{"id":1918,"date":"2020-12-05T16:29:56","date_gmt":"2020-12-05T09:29:56","guid":{"rendered":"https:\/\/qoala.app\/?p=1918"},"modified":"2023-05-15T15:47:42","modified_gmt":"2023-05-15T08:47:42","slug":"cara-memulai-bisnis-online-untuk-pemula","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.qoala.app\/id\/blog\/perencanaan-keuangan\/cara-memulai-bisnis-online-untuk-pemula\/","title":{"rendered":"10 Cara Memulai Bisnis Online untuk Pemula, Panen Cuan!"},"content":{"rendered":"<p>Perkembangan pesat dunia internet termasuk sosial media di dalamnya membuka banyak peluang untuk berbisnis. Cara memulai bisnis <em>online<\/em> bisa dipelajari oleh siapa saja, bahkan oleh pemula. Salah satu kelebihan bisnis <em>online<\/em> adalah tak terikat ruang maupun waktu, sehingga bisa dilakukan di mana dan kapan saja.<\/p>\n<p>Bagaimana cara memulai bisnis <em>online<\/em> dari nol? Ada banyak informasi dan pengetahuan di internet yang bisa kamu pelajari secara gratis, misalnya cara bisnis online shop tanpa modal melalui sistem <em>dropshipping<\/em>. Kamu harus tahu kiat-kiat melakukan bisnis <em>online<\/em> supaya lebih matang dalam melakukan perencanaan. Tim <a title=\"Insurtech Terbesar dan Terbaik di Indonesia\" href=\"https:\/\/www.qoala.app\/id?utm_medium=article_link&amp;utm_content=inspirasi&amp;utm_source=blog_id&amp;utm_campaign=insurance_home\">Qoala<\/a> telah menyiapkan cara <a title=\"Informasi Seputar Bisnis\" href=\"https:\/\/qoala.app\/id\/blog\/bisnis\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">bisnis<\/a> <em>online<\/em> pemula yang bisa langsung kamu coba di rumah.<\/p>\n<h2><strong>1. Tentukan Masalah yang Dihadapi Pasar<\/strong><\/h2>\n<p>Produk yang sesuai kebutuhan pasar punya potensi untuk memenangkan pasar. Hal yang sama berlaku sebaliknya. CBS Insight mengeluarkan hasil penelitian yang patut dicermati: 42 persen perusahaan rintisan bangkrut karena gagal mengidentifikasi kebutuhan pasar. Salah satu sebab kegagalan perusahaan startup adalah karena produk yang mereka tawarkan tak mampu menyelesaikan masalah konsumen.<\/p>\n<p>Bila hendak memulai bisnis <em>online<\/em> shop baju, makanan, atau produk lainnya, cara pertama yang harus dipertimbangkan adalah apakah produk kamu dibutuhkan pasar dan mampu menyelesaikan masalah konsumen?<\/p>\n<h3><strong>I. Identifikasi Masalah yang Dihadapi Konsumen<\/strong><\/h3>\n<p>Mengidentifikasi masalah merupakan cara membangun bisnis <em>online<\/em> yang paling <em>basic<\/em>. Ada ratusan bahkan ribuan problem yang dihadapi konsumen. Kamu harus melakukan observasi lapangan guna menemukan masalah yang benar-benar dihadapi banyak orang.<\/p>\n<h3><strong>II. Cari Peluang Bisnis Di mana Saja<\/strong><\/h3>\n<p>Kamu harus terbuka pada kemungkinan apa saja dan jangan terjebak pada asumsi pribadi. Gunakan berbagai sarana seperti media sosial, forum review, marketplace, dan group Facebook untuk melengkapi data yang kamu perukan.<\/p>\n<p>Jangan sungkan berbicara langsung dengan sampel pasar untuk mendapatkan insight langsung dari orang-orang yang menghadapi masalah itu.<\/p>\n<h3><strong>III. Pilih masalah yang Punya Potensi Bisnis<\/strong><\/h3>\n<p>Setelah menemukan puluhan bahkan ratusan masalah, kamu bisa memilih masalah yang bisa kamu atasi. Tentu tak semua masalah berpotensi dijadikan bisnis <em>online<\/em> dan kamu harus mencoret problem yang tak memiliki potensi bisnis. Selanjutnya pilih satu masalah yang punya potensi bisnis <em>online<\/em> 2020 yang kamu punya solusinya.