Pernah dengar nama Bandara Kertajati? Sudah tahu di mana lokasi Bandara Kertajati? Masyarakat Jawa Barat atau sekitarnya tentu tidak asing dengan Bandar Udara Internasional Kertajati yang terletak di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Namun, masyarakat lainnya bisa jadi belum mengetahui secara detail tentang landas pacu ini. Lebih dari itu, mungkin pula tidak banyak yang tahu bahwa bandar udara ini menjadi yang terbesar kedua di Indonesia berdasarkan luas setelah Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Bandara Kertajati berlokasi di Kabupaten Majalengka, kira-kira 68 kilometer di timur Bandung. Tujuannya sebagai bandar udara internasional kedua di wilayah metropolitan Bandung dan juga melayani Cirebon, bagian dari Jawa Barat dan Provinsi Jawa Tengah.

Kapan Bandara Kertajati dibuka pertama kali? Pada tanggal 24 Mei 2018, pesawat Kepresidenan Indonesia yang mendarat sebagai yang pertama di bandar udara ini meresmikan beroperasinya Bandara Kertajati. Landasan pacu tunggalnya sepanjang 3.000 meter dan dapat menampung pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777. Bandara yang memiliki kapasitas total sampai 29 juta penumpang setiap tahun ini akan dimaksimalkan oleh Pemprov Jabar dengan merealisasikan pindahnya rute penerbangan Bandara Husein ke Bandara Kertajati.

Sebelum membahas lebih lanjut, yuk ketahui sejarah Bandara Kertajati yang sudah Qoala rangkum untuk kamu.

Sejarah Bandara Kertajati Majalengka

Rencana pembangunan Bandara Kertajati sudah dilakukan sejak era Presiden Megawati Soekarnoputri. Sejak tahun 2003 studi kelayakannya sudah dan izin penetapan lokasi dilakukan sejak 2005. Waktu itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan sanggup mendanai sendiri pembangunan bandara dengan APBD, namun tak kunjung merealisasikan pembangunan bandara sampai 2011. Pembangunan bandara ternyata membutuhkan alokasi APBN setelah dilakukan peninjauan ulang

Pada tahun 2014, pekerjaan pembangunan bandara dimulai berupa pembersihan lahan dan pondasi. Selanjutnya pemerintah memasukkan Bandara Kertajati dalam Program Strategis Nasional (PSN) sejak 2015 sampai 2017 selanjutnya dilakukan dengan menggunakan anggaran Kementerian Perhubungan.

Pada 22 Januari 2018, Kementerian Perhubungan kemudian memfasilitasi penandatanganan perjanjian kerja sama penyelenggaraan jasa kebandarudaraan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) antara Pemprov Jabar, PT BIJB dan PT Angkasa Pura 2 guna mengoperasionalkan bandara tu. Bandara yang diperkirakan menelan investasi mencapai Rp2,6 triliun ini sudah beroperasi sejak 2018.

Maskapai Penerbangan yang Tersedia & Rute

Bandara Kertajati melayani rute penerbangan seperti Kuala Lumpur, Jakarta, Surabaya, Bali/Denpasar, Makassar, Balikpapan, Medan, Batam, Banjarmasin, Pekanbaru/Riau, Lombok, dan Pontianak. Berikut jadwal dan maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Kertajati sebelum pandemi Covid-19 melanda seperti yang tercantum di situsnya. Sejak Covid-19 melanda, situasi rute penerbangan di Bandara Kertajati sekarang menjadi no ops alias tidak ada operasional.

