Daftar 15 Perusahaan Tambang Terbesar di Indonesia

Artikel ini terakhir diperbarui June 4, 2021 by Zaky Afdika
Daftar 15 Perusahaan Tambang Terbesar di Indonesia
Sumber foto: manggarr via Shutterstock
Bagikan ke Teman:

Perusahaan tambang di Indonesia menjadi salah satu sektor terpenting karena menunjang berbagai faktor dalam kehidupan negara. Pasalnya perusahaan ini memproduksi sumber daya alam maupun kandungan mineral seperti pengelolaan bahan bakar, mineral logam dan bebatuan. Aktivitas perusahaan tambang meliputi penyelidikan, penelitian, pengelolaan, eksplorasi, studi, pemurnian, pengangkutan dan penjualan. Semua aktivitas mengelola sumber daya alam dilakukan oleh industri pertambangan.

Selain itu, kegiatan pasca penambangan berupa pengawasan dan pelestarian lingkungan, dilakukan secara berkelanjutan. Tentunya rangkaian proses industri pertambangan dilakukan secara benar dan tepat sesuai dengan ilmu pertambangan yang berlaku.

Menurut peraturan negara melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009, Pertambangan memiliki beberapa kelompok yakni pertambangan mineral logam, pertambangan mineral radioaktif, pertambangan mineral bukan logam dan pertambangan batuan. Pertambangan mineral dan batuan sendiri dikelompokkan menjadi lima komoditas tambang yaitu, mineral radioaktif, mineral logam, mineral bukan logam, batuan dan batubara.

Sejatinya ada ratusan perusahaan tambang di Indonesia yang menyumbang kontribusi untuk pembangunan bangsa. Baik itu perusahaan tambang yang ada di Indonesia. Berikut perusahaan tambang batubara, nikel, maupun emas di Indonesia yang sudah Qoala rangkum untuk kamu ketahui.

1. PT Pertamina (Persero)

Pertama, ada PT Pertamina yang produknya tentu bersahabat dengan masyarakat Indonesia. Mulai dari produk bahan bakar minyak, pelumas, gas, dan sebagainya. Perusahaan yang bergerak di bidang industri minyak dan gas terbesar di Indonesia ini telah berdiri sejak 10 Desember 1957 dan berkantor pusat di Jl. Medan Merdeka Timur, Jakarta. Pertamina adalah transformasi dari PN Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Nasional dan sempat memonopoli pendirian SPBU di Indonesia sampai tahun 2000.

Perusahaan pertambangan di Jakarta ini mengelola tujuh kilang minyak dengan total kapasitas 1.051,7 MBSD, memiliki pabrik petrokimia dengan total kapasitas 1.507.950 ton per tahun, dan pabrik LPG dengan total kapasitas 102,3 juta ton per tahun. Terdapat pula produk olahan dari perusahaan tambang di Indonesia ini seperti bahan bakar minyak, bahan bakar non minyak, gas, pelumas dan petrokimia.

Satu lagi bukti bahwa Pertamina merupakan raksasa pengolahan minyak dan gas yaitu dengan bertebarannya anak perusahaan di berbagai sektor industri cabang. Selain itu terdapat sekitar 18 anak perusahaan pertamina yakni PT Pertamina EP Cepu, PT Pertamina Drilling Services Indonesia, PT Nusantara Regas, PT Pertamina EP, PT Pertamina Geothermal Energy, PT Pertagas, PT Pertamina Hulu Negeri, PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina Trans Kontinental, PETRAL, PT Pertamina Retail dan PT Tugu Pertamina Indonesia, PT Pertamina Dana Ventura, PT Pertamina Bina Medika, PT Patra Jasa dan beberapa lainnya.

2. PT Kaltim Prima Coal: Perusahaan Tambang Batu Bara

PT Kaltim Prima Coal merupakan salah satu perusahaan tambang batubara tertua dan terbesar di Indonesia. Berkantor pusat di Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, perseroan ini tentunya masuk daftar perusahaan tambang di Kalimantan dan berdiri sejak tahun 1982. PT Kaltim Prima Coal memiliki lahan tambang batu bara seluas 84.938 hektar. Tapi pada tahun 2003, kepemilikan perusahaan ini berpindah tangan kepada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan kepemilikan 100%.

Perusahaan tambang batubara ini memiliki 4.500 karyawan dan lebih dari 20.000 karyawan di bagian kontraktor. Selain itu, pertambangannya juga memiliki pembangkit sendiri yaitu PLTU berkapasitas 3×15 MW dan 2×5 MW. Terdapat pula Pembangkit Listrik Tenaga Uap sebanyak 18 MW yang diberikan kepada pihak PLN sebagai penerangan dan kebutuhan listrik warga Sangatta.