<\/p>\n<h2><strong>2. Riset Pasar<\/strong><\/h2>\n<p>Sudah memiliki satu masalah yang potensial jadi bisnis <em>online<\/em> di Instagram atau platform lainnya? Selanjutnya kamu harus fokus riset di bidang itu karena merupakan cara menemukan ide bisnis <em>online<\/em> terbaik di Instagram atau platform <em>online<\/em> lainnya. Carilah data yang objektif sebagai penunjang fondasi bisnis <em>online<\/em> 2020 sehingga keputusan yang diambil bukan sekedar asumsi atau opini.<\/p>\n<h3><strong>I. Riset Keyword<\/strong><\/h3>\n<p>Riset keyword merupakan salah satu cara termudah untuk menemukan ide membangun bisnis <em>online<\/em>. Kamu bisa melihat masalah apa yang dicari serta solusi apa yang dibutuhkan. Misalkan ketika muncul keyword \u201ccara bisnis <em>online shop<\/em> tanpa modal\u201d, kamu harus sudah membayangkan solusi apa yang diharapkan konsumen.<\/p>\n<p>Selain itu, kamu juga perlu mengecek tren pencariannya, berapa besar volume pencariannya, lokasi asal pencariannya, dan kata kunci apa saja yang terkait. Terdapat beberapa keyword tool yang bisa diandalkan seperti Semrush, Ahrefs, Google Trends, dan Ubersuggest.<\/p>\n<h3><strong>II. Cek Apa yang Sedang Tren di Media Sosial<\/strong><\/h3>\n<p>Pencarian tren di medsos gak kalah penting karena menjadi tempat netien menumpahkan keluh kesahnya bahkan mereview layanan atau produk. Kamu tinggal mengetik kata kunci yang berkaitan dengan masalah dan kamu akan menemukan berbagai postingan orang-orang mengenai masalah itu.<\/p>\n<h3><strong>III. Bergabung ke Forum<\/strong><\/h3>\n<p>Sekarang ini sudah banyak forum yang berisikan konsumen sebuah produk, Contohnya konsumen produk vitamin C memiliki forumnya tersendiri untuk berbagai pengalaman di Kaskus atau grup Facebook. Kamu bisa mendapatkan feedback dari konsumen dari grup-grup itu.<\/p>\n<h3><strong>IV. Buat survei<\/strong><\/h3>\n<p>Kamu bisa membuat survei guna mendapatkan dari informasi yang lebih detail lagi mengenai perilaku konsumen. Salah satu keuntungan survei, kamu bisa menanyakan pertanyaan atau ulasan pribadi yang tak terdapat di grup Facebook atau Kaskus. Saran dan masukan juga bisa kamu dapat dari calon konsumen.<\/p>\n<h2><strong>3. Analisis Kompetitor<\/strong><\/h2>\n<p>Cara memulai bisnis <em>online shop<\/em> di Instagram atau platform lain berikutnya dengan mempelajari kelebihan kompetitor. Kamu harus tahu cara mereka membangun bisnis <em>online<\/em>, mendekati konsumen, sa,pai apa saja kekurangannya. Informasi itu membuat produkmu bisa bersaing dengan kompetitor. Selanjutnya kamu bisa menganalisis persaingan dengan kompetitor.<\/p>\n<h3><strong>I. Kelompokkan kompetitor<\/strong><\/h3>\n<p>Secara umum ada tiga kategori utama kompetitor yakni kompetitor utama, kompetitor sekunder, dan kompetitor tersier. Penjelasan berikut ini:<\/p>\n<ul>\n<li>Kompetitor utama merupakan mereka yang memiliki target pasar ama dengan bisnis kamu atau bisnis yang punya produk mirip dengan milik kamu<\/li>\n<li>Kompetitor sekunder merupakan mereka memiliki produk yang sama, namun menargetkan pasar yang berbeda. Contohnya kamu punya bisnis <em>guest house<\/em> sementara kompetitor sekunder kamu adalah hotel bintang lima<\/li>\n<li>Kompetitor tersier adalah mereka tidak secara langsung berkompetisi dengan target pasar kamu, tapi mereka menghasilkan produk yang masih berhubungan langsung dengan produk Anda<\/li>\n<\/ul>\n<p>Fungsi dari mengelompokkan kompetitor supaya kamu bisa fokus. Cara memulai bisnis <em>online shop<\/em> baju atau makanan selanjutnya dengan memenangkan persaingan dengan bisnis-bisnis <em>online<\/em> di kategori kompetitor utama.