Airlines City Route Flights
Departure Arrival
MALAYSIA AIRLINE KUALA LUMPUR (KUL) KUL

KJT

19.45 WIB

MONDAY, THURSDAY (NO OPS)
KJT

19.45 WIB

KUL

MONDAY, THURSDAY (NO OPS)
CITILINK JAKARTA (CGK) CGK

05.25 WIB

KJT

06.10 WIB

DAILY (NO OPS)
KJT

11.10 WIB

CGK

12.00

DAILY (NO OPS)
CITILINK SURABAYA (SUB) SUB

09.00

KJT

10.25

DAILY (NO OPS)
KJT

06.50 WIB

SUB

08.20 WIB

DAILY (NO OPS)
AIR ASIA SURABAYA (SUB) SUB

18.30 WIB

KJT

19.45 WIB

THURSDAY,

SATURDAY (NO OPS)

KJT

20.10 WIB

SUB

21.50 WIB

THURSDAY,

SATURDAY (NO OPS)

AIRASIA BALI /

DENPASAR (DPS)

DPS

KJT

08.45 WIB

DAILY (NO OPS)
KJT

09.15 WIB

DPS

DAILY (NO OPS)
LION MAKASSAR (UPG) UPG

14.00 WIB

KJT

15.10 WIB

DAILY (NO OPS)
KJT

10.10 WIB

UPG

13.20 WIB

DAILY (NO OPS)
LION BALIKPAPAN (BPN) BPN

18.05 WIB

KJT

19.05 WIB

DAILY (NO OPS)
KJT

09.15 WIB

BPN

12.35 WIB

DAILY (NO OPS)
LION KUALANAMU (KNO) KNO

KJT

15.00 WIB

DAILY (NO OPS)
KJT

10.15 WIB

KNO

DAILY (NO OPS)
LION KUALANAMU (KNO) KNO

KJT

15.35 WIB

DAILY (NO OPS)
LION BATAM (BTH) BTH

KJT

15.30 WIB

DAILY (NO OPS)
KJT

11.25 WIB

BTH

13.05 WIB

DAILY (NO OPS)
LION BANJARMASIN (BDJ) BDJ

09.00 WIB

KJT

09.30 WIB

DAILY (NO OPS)
KJT

16.10 WIB

BDJ

18.40 WIB

DAILY (NO OPS)
LION PEKANBARU /

RIAU (PKU)

PKU

06.30 WIB

KJT

08.50 WIB

DAILY (NO OPS)
KJT

19.55 WIB

PKU

22.15 WIB

DAILY (NO OPS)
LION SURABAYA (SUB) SUB

09.25 WIB

KJT

10.40 WIB

DAILY (NO OPS)
KJT

17.25 WIB

SUB

DAILY (NO OPS)
LION BALI /

DENPASAR (DPS)

DPS

KJT

19.45 WIB

DAILY (NO OPS)
KJT

15.50 WIB

DPS

DAILY (NO OPS)
LION LOMBOK (LOP) LOP

KJT

21.00 WIB

DAILY (NO OPS)
KJT

20.00 WIB

LOP

DAILY (NO OPS)
LION PONTIANAK (PNK) PNK

KJT

20.55 WIB

DAILY (NO OPS)
KJT

06.15 WIB

PNK

07.45 WIB

DAILY (NO OPS)

Transportasi Darat yang Terhubung ke Bandara

Sampai saat ini setidaknya ada 11 perusahaan yang mengoperasikan transportasi publik dari dan ke Kertajati untuk masyarakat. Terdiri dari Berikut operator transportasi darat yang melayani rute dari dan ke Bandara Kertajati. Berikut operator transportasi darat yang melayani rute dari dan ke Bandara Kertajati:

  • DAMRI: rute Bandung – Kertajati, Cirebon – Kertajati, Cikarang-Kertajati, Kuningan – Kertajati
  • CTU Shuttle: Bandung – Kertajati, Tasikmalaya-Kertajati
  • Lintas Shuttle: Bandung – Kertajati, Tasikmalaya – Kertajati
  • ECA Shuttle: Cirebon – Kertajati, Kuningan – Kertajati, Indramayu – Kertajati
  • Trans: Purwakarta – Kertajati
  • Baraya: Bandung – Kertajati
  • Mekarsari: Majalengka – Kertajati
  • Ames: Sumedang – Kertajati, Majalengka – Kertajati
  • Budiman: Tasikmalaya – Kertajati
  • Bhinneka Shuttle: Bandung – Kertajati, Cirebon – Kertajati
  • BJT: Cirebon – Kertajati

Fakta Terkini Seputar Bandara Kertajati Majalengka

Sebagai bandara internasional terbesar kedua di Indonesia, Bandara Kertajati Majalengka memiliki berbagai fakta menarik sepanjang proses pembangunan sampai setelah beroperasi. Penasaran? Berikut berbagai hal menarik seputar Bandara Kertajati Majalengka.

