan pupuk nutrisi A & B sesuai takaran. Perbandingannya, masing-masing 5 ml untuk setiap liter air. Sisihkan.
  3. Lubangi permukaan pada bagian leher botol dengan menggunakan paku kecil di beberapa titik. Lubangi juga bagian penutup botol sebagai jalur masuk sumbu nantinya.
  4. Masukkan sumbu, kain bekas, atau kain flannel ke dalam celah penutup botol yang akan dibuat. Pastikan sumbu cukup panjang di kedua sisi agar dapat menyerap air yang akan dituangkan dan juga mengenai bagian benih tanaman. Lalu letakkan dengan posisi terbalik ke dalam botol yang telah berisikan air.
  5. Masukkan benih yang masih tertanam pada rockwool ke dalam bagian botol yang telah dibalik.
  6. Pastikan benih terkena dengan bagian sumbu yang sudah terbasahi dengan larutan nutrisi dan air. Anda juga bisa menggunakan media tanam seperti sekam bakar, batu bara merah yang telah dihancurkan, serta spon untuk menjaga bentuk tanamanan agar tiduk mudah patah.
  7. Letakkan botol di area yang ramah sinar matahari namun tidak rawan terkena hujan agar benih tumbuh dengan baik.
  8. Lakukan proses tersebut untuk membuat media tanam lainnya.

Cara Berkebun Hidroponik dengan Botol Bekas

cara berkebun hidroponik dengan botol bekas
Sumber Foto: Ginanjar Rah Widodo Via Shutterstock

Berkebun dengan metode hidroponik memang sudah menjadi cara berkebun yang populer. Cukup dengan perantara air dan tempat yang tidak terlalu luas, cara menanam hidroponik sederhana dengan botol bekas pastinya tidak akan membuat orang kerepotan.

Dengan menerapkan cara menanam hidroponik dengan botol bekas, maka kamu bisa memberikan manfaat juga kepada lingkungan. Berikut cara mudah menanam hidroponik dengan botol bekas.

  • Siapkan botol bekas

Pertama, siapkan botol bekas. Lalu, potong botol tersebut menjadi dua. Tempatkan bagian tutup botol ke dalam bagian bawah botol. Posisi tutup botol akan tampak terbalik.

Botol bagian atas akan menjadi tempat media tanam sedangkan botol di bagian bawah menjadi tempat air yang bernutrisi atau berisi zat hara.

  • Hubungkan kedua bagian botol

Hubungkan kedua bagian botol dengan menggunakan kain. Kain yang digunakan bisa berupa sumbu kompor. Jika tidak memiliki sumbu kompor, kamu juga bisa menggunakan kaus kaki yang tidak terpakai atau kain flanel yang dipotong seukuran sumbu kompor.

Berikan lubang pada bagian tutup botol yang cukup untuk dilewati kain sehingga kain dapat menjuntai kebagian bawah botol. Perlu diketahui, kain berfungsi untuk menghubungkan nutrisi air dengan media tanam.

  • Mengisi air berzat hara

Setelah semua sistem dapat beroperasi, selanjutnya tuangkan air berzat hara pada bagian bawah botol sebelum batas menyentuh tutup botol yang terbalik. Air berzat hara merupakan air bernutrisi tinggi yang mengandung mineral yang dibutuhkan tanaman untuk berfotosintesis.

  • Siapkan media tanam

Siapkan media tanam pada botol yang terbalik. Isilah dengan bibit tanaman atau sayuran. Media tanam hidroponik dapat berupa sekam bakar, rockwool, atau cocopeat.

  • Ganti air berzat hara secara rutin

Air berzat hara lama-kelamaan akan terus menyusut perlahan karena digunakan oleh tumbuhan. Setelah air menipis ganti dengan air yang baru. Tempatkan pula media tanam dengan lokasi yang sesuai tergantung kebutuhan akan matahari. Beberapa tanaman membutuhkan lebih banyak sinar matahari, sedangkan yang lainnya hanya perlu sedikit sinar matahari. Jangan lupa untuk memberi perhatian kepada tanaman dan tambahkan pupuk kompos agar semakin cepat panen.

