11 Pertanyaan Tentang Asuransi Jiwa yang Wajib Diketahui11 Pertanyaan Tentang Asuransi Jiwa yang Wajib DiketahuiJiwa11 Pertanyaan Tentang Asuransi Jiwa yang Wajib Diketahui11 Pertanyaan Tentang Asuransi Jiwa yang Wajib Diketahui
Jiwa
• 16 minutes read • zig-zag0 View

11 Pertanyaan Tentang Asuransi Jiwa yang Wajib Diketahui

Artikel ini terakhir diperbarui June 1, 2022 by Rinaldi Syahran
11 Pertanyaan Tentang Asuransi Jiwa yang Wajib Diketahui

Produk asuransi saat ini memang mulai banyak diminati oleh masyarakat. Akan tetapi masih banyak yang bingung terkait istilah-istilah yang ada pada asuransi. Hal tersebut adalah hal yang wajar. Sebab banyak istilah asuransi yang cukup rumit untuk dipahami. Tak sedikit yang memiliki banyak pertanyaan terkait asuransi. Sebenarnya tak masalah jika kamu menanyakan hal tersebut kepada agen. Namun, akan lebih aman lagi kalau mencari tahu terlebih dahulu terkait pertanyaan yang ingin kamu ajukan. Kali ini, Qoala akan berikan kumpulan pertanyaan sulit tentang asuransi jiwa yang bisa membantumu untuk lebih paham asuransi. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Apa itu asuransi jiwa?

Sumber foto: Rawpixel.com Via Shutterstock

Pertanyaan tentang asuransi jiwa yang pertama adalah terkait apa itu asuransi jiwa. Dari sekian banyak jenis asuransi yang diberikan oleh perusahaan asuransi, maka asuransi jiwa merupakan salah satu jenis asuransi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan keselamatan dan kepentingan keluarga mereka telah cukup baik.

Asuransi jiwa merupakan sebuah layanan asuransi yang dapat digunakan sebagai bentuk perlindungan terhadap timbulnya kerugian finansial atau hilangnya pendapatan seseorang atau keluarga akibat adanya kematian anggota keluarga (tertanggung) yang biasanya menjadi sumber nafkah bagi keluarga tersebut. Dalam artian, sebagai bentuk antisipasi bagi keluarga yang ditinggalkan, yang mana mereka membutuhkan dukungan finansial akibat adanya kematian tersebut yang tentu saja bisa mengakibatkan keluarga menjadi kehilangan pendapatan dan mengalami kesulitan ekonomi selama bertahun-tahun ke depan.

Pada saat salah satu anggota keluarga meninggal, apalagi yang menjadi sumber nafkah bagi keluarga, maka bisa dipastikan keuangan keluarga akan mengalami goncangan dan bahkan hal ini bisa berlangsung dalam waktu yang panjang (selamanya). Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka akan sangat bijak bila sejak awal kamu telah membeli atau menggunakan asuransi jiwa. Hal ini bertujuan untuk menjamin kelangsungan keuangan keluarga, pendidikan anak-anak, kesehatan dan kelayakan hidup anggota keluarga yang ditinggalkan.

2. Perlukah memiliki asuransi jiwa?

Pertanyaan tentang asuransi jiwa yang kedua adalah terkait perlu atau tidaknya memiliki asuransi jiwa. Di masa pandemi saat ini asuransi jiwa memiliki peran dalam membantu ketahanan keuangan keluarga. Misalnya, saat pencari nafkah dalam suatu keluarga cacat atau meninggal dunia, investasi terhenti sehingga mengganggu dana yang direncanakan untuk kebutuhan pendidikan atau tabungan masa depan.