1. Hasil Pengembangan Kawasan Rebana Metropolitan di Jawa Barat

Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) saat ini memperkenalkan kawasan industri dan perkotaan baru di Jabar bernama Rebana Metropolitan. Rebana Metropolitan adalah wilayah utara/timur laut Provinsi Jabar yang meliputi tujuh daerah yakni Kabupaten Sumedang, Majalengka, Cirebon, Subang, Indramayu, dan Kuningan, serta Kota Cirebon.

Jantung pertumbuhan kawasan ini yakni Pelabuhan Patimban di Kab. Subang dan Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kab. Majalengka yang berfungsi sebagai pusat konektivitas dan logistik.

Rebana Metropolitan diproyeksikan menjadi roda penggerak pertumbuhan ekonomi Jabar di masa depan melalui pengembangan kawasan industri yang terintegrasi, kolaboratif, inovatif, berdaya saing tinggi, serta berkelanjutan.

Kawasan Bandara Kertajati Majalengka termasuk dalam skema Metropolitan Rebana karena memiliki keunggulan dibanding kawasan lain terutama akses udara dan darat yang terintegrasi. Bandara Kertajati hari ini masuk dalam fase 1 pengembangan dan terus berlanjut berkembang menjadi bandara utama di Jawa Barat, menurut Noneng Komara, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat

Selanjutnya Aerocity Kertajati akan memiliki spesialisasi pengembangan: Industri Penerbangan dan Dirgantara, Industri Pertahanan, Industri Elektronik, Industri kreatif, Logistik dan Pergudangan. serta Industri Farmasi.

Bandara Kertajati Majalengka akan melengkapi kelengkapan infrastruktur untuk Metropolitan Rebana bersama sarana infrastruktur lainnya seperti Tol Akses Patimban, Tol Akses Aerocity Kertajati, Bandara Kertajati, Pelabuhan Patimban, Kereta Bandara, Tol Cikopo-Palimanan, Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan, dan Double Track Jakarta-Surabaya.

2. Menjadi Bandara Terbesar Kedua di Indonesia, tapi Jauh dari Pusat Kota

Bandara Kertajati Majalengka terletak relatif jauh dari pusat kota dan dikhawatirkan kurang menarik minat masyarakat. Walau begitu, pengembangan bandara ini diyakini akan berdampak positif pada perekonomian Jawa Barat. Bandara Kertajati letaknya hampir tiga jam perjalanan dengan mobil dari Bandung dan merupakan bandara terbesar di Indonesia kedua setelah Soekarno-Hatta di Jakarta.

Pada 1 Juli 2019, bandara ini resmi melayani 12 rute domestik yang dilimpahkan dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Sedangkan setahun sebelumnya, bandar ini hanya melayani satu rute yakni Kertajati-Surabaya karena 11 rute lainnya sepi peminat.

Menurut Ziva Narendra, pengamat penerbangan dari lembaga Aviatory Indonesia, pembangunan bandara itu terkesan tergesa-gesa dan “agak dipaksakan” mengingat posisinya “yang kurang strategis”.

Namun PT Angkasa Pura II selaku operator Bandara Kertajati Majalengka meyakini bahwa bandara ini diminati masyarakat dan akan berperan penting dalam mendongkrak perekonomian di Jawa Barat.

3. Bandara Kertajati Sepi Pengunjung

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Kabupaten Majalengka, kondisinya masih relatif sepi sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada Mei 2018. Masyarakat masih menggantungkan pilihannya pada jasa angkutan pesawat di Bandara Husein Sastranegara di Bandung dan Bandara Soekarno Hatta di Tangerang, Banten. Kondisinya diperparah selama pandemi Covid-19.