<\/p>\n<h3><strong>II. Kunjungi website kompetitor<\/strong><\/h3>\n<p>Website merupakan salah satu representasi <em>online<\/em> dari perusahaan. Kamu bisa mengunjungi tisu kompetitor dan mengidentifikasi setiap detailnya. Berikut beberapa pertanyaan yang bisa membantu kamu:<\/p>\n<ul>\n<li>Seperti apa mereka menampilkan produk dan detailnya?<\/li>\n<li>Bagaimana mereka menampilkan media sosial di website?<\/li>\n<li>Seberapa cepat loading website mereka?<\/li>\n<li>Apakah mereka menyediakan layanan bantuan 24 jam?<\/li>\n<li>Apa saja menu utama di website mereka?<\/li>\n<li>Apakah mereka menampilkan testimoni konsumen di website?<\/li>\n<li>Metode pembayaran apa yang mereka tawarkan?<\/li>\n<li>Metode pengiriman barang apa saja yang mereka sediakan?<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kamu bisa menambahkan daftar pertanyaan lain untuk menganalisa website kompetitor. Pointnya, kamu harus membua website yang jauh lebih baik.<\/p>\n<h3><strong>III. Kunjungi media sosial kompetitor<\/strong><\/h3>\n<p>Kamu juga perlu menganalisis media sosial milik kompetitor. Beberapa pertanyaan yang bisa membantu kamu menganalisis sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Media sosial apa saja yang mereka gunakan?<\/li>\n<li>Sejauh apa tingkat efektivitas mereka di media sosial?<\/li>\n<li>Apakah mereka responsif terhadap komentar pelanggan di medsos?<\/li>\n<li>Konsep apa yang digunakan dalam postingan di media sosial?<\/li>\n<li>Apakah mereka memanfaatkan influencer di media sosial? Jika iya, siapa influencer-nya?<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>IV. Cari review kompetitor<\/strong><\/h3>\n<p>Cara bisnis <em>online<\/em> untuk pemula selanjutnya dengan mengecek review pelanggan mereka. Kamu bisa mendapatkan informasi penting mengenai kelebihan dan kekurangan kompetitor langsung dari pelanggan melalui review produk. Berikut daftar pertanyaan untuk mereview pelanggan kompetitor:<\/p>\n<ul>\n<li>Seberapa besar tingkat kepuasan pelanggan dengan produk dari kompetitor?<\/li>\n<li>Keluhan apa saja dari pelanggan?<\/li>\n<li>Apakah harga produk kompetitor terlalu mahal untuk pelanggan atau sudah pas?<\/li>\n<li>Apakah pelanggan sudah puas dengan customer service dari kompetitor?<\/li>\n<li>Harapkan apa yang diinginkan pelanggan dari produk kompetitor?<\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong>V. Identifikasi market positioning kompetitor<\/strong><\/h3>\n<p>Cara memulai bisnis <em>online<\/em> dari nol selanjutnya dengan menyimpulkan market <em>positioning<\/em> kompetitor kamu. Market positioning merupakan <em>image <\/em>produk yang ada di persepsi pelanggan. Contohnya Toyota dan Lexus punya <em>market positioning<\/em> yang berbeda. Lexus memposisikan mobilnya sebagai simbol kemewahan, sementara Toyota memposisikan mobilnya sebagai mobil keluarga dengan harga terjangkau.<\/p>\n<p>Kamu bisa mengajukan pertanyaan berikut ini:<\/p>\n<ul>\n<li>Apa yang pelanggan cari dari produk kompetitor?<\/li>\n<li>Apa yang ditonjolkan kompetitor untuk memenangkan persaingan?<\/li>\n<li>Apa keunikan produk kompetitor?<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kamu bisa mengikuti daftar newsletter, subscribe blognya, atau bahkan membeli produk kompetitor. Tujuannya untuk mendapatkan gambaran detail dan mencari apa yang kurang dari kompetitor.