Sebagai salah satu perusahaan tambang batubara terbesar di indonesia, PT Kaltim Prima Coal mengalami kenaikan produksi dari tahu ke tahun. Pada 2018, perseroan ini berhasil memproduksi sebanyak 58 juta ton batubara, tahun 2019 sebanyak 62 ton, dan pada tahun ini juga diprediksi akan naik.

3. PT Freeport Indonesia

Kamu tentu tidak asing dengan PT Freeport Indonesia, perseroan tambang emas di Indonesia. Perusahaan ini mengelola tambang Grasberg yang merupakan tambang emas terbesar di dunia dan tambang tembaga ketiga terbesar di dunia. Tentunya hal itu melambungkan nama Perusahaan diresmikan sejak tanggal 7 April 1967 ini di jagat internasional.

Pemerintah Indonesia sudah mengambil bagian sebesar saham Freeport sebesar 51% dengan tebusan sebesar Rp 56,1 triliun. Sebelumnya pemerintah sudah melakukan beberapa kali kontrak dengan Freeport yakni kontrak pertama pada tahun 1967 dengan saham pertama Indonesia sebesar 9,36% lalu dilanjutkan kontrak II di tahun 1991.

Perusahaan tambang yang beroperasi di Papua ini memberikan dukungan berupa investasi untuk pembangunan Papua selama 2012 sejumlah USD 110,9 juta. Selain itu, terdapat pula program pengembangan sosial senilai USD 68,14 juta dan program pengembangan masyarakat sejumlah USD 39,26 juta. Alokasi dana investasi itu masih ditambah dengan USD 600 juta dalam bentuk infrastruktur sosial seperti asrama siswa, rumah sakit, dan sekolah

Bisa bekerja di PT Freeport Indonesia merupakan impian banyak anak teknik, tak jarang banyak yang menantikan lowongan kerja perusahaan tambang asing di Indonesia ini.

4. PT Agincourt Resource

Perusahaan tambang di Indonesia selanjutnya yang patut kamu ketahui adalah PT Agincourt Resource. Perusahaan yang beroperasi di bidang tambang mineral ini berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan mineral bagi masyarakat serta menjalani berbagai program CSR dan produktivitas yang handal.

PT Agincourt Resource punya tambang emas bernama Martabe yang luasnya mencapai 130.300 hektar di pesisir barat Provinsi Sumatera Utara. Perusahaan yang berkantor pusat di Pondok Indah Jakarta ini mengelola hasil alam berupa mineral emas batangan dan perak.

Perusahaan tambang ini mengelola sumber daya alam dengan jumlah 7,8 juta ounce emas dana 64 juta ounce perak. Kapasitas operasi tambang emas di Martabe mencapai lebih dari 5,5 juta ton bijih per tahun dan mampu menghasilkan 350.000 ounce emas serta 2-3 ounce perak per tahun.

Profil dan website perusahaan tambang ini juga menyebut bila terdapat lebih dari 3.000 karyawan dan kontraktor. Total dari 99% diantaranya merupakan warga negara Indonesia dan lebih dari 70% diantaranya direkrut dari penduduk setempat.

5. PT Vale Indonesia Tbk

Perusahaan tambang di Indonesia berikutnya ada PT Vale Indonesia Tbk yang berkecimpung di industri pertambangan nikel. Hal ini sesuai naungan kontrak karya yang diubah pada tanggal 17 Oktober 2014 yang berlaku sampai 28 Desember 2025. Vale beroperasi atas penanam modal oleh asing dan memiliki luas operasi lahan perseroan seluas 118.017 hektar meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Hasil nikel dari Vale diimpor kepada Jepang sesuai perjanjian antar kedua negara. PT Vale Indonesia juga kerap melakukan reklamasi dan rehabilitasi di bekas lokasi tambang sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat setempat. Hal ini untuk menjamin kondisi lingkungan di sekitar lokasi penambangan sehingga masyarakat tidak khawatir apalagi terancam.

6. Adaro Indonesia

Adaro Indonesia merupakan salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia. Perusahaan ini sudah berdiri sejak tahun 1966 dan mendapat konsesi dari Pemerintah Indonesia di wilayah di Kalimantan Selatan. Adaro Indonesia memiliki tiga pertambangan, yaitu Tutupan, Paringin dan Wara di area konsesi itu sesuai informasi di website perusahaan tambang ini.

Sepanjang tahun 2019, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) memproduksi batu bara mencapai 58,03 juta ton. Sementara itu pendapatan perseroan pada tahun 2019 sebesar US$ 3,46 miliar. Jumlah ini turun 4,42% dari pendapatan tahun 2018 yang tercatat US$ 3,62 miliar.

