Cara Membuat Masker Kain hingga Merawatnya agar Tetap Awet

Artikel ini terakhir diperbarui January 27, 2021 by Revi Maudy Vekelita
Cara Membuat Masker Kain hingga Merawatnya agar Tetap Awet
Sumber foto: Paranyu via Shutterstock
Bagikan ke Teman:

Pandemi Virus Corona yang mewabah ke seluruh dunia memang masih menjadi ancaman. Semua pihak mulai dari masyarakat, pemerintah, tenaga medis, pengusaha, dan komponen lainnya, bahu-membahu menanggulangi penyebaran wabah COVID-19. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan guna mencegah penyebaran virus adalah menggunakan hand sanitizer dan mengenakan masker. Kamu bisa mendapatkan masker dengan membelinya atau malah membuatnya sendiri melalui berbagai tutorial video cara membuat masker kain.

Ya, kamu tidak salah baca. Membuat masker bisa dilakukan sendiri bila kamu ragu dengan kualitas masker yang beredar di pasaran. Salah satu kelebihan membuat masker sendiri, kamu bisa memilih bahan terbaik sesuai yang dianjurkan oleh pemerintah dan polanya bisa dipilih sesuai keinginan kamu. Penasaran bagaimana tips dan cara membuat masker kain muka dan sebagainya? Yuk, simak pembahasan Qoala berikut ini!

Anjuran Penggunaan Masker bagi Masyarakat

Mulanya organisasi kesehatan dunia, WHO, maupun CDC tidak menyarankan untuk menggunakan masker bila kamu tidak bekerja di tempat yang berpotensi tinggi untuk terpapar penyakit atau sakit. Tapi berbagai penelitian terbaru tentang perkembangan COVID-19 menyatakan bahwa dikhawatirkan ada kelompok yang tanpa disadari rentan menyebarkan Virus Corona.

Kelompok ini disebut presymptomatic dan asymptomatic yakni orang-orang yang telah positif Corona, tapi belum atau tidak menunjukkan gejala apa pun. Penggunaan masker kain atau jenis lainnya memang dianjurkan oleh pemerintah untuk mencegah semakin meluasnya penularan virus.

Pentingnya Memakai Masker Selama Masa Pandemi COVID-19

Masker adalah salah satu bentuk alat pelindung diri (APD) dan biasanya digunakan untuk keperluan perlindungan dari penularan penyakit infeksi saluran pernapasan. Tersebab Virus Corona bisa menyebar melalui droplet, maka penggunaan masker amat disarankan bila bepergian ke luar rumah. Pasalnya banyak orang dengan kondisi kesehatan yang beragam berlalu lalang.

Lalu bagaimana cara membuat masker kain yang efektif? Virus Corona punya ukuran diameter sekitar 0.05 – 0.3 micron. Masker N95 dan masker bedah paling efektif menyaring virus sampai 95%, lebih efektif dibandingkan masker lainnya. Namun Virus Corona bukanlah virus yang ditularkan melalui udara, melainkan dari percikan cairan tubuh atau droplet. Jadi masker kain masih bisa berfungsi bila digunakan dengan benar untuk mencegah droplet mengenai orang lain.

Peneliti dari University of Cambridge sudah mengamati efektivitas masker rumahan dari berbagai bahan. Kain yang punya daya saring paling baik yakni:

  • Bahan serbet yang digunakan untuk lap piring
  • Sarung bantal berbahan katun
  • Kaos katun

Jangan gunakan kain berbahan sutra karena punya daya saring yang paling buruk. Selain itu, hindari penggunaan masker scuba karena tidak maksimal mencegah penularan Virus Corona, efektivitasnya hanya 5 persen dari 100 persen. Jadi kamu tidak perlu membuat masker scuba karena kurang ampuh, walau cara pembuatannya mudah.

Menurut jurnal itu, bahan kain masker yang paling nyaman digunakan untuk bernafas adalah kain kaos katun 100%, sarung bantal berbahan katun, dan bahan katun pada umumnya. Ketahui juga bahwa masker kain minimal dua lapis. Masker kain ini bisa dilapis dengan filter kopi atau tisu agar daya saringnya meningkat.