Asuransi jiwa berguna untuk menyiapkan dana waris untuk bekal kehidupan para ahli waris yang ditinggalkan. Asuransi jiwa ini bukan bertujuan untuk menghindar dari kematian, namun sebagai pelindung penghasilan bagi keluarga yang nantinya ditinggalkan apabila terjadi hal-hal buruk yang menimpamu. Berikut ada beberapa keuntungan mempunyai asuransi jiwa:

  • Menjamin perlindungan hilangnya pendapatan dari risiko tak terduga. Usia hidup kita tidak ada yang tahu. Hanya Allah yang berkuasa mengambil nyawa seseorang. Untuk itu, bekali dirimu dengan asuransi jiwa yang memberi jaminan perlindungan hilangnya penghasilan yang mungkin bukan untukmu saja tapi untuk keluarga yang ditinggalkan. Contohnya, kamu mengalami kecelakaan di jalan yang bisa berakibat kematian, cacat tetap atau cacat permanen, dan membutuhkan biaya besar untuk berobat. Atau bahkan saat ini kecelakaan pesawat kerap mengkhawatirkan. Dan bisa merenggut nyawamu kapan saja.
  • Asuransi jiwa berfungsi sebagai tabungan masa depan, karena jumlah yang dibayar kepada pihak asuransi akan dikembalikan dalam jumlah yang lebih besar. Ada istilah uang kecil menjadi uang besar. Tabungan ini akan bermanfaat untuk keluarga dan juga anak-anakmu jika sudah berkeluarga. Bagi pemegang polis yang belum berkeluarga, tabungan ini dapat dialirkan pada ahli waris. Pengembalian uang pertanggungan yang diberikan oleh pihak asuransi mencapai 100% hingga 200% atas sakit atau kecelakaan yang menyebabkan terjadinya risiko meninggal dunia.
  • Menutup risiko kerugian. Contohnya, pada saat kepala keluarga atau tulang punggung keluarga mengalami musibah dan anggota tubuhnya tidak dapat berfungsi untuk bekerja ia pun tidak memiliki penghasilan lagi. Bahkan kemungkinan terburuk bisa saja sampai meninggal dunia. Melalui asuransi jiwa, hal ini jadi salah satu keunggulan yang diberikan. Keluarga sebagai ahli waris akan mendapat jaminan keuangan untuk meneruskan hidup dan cita-cita. Kerugian lain yang ditanggung adalah membantu menyelesaikan hutang yang tertanggung di masa hidupnya, karena kita mengetahui bahwa saat seseorang meninggal dengan meninggalkan hutang tentu akan memberatkan keluarga yang ditinggalkan.

3. Bagaimana cara memilih asuransi jiwa terbaik?

Pertanyaan tentang asuransi jiwa yang ketiga adalah terkait cara dalam memilih asuransi jiwa terbaik. Saat ini ada ada berbagai perusahaan asuransi yang menyediakan produk asuransi jiwa. Hasilnya, ada banyak orang yang malah kebingungan memilih. Lantas, bagaimana cara memilih asuransi jiwa terbaik? Berikut 5 tips yang dapat kamu terapkan di bawah ini!

  1. Menyesuaikan dengan Keperluan

Pertama, yang perlu dilakukan saat mempertimbangkan sebuah produk asuransi adalah menyesuaikan dengan keperluan yang ada. Saat ini ada beragam produk asuransi yang ditawarkan dengan manfaat yang berbeda-beda. Pilihlah produk yang benar-benar cocok kebutuhanmu, contohnya manfaat asuransi jiwa untuk jaminan penyakit kritis, biaya pendidikan anak, atau jaminan hari tua.

  1. Menganggarkan Asuransi Secara Tepat

Bagi kamu yang baru pertama kali ingin memiliki produk perlindungan diri, menganggarkan secara tepat produk tersebut menjadi tips yang tidak kalah penting. Langkah ini bertujuan agar anggaran asuransi tidak mengganggu kebutuhan lainnya. Maka dari itu, ada baiknya jika kamu memilih asuransi dengan premi yang relatif rendah dengan manfaat maksimal.

  1. Memahami Manfaat dan Besaran Uang Pertanggungan

Agar kamu bisa merencanakan asuransi secara tepat, kamu perlu memahami manfaat produk dan besaran uang pertanggungan yang diberikan. Kedua hal ini akan berbeda besarannya antara pihak asuransi yang satu dengan yang lainnya.