Perusahaan tambang yang berkantor di Jakarta ini tercatat sebagai perusahaan terbuka. Sebesar 43% sahamnya dimiliki PT Adaro Strategic Investments, sementara sisanya dimiliki publik dan Garibaldi Thohir, saudara dari Erick Thohir.

7. Perusahaan Berau Coal

Nama perusahaan tambang di Kalimantan selanjutnya ada PT Berau Coal, yang juga termasuk salah satu perusahaan batu bara terbesar di Indonesia. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1983 dan berpusat di wilayah Berau, Kalimantan Timur. Sebelumnya lebih dikenal dengan nama PT Risco dan berganti menjadi Berau Coal pada 2010.

Berau Coal bergerak di sektor pertambangan dan perdagangan batu bara. Selain itu, PT Berau Coal mendapat konsesi seluas 118.400 hektar di Kabupaten Berau, Samarinda, Kalimantan Timur. Kepemilikan perusahaan ini sebagian besar dikuasai Vallar Investment UK Limited, sementara sisanya dimiliki Sinarmas Group melalui Asia Resource Minerals Plc. Berau Coal mencatatkan produksi sebesar 26 juta metrik ton pada tahun 2016.

8. Kideco Jaya Agung

Kideco Jaya Agung juga tergolong perusahaan batu bara terbesar di Indonesia. Mayoritas saham Kideco Jaya Agung dikuasai PT Indika Energy Tbk, pada 2017. PT Indika Energy Tbk. menjadi pemilik 91 persen saham Kideco Jaya Agung, sementara sisanya dimiliki Samtan Co., Ltd. Perusahaan ini telah memiliki konsesi tambang batubara seluas 47.500 hektar (Ha) yang terletak di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Kideco Jaya Agung mulai beroperasi sejak 1982 dan memproyeksikan produksi batubara sebesar 30 juta ton pada 2021.

9. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

ITMG merupakan salah satu raksasa batu bara di Indonesia dengan nilai kapitalisasi pasar dari mencapai Rp 11 triliunan pada Maret 2020. Sebesar 65 persen saham ITMG dipegang oleh Banpu Mineral Private Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis di Singapura. Sementara sisanya diperuntukkan pada publik. ITMG dikenal tidak pelit soal urusan dividen karena sering membagikan dividen dalam jumlah besar per lembarnya.

10. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

PT Bukit Asam Tbk dulunya bernama PN TABA lantas berubah nama setelah menjadi Perseroan Terbatas. Pada tahun 2002, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara ini melantai di bursa saham. PTBA punya beberapa anak usaha seperti PT Bukit Pembangkit Innovative, PT Bukit Asam Prima, PT Bukit Energi Investama, dan beberapa perusahaan lainnya.

Inalum menjadi pemilik saham mayoritas perusahaan ini yakni sebesar 65,93 persen lalu 30,37 persennya sisanya diperuntukkan bagi publik. Nilai kapitalisasi pasar PTBA juga cukup besar yaitu Rp 28 triliun pada Maret 2020. Perusahaan ini berhasil membukukan laba Rp 4 triliun, walau pada tahun 2019 batu bara lesu,

11. PT Aneka Tambang Tbk

Perusahaan tambang di Indonesia tentu sudah dikenal banyak masyarakat khususnya bagi mereka yang suka berinvestasi emas. PT Aneka Tambang Tbk merupakan anak perusahaan BUMN pertambangan Inalum dan berdiri pada tanggal 5 Juli 1968. Kegiatan perseroan ini mencakup eksplorasi, penambangan, pengolahan serta pemasaran dari sumber daya mineral.

Pendapatan perseroan ini melalui melalui kegiatan eksplorasi dan penemuan deposit mineral, pengolahan mineral tersebut secara ekonomis, dan penjualan hasil pengolahan itu kepada konsumen jangka panjang yang loyal di Eropa dan Asia. Kegiatan ini telah berlangsung sejak perusahaan berdiri tahun 1968.

Komoditas utama Antam berupa bijih nikel kadar rendah atau limonit, bijih nikel kadar tinggi atau saprolit, feronikel, emas, perak dan bauksit. Jasa utama PT Antam berupa pengolahan dan pemurnian logam mulia serta jasa geologi.

12. PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT)

PT Amman Mineral Nusa Tenggara merupakan perusahaan yang mengoperasikan tambang Batu Hijau. Perseroan ini juga punya beberapa prospek lain yang sangat menjanjikan di area konsesi tembaga dan emas yang terletak di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara. Tambang Batu Hijau merupakan tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia dan juga aset berkelas dunia.