Cara Membuat Masker Kain Tanpa Dijahit

Kamu bisa membuat masker kain tanpa mesin jahit maupun jahit tangan (jarum pentul) dengan menggunakan ikat rambut sehari-hari. Cara ini amat mudah dan hanya butuhkan waktu pengerjaan satu menit, cocok bila butuh masker dadan

Bahan Masker dari Kain Perca dan Karet:

  • Kain perca bentuk kotak sekitar 50 x 50 cm
  • 2 buah Ikat rambut atau karet

Cara membuat masker kain perca dan karet:

  1. Pertama, lipat kain jadi dua
  2. Lipat bagian bawah ke atas, dan bagian atas ke bawah sampai kedua bagian bertemu di tengah
  3. Untuk lingkaran telinga, masukkan dua ikat rambut di bagian ujung kiri dan kanan. Pindahkan beberapa cm ke bagian tengah dan tetap sisihkan jarak 15 cm di antara kedua ikat rambut
  4. Lipat bagian ujung kiri dan kanan kain ke bagian tengah sampai saling tumpang tindih. Selanjutnya masukkan ujung yang satu ke dalam ujung yang lain

Kamu bisa gunakan bagian kain permukaan yang halus sebagai bagian luar masker. Bila masker kain terlalu ketat, atur posisi karet supaya berjarak lebih jauh satu dengan yang lainnya. Tertarik mencoba cara membuat masker kain perca ini?

Cara Membuat Masker Mulut Kain dengan Jahit Tangan

Kamu bisa menjahit sendiri dengan jarum dan benang jahit yang ada di rumah, bila tidak ada mesin jahit. Langkahnya hampir sama, namun butuh waktu yang lebih lama dibanding menggunakan mesin jahit. Semuanya tergantung keterampilan masing-masing.

Bahan:

  • Peniti
  • Jarum dan benang jahit
  • Gunting
  • Kain perca atau kain 100 persen bahan katun ukuran 50 x 50 cm
  • 4 tali sepatu bersih atau potongan kain P 45 cm x L 2cm

Cara membuat:

  1. Pertama, lipat kain menjadi dua lalu potong kain dengan bentuk persegi ukuran 25 x 15 cm. Kamu akan memiliki dua persegi berukuran sama yang akan digunakan sebagai bahan dasar masker
  2. Untuk bahan tali ikat, letakkan tali dengan posisi horizontal. Lipat tali sepatu atau potongan kain 45×2 cm, bagian atas ke bawah dan bagian bawah ke atas. Selanjutnya lipat sekali lagi di bagian tengah. Gunakan jarum dan benang jahit untuk menjahit lurus sepanjang bagian tengah agar rapi. Setiap kain persegi panjang akan digunakan untuk tali lingkaran telinga
  3. Siapkan salah satu kain perca yang sudah dipotong dan letakkan bagian “luar” kain agar menghadap kamu. Gunakan jarum pentul untuk meletakkan setiap tali pada keempat sudut kain. Pastikan setiap ujung tali berkumpul di tengah kain
  4. Ambil lapisan kain perca kedua lalu sejajarkan dengan yang pertama. Tumpukan di atas tali, satukan kain dengan menyematkan peniti di bagian kiri, kanan, atas, dan bawah
  5. Jahit garis lurus dari bagian tengah bawah ke sudut kiri dari bagian tengah bawah ke sudut kiri. Pastikan menjahit bagian ujung tali supaya melekat pada kain. Jarum akan melewati tiga lapisan: kain perca bagian atas, bagian ujung tali, dan kain perca bagian bawah. Kamu bisa menambahkan beberapa jahitan ekstra guna memastikan tali terjahit kencang
  6. Selanjutnya jahit sekeliling kain sambil melepaskan peniti/jarum pentul yang kamu lewati. Terus jahit sampai menuju ke titik awal mula (bagian bawah tengah). Sisakan jarak 4 cm dari titik itu
  7. Balik bagian dalam ke luar dari lubang 4 cm itu. Kini tali itu akan berada di bagian luar. Pada permukaan luar, lipat kain menjadi tiga lapisan seperti kertas kipas. Tujuannya untuk menyesuaikan ukuran masker dengan wajah pengguna. Sematkan jarum pentul/peniti pada setiap lipatan
  8. Jahit sekeliling masker (sisihkan 5 cm dari tepi kain) dengan lipatan itu. Hati-hati saat menjahit di bagian lipatan karena lapisan cenderung lebih tebal
  9. Lakukan jahitan kedua (5 cm dari jahitan pertama) setelah selesai. Jangan lupa melepaskan peniti/jarum pada kain
  10. Masker yang sudah dibuat siap digunakan

Cara Membuat Masker Kain dengan Tanpa Mesin Jahit

Siapa sangka bila membuat masker juga bisa dilakukan, walau kamu tidak menggunakan mesin jahit? Supaya tidak penasaran, berikut cara membuat masker kain 3 lapis yang bisa kamu coba.

1. Menyiapkan kain

Kamu bisa menggunakan kain yang biasa dipakai untuk membuat masker, bahan serbet, dan katun. Nantinya bisa dilapisi dengan dua, tiga atau lebih kain. Lebih banyak lapisan filter yang digunakan tentunya jauh lebih baik. Jangan lupa siapkan kain yang lebih tebal, lembut, dan halus untuk lapisan bagian dalam. Siapkan juga karet untuk tali masker.