Namun biasanya, semakin tinggi premi yang dibayarkan, maka semakin banyak pula manfaat dan uang pertanggungan yang kelak akan diterima. Oleh karena itu, sebaiknya kamu menanyakan hal ini secara mendetail kepada pihak asuransi sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

  1. Memilih Produk dengan Layanan Terbaik

Tidak sedikit pemilik asuransi yang sering kali mengalami kendala terkait pelayanan dari pihak asuransi. Beberapa pihak asuransi tidak memiliki layanan pelanggan 24 jam sehingga ketika terjadi sesuatu dan diperlukan informasi penting terkait produk asuransi jiwa yang dimiliki, maka nasabah akan mengalami kebingungan.

  1. Mengetahui Kredibilitas Perusahaan Asuransi

Terakhir, tips yang tidak boleh dilewatkan saat akan memilih asuransi yang terbaik yaitu mengetahui kredibilitas perusahaan asuransi. Hal ini disebabkan oleh sifat perjanjian asuransi yang biasanya jangka panjang sehingga kredibilitas ini tergolong penting untuk diperhatikan.

Perhatikan pengelolaan serta kinerja dari perusahaan incaranmu dan pastikan tidak bermasalah. Keterbukaan informasi bahkan memungkinkanmu untuk melihat laporan keuangannya serta rating dari para nasabahnya.

4. Kapan waktu yang tepat untuk membeli asuransi jiwa?

Pertanyaan tentang asuransi jiwa yang keempat adalah terkait waktu yang tepat dalam membeli asuransi jiwa. Banyak orang yang enggan membeli asuransi jiwa. Pastinya ada banyak alasan, seperti tanggungan ekonomi yang banyak, merasa tidak penting, atau merasa bahwa memiliki asuransi jiwa adalah hal pamali.

Tak masalah jika memang alasan tersebut muncul untuk memilih tidak memiliki asuransi jiwa, tapi perlu diingat, asuransi jiwa punya peranan penting bagi kelanjutan ekonomi keluarga saat risiko meninggal atau cacat tetap datang.

Tentunya, tidak ada yang dapat memprediksi hari esok, namun kamu dapat berjaga-jaga dengan memiliki asuransi jiwa. Asuransi ini bertindak sebagai salah satu bentuk dari perencanaan keuangan. Di bawah ini adalah waktu-waktu yang tepat untuk kamu membeli asuransi jiwa, diantaranya:

  1. Masih dalam Keadaan Muda dan Sehat

Pastinya kamu sudah sering membaca, bahwa memiliki asuransi sebaiknya sejak dini. Hal ini didukung dengan berbagai alasan, yang pertama adalah premi yang jauh lebih murah.

Kedua, di saat kondisi kamu masih sehat, persyaratan yang harus dipenuhi tidak sulit karena setiap perusahaan asuransi memiliki kriteria yang detail untuk kesehatan calon nasabah.

Ketiga, permohonan asuransi akan lebih mudah disetujui dibandingkan ketika kamu mengajukan asuransi jiwa ketika sudah tua dan kurang sehat, maka kemungkinan besar permintaanmu akan ditolak.

Muda dan sehat di sini, bukan berarti kamu sudah harus membeli produk asuransi ketika berumur belasan tahun. Alasannya, ketika berumur belasan atau usia remaja, kamu masih harus bergantung pada keuangan orang tua.

Selain itu, kamu juga tidak memiliki tanggungan yang mengharuskanmu menghidupi mereka. Oleh karena itu, sering kamu membaca bahwa usia 20-an merupakan usia yang paling tepat untuk memiliki asuransi jiwa.

  1. Sudah Produktif atau Punya Pendapatan

Beban pendidikanmu sudah selesai, kamu juga mulai bermata pencaharian serta dapat bergantung pada diri sendiri. Saat ini berarti kamu sudah harus mulai was-was dengan proteksi diri sendiri.