<\/p>\n<h3><strong>VI. Bandingkan harga kompetitor<\/strong><\/h3>\n<p><a title=\"Informasi Seputar Usaha\" href=\"https:\/\/qoala.app\/id\/blog\/tag\/usaha\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">Usaha<\/a> <em>online<\/em> atau <em>offline<\/em> <em>shop <\/em>terlaris biasanya memiliki harga yang kompetitif. Konsumen masih menganggap harga sebagai salah satu faktor utama ketika membeli sebuah produk. Jadi kamu bisa membandingkan harga produk semua kompetitor lalu menghitung rata-rata harga produk di pasaran. Pada angkea berapa konsumen rela untuk membeli produk itu.<\/p>\n<h2><strong>4. Cari Model Bisnis<\/strong><\/h2>\n<p>Setelah melakukan riset, cara memulai bisnis <em>online<\/em> dari nol selanjutnya dengan memilih bisnis model yang paling menguntungkan. Walau produknya sama, penjualannya bisa berbeda-beda. Kamu bisa menjualnya melalui website, market place, atau sosmed.<\/p>\n<p>Setiap pilihan platform akan berpengaruh pada metode penjualan. Memulai bisnis <em>online<\/em> makanan melalui sosmed tentu berbeda pendengatannya dengan cara penjualan melalui grub WhatsApp. Jadi kamu harus tetap mempersiapkan hal teknis untuk menjalankan bisnis <em>online<\/em> beserta risiko-risiko yang harus dihadapi.<\/p>\n<h2><strong>5. Tentukan Target Pasar<\/strong><\/h2>\n<p>Menentukan target pasar akan memperjelas tujuan produk yang hendak kamu jual. Target pasar merupakan sekelompok orang dengan karakteristik yang sama dan kemungkinan membeli produk yang kamu buat.<\/p>\n<p>Setiap usaha <em>online shop<\/em> terlaris memiliki pasarnya masing-masing. Dengan menentukan \u00a0target pasar yang lebih spesifik, kamu bisa mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Tentunya akan lebih mudah dalam menyusun strategi marketing.<\/p>\n<h3><strong>I. Kelompokkan target pasar<\/strong><\/h3>\n<p>Sebelum memulai bisnis <em>online<\/em> sekalipun tanpa modal. kamu harus tahu cara mengelompokkan target pasar berdasarkan dua faktor utama yakni demografi dan psikografi.<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"301\"><strong>Demografi<\/strong><\/td>\n<td width=\"301\"><strong>Psikografi<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"301\">\n<ul>\n<li>Umur<\/li>\n<li>Lokasi<\/li>\n<li>Gennder<\/li>\n<li>Tingkat pendidikan<\/li>\n<li>Pendapatan<\/li>\n<li>Status kawin<\/li>\n<li>Pekerjaan<\/li>\n<li>Latar belakang etnis<\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<td width=\"301\">\n<ul>\n<li>Ketertarikan<\/li>\n<li>Hobi<\/li>\n<li>Nilai-nilai yang dianut<\/li>\n<\/ul>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Kamu bisa menggunakan berbagai pertanyaan untuk menganalisa calon konsumen kamu.<\/p>\n<h3><strong>II. Buat Buyer Persona yang Spesifik<\/strong><\/h3>\n<p>Buyer persona merupakan gambaran ideal dari pembeli produk kamu. Untuk bisa membuatnya, dibutuhkan sesi interview dengan beberapa konsumen. Tujuannya supaya bisa mendapatkan gambaran lebih real seperti apa konsumen.<\/p>\n<p>Ada dua jenis buyer persona yakni buyer persona positif dan negatif. Buyer persona positif merupakan orang yang punya kemungkinan besar untuk membeli produk. Sementara buyer persona negatif, mereka tidak ada potensi untuk membeli produk.<\/p>\n<p>Contohnya brand pakaian <em>high-end<\/em> seperti Versace, Louis Vuitton, Gucci, yang punya buyer persona positif berupa orang dari kalangan ekonomi atas. Sementara buyer persona negatifnya adalah kalangan ekonomi menengah ke bawah.<\/p>\n<p>Membatasi target pasar pada suatu pada kelompok menjadi salah satu cara mempermudah memulai bisnis <em>online<\/em> dengan atau tanpa modal sekalipun. Selanjutnya kamu tinggal menyusun strategi marketing yang sesuai dengan target pasar.<\/p>\n<h2><strong>6. Produk Apa yang Bisa Anda Jual Secara <em>Online<\/em>?