Kenali 4 Tujuan Asuransi yang Utama agar Kamu Tidak Ragu

Artikel ini terakhir diperbarui September 13, 2021 by Revi Maudy Vekelita
Kenali 4 Tujuan Asuransi yang Utama agar Kamu Tidak Ragu
Sumber Foto: via. Shutterstock
Bagikan ke Teman:

Banyak orang yang masih merasa ragu untuk membeli asuransi lantaran menganggap asuransi hanya buang-buang uang untuk manfaat yang tidak bisa kita rasakan. Terlebih lagi, membeli asuransi terdengar sebagai sesuatu yang mahal dan membutuhkan biaya yang besar. Jika kamu juga berpikir seperti ini, berarti kamu belum benar-benar memahami apa itu fungsi dan tujuan asuransi sesungguhnya. Perlu diketahui, bahwa pada prinsipnya asuransi adalah sebuah bentuk perlindungan dari risiko-risiko kerugian yang mungkin terjadi di masa depan, sehingga kamu akan terhindar dari kewajiban untuk mengeluarkan biaya yang lebih besar nantinya. Kurang lebih, asuransi bertindak sebagai pelindung atau penanggung yang memberikan proteksi baik untuk kondisi finansial kamu maupun pada objek yang kamu asuransikan. Lalu, apa tujuan dari asuransi? Nah, kalau ingin memahami lebih jauh tentang asuransi sebelum membelinya, simak penjelasan lengkapnya seperti yang sudah diulas oleh Qoala berikut ini.

Pengertian Asuransi

tujuan asuransi untuk pengguna
Sumber foto: PR Image Factory via Shutterstock

Kamu mungkin ingin mendapat jawaban dari pemikiran “jelaskan pengertian asuransi dan apa tujuannya?” Nah, sebelum kita membahas apa saja tujuan asuransi, terlebih dahulu kita pahami definisi dari asuransi itu sendiri. Asuransi itu apa sih?

Secara harfiah, kata asuransi berasal dari bahasa Inggris ‘insurance’ yang bisa diartikan sebagai jaminan atau perlindungan. Asuransi juga memiliki bentuk perjanjian kerjasama antara perusahaan asuransi dengan nasabah, di mana nantinya perusahaan asuransi akan mengganti kerugian terkait dengan hal atau objek yang diasuransikan.

Tujuan asuransi tak hanya dijabarkan menurut para ahli, tapi juga dijelaskan pada undang-undang di Indonesia. Mengutip pasal 246 Kitab Undang-undang Hukum Dagang (KUHD), asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk penggantian kepadanya karena suatu kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tidak tentu.

Sedangkan pengertian asuransi dalam UU NO.40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, asuransi merupakan perjanjian antara dua pihak, yaitu perusahaan asuransi dengan pemegang polis, yang menjadi dasar atau acuan bagi penerimaan premi oleh perusahaan asuransi dengan imbalan untuk:

  1. Memberikan penggantian kepada tertanggung atau pemegang polis karena kerugian yang dideritanya, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan keuntungan maupun tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita tertanggung / pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti tersebut; atau
  2.  Memberikan pembayaran dengan acuan pada meninggalnya tertanggung atau pembayaran yang didasarkan pada hidup si tertanggung dengan manfaat yang besarnya telah ditetapkan dan atau didasarkan pada hasil pengelolaan dana.

Kesimpulannya, asuransi menjadi sebuah mekanisme yang dapat mengalihkan risiko yang mungkin menimpa nasabah (selanjutnya disebut Tertanggung) kepada pihak penyedia asuransi (selanjutnya disebut Penanggung). Pengalihan risiko ini dilakukan dengan pembayaran klaim yang diberikan oleh pihak asuransi kepada pihak Tertanggung yang mengalami kerugian dari peristiwa atau keadaan yang diasuransikan. Untuk bisa mendapatkan manfaat ini, Tertanggung juga harus membayar sejumlah biaya atau yang disebut premi.

Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap asuransi serta perkembangan ekonomi di Indonesia, tersedia berbagai macam jenis asuransi yang ada saat ini. Asuransi mulai dikhususkan untuk objek tertentu sehingga bisa memberi perlindungan penuh dan lengkap. Jenis-jenis asuransinya sebagai berikut:

1. Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan adalah jenis asuransi yang memberikan pertanggungan untuk masalah kesehatan yang umumnya disebabkan oleh kecelakaan atau penyakit. Umumnya, biaya-biaya lain juga ditanggung mulai biaya perawatan hingga pengobatan. Jenis asuransi ini cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia, contohnya adalah PRUPrime HealthCare dari Prudential.

2. Asuransi Jiwa

Apa sih pengertian dan tujuan dari asuransi jiwa? Asuransi jiwa adalah jenis asuransi yang memberikan pertanggungan atas kematian pemegang polis, dan kemudian membayarkannya kepada ahli waris atau keluarga. Manfaat asuransi jiwa ada beragam perlindungan. Nah, jenis asuransi ini dikenali memberikan keuntungan finansial pada tertanggung, salah satunya atas kematiannya. Contoh asuransi jiwa di Indonesia adalah Allianz Life milik ALlianz.

3. Asuransi Pendidikan

Asuransi pendidikan adalah jenis asuransi yang memberikan pertanggungan jaminan pendidikan kepada pihak Tertanggung. Asuransi ini jadi alternatif terbaik dan solusi menjamin kehidupan yang lebih baik terutama pada aset pendidikan anak. Asuransi ini cukup difavoritkan, salah satunya Manulife Education Protector dari Manulife.

4. Asuransi Bisnis

Asuransi bisnis adalah jenis asuransi yang memberikan proteksi atau jaminan kepada perusahaan apabila terjadi risiko yang menyebabkan kerugian, seperti kehilangan, kerusakan, dan lainnya. Bisa juga memberikan proteksi pada karyawan sebagai aset bisnis, perlindungan investasi dan bisnis, asuransi jiwa menyeluruh untuk seluruh karyawan, hingga paket perlindungan asuransi kesehatan bagi karyawan. Contoh asuransi bisnis di Indonesia adalah Allianz UsahaKU dari Allianz.

5. Asuransi Kepemilikan Rumah dan Properti

Asuransi kepemilikan rumah dan properti adalah jenis asuransi yang memberikan jaminan kepada pemilik rumah atau properti apabila terjadi kehilangan akibat pencurian atau kerusakan akibat kebakaran. Sebagai aset yang dinilai cukup berharga, penting untuk memiliki asuransi ini, contohnya adalah Asuransi Rumah Keluarga dari AXA.

6. Asuransi Kendaraan

Asuransi kendaraan adalah salah satu jenis asuransi umum yang memberikan pertanggungan pada kendaraan jika terjadi kerusakan, misalnya akibat kecelakaan, kehilangan, dan lainnya. Asuransi kendaraan yang paling populer di Indonesia adalah jenis asuransi mobil seperti Garda Oto dari Astra.

7. Asuransi Umum

Asuransi umum adalah jenis asuransi yang memberikan pertanggungan risiko atas kerugian maupun kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum pada pihak ketiga. Sifat dari asuransi ini adalah jangka pendek, dan ada dua jenis yakni jaminan sosial atau asuransi sukarela. BPJS Kesehatan merupakan salah satu bentuk asuransi sosial.

8. Asuransi Kredit

Asuransi kredit adalah jenis asuransi yang memberikan perlindungan atas risiko kegagalan debitur untuk melunasi fasilitas kredit atau pinjaman tunai seperti modal kerja, kredit perdagangan, dan lain-lain. Beberapa bank penerbit kartu kredit juga menawarkan perlindungan pinjaman, contohnya adalah Citibank.

9. Asuransi Kelautan

Asuransi kelautan adalah jenis asuransi yang memberikan proteksi di bidang kelautan, dengan fungsi memastikan keamanan pengangkut serta pemilik kargo. Asuransi ini cocok untuk kamu yang menggunakan jasa angkutan laut, seperti contohnya Asuransi Marine Cargo dan Pengangkutan milik Astra.