Manfaat Berkebun Hidroponik

Berkebun dan bertanam sayuran dengan metode hidroponik memang cocok untuk manusia modern yang hidup dalam segala keterbatasannya. Manfaat yang bisa didapat dari metode ini pun juga banyak. Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Berkebun Hidroponik Menghemat Lahan

Menanam sayur atau berkebun dengan metode hidroponik tidak perlu pusing soal lahan luas. Bahkan jika kamu tidak memiliki halaman rumah pun teknik berkebun ini tetap bisa diterapkan. Sebab, berkebun dengan hidroponik menggunakan kultur air atau kultur pasir sebagai media penanaman. Kamu juga bisa meletakkannya di sudut rumah.

2. Menghindari Penggunaan Pestisida

Seperti yang diketahui, budidaya tanaman dengan cara konvensional sangat jarang yang tidak memakai pestisida. Namun dengan memakai metode hidroponik, pemilik tanaman dapat mengurangi penggunaan pestisida tersebut.

3. Menghasilkan Kualitas Tanaman yang Baik

Selain efisien secara waktu, produk buah dan sayuran yang dihasilkan dari sistem hidroponik juga akan tumbuh lebih subur sehingga kualitas nutrisi yang terkandung juga lebih terjaga.

Kamu juga tak perlu repot melakukan pencucian berulang kali sebab sayuran hidroponik pastinya sudah bebas dari tanah sehingga lebih bersih dan higienis untuk konsumsi.

4. Tanaman Menjadi Lebih Cepat Tumbuh

Dengan adanya sistem irigasi air yang langsung mengedarkan nutrisi ke tanaman, proses pertumbuhan pun lebih cepat dibanding media konvensional. Tidak hanya itu, semakin pendeknya durasi penanaman hingga panen, keuntungan yang didapatkan oleh pembudidaya otomatis akan meningkat tajam.

5. Hasil Panen Lebih Besar

Sistem hidroponik juga menghasilkan panen dengan ukuran hingga 75% lebih besar dibanding produk yang ditanam secara konvensional. Bukan hanya kaya nutrisi, sayuran hidroponik juga lebih sehat karena bebas dari zat-zat kimia yang kerap digunakan untuk melindungi tanaman dari hama.

6. Membuat Rumah Lebih Asri

Berkebun dengan cara metode hidroponik juga bermanfaat untuk lingkungan. Selain terlihat lebih asri, sayur-sayuran ini juga bisa memproduksi oksigen. Rumah pun terasa lebih asri dan sejuk.

Dalam perkembangannya, cara menanam hidroponik sederhana ini mulai diminati banyak orang. Sebagian dari mereka adalah orang-orang yang ingin menghabiskan waktunya untuk hal yang bermanfaat. Selain memberikan keuntungan terkait persediaan sayur hasil berkebun sendiri, kegiatan ini juga memberikan dampak positif lainnya seperti rumah terlihat lebih segar dan asri. Namun, ada satu hal penting yang perlu diketahui, apalagi jika kamu memiliki usaha di bidang hidroponik ini. Dalam bercocok tanam, tentunya ada beberapa risiko kerugian yang terjadi, terutama bagi para pebisnis. Bisa jadi adanya kegagalan saat musim panen yang cukup merugikan.

Kerugian yang dialami terkadang tak sedikit dan tentunya ada biaya-biaya lain yang perlu dikeluarkan. Untuk mengatasi hal tersebut, kamu tentu meminimalisir risiko keuangan akibat gagal panen dengan memiliki asuransi pertanian. Asuransi ini akan menanggung segala risiko kerugian yang dialami terlebih lagi di bidang pertanian.

Jika kamu membutuhkan informasi lebih lengkap terkait asuransi pertanian, kamu bisa langsung melihatnya lebih jelas di Qoala App atau kamu juga bisa membacanya lebih lanjut di Blog Qoala. Tak hanya soal asuransi pertanian, asuransi lainnya seperti asuransi pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya juga tersedia lengkap di Qoala App dan Blog Qoala.

Bagikan ke Teman:
Fitrianingsih
A mother who loves to write. Because writing is the painting of the voice.
Cari Asuransi Terbaik di Qoala