Agen Asuransi: Pengertian, Tugas, Cara, hingga Penghasilan

Artikel ini terakhir diperbarui March 18, 2021 by Zaky Afdika
Agen Asuransi: Pengertian, Tugas, Cara, hingga Penghasilan
Sumber foto: Ico Maker via Shutterstock
Bagikan ke Teman:

Beberapa tahun terakhir, perusahaan asuransi semakin marak bermunculan di Indonesia yang menjadi bukti bahwa produk asuransi menjadi model bisnis yang menggiurkan dan berpotensi besar di tahun-tahun mendatang. Bahkan beberapa perusahaan fintech juga menyediakan layanan asuransi yang disesuaikan dengan perkembangan jaman. Ditambah lagi, produk asuransi e-commerce yang digabung dengan dompet digital membuat layanan asuransi semakin mudah untuk dijangkau oleh masyarakat luas.

Keberhasilan produk asuransi menjangkau banyak konsumen tidak lepas dari keberhasilan seorang agen untuk memasarkan produk dan layanan dari perusahaannya. Tentu menjadi agen asuransi yang baik tidak serta merta begitu saja membuat produk asuransi terjual dengan baik. Perlu adanya strategi untuk mendekati dan meyakinkan calon konsumen untuk bergabung menjadi nasabah asuransi. Kinerja yang baik para agen asuransi tentu membawa keuntungan bagi perusahaan dan membuat masyarakat mendapatkan manfaat polis asuransi lebih luas lagi.

Begini seluk beluk agen asuransi yang akan dibahas dalam artikel Qoala kali ini.

Pengertian Agen Asuransi

Untuk mengetahui lebih dalam tentang seluk beluk agen asuransi, perlu diketahui pengertian agen asuransi secara resmi. Agen asuransi secara definitif tersirat dalam Pasal 1 Ayat 10 UU No.2 Tahun 1992 yang menjelaskan bahwa agen asuransi adalah sebagai seorang atau badan hukum yang kegiatannya memberikan jasa dalam memasarkan jasa asuransi untuk dan atas nama penanggung (Perusahaan Asuransi).

Sedangkan menurut Otoritas Jasa Keuangan Nomor 69/POJK.05/2016, Agen Asuransi merupakan orang yang bekerja sendiri atau bekerja pada badan usaha, yang bertindak untuk dan atas nama perusahaan asuransi atau perusahaan asuransi syariah dan memenuhi persyaratan untuk mewakili perusahaan asuransi atau perusahaan asuransi syariah memasarkan produk asuransi atau produk asuransi syariah sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian.

Seorang agen akan membuat kesepakatan antara pihak pengguna asuransi dengan perusahaan asuransi, di mana kesepakatan itu akan diatur dalam sebuah perjanjian asuransi. Pekerjaan ini memungkinkan seorang agen untuk bekerja pada satu perusahaan asuransi saja untuk menjaga profesionalisme dan juga waktu yang lebih luang untuk mempelajari produk asuransi dengan target capaian yang telah ditentukan perusahaan.

Tugas Agen Asuransi

Seorang agen akan dibebankan tugas dan tanggung jawab yang cukup berat untuk bisa mengembangkan karirnya, namun juga mempertahankan kredibilitas perusahaan asuransi di mata nasabah dan kompetitor. Untuk kamu yang bertanya-tanya apa detail tugas seorang agen asuransi, berikut ini tugas dan tanggung jawab seorang agen yang harus dipenuhi.

1. Tugas dan tanggung jawab pada diri sendiri

Untuk bisa terus bergelut dalam karir perasuransian, seorang agen dituntut untuk terus belajar dan mengembangkan diri agar bisa mengikuti perkembangan zaman dan memahami apa yang dibutuhkan banyak orang saat ini sehingga semakin memperkokoh profesionalisme sesuai dengan keahliannya.

2. Tugas dan tanggung jawab pada perusahaan

Tugas Agen adalah menguasai produk dan peraturan tentang perusahaan. Selain itu, target capaian yang harus dipenuhi sesuai kesepakatan menjadi tugas pokok yang harus diselesaikan.

3. Tugas dan tanggung jawab pada nasabah

Untuk tetap menjaga hubungan baik, seorang agen tidak diperkenankan meninggalkan begitu saja nasabah yang sudah menjadi pemegang polis asuransi. Diusahakan untuk tetap menjaga komunikasi dan menjadi sosok solutif yang membantu segala keluhan dan pertanyaan nasabah selama menjadi pemegang polis.