Menurut Direktur Utama BIJB, Salahudin Rafi, pada tahun 2019 bandara ini masih mengoperasikan 22 penerbangan per hari. Sementara untuk saat ini hanya untuk parkir pesawat. Lanjutnya, saat ini perusahaan terus mempersiapkan pengembangan bandara, salah satunya untuk pembangunan hotel, kegiatan kargo, sampai embarkasi haji.

Bandara Kertajati Majalengka saat ini masih buka setiap hari sebagai kewajiban bila sewaktu-waktu dibutuhkan. Pasalnya masih ada penerbangan yang melintas di atas bandara. Jadi bila ada pesawat rescue fighting, petugas operasional tetap disiapkan. Operasional Bandara Kertajati diperkirakan baru pulih pada tahun 2024. Jadi sudah tahu kan kondisi bandara Kertajati Majalengka sekarang?

4. Kabar Hoax Bandara Tutup Terkait COVID-19

Bandara ini juga tak lepas dari hoax selama pandemi Covid-19 yakni bahwa Bandara Kertajati tutup karena penyebaran Virus Corona. Padahal bandara nomor 2 terbesar di Indonesia ini tetap beroperasi, walau terjadi penurunan penumpang yang signifikan.

Menurut Direktur Utama PT BIJB, Salahudin Rafi, penurunan penumpang secara signifikan bukan berarti menutup atau memberhentikan pelayanan. Bandara Kertajati Majalengka tetap harus beroperasi mengingat statusnya sebagai bandara alternative dan sebagai perlintasan rute penerbangan lain.

Pihak Bandara Kertajati juga sudah melakukan tahapan-tahapan pencegahan penyebaran virus corona. Salah satunya dengan melakukan desinfektan bandara dari mulai layanan sampai ruang tunggu dan gerai. Hal ini sesuai standar kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Pihak bandara juga menjadwalkan rutin melakukan desinfektan sebulan dua kali dan dalam satu pekan terakhir, sudah dua kali desinfektan ini dilakukan.

Selama pandemi Covid-19, PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) mencatat tidak ada penerbangan sama sekali selama pandemi. Bandara hanya digunakan sebagai tempat parkir parkir pesawat. Jadi kabar Bandara Kertajati ditutup, tentunya tidak benar.

5. Menyediakan Layanan Bisnis Foto Prewedding

Tersebab tidak adanya aktivitas penerbangan di Bandara Kertajati, Pihak manajemen menawarkan beberapa fasilitas bandaranya kepada masyarakat untuk melaksanakan foto pra akad (prewedding). Hal ini seperti tercantum dari laman resmi Instagram @infobijb, terlihat para sepasang calon pengantin melakukan foto prewedding dengan latar belakang pesawat di area sekitar Bandara terbesar di Jawa Barat itu.

Pihak bandara melakukan penawaran itu lewat akun resmi media sosial Instagram mereka. Pada caption itu juga tertulis bila masyarakat tertarik bisa menghubungi kontak yang tertera atau menghubungi via email.

“Kami akan fasilitasi kebutuhan kalian, tertarik? segera hubungi Madyasti (0812 1481 9305) atau Email: [email protected]” seperti tercantum di @infobijb.

Bandara Kertajati memang suka dijadikan sebagai lokasi foto selfie dari masyarakat di wilayah Majalengka dan sekitarnya. Kamu bisa melihat berbagai foto unggahan masyarakat yang berswa foto dengan latar area Bandara Kertajati Majalengka.

6. Ketua MPR Dorong Bandara Kertajati Jadi Pusat Logistik E-Commerce

Kapasitas Bandara Kertajati Majalengka mampu menampung 1,5 juta ton kargo dan didukung akses berupa infrastruktur besar di Jawa Barat. Infrastruktur itu berupa Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, dan akses Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan atau Cisumdawu yang akan menghubungkan Kota Bandung dan Kertajati. Hal ini membuat Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, mendukung Bandar Udara Internasional di Jawa Barat ini menjadi pusat distribusi logistik e-commerce.