2. Membuat pola pada karton

Cara membuat masker kain tanpa mesin jahit selanjutnya dengan membuat pola pada karton. Kamu bisa memanfaatkan kardus bekas di rumah untuk membuat pola masker. Bila bingung bagaimana cara membuat pola masker kain, kamu bisa mencari berbagai sampel di internet. Tentunya pola yang dibuat sesuai selera kamu. Yang paling penting, masker yang dibuat tentunya sesuai dengan bentuk wajah.

3. Potong kain sesuai dengan pola

Bila sudah punya pola, kamu bisa memotong kain sesuai dengan pola yang dibuat sebelumnya. Catatan, jangan memotong kain pas dengan bentuk pola. Berikan jarak sedikit di semua sisinya., kira-kira 0,5 cm-0,8 cm. Selanjutnya potong kain sesuai bentuk pola.

4. Jahit masker di bagian tertentu

Kamu bisa lipat kain menjadi dua lalu jahit bagian yang berbentuk ‘V’ tanpa menggunakan mesin jahit. Silakan jahit dengan teknik menjahit apapun yang penting jahitannya rapat dan kuat. Selanjutnya tumpuk dengan kain yang telah disiapkan sebelumnya. Jangan lupa beri jarum pentul supaya tidak bergeser.

5 Jahit sisi bagian lainnya

Cara membuat masker kain selanjutnya, jahit sisi bagian lainnya pada masker. Tapi sisiakan satu bagian masker untuk tidak dijahit terlebih dahulu. Tidak masalah mau menggunakan teknik menjahit seperti apa, yang penting jahitannya bisa rapat dan kuat.

6. Membalik kain

Ketika menjahit kain harus dibalik terlebih dahulu. Balik kain bagian dalam sampai keluar semuanya setelah jahitan selesai.

Lipat ke dalam bagian ujung kain yang belum dijahit, selanjutnya jahit masker dengan teknik yang sama.

7. Pasang tali pada masker

Terakhir, lipat ujung masker sedikit ke bagian dalam. Di situlah tali masker akan diletakkan. Kamu bisa jahit ujung masker itu, tapi tetap sisakan dua lubang di ujungnya. Selanjutnya potong tali masker sesuai dengan selera. Kamu bisa mengaitkannya peniti ke ujung tali lalu masukkan tali ke dalam lipatan kain masker yang telah disiapkan sebelumnya. Ikat ujung tali masker.

Cara Membuat Masker Kain dari Bahan Baju Bekas

Punya baju yang tidak terpakai? Daripada mubazir, ada baiknya bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar masker. Hanya saja baju itu terbuat dari seratus persen kain katun. Ini bisa jadi alternatif terakhir bila kamu tidak kedapatan bahan atau tidak ingin mengeluarkan modal.

Bahan:

  • Baju bahan katun 100 persen
  • Gunting

Cara Membuat Masker Kain dari Baju Bekas:

  1. Ukur 18-20 cm ke atas dari bagian bawah baju. Selanjutnya potong horizontal
  2. Pada lebar persegi, ukur 2 cm dari sudut kanan ke bawah dan dari sudut kanan bawah ke atas. Selanjutnya potong bagian itu sehingga membentuk persegi panjang dengan panjang 15-18 cm. Gunting sudut kanan atas dan kanan agar kain membuka
  3. Untuk menggunakan masker: tali bagian bawah diikatkan pada bagian leher, sementara tali bagian atas diikat pada bagian atas kepala

Cara Membuat Masker Kain dengan Mesin Jahit

Selain menjahit menggunakan tangan, kamu juga bisa mencoba cara membuat masker kain dengan mesin jahit. Bahan-bahannya hampir sama dengan berbagai cara membuat masker. Mengutip Huffington Post, kaus katun dan sarung bantal katun merupakan bahan terbaik untuk membuat masker wajah. Alasannya, kedua kain ini memiliki kemampuan menangkap partikel

Bahan-bahan:

  • Kain seperti mikrofiber atau katun
  • Pita elastis atau dua ikatan rambut
  • Mesin jahit
  • Gunting

Cara membuat:

  1. Buat kain menjadi dua persegi panjang ukuran 12×6 cm atau 11×5 cm
  2. Jahit lapisan-lapisannya menjadi satu, selanjutnya jahit tepi bawah
  3. Lipat lebih dari satu sisi, mulai jahit kain sehingga karet elastis berada di dalam lipatan
  4. Tarik kencang bagian karet elastis dan jahit sisa lipatan. Lakukan juga di sisi lain
  5. Pastikan untuk melakukan backstitch alias menjahit beberapa kali di awal dan akhir jahitan. Pasalnya karet elastis akan menarik di titik-titik itu

Masker kain dengan model tali cocok dikenakan untuk wanita berhijab. Tertarik mencoba cara membuat masker kain hijab ini?