Jika kamu tidak ingin membeli asuransi jiwa dengan alasan tidak ingin memberatkan ekonomi orang tua, maka setelah memiliki penghasilan, kamu sudah harus mulai mempertimbangkan asuransi jiwa.

Penghasilan tersebut sebaiknya dibagi berdasarkan prioritas kebutuhan tanpa melupakan pentingnya perlindungan diri. Namun, besarnya uang pertanggungan harus disesuaikan dengan kemampuanmu.

Terlebih karena uang pertanggungan berhubungan dengan premi yang harus dibayar nanti. Cara singkatnya adalah dengan menginvestasikan 10 hingga 15 persen penghasilan ke asuransi.

  1. Sudah Punya Tanggungan

Memiliki tanggungan berarti memiliki orang-orang yang bergantung secara finansial pada dirimu. Orang-orang tersebut biasanya orang tua, istri atau suami, dan anak.

Memiliki asuransi jiwa merupakan salah satu langkah untuk memastikan keamanan finansial mereka walaupun kamu sudah tidak dapat lagi mencarikan nafkah. Asuransi jiwa juga dapat dianggap sebagai jaminan untuk masa depan mereka.

Bagi anak-anak, asuransi jiwa milikmu dapat menjadi pegangan untuk mereka ke perguruan tinggi. Bagi orang tua, asuransi jiwa dapat membantu mereka mendapatkan masa pensiun yang lebih nyaman.

Jika kamu telah memiliki tanggungan, ini berarti sudah saatnya kamu memiliki asuransi jiwa. Tetapi dalam memilih asuransi jiwa, berhati-hatilah dalam memilih tertanggung serta penerima manfaat asuransi.

  1. Risiko Finansial Masih Rendah

Risiko adalah hal yang terjadi tanpa dapat diprediksi. Untuk itu, penting memiliki asuransi jiwa yang membantu mencegah kerugian akibat risiko finansial. Asuransi jiwa perlu dimiliki pada saat risiko finansial masih rendah.

Terlebih jika kamu telah memiliki tanggungan seperti yang telah dibahas pada poin sebelumnya. Tentu memiliki asuransi jiwa penting untuk perlindungan keluargamu di masa depan.

Jika risiko finansial mulai besar, maka akan sulit untuk memiliki alokasi dana untuk membayar premi asuransi. Selain itu, beban keuangan akan bertambah dan membuat manfaat asuransi jiwa tidak maksimal.

  1. Saat Pada Periode Akhir Pembukuan Asuransi

Perencanaan waktu ini berguna agar kamu mendapatkan keuntungan lebih dari membeli produk asuransi jiwa. Kebanyakan perusahaan asuransi mengakhiri pembukuan di bulan Maret.

Sekitar bulan April setelah akhir pembukuan tersebut, biasanya perusahaan asuransi akan mengadakan promosi seperti potongan pajak, cashback, atau gratis iuran untuk periode tertentu. Alasannya, di bulan ini, para pekerja akan mendapatkan bonus dari perusahaan asuransi.

Selain itu, bulan April dianggap sebagai bulan sepi sehingga para agen akan memberikan perhatian lebih untuk melayanimu.

5. Apakah premi asuransi jiwa akan dikembalikan?

Pertanyaan tentang asuransi jiwa yang kelima adalah terkait dikembalikan atau tidaknya premi asuransi jiwa. Salah satu contoh produk asuransi yang memberikan pengembalian premi adalah produk asuransi jiwa dengan pengembalian premi atau disebut juga Asuransi Jiwa RoP/Return of Premium. Asuransi jiwa dengan pengembalian premi adalah produk asuransi jiwa yang akan mengembalikan premi nasabah setelah masa pertanggungan berakhir.

Nantinya, nasabah bisa mendapatkan persentase pengembalian premi yang beragam, mulai dari 50 persen, 75 persen, hingga di atas 100 persen! Namun, tidak semua produk asuransi jiwa menawarkan manfaat yang biasa disebut Return on Premium (ROP) atau no claim bonus ini.