Mantan Ketua DPR RI ini menyebut bahwa mengoperasikan Bandara Kertajati sebagai pusat logistik e-commerce, membuat UMKM Indonesia bisa lebih mudah dalam proses ekspor hasil produksi dan perizinan lainnya. Dampak lainnya yakni bisa menghidupkan aktivitas di Bandara Kertajati supaya tidak sepi seperti saat ini.

Bamsoet menambahkan bahwa sejak beroperasi pada 24 Mei 2018, jumlah penerbangan di Bandara Kertajati masih belum memenuhi harapan. Padahal bandara ini adalah bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Soekarno Hatta. Tercatat rata-rata per harinya hanya ada 20 pergerakan pesawat sampai akhir 2019.

7. Tol Akses Bandara Kertajati Ditargetkan Kelar 2021

Pada awal September 2020, pembangunan ruas tol akses Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati resmi dimulai. PT Lintas Marga Sedaya yang merupakan bagian dari Astra Infra selaku pemegang konsesi, dan juga PT PP dan PT ACSET Indonusa Tbk selaku kontraktor pelaksana menjadi pelaksana pembangunannya.

Pembangunan konstruksi ruas tol ini akan memakan waktu selama 12 bulan dengan nilai proyek sebesar Rp 692 miliar. Walau begitu, Tol Akses Bandara Kertajati ini bisa tersambung untuk pemberangkatan haji pada Juli 2021.

Basuki Hadimuljono, Menteri PUPR, menyatakan bahwa pembangunan ruas tol ini akses Bandara bersamaan dengan target rampungnya pembangunan Jalan Tol Cisumdawu pada akhir 2021. Diharapkan pembangunan ini bisa menunjang konektivitas menuju bandara sehingga berkontribusi mengembangkan kawasan Kertajati.

Tambahnya, pembangunan infrastruktur di tengah pandemi Covid-19 bisa menjadi salah satu pengungkit pemulihan ekonomi nasional. Dia juga memastikan bahwa pelaksanaan pembangunan tol ini selama pandemi Covid-19 harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan senantiasa memakai masker dan menjaga jarak (physical distancing).

8. Bandara Kertajati akan Dilengkapi Hotel Senilai Rp661 M

PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) bekerja sama dengan PT Jasa dan Kepariwisataan Jawa Barat (Jaswita) dan Bank Jabar Banten (BJB) untuk membangun fasilitas hotel bintang tiga sampai lima di kawasan BIJB. Tujuan dari proyek ini untuk mendukung kepariwisataan di sekitar Bandara Kertajati yang kelak menjadi salah satu sarana transportasi penting dalam Rebana Metropolitan.

Skema kerja sama ini menjadikan Jaswita sebagai pelaksana pembangunan dengan dukungan dana dari BJB dan investor swasta. Sementara BIJB akan menyediakan lahan untuk hotel bintang lima, bintang tiga, dan fasilitas pertemuan dan eksibisi (MICE).

Kini Pemprov Jabar sedang mengembangkan kawasan Rebana Metropolitan yang meliputi tujuh daerah di Jabar. Rebana ini akan menjadi metropolitan ketiga di Tanah Pasundan, setelah metropolitan Bodebek dan metropolitan Bandung Raya. Menurut Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat, BIJB akan menjadi pusat konektivitas dan logistik di samping Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang.

Bagaimana, sudah tahu kan bagaimana Bandara Kertajati Majalengka bahkan lokasinya di map sekarang? Bandara ini kelak diprediksi menjadi bagian terpadu dari kawasan Rebana Metropolitan di daerah Jawa Barat. Walau sekarang masih sepi, bandara ini prediksi akan semakin ramai seiring dengan rampungnya proses jalan Tol Akses Bandara Kertajati sehingga lebih cepat di tempuh. Ingin mengetahui informasi lainnya seputar perjalanan hingga perlindungan berupa asuransi perjalanan untuk kamu yang hobi traveling? Cek Qoala Blog sekarang, yuk!