PT Amman Mineral Nusa Tenggara telah memproduksi sekitar 3,6 juta ton tembaga serta 8 juta ounces emas, dengan massa tambang dan diikuti pengolahan stockpile jangka panjang. Fasilitas yang dimiliki juga lengkap termasuk armada peralatan tambang yang besar, pembangkit listrik tenaga batubara 112 MW, pelabuhan dengan terminal kapal feri, layanan udara, pabrik pengolahan dengan kapasitas 120.000 ton per hari, dan townsite yang tertata dengan baik.

13. PT. Arutmin Indonesia

Daftar perusahaan tambang di Indonesia lainnya yang berjaya pada 2019 ada PT. Arutmin Indonesia. Perusahaan ini beroperasi di bidang produksi batubara untuk pembangkit listrik dan pabrik-pabrik industri. Produk yang ditawarkan berupa batubara sub bituminous, batubara bituminous, dan produk batubara.

Arutmin Indonesia mengelola pertambangan Senakin, Satui, Mulia, Asam, Asam dan Batulicin, semuanya berada di situs pertambangan terletak di Kalimantan Selatan. Perusahaan yang didirikan pada tahun 1981 ini berpusat di Jakarta, Indonesia serta beroperasi sebagai anak usaha dari PT. Bumi Resources Tbk.

Arutmin Indonesia termasuk salah satu perusahaan penghasil dan pengekspor batubara terbesar di Indonesia. Perseroan ini menandatangani kontrak penambangan batubara dengan Pemerintah Indonesia pada tahun 1981 yang dikenal dengan nama Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

14. PT J Resources Asia Pasifik Tbk

Perusahaan tambang di Indonesia selanjutnya ada PT J Resources Asia Pasifik Tbk yang berbasis di Indonesia dan bergerak dalam industri pertambangan emas. Perusahaan ini menginvestasikan dan mengelola usaha pertambangan emas beserta usaha logam mulia lainnya di kawasan Australia.

Beberapa tambang aktif berproduksi, sementara yang lainnya bergerak dalam fase pengembangan dan eksplorasi. PT J Resources Asia Pasifik Tbk memiliki produksi pertambangan emas, yang terletak di Penjom, Malaysia dan Lanut di Sulawesi Utara, Indonesia. Selain itu, proyek eksplorasi Perusahaan terletak di Bulagidun, Bolangitang, dan Tembaga di Sulawesi Utara, Indonesia.

PT J Resources Asia Pasifik Tbk juga bergerak dalam bidang pengadaan layanan katering, serta perdagangan umum, usaha transportasi dan perumahan. Anak perusahaannya bernama PT J Resources Nusantara yang bergerak dalam bidang perdagangan dan jasa.

15. PT Timah

Perusahaan ini berdiri pada BUMN tanggal 02 Agustus 1976 dan bergerak dibidang pertambangan timah. PT Timah yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 1995 merupakan produsen dan eksportir logam timah. Perusahaan ini juga memiliki segmen usaha penambangan timah terintegrasi mulai dari kegiatan eksplorasi, penambangan, pengolahan sampai pemasaran.

PT Timah memiliki ruang lingkup di bidang pertambangan, perindustrian, perdagangan, pengangkutan dan jasa. Kegiatan utama perusahaan sebagai perusahaan induk yang melakukan kegiatan operasi penambangan timah dan melakukan jasa pemasaran kepada kelompok usahanya. Pada 2019, PT Timah membukukan pendapatan sebesar Rp 19,30 triliun sepanjang tahun lalu. Melonjak 75,13% dari pendapatan tahun 2018 yakni Rp 11,02 triliun. Perusahaan tambang Indonesia ini juga menggeser Yunnan Tin sebagai produsen timah olahan terbesar di dunia.

Itulah 15 perusahaan tambang di Indonesia yang patut kamu ketahui. Beberapa perusahaan pertambangan diantaranya berasal dari Kalimantan khususnya pertambangan batu bara. Untuk mengikuti pergerakan bisnis hingga informasi seputar keuangan lainnya, kamu bisa kunjungi Qoala Blog yang memberikan informasi terbaru setiap harinya, ya!

Bagikan ke Teman:
Yogarta Awawa
Seorang penulis, yang subjek tulisannya merentang dari artikel, berita, company profil, cerpen, sampai puisi. Hasil karyanya termuat dalam antologi "Narasi Baru" yang digagas Festival Sastra TangSel 2018 dan "Semesta Jiwa" oleh Komunitas Rumah Semesta.
Cari Asuransi Terbaik di Qoala