6. Siapa yang perlu memiliki asuransi jiwa?

Pertanyaan tentang asuransi jiwa yang keenam adalah terkait siapa yang memerlukan asuransi jiwa. Beberapa orang tidak memiliki asuransi jiwa beralasan karena premi yang dibayarkan biasanya cukup tinggi sedangkan mereka tidak merasakan secara nyata manfaat dari asuransi jiwa tersebut. Memang keputusan untuk memiliki asuransi jiwa tidak semena-mena jatuh pada semua orang. Ada beberapa hal yang harus dipenuhi oleh calon pemegang polis asuransi jiwa termasuk juga kebutuhan dan kemampuannya dalam membayar kewajiban yaitu premi setiap bulan yang besarnya tergantung pada jenis asuransi jiwa yang diperlukan. Sebagai gambaran, setidaknya beberapa pihak berikut disarankan untuk memiliki asuransi jiwa.

  1. Masih Lajang dan Berusia Muda

Ketika kamu masih lajang, mungkin orang yang akan dibantu secara rutin adalah keluarga dan orang tua. Untuk melindungi orang-orang terdekatmu tersebut serta melindungi dirimu sendiri dari kejadian tak terduga (seperti misalnya adanya penyakit keras, kejadian kematian lalu menimbulkan biaya pemakaman) atau mungkin terdapat beberapa hutang yang belum lunas namun kamu sudah tidak mampu melunasi (dalam artian sudah meninggal), kamu perlu menggunakan asuransi jiwa untuk menjamin dan memastikan semua tanggunganmu dilunasi.

  1. Pasangan yang Masih Muda

Untuk melindungimu dan pasangan dari kebutuhan di tahun-tahun mendatang yang mungkin jauh akan lebih mahal, tak terkecuali dengan biaya premi asuransi jiwa membeli asuransi jiwa sedini mungkin akan memberikanmu beberapa keuntungan dari segi premi yang lebih murah atau harganya lebih rendah dibandingkan dengan tahun-tahun berikutnya. Di samping itu, pembiayaan premi per bulan masih diperingan dengan keadaan pasangan muda yang belum mempunyai anak sehingga tanggungan biaya hanya untuk dua orang saja.

  1. Keluarga Muda dan Sudah Mapan

Selain pasangan muda yang belum memiliki anak, keluarga muda dan mapan juga disarankan perlu memiliki asuransi jiwa. Hal ini akan menghindarkan dari penelantaran keluarga yang tanggungannya sangat bergantung pada penghasilanmu sebagai kontributor utama. Jumlah pertanggungan ini juga sangat tergantung dari perkiraan biaya hidup tanggungan yang ditinggalkan disamping besarnya penghasilan penanggung.

  1. Pasangan Bekerja yang Belum Punya Anak

Meskipun kamu dan pasangan belum memiliki tanggungan anak, namun meninggalkan pasangan sendiri tanpa penghasilan mungkin akan memberatkan pasanganmu. Jika kamu memiliki penghasilan dan berkontribusi terhadap kebutuhan hidup pasangan dan tidak ingin meninggalkan pasangan dengan keuangan yang tidak mapan, asuransi jiwa bisa dijadikan jawaban yang cukup membantu bagimu.

  1. Keluarga Usia Pensiun

Ketika memasuki usia pensiun dan anak-anak atau tertanggung sudah tidak lagi menjadi tanggungan, tidak memiliki asuransi jiwa mungkin masih bisa dilakukan. Berbeda halnya jika kamu memasuki usia pensiun namun masih memiliki tanggungan, baik itu anak maupun keluarga lainnya. Untuk menjamin kehidupan mereka, maka disarankan memiliki asuransi jiwa. Tetapi kamu perlu memperhitungkan untung ruginya karena biasanya biaya premi di usia yang mulai memasuki masa pensiun cukup besar dan mahal.