Jenis Kain yang Efektif Digunakan untuk Membuat Masker

Memilih bahan kain untuk masker tentu tidak bisa sembarangan karena berpengaruh pada kualitas dan efektivitas masker. Para ahli merekomendasikan berbagai bahan masker sebagai berikut:

1. Katun (Kapas)

Katun menjadi salah satu bahan terbaik untuk tujuan pencegahan Virus Corona dan juga tergolong yang paling banyak digunakan. Sebabnya, katun punya serat kecil yang bisa menahan partikel virus sehingga tidak dapat menembus kain dan terhirup oleh penggunaannya.

2. Nilon

Bahan nilon 70D efektif dalam penyaringan apalagi menahan 77 persen partikel besar dan 12 partikel kecil serta memungkinkan pengguna bernapas dengan mudah. Para peneliti juga menguji bahan nilon 40D yang punya tingkat filtrasi yang lebih tinggi, namun lemah dalam keleluasaan bernapas, sama seperti bahan kanvas.

3. Bahan kertas

Ternyata tisu kertas dan tisu di toko-toko yang sering digunakan untuk membersihkan minyak bisa memberikan baik perlindungan dan keleluasaan bernapas. Sementara filter kopi juga efektif untuk menyaring, namun tidak memungkinkan pengguna bernapas dengan nyaman.

4. Serat alami

Serat alami lebih direkomendasikan dibandingkan sintetis karena bahan alami seperti kertas dan katun. Kedua bahan ini punya kekasaran dan ketidakteraturan bahan yang bisa meningkatkan kemampuan penyaringan.

Cara merawat masker berbahan kain

Memiliki masker kain menjadi kelaziman saat ini. Supaya masker tetap terjaga, cara pemakaiannya, penyimpanan, dan mencurinya harus tepat. Ternyata mencuci masker tidak bisa sembarangan karena masker kain bukanlah masker sekali pakai, namun bisa dipakai berulang-ulang. Berikut cara mencuci masker kain, dari proses mencuci sampai mengeringkan supaya masker kain tetap terjaga dan awet:

  1. Pertama, cuci masker dengan menggunakan detergen dan air panas
  2. Bilas dengan air bersih, selanjutnya keringkan di bawah sinar matahari
  3. Setrika dengan suhu sesuai dengan bahan dasar kain setelah kering
  4. Masker kain siap dipakai kembali

Disarankan untuk menyimpan masker kain dalam wadah khusus dan saat bepergian ke luar rumah. Bila perlu, siapkan dua kantong khusus berisi masker di dalam tas. Satu untuk masker yang sudah digunakan, satunya untuk masker yang belum digunakan.

Sentuh bagian tali masker bila hendak membuka masker kain karena ingin makan, cuci tangan terlebih dulu. Jadi hindari untuk menyentuh bagian tengahnya. Sebaiknya menyimpan masker di wadah khusus dibanding harus menggantung masker di dagu. Bila ingin kembali memakainya, cuci tangan terlebih dulu lalu sentuh bagian tali masker dan kenakan sampai hidung dan mulut tertutupi secara pas.

Masker kain yang direkomendasikan yakni masker yang punya 3 lapisan kain. Lapisan pertama berupa lapisan kain hidrofilik seperti katun, selanjutnya dilapisi oleh kain yang bisa mendukung filtrasi lebih optimal seperti katun atau polyester. Lapisan terakhir atau bagian masker paling luar menggunakan lapisan bersifat anti-air atau hidrofobik atau seperti terbuat dari polypropylene.

Bagaimana, sudah tahu kan cara membuat masker kain organik dari bahan sederhana di atas? Masing-masing cara bisa kamu coba dengan langkah yang paling mudah. Guna memberikan perlindungan lebih di masa pandemi, kamu bisa memiliki perlindungan berupa Asuransi COVID-19 dari Qoala. Asuransi ini memberikan perlindungan lebih bagi kamu dan keluarga dari risiko yang mungkin muncul akibat COVID-19. Pastikan kamu selalu mengikuti update terbaru dari Qoala Blog supaya kamu bisa mendapatkan berbagai informasi penting seputar perencanaan keuangan, investasi, sampai gaya hidup sehat. Semoga cara membuat antiseptik dari daun sirih di atas berguna buat kamu.

Bagikan ke Teman:
Yogarta Awawa
Seorang penulis, yang subjek tulisannya merentang dari artikel, berita, company profil, cerpen, sampai puisi. Hasil karyanya termuat dalam antologi "Narasi Baru" yang digagas Festival Sastra TangSel 2018 dan "Semesta Jiwa" oleh Komunitas Rumah Semesta.