4. Tugas dan tanggung jawab agen pada masyarakat

Agen bertanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang valid dan benar kepada masyarakat tentang produk layanan asuransi tanpa ada rekayasa sedikit pun. Edukasi yang benar terhadap layanan asuransi dan perusahaan asuransi akan membuat masyarakat sadar terhadap pentingnya asuransi bagi kehidupan mereka. Dengan adanya edukasi dan informasi valid di masyarakat, tentu tugas seorang agen lebih mudah karena sudah mendapatkan citra positif di masyarakat.

Peran Agen Asuransi di Industri Asuransi

Model bisnis asuransi boleh saja masih bersifat konvensional sejak belasan tahun silam, namun jaman telah berubah dengan digitalisasi yang lebih modern. Hal ini tak bisa dielakkan oleh industri asuransi dan para agen mengambil peranan penting dalam kondisi ini. Perannya cukup penting dalam mengedukasi para nasabah dan masyarakat karena industri asuransi di Indonesia telah berkembang mengikuti perkembangan revolusi industri 4.0.

Misalnya agen asuransi mobil yang melek digital akan membantunya dalam peningkatan kinerja seperti mempercepat proses pengurusan polis, layanan daring, pengoperasian aplikasi telepon pintar, dan aspek lain yang sudah mengadopsi industri 4.0.

Saat ini Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan tingkat optimisme dalam menerapkan revolusi industri 4.0 di bawah Vietnam. Hal ini perlu menjadi catatan penting bagi para agen untuk terus mengembangkan diri menjadi ujung tombak kesuksesan industri asuransi yang sesuai dengan perkembangan jaman.

Cara dan Syarat Daftar Menjadi Agen Asuransi

Pemerintah sangat memahami kebutuhan asuransi di Indonesia serta pengelolaan perusahaan asuransi yang riskan terhadap penyelewengan karena berhubungan dengan dana nasabah. Untuk itu, peraturan yang berkaitan dengan perasuransian telah diatur dalam undang-undang. Hal tentang asuransi ini telah diatur dalam pasal 27 PP No 73 Tahun 1992 yang menyebutkan:

  • Setiap agen hanya bisa menjadi agen dari satu perusahaan asuransi saja
  • Setiap agen wajib memiliki perjanjian keagenan dengan perusahaan asuransi.
  • Semua tindakan agen yang berkaitan dengan transaksi asuransi menjadi tanggung jawab perusahaan asuransi
  • Setiap agen harus memberikan keterangan yang benar dan jelas kepada calon nasabah tentang program asuransi yang ditawarkan

1. Kriteria

Untuk bisa menjadi agen asuransi freelance dan mulai berkarir memasarkan produk asuransi dari sebuah perusahaan, maka ada beberapa kriteria yang harus dimiliki seperti:

a. Kemampuan komunikasi yang baik

Dengan memiliki kemampuan komunikasi yang baik maka tentu saja presentasi semua produk asuransi dan biografi perusahaan bisa tersampaikan dengan jelas dan tepat sasaran kepada calon nasabah.

b. Penguasaan produk asuransi

Setiap calon nasabah memiliki pertanyaan yang berbeda-beda tentang layanan asuransi yang ditawarkan. Untuk itu, misalnya seorang agen asuransi Allianz yang cakap harus menguasai semua informasi terkait produk asuransi dan menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh calon nasabah.

c. Kemauan untuk belajar

Perusahaan asuransi selalu berkembang dan tren calon nasabah juga berubah sehingga seorang agen harus mampu mengembangkan diri untuk terus belajar hal-hal baru terkait produk asuransi maupun interaksi dengan calon nasabah baru.

d. Kecerdasan emosional

Memiliki kecerdasan emosional membuat seorang agen bisa memahami mana produk asuransi yang tepat untuk calon nasabah. Kemampuan kecerdasan emosional ini juga membangun kedekatan yang lebih akrab sehingga calon nasabah merasa diperlakukan seperti keluarga.

e. Kegigihan

Memasarkan produk asuransi memerlukan kegigihan yang besar karena ada target yang harus dicapai. Semakin gigih seorang agen dalam memasarkan produk, maka semakin besar penghasilan yang didapat.