7. Bagaimana cara membeli asuransi jiwa?

Pertanyaan tentang asuransi jiwa yang ketujuh adalah terkait cara membeli asuransi jiwa. Saat ini, jika kamu ingin membeli asuransi jiwa sudah bisa melalui 2 cara yakni secara online dan offline, seperti halnya penjelasan berikut.

  1. Beli di situs resmi perusahaan asuransi

Di zaman serba online, beli asuransi juga bisa dilakukan lewat dunia maya. Sudah banyak perusahaan asuransi yang menyediakan fitur pembelian produk asuransi di situs resminya langsung.

Kalau kamu sudah tahu asuransi jiwa apa yang mau kamu beli, langsung kunjungi situs resminya di Internet. Di situ kamu tinggal ikuti petunjuk pembelian yang tertera. Biasanya kamu akan diminta mengisi data diri, formulir pembelian, dan juga mengunggah atau upload dokumen-dokumen pendukung yang diminta, seperti KTP, NPWP, dan sebagainya.

Proses pembelian ini akan berbeda-beda untuk tiap perusahaan asuransi. Ada yang prosesnya langsung selesai begitu kamu membayar premi pertama ke rekening pihak asuransi. Atau ada juga beberapa perusahaan yang akan menelepon dulu untuk verifikasi data. Apapun itu, yang paling penting kamu sudah memastikan bahwa situs perusahaan yang kamu tuju merupakan situs resmi dan bukan abal-abal.

  1. Beli di situs pembanding produk asuransi atau broker

Selain di situs perusahaan asuransi, kamu juga bisa membeli asuransi jiwa di situs pembanding produk asuransi atau broker asuransi online. Poin positif beli di situs seperti ini adalah kamu bisa membandingkan dan memilih produk asuransi terbaik dari berbagai perusahaan asuransi sebelum memutuskan untuk membelinya.

Jadi kalau kamu belum yakin mau membeli asuransi jiwa apa, baiknya kunjungi dulu situs pembanding atau broker online ini. Di situ kamu bisa bandingkan dulu sejumlah produk, mulai dari manfaat yang diberikan, plafon pertanggungan, premi, sampai cara klaimnya.

Kalau sudah memantapkan pilihan, kamu bisa langsung beli asuransi jiwa di situs tersebut. Namun cara pembeliannya akan berbeda-beda. Kalau produk asuransi yang kamu pilih sudah bekerja sama dengan situs pembanding atau broker yang kamu pakai, maka kamu bisa langsung beli di sana. Tapi kalau perusahaan asuransi pilihanmu tidak bekerja sama, maka kamu akan diarahkan ke situs resmi perusahaan asuransi tersebut untuk melanjutkan proses pembelian online.

  1. Beli di e-commerce atau marketplace

Beli asuransi jiwa juga ternyata bisa dilakukan di e-commerce atau marketplace lho. Jadi tak hanya jualan produk kebutuhan sehari-hari, produk keuangan seperti asuransi jiwa juga bisa kamu temukan di sana.

Sama seperti beli barang online, beli asuransi di e-commerce pun caranya sama. Kamu tinggal memilih produk asuransi jiwa yang kamu mau, dan ikuti instruksi pembelian di situsnya.

  1. Datang langsung ke kantor perusahaan asuransi

Ini merupakan cara membeli asuransi jiwa yang paling konvensional. Kamu tinggal kunjungi kantor perusahaan asuransi yang paling dekat dengan lokasi tempat tinggal atau kantor. Nanti kamu akan diarahkan ke bagian customer service untuk proses pembelian,

Biasanya kamu akan diminta mengisi formulir dan data diri, serta membawa dokumen-dokumen pelengkap untuk difotokopi oleh pihak asuransi. Selanjutnya tinggal melakukan pembayaran premi pertama, dan asuransi jiwamu sudah aktif deh. Tapi jangan lupa untuk membaca isi polis dengan teliti, supaya kamu tahu manfaat yang bisa didapatkan dari asuransi.