<\/strong><\/h2>\n<p>Cara memulai bisnis <em>online<\/em> di instagram atau platform lain selanjutnya dengan menentukan produk yang akan kamu jual. Bila sudah mengamati data dari riset pasar, analisis kompetitor, dan target pasar, tentu kamu sudah punya bayangan produk yang akan dijual. Kamu harus memastikan bahwa produk yang dijual sesuai dengan kebutuhan target pasar.<\/p>\n<p>Berikut contoh produk bisnis atau usaha <em>online shop<\/em> terlaris yang bisa kamu jual secara <em>online<\/em>:<\/p>\n<ul>\n<li>Produk digital atau fisik: handphone, alat kesehatan, furniture, snack, oleh-oleh, ebook, atau <em>software<\/em><\/li>\n<li>Jasa: pemesanan tiket, pengiriman barang, <em>booking<\/em> hotel, atau layanan <em>online marketing<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p>Produk atau jasa yang kamu pilih harus punya <em>unique selling points<\/em> (UPS) untuk bisa bersaing dengan kompetitor.<\/p>\n<h2><strong>7. Buat Website<\/strong><\/h2>\n<p>Memulai bisnis <em>online shop<\/em> baju, makanan, dan sebagainya tanpa memiliki website tentu terasa kurang, karena menjadi salah satu cara konsumen untuk menguji kredibilitas usaha kamu. Mengutip survei Verisign, penyedia layanan registri nama domain dan infrastruktur internet yang berbasis di Amerika, sebanyak 56 persen orang tak percaya pada bisnis <em>online<\/em> yang tak punya website.<\/p>\n<p>Bila tidak ingin pelanggan lari ke kompetitor, kamu harus menyakinkan mereka bahwa bisnis <em>online<\/em> kamu benar-benar ada, bukan tipu-tipu. Salah satu caranay dengan memiliki website resmi.<\/p>\n<p>Selain itu perkembangan teknologi sudah memudahkan pengguna komputer untuk membuat website, walau tak menguasai <em>coding<\/em>. Kamu bisa menggunakan WordPress untuk membuat website bisnis <em>online<\/em>. Namun bila memiliki dana, gak ada salahnya kamu mulai membangun website yang lebih profesional untuk meningkat keredibilitas bisnis kamu.<\/p>\n<h2><strong>8. Pasarkan Produk dengan Strategi yang Tepat<\/strong><\/h2>\n<p>Memasarkan bisnis <em>online<\/em> menjadi waktu yang tepat untuk menguji kehandalan kamu dalam berbisnis. Kamu perlu punya strategi yang tepat untuk bisa memasarkan bisnis <em>online<\/em> secara tepat sasaran dengan pesan marketing yang sesuai. Strategi pemasaran bisnis <em>online<\/em> ini bisa kamu coba:<\/p>\n<h3><strong>I. \u00a0Manfaatkan Google Bisnisku (Google My Business)\u00a0<\/strong><\/h3>\n<p>Google Bisnisku atau Google My Business merupakan fitur untuk pemilik bisnis yang berguna mempermudah calon konsumen untuk mengetahui informasi lengkap bisnisnya. Dari nama bisnis, alamat perusahaan, alamat email perusahaan, jam operasional, website perusahaan, nomor telepon perusahaan, foto kantor, sampai <em>review<\/em> pelanggan.<\/p>\n<p>Walau terkesan sepele, Google Bisnisku (Google My Business) memiliki banyak manfaat karena bisa muncul di Google Maps, review pelanggan, sampai media komunikasi bagi para pelanggan. Memanfaatkan Google Bisnisku (Google My Business) merupakan salah satu cara terbaik untuk mempromosikan bisnis <em>online<\/em> ke calon konsumen terdekat.<\/p>\n<h3><strong>II. Optimasi SEO<\/strong><\/h3>\n<p>Memiliki situs bisnis <em>online<\/em> yang terus bercokol di halaman pertama Google merupakan keinginin setiap pengusaha. Tentu kamu harus bersaing dengan puluhan ribu website lain memperebutkan posisi itu.<\/p>\n<p>Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan optimasi SEO. Orang yang melukakan optimasi SEO disebut SEO specialist. Kamu bisa menggunakan jasa mereka untuk meningkatkan trek website kamu supaya bercokol di peringkat 1 Google.