2. Syarat Menjadi Agen Asuransi

Jika kamu tertarik untuk menjadi seorang agen asuransi dan memulai karir secara profesional, maka kamu perlu mengetahui syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi seorang agen. Dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 69/POJK.05/2016, setiap orang harus melengkapi syarat berikut ini:

  • Memiliki sertifikat keagenan sesuai dengan bidang usaha
  • Terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan
  • Terdaftar dalam asosiasi agen asuransi (Asosiasi Asuransi Jiwa indonesia)
  • Mematuhi kode etik yang ditetapkan oleh asosiasi atau perusahaan asuransi

Menurut syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh OJK di atas, maka kamu harus memenuhi aturan di bawah ini:

a. Memilih satu perusahaan asuransi

Saat ini ada banyak perusahaan asuransi di Indonesia yang bisa kamu pilih untuk mendaftar sebagai agen. Bahkan perusahaan asuransi asing dengan kredibilitas tinggi bisa jadi target tujuanmu. Cari tahu tentang latar belakang perusahaan dan juga benefit saat kamu menjadi agen di perusahaan tersebut. Setelah menimbang dengan matang maka pilih satu perusahaan terbaik menurutmu.

b. Mendaftar sebagai agen asuransi

Setiap perusahaan asuransi memiliki syarat dan ketentuan berbeda bagi setiap calon agen yang mendaftar. Hal ini juga perlu dipahami karena biasanya setiap agen akan difokuskan pada satu jenis asuransi saja sebagai target produknya. Misalnya asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, asuransi properti dan barang mewah, dan lainnya. Misalnya kamu pasti bertanya-tanya bagaimana cara menjadi agen Prudential. Dari sini kamu bisa menebak ke mana arah karir dan siapa target sasaran.

c. Mengikuti pelatihan

Setelah kamu dinyatakan diterima, maka perusahaan asuransi akan mengadakan pelatihan agar agen memiliki bekal untuk berhadapan dengan calon nasabah. Pelatihan ini meliputi wawasan tentang bisnis asuransi dan produk yang ditawarkan. Semua materi pelatihan akan menjadi peluru dalam memasarkan produknya dengan cakap.

d. Mendapatkan sertifikat

Saat pelatihan telah diselesaikan dengan baik, maka kamu akan mendapatkan sertifikat dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia yang mengukuhkan bahwa kamu adalah seorang agen yang siap menghadapi calon nasabah dan memasarkan produk asuransi secara legal dan resmi.

e. Mematuhi peraturan asosiasi dan perusahaan asuransi

Sebagai seorang agen asuransi, perlu mematuhi kode etik dan peraturan dari asosiasi untuk kepentingan bersama. Mengingat ada banyak produk asuransi yang dipasarkan dan berbagai perusahaan asuransi yang bersaing secara sehat di luar sana untuk mendapatkan calon nasabah, maka seorang agen harus bisa menjaga kredibilitas perusahaan dan juga produk-produk asuransi yang ditawarkan.

Penghasilan atau Gaji Agen Asuransi

Maraknya perusahaan asuransi beberapa tahun belakangan ini ternyata tidak dibarengi dengan banyaknya agen yang melakukan pemasaran. Padahal penghasilan seorang agen bisa dikatakan cukup menggiurkan. Meski tidak semua orang bisa dengan mudah mendapatkan calon nasabah karena memasarkan sebuah produk layanan asuransi juga membutuhkan strategi, trik, dan juga bakat.

Namun perlu diketahui cara menghitung komisi dari sebuah produk asuransi yang berhasil dipasarkan oleh setiap agen. Secara umum, perhitungan gaji biasanya didasarkan pada Annual Premium Income (API) atau pendapatan premi per tahun. Cara perhitungan ini harus dihitung berdasarkan jumlah total premi berkala secara tahunan.

Misalkan kamu bisa mendapatkan 50 nasabah dalam satu tahun dengan pembayaran premi asuransi Rp500 ribu per bulan atau premi tahunan sekitar Rp6 juta. Dari sini dianggap manfaat investasi yang didapatkan adalah Rp5 juta, maka:

API: 50 x Rp5 juta = Rp250 juta

Dari perhitungan API, maka komisi yang didapatkan adalah 30% dari Rp250 juta, menjadi Rp75 juta per tahun.

Selain keuntungan komisi per tahun, seorang agen juga mendapatkan benefit lain seperti bonus karena capaian target yang besarnya berbeda-beda setiap perusahaan. Belum lagi bonus seperti jalan-jalan ke luar negeri, menginap di hotel, dan beragam kebijakan dari perusahaan asuransi. Dengan keuntungan ini, kamu bisa jadi agen asuransi terkaya dengan kegigihan mencapai target nasabah setiap bulan.