  1. Beli lewat agen asuransi

Cara ini bisa dibilang cara paling umum yang dilakukan untuk beli asuransi jiwa. Biasanya, agen asuransi yang akan mendatangimu untuk menawarkan produk asuransi. Kalau kamu tertarik, maka mereka akan mengurus semua dokumen persyaratan dan membantumu memilih plan asuransi yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kemampuanmu.

Poin yang perlu diperhatikan ketika membeli asuransi jiwa dari agen adalah tanyakan soal produk sampai sedetil-detilnya. Meski agen asuransi memiliki kewajiban untuk menjelaskan produk asuransi kepada calon nasabah, tidak jarang ada agen nakal yang sengaja menutupi fakta tertentu dan memaparkan kelebihan produknya saja. Oleh karena itu, kitalah yang harus lebih cerdas dan kritis saat bertanya soal produk tersebut.

8. Apakah nilai pertanggungan asuransi jiwa dibatasi?

Pertanyaan tentang asuransi jiwa yang kedelapan adalah terkait batasan nilai pertanggungan asuransi jiwa. Biaya pertanggungan asuransi jiwa memiliki batas tertinggi atau plafon. Semakin tinggi plafonnya, biasanya cakupan pembiayaannya semakin luas, dan kemungkinan kamu harus mengeluarkan uang tunai saat berobat semakin kecil.

9. Bagaimana cara mengajukan klaim asuransi jiwa?

Klaim asuransi jiwa adalah proses di mana nasabah meminta haknya kepada perusahaan asuransi setelah terjadi risiko meninggal dunia. Dalam asuransi jiwa, klaim dilakukan oleh ahli waris. Untuk mengajukan klaim asuransi jiwa biasanya tahapannya sebagai berikut.

  • Ahli waris melaporkan kepada pihak asuransi bahwa tertanggung meninggal dunia, tidak lebih dari 7 hari sejak kejadian
  • Selanjutnya, ahli waris mengirimkan dokumen yang diperlukan. Misalnya saja formulir klaim, identitas diri dan kartu polis.
  • Pihak asuransi akan memverifikasi kebenaran data dan mencocokkannya dengan ketentuan polis
  • Ketika dokumen sudah sesuai ketentuan, pihak asuransi akan mencairkan uang pertanggungan ke rekening ahli waris.

Dokumen Klaim Meninggal Dunia

Berikut ini beberapa dokumen yang perlu disiapkan untuk mengajukan klaim meninggal dunia:

  1. Polis asuransi yang asli.
  2. Formulir klaim meninggal dunia.
  3. Surat keterangan kematian lengkap dari pemerintah atau pihak berwenang setempat.
  4. Salinan identitas diri tertanggung, pemegang polis, dan ahli waris.
  5. Surat keterangan dokter untuk klaim meninggal dunia.
  6. Salinan catatan medis tertanggung.
  7. Surat berita acara dari pihak kepolisian apabila meninggal dunia karena kecelakaan.
  8. Dokumen lain yang dibutuhkan oleh pihak asuransi.
  9. Bukti identitas ahli waris yang akan menerima uang pertanggungan.

Dokumen Klaim Cacat Tetap

Berikut ini beberapa dokumen yang perlu disiapkan untuk mengajukan klaim cacat tetap:

  1. Polis asuransi yang asli
  2. Formulir klaim asuransi
  3. Fotokopi hasil pemeriksaaan lab atau radiologi
  4. Fotokopi KTP
  5. Surat berita acara dari Kepolisian jika terjadi risiko kecelakaan
  6. Dokumen pendukung lainnya.
  7. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi call center perusahaan asuransi masing-masing.

10. Berapa besaran premi dan lamanya kewajiban bayar premi asuransi jiwa?

Pertanyaan tentang asuransi ini terkait dengan kapasitas keuanganmu. Berapa banyak yang dikeluarkan untuk bayar asuransi. Bayarnya per bulan, per semester atau per tahun?