<\/p>\n<h3><strong>III. Maksimalkan media sosial<\/strong><\/h3>\n<p>Cara memulai bisnis <em>online<\/em> di Instagram atau platform lain, tentu dengan memaksimalkan media sosial. Kamu harus menggunakan strategi untuk memasarkan bisnis <em><a title=\"Cara Dapat Uang dari Internet\" href=\"https:\/\/qoala.app\/id\/blog\/inspirasi\/cara-dapat-uang-dari-internet-yang-mudah\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">online<\/a><\/em> di media sosial. Sudah banyak bisnis <em>online<\/em> yang menggunakan strategi medsos yang salah sehingga hasilnya cenderung stagnan, contohnya bisa kamu lihat pada orang-orang yang berjualan berbagai barang random di medsos.<\/p>\n<p>Pasalnya tidak jelas siapa yang ingin dijangkau dan masalah apa yang ingin diselesaikan. Makanya ada profesi bernama social media specialist yang berguna menghandle akun sosmed perusahaan guna melancarkan strategi bisnis secara tepat sasaran.<\/p>\n<h2><strong>9. Pertahankan Pelanggan Setia<\/strong><\/h2>\n<p>Produk kamu sudah terjual dan memiliki berbagai pelanggan baru? Itu kabar bagus, tapi jangan lupakan pelanggan lama. Kamu harus tahu bahwa ongkos promosi untuk mendapatkan pelanggan baru lebih mahal dibanding merawat pelanggan lama. Berikut cara untuk mempertahankan pelanggan lama:<\/p>\n<h3><strong>I. Berinvestasi untuk C<em>ustomer Support<\/em><\/strong><\/h3>\n<p>Ongkos mendapatkan pelanggan baru bahkan bisa sampai 25 kali lipat dibandingkan dengan merawat hubungan dengan pelanggan setia. Kamu bisa mengapresasi pelanggan dengan kehadiran <em>customer support<\/em>. Salah satu alasan pelanggan tak mau lagi membeli sebuah produk karena tak diapresiasi. Tak heran bila startup usaha <em>online shop<\/em> terlaris memiliki <em>customer support<\/em> yang selalu mendengarkan keluhan pelanggan.<\/p>\n<p>Bila tak mampu menangani keluhan pelanggan, kamu harus bersiap kehilangan pelanggan setia. Itulah gunanya menginvestasikan customer support untuk brand kamu.<\/p>\n<h3><strong>II. Loyalty Card<\/strong><\/h3>\n<p><em>Loyalty card<\/em> merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengajak pelanggan terus membeli dan menggunakan sebuah brand. Sistem <em>loyalty card<\/em> akan memberikan poin tertentu yang ditabung sampai nilai tertentu. Selanjutnya pelanggan akan mendapatkan produk gratis atau hadiah.<\/p>\n<p>Cara ini patut diperhatikan oleh para pelaku bisnis <em>online<\/em> pemula khususnya untuk model bisnis B2C. Produk-produk kebutuhan sehari-hari atau retail biasanya banyak mengadopsi <em>loyalty card<\/em>. Bila inegin menggunakan sistem <em>loyalty card<\/em>, kamu bisa memberi banyak opsi bagi pelanggan untuk mendapat poin. Selain membeli, kamu juga bisa memberikan poin untuk membagikan konten atau review tentang brand.<\/p>\n<h3><strong>III. Email marketing<\/strong><\/h3>\n<p>Tak semua pelanggan mengikuti media sosial sebuah brand, kecuali bila brand itu sudah melekat kuat. Mungkin mereka juga jarang mengecek website atau <em>marketplace<\/em> untuk sebuah <em>brand<\/em>. Cara lain yang cukup efektif adalah dengan menghubungi pelanggan lewat email. Komunikasi lewat email atau <em>email marketing<\/em> cukup efektif nan personal. Melalui cara ini, kamu bisa mempromosikan produk-produk terbaru ke segmen pelanggan yang spesifik.