10. Asuransi Perjalanan

Asuransi perjalanan adalah jenis asuransi yang memberikan perlindungan pada nasabah dalam jangka waktu pendek, yakni selama melakukan perjalanan hingga kembali pulang. Manfaat yang didapat tak jauh beda dengan asuransi umum. Contoh asuransi perjalanan adalah Zurich Eazi Travel Insurance dari Zurich.

Tujuan Asuransi Secara Umum

Setelah memahami apa itu asuransi, kamu juga perlu mengetahui tujuan dari adanya perusahaan dan produk asuransi. Lalu, apa fungsi dan tujuan utama asuransi yang sebenarnya?

Secara umum, asuransi bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi nasabah dari risiko-risiko yang mungkin terjadi di masa depan, dan membebaskan nasabah dari kewajiban menanggung risiko tersebut, di mana bisa di luar kemampuannya.

Asuransi mempunyai 4 tujuan utama yang akan terus dilaksanakan dalam menjamin perlindungan bagi nasabahnya. Kamu bisa menemukan penjelasan tujuan asuransi, termasuk asuransi kesehatan, syariah, dana pensiun, dan sebagainya dalam makalah berbentuk PDF. Namun, Qoala telah merangkumnya dengan lebih ringkas. Berikut adalah penjelasan dari tujuan asuransi:

1. Asuransi untuk Pengalihan Risiko

Tujuan Asuransi untuk Pengalihan Risiko
Sumber foto: ampcool via Shutterstock

Yang pertama, asuransi bertujuan sebagai pengalihan risiko. Saat seseorang menyadari adanya ancaman atau bahaya terhadap harta benda atau jiwanya, secara alamiah ia akan mencari perlindungan. Apabila suatu hari bahaya itu benar menimpa harta benda atau jiwanya, ia akan mengalami kerugian dan harus memikul beban finansial yang mungkin di luar kemampuannya.

Tujuan asuransi adalah mengurangi atau menghilangkan beban finansial tersebut. Di mana ketika nasabah mengalami bahaya yang menyebabkan kerugian tersebut, Penanggung akan mengalihkan risiko dari nasabah. Pengalihan risiko ini dimulai sejak pembayaran premi kepada perusahaan asuransi dari nasabah. Jika sampai berakhirnya jangka waktu asuransi tidak terjadi bahaya yang merugikan, maka akumulasi premi tersebut bisa menjadi laba bagi perusahaan asuransi.

2. Asuransi untuk Ganti Rugi

Tujuan Asuransi untuk Ganti Rugi
Sumber foto: Andrii Yalanskyi via Shutterstock

Tujuan berikutnya adalah membayar ganti rugi, yang bisa berlaku untuk semua jenis asuransi termasuk kesehatan, kebakaran, kendaraan, maupun jiwa. Pembayaran ganti rugi dilakukan oleh pihak Penanggung saat terjadi keadaan yang menimbulkan kerugian pada Tertanggung, di mana pihak tersebut tidak lagi menanggung ganti rugi maupun risiko tersebut. Kerugian yang timbul bisa bersifat sebagian dan tidak semuanya berupa kerugian total.

3. Asuransi sebagai Pembayar Santunan

Tujuan Asuransi sebagai Pembayar Santunan
Sumber foto: only_kim via Shutterstock

Asuransi juga memberikan perlindungan dalam bentuk santunan jika sewaktu-waktu terjadi kerugian yang menyebabkan Tertanggung meninggal dunia. Santunan akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi atau Penanggung dan diterima oleh pihak ahli waris yang telah ditunjuk oleh Tertanggung sebelumnya saat membeli asuransi. Jumlah santunan yang diberikan biasanya sudah tercantum dalam polis asuransi.

4. Asuransi untuk Kesejahteraan Anggota

Tujuan Asuransi untuk Kesejahteraan Anggota
Sumber foto: zhanghaoran via Shutterstock

Yang terakhir, asuransi memiliki tujuan untuk menyejahterakan anggotanya. Biasanya tujuan ini ada pada jenis asuransi yang digunakan dalam perkumpulan, di mana perkumpulan tersebut akan berfungsi sebagai Penanggung, sedangkan anggota perkumpulan yang berfungsi menjadi Tertanggung. Cara kerjanya mirip seperti koperasi, jika ada peristiwa yang mengakibat kerugian atau kematian bagi anggota (Tertanggung), maka perkumpulan (Penanggung) akan membayar sejumlah uang kepada anggota tersebut.