Namun, yang paling penting itu adalah berapa lama bayarnya. Jarang banget agen asuransi menginformasikan lamanya bayar premi.

Ada yang cukup bayar selama 10 tahun saja, tapi manfaatnya sampai nasabah meninggal dunia. Ada juga yang tetap bayar sampai nasabah berusia 80 tahun, bahkan ada yang seumur hidup harus bayar.

Pastikan hal ini jelas karena menyangkut besaran duit yang kita bayarkan, jadi setelah beli asuransi keuangan kita tidak akan jadi masalah besar nantinya.

11. Apa yang terjadi jika pembayaran premi asuransi jiwa telat?

Sumber foto: Natali _ Mis Via Shutterstock

Jika pembayaran premi asuransi jiwa telat maka status kepesertaan akan ditangguhkan sementara. Artinya, kamu tidak bisa menggunakan manfaat dari produk asuransi ataupun mengajukan klaim.

Membayar denda

Status kepesertaan akan diblokir. Umumnya, pembayaran premi asuransi harus dilunasi dalam waktu 30 hari. Jika kamu menunggak hingga melebihi waktu tersebut, maka status kepesertaan akan otomatis dibatalkan dan kamu tidak dapat lagi merasakan manfaat asuransi.

Perlu kamu ketahui, asuransi pastinya memiliki sejumlah risiko, terutama mengenai risiko kerugian investasi. Jika produk yang kamu pilih berbentuk unit link, maka ada risiko kerugian investasi di dalamnya.

Dalam artian, ada kemungkinan kamu perlu membayar premi lebih lama dari ketentuan awal jika terjadi risiko kerugian tersebut. Kalau kamu tidak mengisi ulang saldo unit link yang kosong, bisa-bisa polis kamu lapse.

Maka dari itu, pastikan sebelum memilih produknya kamu sudah membaca polisnya secara rinci. Cara yang mudah kamu bisa mengeceknya di Qoala Apps atau Blog Qoala.

Share this on


                    share twitter share facebook share linkedin copy link Copy Link
Fitrianingsih

Fitrianingsih

contributor

A mother who loves to write. Because writing is the painting of the voice.

user linkedin user facebook

Leave a Reply

Explore other articles


Info Asuransi
Form
• 0 minutes read zig-zag 12857 Views

Info Asuransi

Yahya Kus HandoyoYahya Kus Handoyo • November 23, 2020
14 Cara Cari Uang di Internet Tanpa Modal untuk Pemula
Inspirasi
• 11 minutes read zig-zag 2640 Views

14 Cara Cari Uang di Internet Tanpa Modal untuk Pemula

Riza Dian KurniaRiza Dian Kurnia • December 1, 2020
20 Cara Menabung dengan Cepat, Uang Dijamin Terkumpul Kilat
Tabungan
• 9 minutes read zig-zag 20781 Views

20 Cara Menabung dengan Cepat, Uang Dijamin Terkumpul Kilat

Riza Dian KurniaRiza Dian Kurnia • December 1, 2020
Panduan Cara Peminjaman Uang di Bank Terlengkap pada 2021
Kredit
• 14 minutes read zig-zag 9930 Views

Panduan Cara Peminjaman Uang di Bank Terlengkap pada 2021

Yogarta AwawaYogarta Awawa • December 1, 2020
Over Kredit Rumah: Dari Cara, Biaya, Untung, Rugi, hingga Tips
Kredit
• 9 minutes read zig-zag 9049 Views

Over Kredit Rumah: Dari Cara, Biaya, Untung, Rugi, hingga Tips

Riza Dian KurniaRiza Dian Kurnia • December 1, 2020
dapatkan Qoala

Diskon hingga 40%

Untuk produk asuransi pilihan kamu

Cek Premi Sekarang
dapatkan Qoala

Langganan Newsletter Qoala.app!

Selalu update dengan promo terbaru dari Qoala.app dengan berlangganan newsletter kami.

Cari Asuransi Jiwa Terbaik di Qoala