Pencarian Agen Asuransi Lewat Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia

Dalam industri asuransi di Indonesia, dikenal Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yang merupakan wadah bertukar informasi tentang perkembangan industri asuransi di Indonesia. Selain itu AAJI juga bertanggung jawab dalam mengawasi kinerja perusahaan asuransi terdaftar agar memberikan pelayanan dengan baik kepada masyarakat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Bagi kamu yang ingin menjadi agen asuransi profesional, maka dalam perjalanan karir di awal harus berhubungan dengan AAJI untuk mendapatkan sertifikat. Di Indonesia, AAJI adalah satu-satunya asosiasi yang berwenang dalam menyelenggarakan ujian dan menerbitkan sertifikat untuk agen asuransi jiwa di Indonesia. Dengan adanya sertifikat ini, para calon nasabah akan merasa nyaman karena agen sudah dijamin memiliki kualifikasi sesuai dengan standar perusahaan asuransi Indonesia.

Untuk bisa mendaftarkan diri sebagai agen asuransi dan mendapatkan sertifikat dari AAJI, bisa langsung melakukan pendaftaran di website resmi atau melalui aplikasi untuk mendapatkan jadwal ujian.

Cara Kerja Agen Asuransi

Setelah mendapatkan sertifikat dari AAJI, maka kamu sudah bisa mulai menawarkan produk layanan asuransi dari perusahaan yang telah kamu pilih. Pada tahap awal, seorang agen akan menemui calon nasabah setiap hari untuk membantu prospek penjualan produk dan layanan asuransi dari perusahaan.

Calon nasabah akan diberi presentasi mengenai benefit, risiko, dan juga menjawab pertanyaan seputar asuransi yang diajukan oleh klien. Jika klien tertarik, maka proses akan berlanjut kepada penandatanganan kontrak polis asuransi sesuai dengan ketentuan perusahaan asuransi yang dipilih. Sudah tahu kan bagaimana kira-kira cara kerja agen asuransi?

Kontroversi Asuransi

Banyak yang masih memperdebatkan tentang hukum asuransi dalam Islam. Beberapa pendapat mengatakan bahwa asuransi merupakan produk investasi yang haram dan karenanya banyak yang ragu untuk menjadi agen asuransi, namun di sisi lain tak sedikit yang mendukung asuransi sebagai produk investasi halal asalkan dana yang dikelola tidak digunakan untuk hal mudharat dan tidak ada transaksi riba.

Kehalalan asuransi sebagai produk investasi yang diperbolehkan tertuang dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia NO:21/DSN-MUI/X/2001 tentang pedoman asuransi syariah. Di dalamnya terdapat beberapa poin penjelasan tentang asuransi syariah yang sesuai dengan syariat Islam.

Beberapa poin yang ditekankan oleh MUI tentang asuransi syariah adalah:

1. Salah satu bentuk ikhtiar perlindungan

Setiap orang berhak untuk merencanakan dana perlindungan atas hal-hal buruk yang mungkin terjadi padanya. Hal ini ditegaskan dalam fatwa MUI yang berbunyi “Dalam menyongsong masa depan dan upaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya risiko dalam kehidupan ekonomi yang akan dihadapi, perlu dipersiapkan sejumlah dana tertentu sejak dini.”

Upaya yang bisa dijadikan solusi untuk memiliki dana persiapan di masa depan adalah asuransi. Berbagai produk asuransi disiapkan untuk memberikan perlindungan di masa depan terhadap nyawa dan harta yang tidak terprediksi di masa depan.

2. Unsur tolong menolong

Dalam fatwa MUI tentang asuransi syariah mengatakan bahwa dalam asuransi syariah terdapat unsur tolong menolong di antara sejumlah pihak melalui investasi dalam bentuk aset atau tabarru’ dengan pola pengembalian dalam akad syariah.

3. Unsur kebaikan

Dalam sebuah produk asuransi syariah terdapat dana hibah yang nantinya akan dipergunakan untuk kebaikan. Besarnya dana ini ditentukan saat perjanjian akad antara perusahaan asuransi dan nasabah asuransi. Agen asuransi perlu memberikan pemahaman tentang hal ini di awal presentasi.

Keuntungan dan Kerugian

Prinsip dasar asuransi syariah adalah berbagi keuntungan dan juga kerugian. Diharapkan asuransi tidak mencari keuntungan komersial yang membebani pihak satu dan menyenangkan pihak lainnya. Dalam hal ini, konsep asuransi yang bisa dikatakan memikul keuntungan dan kerugian bersama adalah, jika salah satu nasabah asuransi terkena musibah, maka klaim asuransi untuk ganti rugi didapat dari nasabah lainnya. Begitu juga jika ada keuntungan yang didapat dari salah satu pihak, maka akan menguntungkan pihak lain juga.