Tujuan ini sejalan dengan asuransi yang menggunakan prinsip syariah, di mana tidak bertujuan untuk mendapatkan laba yang besar. Tujuan asuransi syariah untuk mencari keuntungan dengan meningkatkan kesejahteraan dan perjuangan umat. Sesuai dengan visi dan misi yang diembannya, yakni aqidah, ibadah, iqtishodi, dan keumatan.

Manfaat Asuransi

tujuan asuransi yang bermanfaat
Sumber foto: thodonal88 via Shutterstock

Dengan prinsip asuransi dan tujuan utama tersebut, kamu akan tahu bahwa banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil dari memiliki asuransi. Mulai dari manfaat secara umum bahkan hingga manfaat yang lebih khusus alias hanya bisa dirasakan jika membeli asuransi tertentu.

Contohnya, ketika kamu membeli asuransi khusus rumah atau properti, maka kamu bisa merasakan manfaat perlindungan untuk rumah sebagai salah satu aset yang dinilai cukup berharga. Apa saja sih manfaat asuransi yang bisa kita rasakan setelah membelinya? Ada 4 manfaat utama, antara lain:

1. Memberikan Ketenangan

Dengan manfaat perlindungan dari risiko ketidakpastian, sudah pasti asuransi dapat membuat para pemegang polis merasa aman dan tenang. Sebab, kamu tidak perlu khawatir lagi akan risiko-risiko yang mungkin bisa terjadi karena sudah ditanggung secara finansial oleh penanggung. Asuransi juga dipercaya mampu meningkatkan rasa percaya diri bagi para Tertanggung.

Oleh karena itu, jika kamu termasuk orang yang punya kemungkinan mengalami risiko kerugian yang besar dari kejadian tak terduga, memiliki asuransi bisa meminimalisirnya dengan mudah. Tapi jika kamu tidak mudah mengalami risiko, asuransi bisa menjadi jaminan akan risiko yang mungkin saja bisa terjadi di masa depan.

2. Investasi dan Tabungan

Asuransi juga bisa bermanfaat sebagai suatu bentuk investasi, karena memberikan perlindungan terhadap hal-hal yang menurut kamu sangat penting dan berisiko memberikan beban finansial. Kamu juga akan mendapatkan jaminan pengembalian dana yang diasuransikan pada akhir kontrak, sehingga bisa menjadi sarana alternatif untuk menabung juga.

Secara umum, masa pertanggungan pemegang polis bisa memiliki tiga jangka waktu, yakni 5, 7, dan 10 tahun. Nasabah bisa mendapatkan kembali dana yang sudah diasuransikan dalam kurun waktu tersebut.

3. Meminimalkan Kerugian

Pada dasarnya, asuransi membantu para pemegang polis untuk meminimalkan kerugian dari kejadian tak terduga yang mungkin bisa terjadi. Seperti misalnya biaya kerugian kebakaran, kecelakaan, maupun biaya rumah sakit. Pihak perusahaan asuransi akan menanggung sebagian atau semua total biaya kerugian yang harus kamu tanggung, sehingga kamu bisa terlepas dari kekhawatiran akan beban finansial.

4. Membantu Mengatur Keuangan

Memiliki asuransi ternyata sangat bermanfaat untuk membantu mengatur keuangan, lho. Sebab, saat memiliki asuransi, kamu wajib membayar premi secara rutin, sehingga secara tidak langsung kamu harus membiasakan untuk menyisihkan dana untuk keperluan tersebut. Adanya asuransi juga bisa membantumu mengurangi pengeluaran tak terduga yang biasanya jauh lebih tinggi daripada pengeluaran harian yang rutin atau bahkan pengeluaran bulanan. Sebab, kamu tidak perlu membayar biaya penuh atas kerugian tersebut karena sudah ditanggung perusahaan asuransi.