<\/p>\n<h2><strong>10. Siapkan mental baja untuk konsisten dalam berbisnis<\/strong><\/h2>\n<p><em>Last but not least,<\/em> bagi kamu para pemula dalam dunia bisnis, pastikan kamu menyiapkan mental baja. Sebab, kamu pasti akan melalui proses trial and error, hingga menemukan berbagai kendala. Namun, pastikan kamu melihat kendala atau \u201ckesulitan\u201d tersebut sebagai tantangan dalam berbisnis. Dengan begitu, kamu bisa menjadi pebisnis yang konsisten dan tidak mudah patah semangat jika berada di situasi yang menuntut pengambilan keputusan dalam fase kritis. Seperti pepatah \u2018mati satu, tumbuh seribu,\u2019 begitu pula bisnis yang akan terus menuntut kamu untuk mencoba berbagai alternatif, berinovasi, dan belajar dari kesalahan untuk membentuk bisnis yang lebih baik dan cocok di masa depan.<\/p>\n<p>Bagaimana, sudah tahu kan cara memulai bisnis <em>online<\/em> dari nol untuk pemula yang bisa kamu coba. Langkah-langkah di atas bisa kamu ikuti sebagai referensi dan <a title=\"Informasi Seputar Inspirasi\" href=\"https:\/\/qoala.app\/id\/blog\/inspirasi\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">inspirasi<\/a> untuk segala jenis produk yang dijual secara <em>online<\/em>. Selamat mencoba!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkembangan pesat dunia internet termasuk sosial media di dalamnya membuka banyak peluang untuk berbisnis. Cara memulai bisnis online bisa dipelajari oleh siapa saja, bahkan oleh pemula. Salah satu kelebihan bisnis online adalah tak terikat ruang maupun waktu, sehingga bisa dilakukan di mana dan kapan saja. Bagaimana cara memulai bisnis online dari nol? Ada banyak informasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":184234716,"featured_media":2418,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"jetpack_post_was_ever_published":false,"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_is_tweetstorm":false,"jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","enabled":false}}},"categories":[1821],"tags":[1582],"class_list":["post-1918","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-perencanaan-keuangan","tag-usaha"],"jetpack_publicize_connections":[],"acf":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.qoala.app\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Cara-Memulai-Bisnis-Online-Featured-Image.jpg","jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_shortlink":"https:\/\/wp.me\/pcQ8Ao-uW","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.qoala.app\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1918","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.qoala.app\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.qoala.app\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qoala.app\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/184234716"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qoala.app\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1918"}],"version-history":[{"count":14,"href":"https:\/\/www.qoala.app\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1918\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9199,"href":"https:\/\/www.qoala.app\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1918\/revisions\/9199"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qoala.app\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2418"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.qoala.app\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1918"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qoala.app\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1918"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.qoala.app\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1918"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}