Untuk lebih meyakinkan produk asuransi syariah merupakan investasi yang halal, maka akad yang berlaku pada asuransi syariah juga berlandaskan pada akad syariah, yaitu:

Akad Tijarah

Akad Tijarah adalah bentuk akad yang ditujukan untuk kepentingan komersial yaitu mudharabah. Investasi dengan akad ini dilakukan untuk mendapatkan keuntungan dari premi yang dibayarkan oleh nasabah.

Akad Tabarru’

Akad Tabarru’ adalah akad yang dilakukan untuk tujuan tolong menolong. Misalkan dana premi yang terkumpul akan dihibahkan dan dikelola oleh perusahaan asuransi.

Akad Wakalah bil ujrah

Akad Wakalah merupakan akad untuk memberikan kuasa pada perusahaan asuransi dengan imbalan pemberian ujrah atau fee. Perusahaan asuransi bertindak sebagai wakil yang mengelola dana sehingga perusahaan tidak menanggung resiko dari kerugian yang didapatkan dari investasi.

Tips Menjadi Agen Asuransi

Karir sebagai agen profesional memang menggiurkan untuk dijalani. Namun tentu saja untuk mempersiapkan diri menghadapi calon nasabah, kamu perlu bekal yang cukup agar sukses mendapatkan persetujuan dari calon nasabah untuk menjadi nasabah dalam produk asuransi yang ditawarkan.

Berikut ini beberapa tips menjadi agen asuransi profesional yang bisa kamu coba.

1. Fokus pada klien

Saat bertemu dengan calon nasabah, maka hal yang perlu ditanamkan di kepala adalah produk asuransi mana yang akan menjawab permasalahannya. Dengan mengetahui permasalahan dan latar belakang klien, kamu bisa tetap fokus pada tujuan untuk memberikan layanan terbaik dari perusahaan asuransi.

Dari kejelian membaca emosi dan apa yang diinginkan oleh calon nasabah, maka kamu bisa secara tepat mempresentasikan produk tanpa membuang waktu mereka. Lupakan sejenak tentang target, bonus, komisi, dan lainnya. Fokuslah hanya pada kepentingan klien dan produk apa yang menjawab masalah mereka.

2. Loyalitas dan pelayanan terbaik

Calon pelanggan adalah aset yang harus dijaga. Bisa jadi dengan menjaga satu nasabah, maka ia akan mempromosikan kepada keluarga dan kerabat tentang produk asuransi dan layanan asuransi yang sedang kamu tawarkan. Berikan perhatian dengan menjawab pertanyaan lewat panggilan telepon atau pesan digital. Berikan respon cepat dan berikan semua jawaban yang mereka butuhkan. Pelayanan terbaik bisa jadi ajang promosi gratis dari nasabah kepada orang-orang terdekatnya karena merasa puas dan terlayani.

3. Mendengarkan dengan hati

Banyak agen pemula yang tidak paham bahwa tujuan dari produk asuransi adalah memberikan pelayanan dan kenyamanan dalam hidup nasabah. Seorang agen yang baik harus bisa membaca dan mendengarkan masalah setiap calon nasabah, keluhan, cita-cita, ketakutan, dan tentu saja harapan mereka dari produk asuransi yang ditawarkan. Perlu kebijaksanaan dan empati tinggi untuk bisa menyeimbangkan diri antara tuntutan bisnis dan pelukan hangat terhadap calon nasabah.

4. Bersemangat setiap saat

Sikap optimis yang terpancar dari diri seorang agen asuransi akan menular ke lingkungan sekitar dan orang-orang yang ditemuinya. Tentu ini adalah sebuah tips yang sayang untuk dilewatkan untuk tetap bersemangat dalam keadaan apapun. Calon nasabah akan merasakan bagaimana kamu sangat bahagia dengan profesimu membantu orang-orang menuntaskan masalahnya terhadap investasi masa depan. Energi positif ini akan membuat mereka juga percaya bahwa produk asuransi yang ditawarkan juga akan memberikan manfaat dalam hidup mereka.

Dari penjelasan ini, kamu bisa mendapatkan informasi tentang karir sebagai seorang agen asuransi dan mempelajari seluk beluk asuransi dan industri asuransi di Indonesia saat ini. Banyak perusahaan asuransi yang sudah beralih ke sistem digital dengan pengolahan data daring yang lebih mudah dan cepat sehingga mampu menyasar segmen nasabah yang lebih muda, salah satunya adalah insurtech Qoala. Nah, jika kamu ingin mengetahui informasi seputar asuransi lainnya secara lebih lengkap, kamu bisa cek di Qoala Blog.

Bagikan ke Teman:
Riza Dian Kurnia
A great storyteller and an enthusiastic listener. Dont stop when you are tired, stop when you are done.