Fungsi Asuransi

Selain manfaat dan tujuan, asuransi juga punya fungsinya sendiri. Pahami dengan betul agar tidak lagi ada anggapan salah bahwa asuransi hanyalah sarana untuk membuang uang, atau hanya orang kaya yang membutuhkan asuransi. Beberapa asuransi kini juga sudah menyediakan premi yang terjangkau tiap bulannya. Berikut ini adalah fungsi adanya produk perlindungan yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi yang perlu kamu ketahui:

1. Penghimpun Dana

Fungsi Asuransi Sebagai Penghimpun Dana
Sumber foto: Sayan Puangkham via Shutterstock

Perusahaan penyedia asuransi mengambil peran asuransi sebagai penghimpun dana masyarakat, sehingga salah satu fungsi utama dari asuransi adalah asuransi yang bisa difungsikan sebagai penghimpun dana. Dana tersebut kemudian akan diinvestasikan dalam beragam bidang usaha lainnya agar lebih produktif lagi.

2. Mengurangi Potensi Risiko

Fungsi Asuransi untuk Mengurangi Potensi Risiko
Sumber foto: Andrey_Popov via Shutterstock

Umumnya, perusahaan asuransi akan merekomendasikan produk asuransi yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan kamu. Hal ini berkaitan dengan risiko yang mungkin saja terjadi. Nah, asuransi memiliki fungsi utama lainnya yaitu untuk mengurangi potensi risiko. Dengan begitu, kamu bisa meminimalisir atau bahkan mencegah potensi terjadinya risiko kerugian.

3. Membagi Risiko Kerugian

Fungsi Asuransi untuk Membagi Risiko Kerugian
Sumber foto: Pormezz via Shutterstock

Dengan memiliki asuransi, kamu bisa meminimalisir potensi kerugian dan dibagikan ke pihak lain. Jadi, pastikan pembayaran premi yang kamu lakukan seimbang dengan risiko yang dialihkan kepada perusahaan asuransi agar kamu tidak salah pilih. Jika jumlah premi yang kamu bayarkan cukup mahal, namun ternyata manfaat yang kamu dapatkan hanya sedikit, bisa-bisa kamu malah berisiko merugi. Agar menghindari kemungkinan ini, sebaiknya baca dengan teliti dan pahami isi polis asuransi sebelum membelinya. Biasanya di dalam polis asuransi sudah tercantum berbagai syarat dan ketentuan dari asuransi tersebut.

4. Membantu Pebisnis Fokus pada Usaha

Fungsi Asuransi untuk Membantu Pebisnis Fokus pada Usaha
Sumber foto: wavebreakmedia via Shutterstock

Memulai usaha atau bisnis apapun pasti terdapat risiko di dalamnya. Oleh karena itu, memiliki asuransi bagi pebisnis adalah hal yang wajib. Sebab, asuransi bisa berfungsi untuk membantu mengurangi rasa cemas dan khawatir atas hal-hal yang mungkin terjadi di masa depan yang berpotensi menimbulkan kerugian. Kalau kamu adalah seorang pebisnis, memiliki asuransi bisa membantu untuk lebih fokus mengembangkan bisnis tanpa kekhawatiran risiko.

Dari berbagai penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa memiliki asuransi sangat penting untuk keberlangsungan hidup yang lebih aman dan tenang. Ingat bahwa tujuan asuransi bukanlah untuk membuang-buang uang, namun untuk memberi perlindungan di masa depan. Jika kamu sudah memiliki asuransi atau sedang berpikir untuk membeli asuransi, berarti kamu sudah sadar akan pentingnya asuransi untuk masa depan yang lebih baik.

Tujuan asuransi sesuai dengan ungkapan ‘Sedia payung sebelum hujan’. Oleh karena itu, segera miliki proteksi terbaik dengan membeli asuransi di Qoala.app. Pilihlah jenis asuransi yang dirasa memberi manfaat terbaik untukmu dan juga rencana masa depanmu. Yuk unduh aplikasi Qoala sekarang juga!

Bagikan ke Teman:
Frieda Isyana Putri
Avid reader and a storyteller. I love the smell of new things, like new books, adventures and places.
Cari Asuransi Terbaik di Qoala